Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.19.Baby boy


__ADS_3

waktu berjalan dengan cepat.


Tanpa terasa kini usia kehamilan Melina sudah menginjak bulan ke sembilan.tinggal hitungan hari menuju hari kebahagiaan bertemu dengan buah hati mereka.


setiap pagi sehabis sholat subuh Irfan mengajak Melina untuk berjalan -jalan di sekitar kontrakan mereka.menurut keterangan dokter itu adalah untuk memperlancar proses kelahiran .


kini mereka sudah ada dirumah lagi.waktu menunjukkan pukul enam pagi."aku mau mandi dulu ya sayang".ucap Irfan."iya mas".jawab Melina sambil tersenyum.


Irfan berlalu menuju kamar mandi sedangkan Melina pun beranjak menuju dapur untuk membuat sarapan.


Irfan berjalan menuju dapur setelah menyelesaikan mandinya dan sudah rapi dengan pakaian kerjanya."bikin apa sayang?". tanyanya."ini mas aku bikin nasi goreng".jawab Melina."wangi banget sayang,pasti enak".puji irfan.melina tersenyum menanggapi pujian suaminya.Nasi goreng pun siap ,ia lalu menghidangkannya.


mereka makan dalam suasana hening.


Irfan telah menyelesaikan sarapannya.kini ia bersiap untuk berangkat ke kantor.


"sayang mas berangkat dulu ya".ucap Irfan lalu berdiri dari tempat duduk nya ."iya mas hati-hati ya".ucap Melina lalu mencium tangan suaminya.irfan pun menjalankan mobilnya menuju kantornya.


rutinitas berjalan seperti biasa . pekerjaan Irfan berjalan dengan lancar.kehamilan Melina pun berjalan normal.


satu Minggu sudah berlalu,perut Melina semakin besar dan bulat.dua Minggu lagi adalah perkiraan kelahirannya.


mereka memutuskan tidak melakukan USG .karena mereka ingin momen ini menjadi kejutan buat mereka.jadi bisa dipastikan sampai saat ini mereka belum mengetahui jenis kelamin anak mereka.


saat Melina sedang membaca novel di ponsel pintarnya, tiba-tiba dia merasakan pinggang nya berdenyut."aduhh...". ucapnya.dia meraba perutnya dan terasa kencang seperti sedang kontraksi."apa aku kontraksi semu ya". gumamnya lirih.melina mengingat -ingat apakah dulu waktu proses kelahiran pertamanya juga begini."tapi ini kn Masih lama,masih dua Minggu lagi ". pikirnya.


ternyata itu adalah kontraksi semu . karena setelah beberapa saat waktu berlalu.hal itu tidak terasa lagi.


satu Minggu sudah waktu berlalu.pagi ini setelah Melina selesai melaksanakan sholat subuh dia merasakan mulas pertama kalinya .Irfan yang melihat istrinya itu meringis seperti menahan sakit pun bertanya."kenapa sayang". tanyanya khawatir.


"mules mas".jawabnya menggigit bibirnya menahan sakit.


"apa sayang udah mau melahirkan?bukankah masih satu Minggu lagi perkiraannya?". tanyanya."nggak tau mas.lagian bisa maju bisa juga mundur mas?".jawabnya sambil mengatur nafas.perlahan mulai menghilang mulasnya."sayang apa kita ke dokter aja?".tanya Irfan."jangan dulu mas,nanti kalau mulasnya sudah sering baru kita pergi.lagian jarak kelahiran dari mulas teratur itu sembilan jam mas.jadi masih ada waktu untuk menunggu,karena ini kan baru sekali mulesnya.aku nggak mau ahh kelamaan nunggu di rumah sakit,apalagi kalau lahirnya masih besok lagi.kan jadi bolak balik mas".jelas Melina panjang lebar.


"bener begitu sayang?.atau kita nunggunya di rumah sakit aja biar nanti kalau mau lahir sewaktu-waktu bisa langsung ditangani sayang".ucapnya lagi


"nggak usah mas aku udah pernah ngelahirin mas jadi udah tau prosesnya ".jelasnya lagi.


"ya udah kalo gitu.mas ijin nggak masuk kerja hari ini.takut kamu mau ngelahirin hari ini".ucap Irfan.

__ADS_1


Melina hanya mengangguk karena ia tidak yakin apakah ini hanya kontraksi semu lagi atau benar mau melahirkan.karena waktu melahirkan Alifa juga satu Minggu sebelum perkiraan sudah lahir.


menjelang siang Melina merasakan mulas lagi .dia kini sedang duduk di kursi ruang tamu.dia mulai mengatur nafasnya sampai mulas itu menghilang lagi.


Irfan sedang membeli makan di warung ujung jalan untuk makan siang mereka.


"assalamualaikum ".ucap Irfan sambil masuk ke dalam rumah."waalaikumsalam ".jawab Melina.


"makan yuk sayang".ajak Irfan ia langsung menuju dapur untuk menyiapkan makan mereka.melina mengikuti langkah suaminya menuju dapur.


mereka makan dengan hening.irfan beranjak untuk mencuci piring bekas makan mereka.setelah selesai ia lalu menghampiri istrinya."gimana sayang,apakah mules lagi?". tanyanya."tadi mules pas mas pergi beli makan".jawab Melina."ya udah kita ke dalam yuk".ajak irfan.mereka pun menuju kursi diruang tengah.irfan pun menuntun istrinya.


kini mereka sedang duduk kursi ruang tengah.


tak berselang lama Melina merasakan mulas lagi."mas mules lagi"ucap Melina sambil menahan sakit.irfan pun mengusap pinggang istrinya."kita ke rumah sakit sekarang aja sayang".ajak irfan.melina hanya mengangguk karena masih merasakan mulas."ya udah mas siapin mobil dulu ya".ucapny lalu dia bergegas ke depan untuk memanasi mobil .kemudian ia masuk dan langsung menuju kamar .dia bergegas mengambil barang-barang yang diperlukan untuk proses melahirkan yang sudah di siapkan istrinya sejak jauh-jauh hari.dia memasukkan semua barang bawaan nya ke dalam mobil lalu setelah selesai dia menghampiri istrinya ."ayok sayang".ucapnya lalu ia memapah istrinya masuk ke dalam mobil.irfan sangat tenang dia tidak panik dan itu juga membuat Melina tenang.karena ibu yang mau melahirkan tidak boleh panik karena akan berpengaruh pada proses kelahiran.


mereka kini telah tiba dirumah sakit.perawat langsung menyambut mereka lalu bertanya." kenapa pak,bisa dibantu?"tanya perawat tersebut."istri saya mau melahirkan sus". jawabanya.lalu suster itu pun mengambil kursi roda yang ada di sebelah pintu masuk tadi."mari pak kita ke ruang bersalin".ucap perawat tersebut lalu mendorong kursi roda menuju ruang bersalin.


Melina sudah berbaring diranjang bersalin.dokter pun datang memeriksa."sudah pembukaan empat Bu,kita tunggu empat jam lagi ya bu.tapi kalau sebelum empat jam ibunya merasakan seperti mau BAB langsung panggil saya ya pak".ucap dokter tersebut memberi tahu."baik dok,terima kasih".ucap irfan.lalu dokter itupun mengangguk dan tersenyum.dokter itupun kembali ke ruangannya.


Irfan duduk dikursi samping ranjang istrinya sambil menggenggam erat tangan istrinya.wajahnya tampak tenang padahal dalam hatinya dia takut dan kawatir tapi dia tidak mau menunjukkan pada istrinya karena dia tidak mau istrinya ikutan khawatir.padahal yang sebenarnya adalah Melina jauh lebih tenang daripada dia karena dia sudah pernah melahirkan jadi sudah punya pengalaman.


selesai menelfon Irfan lalu mengusap-usap punggung istrinya yang saat ini berbaring miring.dia lalu mencium kening istrinya.melina pun tersenyum.


Melina mulai merasakan mulas lagi dan lagi dia pun mulai berkeringat."mas panggil dokter mas".titah melina.irfan pun bergegas mencari dokter diruangannya.irfan kembali ke kamar bersama sang dokter dan dua orang suster.


"kita periksa ya Bu".kata dokternya tenang."bagus Bu pembukaannya sudah sempurna.mari bersiap untuk melahirkan".kata dokter tersebut lalu suster pun mempersiapkan peralatan untuk melahirkan.


"bapaknya mau tunggu diluar atau disini aja?".tanya dokter pada Irfan yang berdiri disebelahnya.


"saya mau di sini saja dok ".ucap Irfan lalu ia menggenggam tangan istrinya erat dan mengusap kepala istrinya dia juga mengelap keringat yang sudah membanjiri kening istrinya.


tak berselang lama sesuai arahan dokter untuk mengejan beberapa kali akhirnya...


"oe...ooeee...."


terdengar suara nyaring bayi mungil mereka yang sudah tidak sabar ingin melihat dunia.


Irfan tersenyum lega begitupun Melina dan para tenaga kesehatan yang membantu proses persalinan.

__ADS_1


"selamat ya pak bayinya cowok".ucap dokter tersebut setelah memotong tali ari-ari dan menempelkan bayi tersebut di dada ibunya untuk menyusu sendiri .


"baiklah pak,Bu saya tinggal dulu ya.nanti saya ke sini lagi untuk memeriksa ibunya".pamit dokter tersebut lalu keluar dari ruangan tersebut.


kini mereka berdua tersenyum memandang bayi mungil yang sedang mencari-cari susu ibunya tersebut.


"mas mau menelfon keluarga kita ya sayang".ucap Irfan yang di angguki oleh Melina.


Irfan menelfon kedua keluarga.memberitahukan bahwa cucu mereka sudah lahir dengan selamat.kedua keluarga pun sangat bahagia.


"sayang besok nenek dan kakeknya akan ke sini .oh iya Alifa juga ikut ".ucap Irfan menyampaikan perbincangan mereka ditelpon tadi.Melina mengangguk dan tersenyum.


kini mereka sudah ada dirumah lagi.karena sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.


kini mereka sedang memandangi bayi mungil yang sedang tertidur tersebut.


"mas curang ya.kok semua mirip mas sih".ucap Melina .


Irfan hanya tertawa."ya itu artinya sayang cinta banget sama mas".ucapnya bercanda.


"berarti mas nggak cinta dong sama aku".jawab Melina cemberut.


Irfan tertawa lagi lalu mencium bibir istrinya yang sedang cemberut."ngegemesin banget sih sayang".ucapnya .ia kembali mencium bibir istrinya yang masih juga cemberut lalu ia memperdalam ciumannya akhirnya Melina membalas ciumannya.


bayi mungil itu menggeliat.lalu Melina menepuk lengan suaminya itu.irfan pun menyudahi ciumannya."tau aja sih kamu sayang kalau ibumu mau aku makan".ucap Irfan sambil mencolek pipi bayi itu gemas.


bayi mungil itu terus menggerak-gerakkan badannya."mungkin dia pipis mas".ucap melina.lalu Irfan pun memeriksanya dan ternyata benar .lalu Irfan mengganti popoknya.melina melihat suaminya mengganti popok dengan telaten.dia pun tersenyum bahagia.lalu dia menyusui bayinya setelah Irfan selesai mengganti popoknya.


"sayangnya ayah...itu kemarin punya ayah loh.sekarang kamu jadi penguasanya".ucap Irfan dengan wajah memelas.melina hanya tertawa melihat tingkah suaminya.


hari ini kadua nenek dan kakeknya datang berkunjung.mereka ingin melihat cucunya.


sore hari mereka sudah tiba dan suasana rumah jadi ramai .


mereka sangat bahagia dengan kelahiran cucu pertamanya dan cucu kedua untuk kedua orang tua melina.alifa pun ikut bersama mereka.dia juga sangat bahagia dengan kehadiran adiknya.


mereka menginap selama dua hari dan kini mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke malang.mereka tidak bisa menginap lama karena pekerjaan mereka tidak bisa ditinggal lama-lama.dan Alifa pun tidak bisa ijin sekolah terlalu lama.


"kita pamit dulu ya".ucap pak Burhan mewakili mereka semua."hati-hati ya pak buk". ucap Melina memandang satu persatu orang tua dan mertuanya.lalu ia pun memeluk Alifa."hati-hati ya sayang.sebenernya mama masih kangen".ucap Melina tanpa terasa air matanya pun menetes."nanti ifa ke sini lagi Bu pas selamatan dedek".ucap alifa.melina melepaskan pelukannya dan tersenyum."terima kasih ya sayang".ucap Melina lagi .Alifa pun tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Irfan pun menjalankan mobilnya mengantarkan kedua keluarga ke terminal.melina melambaikan tangannya sebelum mobil menjauh.setelah mobil tidak terlihat lagi dia pun masuk ke dalam rumah.


__ADS_2