
waktu bergerak mengikuti perputaran bumi.hari telah meninggalkan kenangan.tiga hari sudah Melina melewati hari d Ngan status baru yaitu istri.
pagi ini setelah selesai sarapan mereka duduk santai diruang tengah dan sedang membicarakan rencana selanjutnya.
""mas sekali-kali kita naek kereta yukk ke bandungnya". ajak Melina.
"hmmm kayaknya seru tuh.boleh lah kita coba biar nggak selalu pegel- pegel badan pas nyampe".sahut Irfan.
"cepet pesen dari sekarang mas takut keabisan".ucap Melina lagi.
Irfan pun bergegas mengambil ponselnya dan memesan tiga tiket kereta.
"beres nih".ucap Irfan sambil memperlihatkan layar ponselnya.
Melina pun mengangguk dan tersenyum."kita beres-beres barang bawaan kita aja mas" .ajak Melina dan di angguki irfan.mereka pun berdiri menuju kamar."kasih tau Alifa sayang,biar dia juga beresin bajunya dari sekarang ".titah Irfan.
Melina pun bergegas mencari Alifa dan saat Alifa sudah ada diantara mereka dia malah hanya diam saja.
"fa..kamu beresin baju kamu gih .besok kita berangkat ke bandung.kita naek kereta.dan tiketnya udah dipesan.
Alifa bingung.dia tidak tau bagaimana mengutarakan keinginannya karena takut ibunya marah.tapi biar bagaimanapun dia tetap harus menyampaikannya.
Alifa tampak ragu-ragu tapi ia tetap harus mengatakannya.
"emmm Bu, sebelumnya Alifa mau bilang bahwa Alifa mau tinggal dirumah nenek.alifa mau sekolah disini aja".ucap alifa
Melina dan Irfan saling pandang lalu saling menggedikkan baju .
"kenapa fan?".tanya Melina penasaran.
"nggak pa pa bu.ifa pengen suasana sekolah baru dan juga pengen Deket dengan nenek".kata Alifa.
"kamu yakin fa?"kali ini Irfan yang ganti bertanya.
"yakin yah"jawab Alifa lagi.
Melina akhirnya tersenyum dan mendekati Alifa."ya udah nggak pa pa kalau ifa emang udah yakin pengen di sini,nanti ibu akan urus surat pindah sekolahnya".jawab Melina sambil mengelus punggung Alifa.
"maafin ifa ya Bu karena udah ngerepotin".ucap Alifa tak enak hati."nggak kok fa".Melina pun tersenyum lembut kearah Alifa.
akhirnya telah diputuskan bahwa Alifa akan menetap di malang sedangkan Melina akan kembali ke bandung bersama Irfan suaminya.
kini mereka telah menyelesaikan kegiatan membereskan baju yang akan dibawa.
malam pun beranjak ke peraduan.kini sepasang pengantin itupun bersiap untuk tidur.
kini mereka sedang berada diatas ranjang .Irfan sedang memijit kaki istrinya dengan lembut.
"apa keputusan meninggalkan Alifa disini adalah keputusan yang tepat ya mas"tanya Melina sambil matanya menerawang.
__ADS_1
"tentu saja sayang,karena itu adalah keinginan Alifa sendiri.dia pasti sudah memikirkannya matang-matang sebelum membuat keputusan".jawab Irfan bijaksana.
Melina memandang wajah suaminya penuh cinta.irfan pun tersenyum.
"o iya mas,ntar kita cari kontrakan yang Deket sama tempat kerja kamu aja mas".ucap Melina.
Irfan mengangguk sambil tersenyum.tangannya masih terus memijit kaki istrinya.
"mass....kalau buka usaha jualan masakan didekat kerjaan kamu pasti laku kayanya ya mas".tanya Melina menebak.
"hemm kayanya sih gitu sayang".jawab Irfan tak bersemangat.
Melina menggenggam tangan Irfan yang sedang memijit kakinya.
"kenapa mas?".tanya Melina penasaran dengan perubahan raut wajah suaminya itu.
"nggak pa pa sayang..."ucap Irfan menggantung ucapannya."sebenarnya mas pengen ntar sayang nggak usah jualan lagi,biar mas aja yang kerja.sayang dirumah aja nunggu mas pulang masakin mas dan tentunya melayani mas".ucapnya lagi sambil menaik turunkan alisnya jahil.
Melina termenung dan bersyukur sekali dalam hati Karena sudah dianugerahi suami yang baik seperti Irfan.
"mass aku berterima kasih banget karena mas perhatian sama aku".ucap Melina."tapiii...aku pasti akan bosan mas kalau cuma duduk diem aja seharian".ucap Melina.
"tapi aku nggak mau kamu kecapekan sayang".ucap Irfan.
"ya ampun mas... orang aku jualannya juga cuma didepan rumah kok.nggak akan capek lah mas".rengek Melina.
Irfan tampak berfikir lama.dan akhirnya dengan berat hati dia pun memutuskan akan memperbolehkan Melina untuk tetap berjualan.
tak menyia-nyiakan kesempatan Irfan pun meraih kepala Melina lalu menciumnya lama Melina pun membalas ciuman Irfan akhirnya mereka pun memperdalam ciumannya dan berakhir dengan pergulatan malam yang panjang dan merekapun dengan saling menyalurkan kehangatan satu sama lain.
pagi menjelang suara ayam berkokok bersahut-sahutan.dua insan yang masih berada dibawah selimut belum menunjukkan pergerakan.tak lama terdengar alarm dari ponsel Melina dia berusaha meraih ponsel yang ia letakkan di meja kecil dekat tempat tidurnya.
"mas bangun udah subuh nih".ucap Melina sambil menggoyangkan badan suaminya.
Irfan menggeliat dan perlahan membuka matanya.
"udah pagi ya sayang".tanya Irfan sambil memaksa matanya untuk terbuka.
Melina beranjak dari tempat tidurnya tapi belum juga turun dari tempat tidur badannya ambruk ke kasur lagi dan terjatuh diatas badan irfan karena dia menarik lengan melina."mas...aku mau mandi nih"kesal melina."hemm cium dulu sayang".ucap Irfan manja.melina mencium bibir Irfan singkat dan segera berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah selesai berjamaah subuh mereka pun keluar kamar dan melihat ibunya Melina sedang memasak di dapur.
dikampung memang sudah biasa memasak saat hari masih gelap.karena saat hari mulai terang orang-orang bergegas pergi ke sawah ataupun ladang.
saat ini matahari sudah mulai menampakkan dirinya semakin tinggi.bu rum telah selesai memasak dan kini mereka sedang berkumpul dimeja makan untuk sarapan.
"Mel udah disiapkan semua barang bawaan kamu".tanya Bu rum pada Melina karena hari ini mereka akan berangkat ke bandung dengan naek kereta .
"udah kok Bu".jawab Melina.
__ADS_1
"iya nduk jangan sampai ada yang ketinggalan".sahut bapaknya Melina menimpali.
"iya pak.oh iya buk pak Meli titip ifa ya buk.dan meli juga minta maaf karena udah nyusahin bapak sama ibuk"ucap Melina .
"nggak usah minta maaf nduk, kami senang kok ifa mau tinggal disini.kami sayang alifa.kalau ada Alifa pasti tambah rame".jawab ibu rum sambil tersenyum.
merekapun menyelesaikan sarapannya dengan khidmat.
waktu memang terasa cepat berlalu.kini waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang saatnya mereka bersiap-siap berangkat menuju stasiun.
"pak buk kami pamit dulu ya...ifa ibu tinggal dulu ya".pamit Melina kepada tiga orang yang mengantarkan mereka ke stasiun.
"iya nduk hati-hati kamu ya".ucap Bu rum dan pak Burhan.
"ifa...kamu baik-baik ya sama nenek sama kakek.jangan bandel". nasehat ibunya.
"iya Bu".jawab Alifa.
mereka pun saling berpelukan sebelum masuk ke dalam stasiun.melina melangkah meninggalkan orang -orang yang disayangi.mereka saling melambaikan tangan.
mereka duduk didalam stasiun menunggu kereta yang akan membawa mereka .
tak lama kereta pun datang.mereka lalu naek ke dalam dan mencari nomor kursi yang telah mereja pesan.
"akhirnya berangkat juga ya mas "ucap Melina saat kereta sudah mulai melaju pelan.
"heem" jawab Irfan sambil tersenyum.
di dalam kereta mereka habiskan dengan tidur.dan setelah menempuh perjalanan yang amat panjang dan melelahkan akhirnya mereka tiba juga dibandung.
mereka langsung menuju ke kontrakan dan kini sudah duduk manis diruang tamu."sayang sini"titah Irfan sambil menepuk kursi disampingnya saat melihat Melina hendak membongkar barang bawaan mereka.
Melina pun duduk disamping Irfan."ada apa si mas?orang aku mau beresin baju-baju kita".ucap Melina.
"justru itu sayang...kamu istirahat aja dulu.emang nggak capek apa?"tanya Irfan tak percaya.
"yah mas biar sekalian capeknya hehe ".jawab Melina sambil cengengesan.
"udah duduk dulu aja istirahat dulu."titah Irfan.
"sebaiknya kita bersih-bersih badan dulu ntar baru kita cari makan".kata Irfan lagi
Melina pun mengangguk lalu tersenyum.swtelah mereka istirahat dan badan sudah agak enakan mereka pun mandi lalu pergi keluar mencari makan.
saat ini mereka sedang berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi oleh gerobak pedagang karena saat ini hari sudah malam para pedagang berjejer -jejer menjual berbagai macam makanan.
"mas kita kaya anak-anak muda yang lagi pacaran -pacaran gitu ya".ucap Melina sambil bergelayut manja di lengan Irfan.
"iya sayang jadi romantis gini ya suasananya".balas Irfan."kepikiran nggak sayang kalau Alifa mungkin saja pengen kita kaya gini.saat dia memilih tinggal sama neneknya.ya maksudnya biar kita sering pergi berduaan gitu".ucap Irfan.
__ADS_1
"ada -ada aja sih mas"ucap melina.sambil tersenyum dalam hati membenarkan pendapat Irfan,apa mungkin Alifa berpikiran seperti itu.ahh anak ibu.dia bahagia saat ini.dan semoga saja kebahagiaan selalu melingkupi kami berdua.
akhirnya setelah mencari-cari mereka sudah dapat apa yang pengen di makan .mereka memutuskan untuk pulang.