
waktu berjalan seirama denting jam yang mengubah siang menjadi malam.
kini kehidupan berjalan seperti biasa.irfan sudah kembali bekerja.melina pun kembali dengan aktivitasnya mengurus buah hati mereka.
siang ini begitu terik.terlihat seorang pemuda sedang berjalan tergesa menuju tempat pendaftaran mahasiswa baru.
saat sudah mendekati tempat pendaftaran tanpa sengaja dia menyenggol seseorang.sampai tas yang menyampir dibahunya telepas dan terjatuh.
"maaf mbak .sengaja..!".ucapnya sambil nyengir lalu mengambilkan tas yang jatuh tadi kemudian memberikannya pada si empunya.
gadis itu tampak kesal mendengar ucapan arfan.ya dia adalah Arfan adik kandung Irfan.
"ish...apaan sih nggak lucu".jawab gadis itu ketus karena kesal.
" iya mbak maaf deh seriusan ". ucap Arfan sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman tapi gadis itu mengacuhkannya."yahh dicuekin ". ucapnya lagi lalu menggaruk tengkuknya.
gadis itu sudah membalikkan badannya hendak pergi lalu Arfan mengejarnya lalu mensejajari langkah gadis itu.
"mbak jangan gitu dong.saya dimaafin nggak nih?". tanyanya lagi sambil terus berjalan.
"embak embak emang aku kamu apa".jawab gadis itu masih dengan ketus.
"ya saya kn nggak tau nama mbak.jadi gimana dong manggilnya.ya udah deh kalau gitu kita kenalan dulu saya Arfan!". ucapnya lalu mengulurkan tangannya.
gadis itu masih cuek tak menggubris uluran tangan Arfan.
"siapa juga yang mau kenalan sama kamu.modus!".ucap gadis itu.
"ya elahh mbak galak amat sih.dipanggil mbak nggak mau.di ajak kenalan juga nggak mau.jangan galak-galak mbak ntar susah dapat jodoh loh".oceh Irfan tiada henti membuat gadis disebelahnya berhenti Arfan yang kaget gadis disebelahnya berhenti ikut menghentikan langkahnya.gadis itu menatap tajam ke arah Arfan dan Arfan pun balas menatapnya.
deg deg deg ......
"jantungku tidak aman nih".batin Arfan.
tanpa berkata apapun gadis itu melanjutkan langkahnya yang terhenti karena menatap Arfan tadi.
"ngapain kamu ngikutin saya".omel gadis itu karena Arfan masih terus mensejajari nya.
"yeee...ge er siapa juga yang ngikutin kamu.orang akunya mau ke Sono no".tunjuk Arfan pada tempat pendaftaran yang ternyata sudah dekat.
"oohh".ucap gadis itu
Arfan pun tersenyum tanpa diketahui oleh gadis tersebut.
akhirnya mereka sampai lah dimeja pendaftaran.arfan segera mengisi formulir pendaftaran.gadis itu pun duduk di sebelahnya sedang mengisi formulir pendaftaran.arfan masih penasaran dengan gadis tersebut dia pun lirik - lirik ke arah kertas gadis itu bermaksud melihat namanya.tapi sia-sia karena gadis itu melihat gelagat Arfan lalu ia pun menggeser duduknya. Arfan berdecak kesal.
kini mereka telah selesai mendaftar. gadis itu berdiri hendak pergi . Arfan yang masih penasaran berusaha menahan gadis itu.tapi yang dia dapat hanyalah tatapan tajam gadis itu akhirnya nyalinya pun menciut. tapi setidaknya dia tau bahwa gadis itu adalah mahasiswa baru seperti dirinya.
"sungguh aku jatuh cinta pada pandangan pertama".gumamnya lirih."galak tapi gemesin". gumamnya lagi.
Arfan berniat langsung pulang ke rumah kakaknya lagi.karwna hari sudah siang dia memutuskan mencari kost-kostan besok saja.
dia berjalan menuju gerbang kampus .saat dia sudah mendekati gerbang dia melihat gadis itu sedang berdiri di sisi jalan.
saat dia akan menghampiri gadis itu ternyata gadis itu sudah masuk ke dalam taksi yang berhenti di depannya.
__ADS_1
"yahh kelewat lagi".gumam Arfan.
selesai urusan dikampus Arfan memutuskan untuk pulang ke rumah.
"assalamualaikum".ucap Arfan.
"waalaikumsalam".sahut Melina.
Arfan masuk ke dalam rumah.terlihat kakak iparnya itu sedang bermain dengan Davin.
"hai keponakan om yang ganteng seganteng om nya".ucap Arfan menyapa keponakannya tersebut.
"dihh pede amat ya ni si om ya dek".ucap Melina pada putranya.davin tertawa girang entah mengerti yang dikatakan ibunya ataukah karena melihat tingkah om nya yang absurd.
Arfan hanya nyengir kuda.lalu mencium pipi keponakannya tersebut.
"udah daftar nya fan?".tanya Melina pada Arfan.
"udah kak.berees".ucapnya sambil mengacungkan jempolnya sambil tertawa cengengesan.melina hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adik iparnya itu.
"udah makan belum fan".tanya Melina lagi.
"belum kak". jawab Arfan.
"makan gih.kakak udah masak tadi".ucap Melina.
"ntar aja kak belum lapar kok".jawab Arfan.
"sini main sama om".ucapnya sambil meraih Davin dari pangkuan ibunya.
"kak tau nggak".ucap Arfan sambil masih terus bermain dengan Davin.
"enggak".jawab Melina cepat.
"yeee kakak ini.pasti nggak tau lah orang aku juga belum cerita".ucap Arfan cemberut.
Melina tertawa melihat Irfan yang cemberut.
"ya udah ya udah kamu cerita ada apa?". tanya Melina masih tertawa.
"tadi ya kak, aku ketemu bidadari galak".ucapnya sambil senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi di kampus.
"kamu ini...masak ada bidadari galak".ucap Melina heran."emang bidadari kaya gimana gitu.kaya yang tau aja kamu ini".ucap Melina lagi.
"ya tau lahh kak.bidadari itu ya pastinya cuantiiikk lah kak".jawab Arfan sambil cengar-cengir .
"OOOh.....".ucap Melina ber oh ria.
"oh doang kak".ucap Arfan.
"emang harus gimana gitu?".tanya Melina.
"tanyain kek apa gituu".ucap Arfan.
"apa yaa...".Melina mengetuk -ngetuk pelipisnya."emang kamu dah kenalan?".tanya Melina.
__ADS_1
"nah itu dia kak...dia itu jinak- jinak merpati kak.diajak kenalan pura-pura nggak mau".ucap Arfan dengan pede nya.melina tertawa terbahak-bahak.arfan cemberut diketawain kakak iparnya itu.
"ya ampun fan fan...gayamu kaya yang udah jadian aja padahal kenal juga belum.dasar lebay".ucap Melina tertawa lagi.
"tapi dia bikin aku penasaran kak.ntar aku pasti bisa kenalan ma dia.bus jadian sekalian.sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama".ucap Arfan percaya diri sambil senyum-senyum.
"terserah kamu deh fan semoga berhasil deh.kakak doain.tapi awas baru mau masuk kuliah .jangan cinta-cintaan dulu lah.fokus dulu sama kuliah kamu.baru mikirin cewek".ucap Melina menasehati.
"tapi cewek itu penyemangat kak.biar aku makin semangat ke kampusnya.makin semangat belajarnya ". ucapnya lagi.
"yaa ....terserah kamu deh.tapi saran kakak kamu harus rajin belajar supaya berhasil dalam menggapai cita-citamu".nasehat Melina lagi.
"siaaapp kak.aku akan belajar dengan rajin ".jawabnya sambil tangannya seperti orang hormat.
"kak Irfan masih lama pulangnya kak".tanya Arfan.
"masih.mas Irfan kalau nggak lembur pulangnya jam 4 sore ".jawab Melina,Irfan mengangguk -angguk tanda paham.
"ya udah kak aku mau ke kamar dulu ya".ucap Irfan lalu memberikan Davin pada ibunya.
dia pun berlalu dari hadapan kakaknya lalu dia menuju kamarnya.
di kamarnya Arfan sedang melamun sambil berbaring."siapa ya gadis itu.dia benar-benar menarik". ucapnya sambil melamunkan gadis yang dia temui di kampus tadi."aku harus bisa kenalan sama dia". ucapnya.
waktu sudah menunjukkan pukul empat lebih lima belas menit.tak lama terdengar suara deru mobil di depan rumah.
"assalamualaikum".suara Irfan mengucap salam.
"waalaikumsalam".ucap Melina dan Arfan bersamaan.urfan pun masuk ke dalam rumah lalu mendekati istrinya.melina pun mencium tangan suaminya.
lalu Irfan pun duduk di samping istrinya.
"hai anak papa yang ganteng".ucap Irfan pada anaknya. lalu mengambil alih Davin dari dalam stroller.
Davin tertawa girang di pangkuan papa nya.irdan pun tersenyum lalu mencium pipi gembul putranya.
selesai bermain dengan putranya Irfan bergegas ke kamar mandi setelah memberikan Davin pada ibunya.
selesai Irfan mandi mereka semua makan malam bersama.
waktu menunjukkan sudah pukul sembilan malam.davin pun sudah tertidur.mereka kini sedang berkumpul diruang keluarga.
"gimana tadi kamu daftarnya fan? beres?".tanya Irfan pada adiknya.
"udah kak.dua Minggu lagi mulai masuk".jawab Arfan.
"besok rencana mau cari kost an yang agak Deket ma kampus". ucapnya.
"kamu kalau mau di sini aja juga nggak papa fan".kali ini Melina yang berbicara.dia mengulangi tawarannya waktu itu.
"makasih kak.kayanya enggak deh.kejauhan kalau berangkat dari sini". jawabnya.
"ya udah terserah kamu aja.yang penting kamu belajar yang bener".ucap Irfan menasehati.
Arfan mengangguk mengiyakan ucapan kakaknya.
__ADS_1
merekapun memutuskan untuk beristirahat.mereka masuk ke kamar masing-masing.