
Satu Minggu sudah berlalu sejak mereka pindah ke rumah baru.
Melina sangat bersyukur dengan kehidupannya saat ini.setelah kegagalan berumah tangga yang telah dia lewati kini dia bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.mendapatkan suami yang baik dan mencintai nya dengan tulus adalah anugerah terindah yang ia dapatkan kehidupan perekonomiannya pun semakin membaik.ia yakin bahwa semua ini adalah buah dari kesabaran nya selama ini.
hari ini mereka sedang mengajak jalan-jalan si kecil Davin di taman komplek dekat rumah mereka.kini mereka sedang duduk di bangku taman sambil memperhatikan Davin yang sedang bermain.kini Davin sudah bisa berjalan walau belum lancar.davin memang sudah mulai bisa berjalan walaupun usianya baru satu tahun.dia memang cepat dalam mempelajari suatu hal.
"sayang gimana kalau kita cari asisten rumah tangga".tanya Irfan sambil matanya terus memperhatikan putra mereka.
"buat apa mas,orang aku juga nggak ada kerjaan.paling cuma nambah ngurus Davin .tapi aku seneng mas .bisa memberikan waktuku semua untuk Davin".tolak Melina secara halus.
"aku takut kamu kecapekan sayang.selain ngurus Davin kamu juga masih harus ngerjain pekerjaan rumah tangga".ucap Irfan lagi.
"nggak pa pa mas...aku nggak ngerasa capek kok.karena ada Davin rasa capek setelah ngerjain pekerjaan rumah langsung hilang capeknya mas". jawab Melina lagi sambil tersenyum bahagia .
"ya udah kalau kamu belum mau cari asisten rumah tangga.tapi nanti kalau kamu pengen pakai asisten rumah tangga,kamu bilang aja sama mas ya".ucap Irfan.
"iya mas".jawab Melina sambil tersenyum.
Melina sangat bahagia dengan perhatian irfan.dia benar-benar bersyukur.
matahari beranjak naik tanda hari semakin siang.mereka pun memutuskan untuk pulang.karena Davin pun sepertinya sudah puas bermain.
kini mereka telah sampai di rumah lagi.
"assalamualaikum ".ucap mereka bersamaan.
"waalaikumsalam ".jawab Arfan dari dalam rumah.ternyata dia sedang di ruang tengah .sedang menonton televisi.
"kamu nggak keluar fan".tanya Irfan pada adiknya itu.
"males ah kak. nggak ada temen".ucap arfan.
Dia memang belum punya kenalan karena perkuliahan memang belum di mulai.
"ya udah kita sarapan yukk".ajak Melina.
"ayokk.udah laper nih". jawabnya sambil nyengir kuda.
mereka pun sarapan bersama.seleaai acara sarapan mereka pun berkumpul di ruang keluarga sambil menonton televisi.
"kapan perkuliahan kamu di mulai fan?".tanya Irfan memecah keheningan.
"seminggu lagi kak. boring banget seminggu nggak ngapa-ngapain ". ucapnya malas.
"nggak ngapa-ngapain gimana.kamu aja jadi adik nggak ada akhlak.harusnya kmu bantuin kakakmu ngerjain kerjaan rumah".ucap Irfan mengomeli adiknya itu.
"kan kasian itu kak Mel nggak ada yang bantuin.kamu kan bisa ngerjain kerjaan rumah". ucap Irfan lagi.
*ehh siapa bilang aku nggak bantuin.aku tiap hari bantuin kok.bantuin makan ya kan kak mel". ucap Arfan sambil cengengesan.
Irfan hanya mencebik sedangkan Melina tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat interaksi kakak beradik beda sifat tersebut.
waktu terus merangkak menampakkan sang ratu malam menggantikan sang surya.kini mereka pun telah bersiap untuk tidur .
pagi-pagi sekali Arfan sudah sibuk sendiri.dia sedang bersiap-siap pergi ke kampus.hari ini adalah hari pertama masuk perkuliahan .dia tidak boleh terlambat karena hari ini adalah masa -masa ospek.dia bisa kena hukuman kalau sampai terlambat apalagi ini baru hari pertama.
"kak aku berangkat dulu ya".ucapnya pada kedua kakak nya.
"buru-buru amat fan".tanya Melina yang sedang menyiapkan sarapan.
"iya kak takut telat nih,bisa kena hukuman entar". jawabnya sambil masih mengunyah roti.
__ADS_1
"sarapan dulu fan.nanti kamu pingsan malu loh".ucap Melina lagi.
"udah kak , ini sarapan roti sama susu tadi.di jamin nggak akan pingsan kak stroong hehehe".ucapnya nyengir sambil memamerkan otot lengannya.
mereka berdua tertawa melihat tingkah Arfan yang kadang-kadang nyeleneh.
Arfan pun pamit lalu mencium tangan ke dua kakaknya tersebut.
"hati-hati fan".ucap Melina saat Arfan beranjak keluar rumah.
"ok kaak".jawabnya sambil lalu dengan jari yang di satukan seperti salam ala-ala orang Korea.
dia memang menolak saat kakaknya akan mengantarkan.dia akan naik ojol aja .biar lebih cepet sampai katanya.
dan benar saja.kalau dia naik mobil pasti akan terlambat.karena jalanan lumayan macet.
akhirnya dia pun sampai di kampus tempat ia akan menimba ilmu itu nantinya.
"untung nggak telat .duh jadi deg deg an gini gara - gara takut telat".gumamnya.
tanpa sengaja matanya menangkap bayangan seseorang yang beberapa hari ini terus dia ingat.dan orang ini juga yang membuatnya tidak sabar pengen cepat masuk perkuliahan.
semua mahasiswa baru diwajibkan memakai name tag.
panggilan dari senior mereka yang memerintahkan mereka untuk berkumpul.
akhirnya para mahasiswa baru itu pun berkumpul.mata Arfan celingak celinguk mencari-cari sosok yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini karena penasaran.
senior menjelaskan kegiatan apa saja yang harus dikerjakan oleh para calon mahasiswa.salah satunya adalah menulis lima nama teman satu jurusan.
semua mahasiswa sibuk berkenalan termasuk juga Arfan dia buru-buru berkenalan dan meminta tanda tangannya.tinggal satu nama lagi Arfan akan menyelesaikan tugas yang diberikan senior nya.pas dia berbalik dia hampir menabrak seseorang .
dia terkejut saat matanya menatap wajah orang yang hampir di tabraknya.
"eh mbaknya lagi".ucapnya dengan mata berbinar.dia senang sekali.dia pikir inilah saatnya dia berkenalan.
"maaf ya mbak...gimana udah beres belom tugasnya?".tanya Arfan.
gadis itu menggeleng "kurang satu lagi".jawabnya.
"kok samaan ya.aku juga kurang satu lagi.ya udah yokk beresin tugasnya.kenalin aku Arfan .Arfan putra pamungkas".ucapnya memperkenalkan diri dengan nama lengkapnya.karena tugas yang diberikan mengharuskan menuliskan nama lengkap kenalan nya.dia mengulurkan tangannya sambil tersenyum sangat manis.
gadis itu sempet terpesona dengan senyum Arfan tapi dia langsung mengganti dengan mimik juteknya.tapi dia menerima uluran tangan Arfan karena ia juga pengen cepet selesai tugasnya.
"AYYANA Dwi Maharani".jawab gadis tersebut sambil menjabat tangan Arfan.
akhirnya selesai sudah tugas yang diberikan oleh kakak senior mereka.
Irfan senyum-senyum sendiri."ternyata ayyana namanya".gumamnya lirih."nama yang cantik seperti orangnya".gumamnya lagi.
"kenapa kamu senyam senyum gitu".tanya Ayana karena gadis itu masih berdiri di sebelahnya.mereka semua sedang menunggu instruksi selanjutnya dari seniornya .
"nggak kok...".jawabnya sambil tersenyum dengan manis.
"akhirnya kenalan juga ya mbak .setelah saya tidak bisa tidur selama dua Minggu karena penasaran ".ucapnya.sambil tersenyum penuh arti.
gadis di sampingnya yang bernama Anaya itu hanya menatapnya sekilas.
setelah mengumpulkan tugas yang diberikan oleh senior.kegiatan ospek hari itu selesai sudah mereka diperbolehkan pulang.
Arfan tampak mencari-cari keberadaan gadis itu .karena ia tadi terpisah saat mengumpulkan tugas.tapi setelah sekian lama mencari dia tak menemukannya juga."mungkin sudah pulang ".gumamnya."tapi tidak apa-apa lahh paling tidak sudah tau namanya dan ternyata dia satu jurusan.semoga saja ntar satu kelas".harapnya.
__ADS_1
semua mahasiswa baru satu persatu sudah pulang.begitupun dengan arfan.kali ini dia tidak pulang ke rumah kakaknya lagi tapi dia pulang ke kost an.
sesampainya di kost an dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur.dia sedang membayangkan wajah gadis yang sudah memikat hatinya itu."Ayana....nama yang indah.ayy....ayang...".gumamnya sambil senyum-senyum sendiri."aku harus bisa dapet nomer teleponnya".tekadnya.
suasana kost an yang ramai membuat Arfan tak merasa kesepian lagi .karena ini adalah kost an khusus cowok dan ada beberapa kamar yang semuanya sudah terisi.mereka sebagian ada yang satu kampus dengan Arfan .dia beranjak keluar karena ingin membeli makan siang.pas dia keluar kamar, penghuni kamar sebelah pun keluar bersamaan dirinya yang keluar kamar .
"mau kemana bro sapanya".sapanya ramah sambil tersenyum pada tetangga kamarnya itu.
"ini mau beli makan".jawab cowok yang barusan keluar.
"ya udah bareng aja yuk.gue juga mau beli makan".ajak Arfan.
"boleh.ayok".jawab si cowok tersebut sambil tersenyum.
"eh kenalan dulu lahh gue Arfan ".ucapnya sambil mengulurkan tangan.
"gue Rendi".jawab cowok tersebut sambil menerima uluran tangan Arfan.
"ya udah yok jalan".ajak Arfan lagi dan di angguki oleh Rendi.
merekapun akhirnya barengan membeli makan sambil jalan mereka mengobrol dan ternyata mereka satu kampus bahkan satu jurusan.
"btw loe asli mana rend?".tanya Arfan.
"gue asli Semarang".jawab Rendi.
"wahh sesama orang Jawa nih kita berarti bisa dong kita ngobrolnya pake bahasa kita".jawab Arfan sambil terkekeh.
"emang loe aslinya mana gitu?"tanya Rendi.
"gue malang bro".jawab Arfan.
"oohh Arema toh".jawab Rendi yang tau sebutan untuk arek malang yaitu Arema.
"Yoi...".jawab arfan.mereka pun tertawa bersama karena merasa bertemu dengan teman satu kandang.kambing kali satu kandang hehehe.
mereka pun telah sampai di warung nasi yang tidak jauh dari kost an karena masih bisa di jangkau dengan berjalan kaki.
setelah mereka selesai membeli nasi untuk makan siang mereka , mereka pun kembali ke kost an lagi.
tak lama merekapun telah sampai di kamar kost mereka masing-masing.
"makan bareng yuk bro .di kamar gue aja".ajak Arfan dan Rendi pun mengagguk mengiyakan.
mereka pun akhirnya makan bareng di kamar arfan.mereka makan kadang di selingi obrolan.
"loe kan di malang banyak universitas bagus bro kenapa jauh-jauh ke sini?".tanya Rendi di sela-sela makan mereka.
"yah gue pengen cari suasana baru aja.dan gue kan ada sodara juga di sini kakak gue".jawab Arfan
"laahh ada sodara ngapain ngekost lu.nambah-nambahin biaya aja lu".jawab Rendi
"yahh nggak enak lahh bro ikut sodara terus.gue sih sebenernya juga disuruh tinggal di sana sama kakak gue Kakak ipar gue juga nyuruh.orangnya juga baik.tapi yahh gue nggak enak aja , lagian rumahnya juga agak jauh sih kalo dari kampus kita.jadi ya mending cari yang agak Deket lahh". ucapnya panjang lebar.
"loe sendiri gimana? Semarang kan juga banyak universitas yang bagus".tanya Arfan balik.
"yahh kayaknya sama kayak loe deh bro alasannya hehehe".jawab Rendi cengengesan.
"yeee muke lu jauh...".balas Arfan lalu mereka berdua pun tertawa.
selesai makan Rendi pun pamit balik ke kamarnya .dan mereka pun telah janjian kalau besok mereka akan barengan berangkat ke kampusnya.
__ADS_1