Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab .14.ngidam


__ADS_3

Pada usia kehamilan trimester pertama bagi sebagian perempuan akan mengalami yang namanya morning sicknes .itu pula yang saat ini sedang dialami oleh Melina.


berbeda dengan kehamilan pertama dengan suaminya terdahulu yang tidak mengalami morning sicknes .di kehamilan keduanya ini Melina mengalami morning sicknes yang lumayan parah.


setiap pagi dia selalu muntah -muntah.jadilah setiap suaminya akan berangkat kerja dia tidak bisa menyiapkan sarapan untuknya.irfan pun memaklumi itu jadilah dia membuat sarapannya sendiri bahkan terkadang sekalian membuatkan sarapan untuk istrinya.


pagi ini pun tak luput dari drama morning sicknes.irfan membuatkan bubur untuk istrinya sekalian untuk dirinya juga.setelah siap dia pun memanggil istrinya untuk sarapan bareng.


"sayang kita sarapan yuk kamu pasti udah lemes !".ajak Irfan .


Melina menganggukkan kepalanya lalu bergegas menuju dapur.


"mau aku suapin sayang"?.tanya Irfan saat Melina mulai duduk.


"nggak usah mas,aku bisa sendiri.nanti mas kesiangan berangkat kerjanya.ucap Melina.


mereka pun sarapan dalam suasana hening, hanya denting yang beradu dengan mangkok saja yang terdengar.melina sedang larut dalam pikirannya karena ingin mengutarakan keinginannya.


"emmm Maas...Melina menggantung ucapannya.irfan menatap ke arah istrinya."mau bicara apa sayang.".tanya irfan.


"mas boleh kan aku anterin berangkat kerjanya?". tanyanya.


"sayang kan badannya lemes.gimana kalau ada apa-apa?". jawab Irfan.


"mas tapi aku pengen banget.ini kayanya keinginan si dedeknya mas! ya mas...boleh ya."rengek Melina.


"nggak usah sayang aku khawatir.bisa nggak keinginan dedeknya diganti yang lain aja".mohon Irfan.


Melina mulai berkaca-kaca , entahlah selama hamil perasaannya memang jadi lebih sensitif.


Irfan tampak berfikir lama.dia mendekati Melina dan mengusap punggungnya tapi tangis Melina malah semakin kencang dia pun meraih Melina ke dalam pelukannya.


"mas tidak tega sayang,mas khawatir".ucap Irfan dilema.


Melina masih menangis sesenggukan akhirnya Irfan tidak tega melihatnya."ya udah deh boleh tapi pelan-pelan aja ya bawa motornya.jangan kaya biasa dulu kamu kalau bawa motor".kata Irfan mengingatkan karena ia tahu cara Melina bawa motor dulu suka gass pol.itulah yang menjadi ketakutan Irfan.


Melina mengangguk dengan bahagia seketika tangisnya pun berhenti.


akhirnya Irfan berangkat dengan diantar oleh istrinya.


"mas nanti pulangnya aku jemput ya".ucap Melina saat mereka sudah sampai di depan pabrik.

__ADS_1


Irfan pun terkejut dia tidak berfikir bahwa drama itu masih akan berlanjut.kalau dilarang pasti nangis tapi aku khawatir pikirnya dalam hati ya udah lahh percaya aja batinnya lagi.


"iya boleh.tapi hati-hati ya nggak usah buru-buru nggak usah ngebut mas akan tunggu sampai kamu datang".ucap Irfan memperingatkan.


Melina pun pamit pulang dia lalu mencium tangan suaminya dan melajukan motornya ke rumah.


waktu menunjukkan pukul empat sore dimana waktunya Irfan pulang.melina terlonjak kaget saat melihat jam sudah jam empat.dia ketiduran saat bermain ponsel tadi.seharusnya dia berangkat sebelum jam empat agar suaminya tidak kelamaan menunggu.dia buru-buru berangkat menjemput suaminya.


sesampainya di depan pabrik Irfan sudah terlihat menunggunya di depan gerbang.


"mas maaf ya aku telat.tadi aku ketiduran".ucap Melina merasa bersalah.


Irfan tersenyum melihat istrinya."nggak pa pa sayang aku juga belum lama kok nungguinnya".ucap Irfan.


"ya udah yok?kita pulang". ajaknya.


"sayang gimana kalau mas aja yang bawa motornya ". tawar Irfan.


"emmm... tapi mas kan aku yang jemput jadi aku dong yang bawa".ucap Melina.


"tapi kan kalau sayang yang dibelakang akan lebih romantis bisa meluk mas dari belakang".bujuk Irfan lagi.


Melina tampak berfikir dan membayangkan lalu dia tersenyum dan akhirnya mengangguk.


Irfan melongo mendengar penuturan istrinya, dia pikir drama ini hanya akan terjadi hari ini saja.tapi ternyata masih berlanjut sampai besok dia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


merekapun bergegas pulang.di perjalanan saat mereka melewati gerobak pedagang Irfan memelankan motornya.


"sayang kita beli makan dulu yuk".ajak Irfan setengah berteriak karena suara kendaraan yang menghalangi pendengaran mereka.


"iya mas"jawab melina.setelah mereka turun lalu memesan makanan .mereka duduk di bangku yang tersedia di situ sambil menunggu pesanan mereka siap.yahh selama Melina hamil dan mengalami morning sicknes, Irfan memang melarang istrinya itu untuk memasak.kalaupun memasak itu pasti Irfan yang melakukannya.


merekapun melanjutkan perjalan pulang setelah membayar pesanan mereka.


Irfan memeluk pinggang istrinya sambil tangannya mengusap perut istrinya yang sedikit membuncit kini usia kehamilan Melina sudah memasuki bulan ketiga.mereka kini sedang diatas tempat tidur.


"sayang udah lama ya mas nggak nengokin si dedek".ucap Irfan sambil tangannya masih mengelus perut Melina.


"hemmm".jawab Melina.


"kok cuma hemm sih".ucap Irfan."ya terus aku harus gimana mas?".tanya Melina pura-pura nggak tau.

__ADS_1


"mau di tengokin nggak?mau ya..!mas janji akan pelan-pelan ". ucapnya penuh harap.


Melina pun mengangguk karena sebenarnya dia pun sudah menginginkannya.


Irfan pun tersenyum sumringah akhirnya mereka pun melewati malam mereka dengan berbagi keringat bersama.


adzan sudah berkumandang Irfan bangun terlebih dahulu untuk mandi.setelah selesai dia membangunkan istrinya.


kini mereka sudah selesai sholat subuh berjamaah.


"sayang nanti mau sarapan apa? biar mas bikinin atau mau beli apa gitu?".tanya Irfan lembut.


"mas gimana kalau nasi goreng aja kan nasi yang kita beli kemaren masih ada". ucapnya.


"ya udah ntar mas bikinin nasi goreng spesial".ucapnya sambil tersenyum dia lalu mengecup kening Melina lembut.


"sayang sini makan".ajak Irfan pada istrinya.melina pun duduk dikursi dan Irfan pun mengambilkan nasi goreng untuknya.


"wangi banget mas, pasti enak !.mas kenapa mas selalu enak masakannya.pasti istri mas dulu juga seneng banget kalau di masakin ".ucap Melina.


degh


ada yang menusuk hari Irfan saat Melina mengatakan itu.dia teringat dengan mantan istrinya.ada nyeri yang menyergap relung hatinya.pasalnya mantan istrinya dulu tidak pernah mau makan masakannya dan istrinya dulu juga tidak pernah mau masak berbeda dengan Melina yang sangat suka memasak.hanya sekarang aja Melina nggak pernah masak saat kehamilannya ini yang tidak memungkinkan dia memasak karena mencium bau masakan aja dia langsung mual.makanya Irfan pun melarang Melina masak.


"mas kok malah bengong sih".ucap Melina menyadarkan Irfan dari lamunannya.


"eh enggak kok sayang".jawab Irfan gelagapan.


"kenapa mas ?jadi inget mantan ya".goda Melina.


"enggak kok".jawab Irfan cepat.


"nggak apa-apa lagi mas inget mantan.asal jangan inget trus pengen ketemu".ucap Melina sambil tertawa .


"ya udah makan sayang nanti keburu dingin nggak enak".ucap Irfan mengalihkan pembicaraan.membicarakan mantan hanya akan membangkitkan kenangan pahit Irfan.


Melina pun mengangguk lalu tersenyum.


mereka sarapan tanpa bersuara hanya bunyi denting sendok yang bertabrakan dengan piring saja yang terdengar.


terjadi drama lagi saat Irfan akan berangkat kerja.karwna ia masih berusaha menolak untuk diantarkan oleh istrinya alasannya karena dia khawatir akan kesehatan istrinya dan bayinya.tapi yang namanya ibu hamil kalau nggak diturutin ya ujung-ujungnya pasti drama air mata.kalau sudah begitu Irfan hanya bisa pasrah dan mengijinkan Melina mengantarnya dengan satu syarat kalau pulangnya dia yang membawa motornya.melina pun menurut dan drama itu ternyata berlangsung selama seminggu.setelah itu Melina tidak mau lagi.alasannya katanya udah nggak pengen.

__ADS_1


dasar ibu hamil memang susah ditebak keinginannya.


kini usia kandungan Melina sudah menginjak bulan keempat dan dia sudah tidak mengalami morning sicknes lagi.jadi dia kini sudah beraktifitas seperti biasa.seperti masak ,nyuci dan beres-beres rumah tapi tetep Irfan mengingatkan agar dia tidak capek-capek ngerjainnya.


__ADS_2