Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.10.SAH


__ADS_3

tak terasa waktu begitu cepat berlalu tibalah kini hari menuju mereka menjadi pasangan halal.


mereka kini sedang bersiap -siap untuk pulang ke kampung halaman Melina yaitu Dikota malang.


tinggal satu Minggu lagi pesta pernikahan akan dilangsungkan.saat ini mereka sedang membereskan barang bawaan mereka.


"teliti lagi sayang jangan sampai ada yang tertinggal".ucap irfan.saat ini dia sedang membantu Melina mengemasi barang - barang yang akan dibawanya.


"iya mas". jawab Melina.


Alifa pun sedang sibuk memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


akhirnya merekapun selesai membereskan barang bawaannya.


Alifa pun sudah menyelesaikannya dan ia kini masuk ke kamar.entah apa yang ia lakukan.


Irfan kemudian duduk dikursi sedangkan Melina berlalu ke dapur untuk membuat kopi.tak lama ia pun sudah keluar lagi dengan membawa secangkir kopi.


"di minum mas".ucapnya pada Irfan .


Irfan mengangguk dan tersenyum."makasih sayang".ucap Irfan.


"mas...nanti kalo pas di kampung jangan panggil sayang dong.malu".ucap Melina .


"emang kenapa?kamu kan emang sayangnya aku".jawab Irfan asal.


"iya tauu...tapi dikampung itu nggak kayak disini mas, sedikit - sedikit diomongin apalagi Kita kan bukan anak muda lag".ucap Melina.


dan yang pasti bakal jadi bahan omongan adalah kita kan belum resmi menikah".ucap Melina lagi panjang lebar.


"iya deh...".jawab Irfan dengan wajah dibuat sedih.


"tapi kalau udah resmi boleh kann?".tanya Irfan sambil menarik turunkan alisnya.


"iih apaan sih...mas kok genit gitu".ucap Melina sambil menyenggol lengan Irfan . yang disenggol hanya cengengesan.


"minum tuh kopinya keburu dingin".tunjuknya pada kopi yang sedari tadi dianggurin.


"ntar kalau dingin jadi pahit kopinya".canda Melina.


"ihh gemes aku". goda Irfan sambil mencolek hidung wanita itu.


"nggak apa-apa pahit .tinggal lihatin kamu minumnya pasti jadi manis".balas Irfan dengan gombalnya.


"hadeh ngegombal aja terus".ucap Melina.


"tapi kamu suka kaan".balas Irfan sambil mengedip-ngedipkan matanya.


saat ini mereka bertiga sudah ada di terminal keberangkatan.mereka sedang menunggu bus yang akan mereka tumpangi datang.


tak lama berselang bus pun datang.irfan lalu memasukkan barang bawaan mereka ke dalam bagasi.


mereka pun naik dan mencari tempat duduk mereka.


"fa duduk disini aja sama ibu".ajak Melina saat Alifa akan duduk di kursi depannya karena Irfan belum sampai ketempat duduk mereka.


"nggak Bu ,ifa di sini aja".tolaknya.pengertian banget ya Alifa .dia kan mau memberi kesempatan buat ibu dan calon ayahnya itu buat berduaan hehehe.


tak lama kemudian Irfan sudah ada didekat mereka dan dia langsung duduk disamping Melina.


setelah semua penumpang masuk bus pun


perlahan melaju menuju ke arah tujuan.


Irfan menggenggam tangan Melina lalu mengecupnya.


"tidur aja sayang".ucap Irfan yang diangguki oleh Melina sambil tersenyum.


perjalanan yang panjang dan melelahkan walaupun hanya duduk tapi tetap saja badan terasa lelah.


tibalah kini mereka di terminal akhir setelah menempuh perjalanan selama 15 iam.

__ADS_1


mereka kini bersiap menuju rumah orang tua Melina dengan menaiki angkutan umum.


"huhh akhirnya sampai juga".desah Melina saat sudah didepan rumahnya.


"assalamualaikum ".ucap Melina.


"waalaikumsalam ".jawab ibu dari dalam rumah .


"ehh kamu udah datang nduk!".gimana perjalanannya lancar?".tanya Bu rum ibu dari Melina.


"Alhamdulillah Bu lancar sampai tujuan".jawab Melina lalu mereka masuk kedalam rumah setelah bersalaman dengan ibunya Melina.


"masuk nak Irfan".ucap Bu rum kepada calon menantunya itu.


Irfan memang mengantarkan Melina terlebih dulu sebelum pulang kerumahnya.


"makasih Bu".jawab Irfan.


mereka semua masuk kedalam rumah ibu rum langsung menuju dapur bermaksud membuatkan minum untuk mereka.


tak lama dia sudah keluar dengan membawa kopi dan teh serta camilan untuk mereka semua.


"makan dulu gih.pasti belom pada makan ya".ucap Bu rum.


"aku pengen mandi dulu aja bu.badan udah lengket semua".ucap Melina.


Melina pun berlalu ke kamar mandi.


tak lama ia pun sudah keluar lagi dan berganti baju.


"aku juga mau mandi dulu".ucap Alifa.


"ya udah mandi dulu aja habis itu kita makan bareng".ucap Bu rum nenek Alifa.


"mas mau dulu juga?". tanya Melina pada Irfan.


"nggak usah dek aku mandi dirumah aja ntar".jawab Irfan .


"ya udah yuk kita makan dulu".ajak Bu rum pada semua.


mereka pun bergegas ke dapur untuk makan.


"bapak kemana Bu kok nggak kelihatan".tanya Melina disela-sela makan mereka.


"oh itu bapakmu lagi ngambil bambu dikebon buat masang tutup teras belakang biar nanti yang masak nggak kepanasan".jawab Bu rum.


Melina hanya manggut-manggut.


setelah acara makan mereka selesai Irfan pun pamit pulang.


"terimakasih nak Irfan udah dianterin Melina sama ifa".ucap ibu rum.


"sama-sama bu".jawab Irfan lalu dia bersalaman dan melanjutkan perjalanannya pulang kerumah orang tuanya yang tidak jauh dari rumah orang tua Melina hanya beda kelurahan saja.


tiga hari sudah berlalu dan kini mulai terlihat kesibukan dirumah melina.ada bapak-bapak yang .mulai pasang-pasang bambu dan sebagainya.


hari berikutnya saudara dari ibu rum mulai berdatangan.mereka akan menginap dirumah ibu Melina untuk bantu-bantu masak.


"mana nih calon pengantinnya kok nggak kelihatan".tanya Bu Siti saudara ibunya melina.dia bibi Melina.


"ada tuh lagi lihatin yang ngedekor kamar pengantin".jawab Bu rum.


"oh betul itu harus diawasin yang pasang dekor kamar takutnya nggak sesuai keinginan calon pengantin jadinya nggak semangat deh pas malam pertamanya".canda Bu Siti yang disambut gelak tawa saudaranya yang lain.


malina yang sedang dikamar mendengar ada riuh diluarpun penasaran.diapun keluar untuk melihat keadaan.


"ada apa sih kayanya seru banget".tanya Melina yang bergabung ditengah-tengah saudara ibunya itu.


"naah ini dia nih calon pengantinnya.dia lagi mikirin besok malam gimana ya".goda Bu Siti yang emang orangnya paling agak cerewet.


"apa sih BI".ucap Melina malu-malu.

__ADS_1


merasa hanya akan jadi bahan bully-an Melina pun pergi meninggalkan ibu-ibu rumpi tersebut.


tibalah hari dimana akan dilangsungkan akad nikah.saat ini Melina sedang make up oleh MUA yang sudah dia sewa.


Bu rum masuk untuk melihat putrinya."cantik sekali anak ibu.pantes aja nak Irfan terpincut".puji Bu rum.


"ibu ini bisa aja".ucap Melina yang wajahnya langsung bersemu merah.


"emang cantik banget Lo mbak".sahut MUA yang sedang mendandaninya ikut menimpali.


"makasiihh".ucap Melina..


acara sudah dimulai karena mempelai pria sudah datang dan pak penghulu un sudah menunggu.


Irfan terpana memandang calon istrinya yang digandeng keluar oleh calon mertuanya itu.dengan menggemakan kebaya warna putih semakin memancarkan aura kecantikan Melina.


Arfan menyenggol lengan saudaranya itu."ntar aja dikamar puas-puasin mandangnya.mau dimakan sekalian juga boleh haha".goda Arfan .dia adalah adik dari Irfan."lap tuh iler...liatnya sampe ileran gitu".goda Arfan lagi.


"sialan lu".umpat Irfan kesal dengan adiknya itu.


"SAH".


teriak saksi yang hadir disana setelah Irfan selesai mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas.


semua yang hadir bernafas lega tak terkecuali kedua mempelai.


tiba kini acara foto bersama dan par atamu undangan yang mau memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


sampai sore hari acara baru selesai.melina tampak memijit kakinya setelah mereka berada di kamar.


"capek ya".tanya Irfan dan dijawab dengan anggukan oleh Melina.


"sini...".ucap Irfan sambil menepuk pahanya kini ia sedang duduk ditepi ranjang sedangkan Melina bersandar dikepala ranjang.


Irfan meraih kaki Melina lalu mulai memijit kakinya.melina menikmati pijatan Irfan yang kakinya memang teras pegal-pegal.


"makasih mas".ucap Melina yang diangguki oleh Irfan dan disertai senyuman.


"kita makan dulu yuk biar kuat ntar malem".ajak Irfan sambil menarik turunkan alisnya.


Melina hanya bisa tersenyum malu-malu.


merekapun bergegas keluar untuk makan.


malam mulai merayap kini sepasang insan yang sedang berbahagia itu sedang berbaring di atas tempat tidur.


"sayang apa sudah siap?".tanya Irfan dengan wajah yang sudah berkabut.


Melina menaggukkan kepalanya.


Irfan mulai membacakan doa lalu ditiupkan ke ubun-ubun melina.kemudian dia mulai mengecup kening Melina lama lalu turun ke mata pipi dan bibirnya dia memasukkan lidahnya dan memainkannya.melina pun membalasnya mereka bertukar Saliva .Irfan menghentikan ciumannya saat Melina kesusahan bernafas.


"masss...".desah Melina saat Irfan menggigit lehernya hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana.tidak hanya satu tapi ada beberapa.


Melina terus mendesah membuat Irfan semakin bergairah.dia kini meremas gunung kembar Melina dan mengulumnya.


"maass...aahhh".desah Melina .


"sudah siap sayang". tanya Irfan .Melina mengangguk .kemudian Irfan mulai memasuki milik Melina pelan dan pasti dan irfan terus bergerak yang membuat Melina menggigit bibirnya menahan kenikmatan yang ia rasakan.


Irfan bergerak semakin cepat dan..."shhh...aahhh".******* panjang dari mereka berdua tanda sudah mencapai puncak kenikmatan surga dunia.


Irfan menjatuhkan tubuhnya disamping melina.mereka bermandikan keringat setelah pertempuran panas mereka


dia mengusap perut Melina yang masih polos."semoga secepatnya ada kehidupan baru di sini".ucap Irfan.


"aamiin".ucap Melina.


mereka pun tertidur kelelahan.tapi mereka mengulanginya sampai berkali-kali.sampai benar-benar kelelahan dan baru terbangun saat terdengar suara adzan berkumandang.


mereka bangun dengan senyum merekah saat mengingat malam yang telah mereka lewati.

__ADS_1


__ADS_2