
Akhirnya setelah dua hari dua malam mereka bersatu dengan alam, Kini mereka bersiap-siap untuk pulang.
Semua sibuk membereskan barang bawaan mereka.Para laki-laki ditugaskan untuk membongkar tenda.
Menjelang siang semua telah bersiap untuk pulang.Kini mereka sedang menunggu bus yang akan membawa mereka kembali.
"Rend, ntar loe tukeran kursi ya sama Ayana ," pinta Arfan pada sahabatnya itu.
"Ini nihh ... nasib jomblo, selalu di buang pada akhirnya," ucap Rendi pura-pura merajuk.
Arfan hanya nyengir kuda menanggapi gerutuan sahabatnya itu.
"Sabar lahh kau Rend, ntar gue bantu cari cewek deh," ucap Arfan.
"Serah loe deh," balas Rendi.
Bus pun akhirnya datang.Lalu para mahasiswa masuk satu persatu ke dalam bus.
Akhirnya Rendi pun bertukar tempat duduk dengan Ayana.
"Cie ciee ... Roman-romannya ada yang dapet gebetan nih ," ledek salah satu mahasiswa yang melihat kedekatan mereka.
Mereka acuh saja mendengar omongan para mahasiswa yang Lain. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan yang entah.
Bus pun berangkat menuju kampus mereka.Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam , mereka pun sampai dan langsung menuju ke rumah mereka masing-masing.
setelah acara kemping bersama, kini kegiatan perkuliahan berjalan seperti biasanya.
"Hai ayy ," Sapa Arfan pagi ini saat mereka memasuki gerbang kampus.
Ayana pun menoleh lalu tersenyum ke arah pujaan hatinya tersebut.kemudian dia pun mendekat.
Mereka pun berjalan beriringan. "Ayy malam Minggu kita nonton yuk," ajak Arfan.
"Boleh," jawab Ayana sambil tersenyum.
mereka pun memasuki kelas.mereka pun sudah seperti perangko saja .nempel terus.
tiba-tiba Rendi langsung nyelonong duduk diantara mereka.
"Bro ... nempel terus nih yang lagi di mabuk cinta," ledek Rendi.
"Sirik aja Lo," ucap Arfan kesal.
"Ayy kamu kenalin tuh temen kamu ma jomblo satu ini, biar nggak ganggu kita terus," ucap Arfan pada Ayana.
Ayana tertawa melihat kekonyolan dua sahabat tersebut.
"Iya deh ntar aku kenalin ma temen aku," jawab Ayana.
"Siuh siuhh sana loe jauh-jauh. ganggu banget tau," usir Arfan sambil mendorong Rendi.
"Jahat banget Lo ya. Awas ntar gue bales baru tau rasa Lo," ancam Rendi pada Arfan lalu ia pun berpindah bangku.
Tak lama dosen pun masuk lalu perkuliahan pun di mulai.
waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang.perkuliahan pun telah usai.mereka pun bersiap pulang.
Saat Arfan sedang berjalan keluar ponselnya berbunyi ternyata kakaknya yang menelfon.
"Assalamualaikum kak," ucap Arfan setelah menekan tombol hijau di aplikasi tersebut.
"Waalaikumsalam, Fan kamu masih ada kelas sampai jam berapa?" tanya kakaknya Irfan.
"Ini udah selesai kak, udah mau pulang. ada apa ya kak?" tanya Arfan.
"Ntar sore kamu ke rumah ya ada yang mau kakak obrolin," ucap Irfan.
"Siap kak," jawab Arfan.
"Ya udah gitu aja.sampai ketemu nanti sore aja," ucap Irfan lalu mengakhiri telfonnya.
"Assalamualaikum," ucap Irfan mengakhiri percakapannya.
."Waalaikumsalam," jawab Arfan lalu menutup telfonnya.
Arfan lalu memasukkan handphone nya ke dalam saku celananya.saat dia berbalik dia di kejutkan oleh makhluk random satu itu.siapa lagi kalau bukan Rendi sahabatnya.
"Astaghfirullah hal adzim," ucap Arfan sambil mengelus dadanya.
Rendi hanya nyengir kuda melihat ekspresi Arfan yang sangat terkejut itu.
"Sialan Lo ngagetin gue aja," umpat Arfan.
"Segitunya Lo kaget liat gue.kaya ngeliat setan aja," ucap Rendi pura-pura merajuk.
"Lo sih tiba-tiba udah di situ aja, kan gue nggak liat tadi," balas Arfan.
__ADS_1
"Emang Lo habis nelfon siapa sih serius banget sampai nggak nyadar gue udah di belakang Lo juga," ucap Rendi lagi.
"Ini kakak gue nyuruh ke rumah ntar sore," ucap Arfan memberitahu.
"Ohh .... " ucap Rendi ber oh ria.
"Ya udah cabut yok," ajak Arfan lalu di angguki Rendi.
"Cewek Lo mana? nggak bareng nih?" tanya Rendi.
Arfan menepuk jidatnya " Duhh gara-gara elo sih gue jadi lupa," marah Arfan pada sahabatnya itu.
"Lahh jadi nyalahin gue lagi," balas Rendi tak mau di salahkan.
"Ya kan gara-gara elo ngagetin gue jadi ingatan gue hilang sekejap," ucap Arfan lagi.
"Ngadi-ngadi lu ngab," balas Rendi.
mereka masih terus berdebat seperti kucing dan anjing karena saling tidak mau di salahkan.dan tanpa mereka sadari Ayana sudah berdiri di belakang mereka.
"Mau sampai kapan kalian akan berdebat?" tanya seseorang dari belakang mereka.
mereka pun menoleh ke arah sumber suara.dan Arfan melongo karena tidak menyangka kalau kekasihnya sudah ada di belakang mereka.
"Eh Ayy sayang," ucap Arfan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ayana tau nggak masak si Arfan tadi lup... ," ucapan Rendi terhenti karena mulutnya sudah di bekap oleh Arfan.
"Apaan sih?" tanya Ayana yang tidak paham.
"Nggak kok Ayy ,biasa ini urusan cowok.dasar aja nih si jomblo satu ini lemes banget mulutnya kaya ibu-ibu komplek," ucap Arfan sambil memukul bahu rendi.yang dipukul hanya meringis sambil mengusap bahunya yang agak panas akibat pukulan Arfan.
"Ya udah pulang yuk," ajak Arfan.
mereka pun lalu pulang dengan menaiki angkot bersama karena kost an mereka memang searah.
Sesampainya di kost an Arfan dan Rendi masuk ke kamar masing-masing. Arfan pun langsung melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim karena sudah terdengar suara adzan.
selesai sholat Arfan merebahkan tubuhnya dikasur tanpa terasa dia pun tertidur.
Dia terbangun lagi saat mendengar suara handphone nya berbunyi.
Ternyata panggilan masuk dari ayana.Dia pun buru-buru mengangkatnya.
"Halo sayang ada apa ?" tanyanya dengan suara khas orang bangun tidur.
"Iya nih tadi niatnya sih rebahan doang tapi ternyata ketiduran hehe," jawabnya sambil terkekeh.
"Jadi kamu kebangun karena aku telfon nih? duhh jadi keganggu dong tidur kmu," ucap Ayana merasa bersalah.
"Nggak pa pa lah sayang.justru aku makasih nih kamu bangunin soalnya aku ada janji sama kakakku,mau ke rumahnya. Oh iya kamu mau ikut Ayy?" tanya Arfan.
"Duhh maaf banget ya Fan, aku lagi ada kerjaan nih jadi nggak bisa ikut.lain kali aja deh janji," ucap Ayana merasa tak enak hati.
"It's ok Ayy kalau kamu lagi sibuk.lain kali aja ," ucap Arfan.
"Ya udah atuh kamu kalau mau siap-siap aku tutup dulu telfonnya ya," ucap Ayana.
"Ayy ... " panggil Arfan.
"Apa," jawab Ayana bingung.
"Kangen Ayy," ucap Arfan manja.
"Dihh baru juga beberapa jam lalu kita ketemu,"ucap Ayana.
"Tapi ini udah kangen lagi aja Ayy," ucap Arfan.
"Gombal banget sih," ucap Ayana yang pipinya sudah merona tapi tak dapat di lihat oleh Arfan.
"Ya udah gih kamu siap-siap ntar keburu malem loh,"ucap Ayana lagi mengingatkan.
"Ayy beneran kangen aku Ayy, pengennya dipeluk tapi karena jauh ya udah deh kiss aja deh," rayunya.
"Apaan sih kamu, ada-ada aja," ucap Ayana.
"Cepet dong Ayy.biar aku semangat nih pliss," ucapnya memohon.
"Ya udah deh muach muach ... " terdengar suara Ayana memberikan kecupan jarak jauh.kalau Arfan bisa melihat wajahnya saat ini pasti Ayana akan salah tingkah karena wajahnya sudah merah seperti tomat.
"Mmuuaachh juga sayang makasih ya Ay," ucap Arfan.
"Ya udah deh aku tutup ya , assalamu'alaikum," ucap Ayana mengakhiri obrolannya.
"Waalaikumsalam," ucap Arfan sambil senyum-senyum sendiri lalu dia pun menutup panggilan tersebut.
Kini Arfan sedang bersiap-siap untuk ke rumah kakaknya setelah tadi melaksanakan sholat asar terlebih dahulu.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucapnya saat sudah sampai di depan rumah kakaknya itu.
"Waalaikumsalam," jawab seseorang dari dalam rumah yang tak lain kakak dan kakak iparnya.
Dia pun langsung masuk ke dalam rumah terlihat kakak dan kakak iparnya itu sedang duduk di ruang tengah.Arfan pun langsung menghampiri mereka lalu mencium tangan ke dua kakaknya itu.lalu beralih mencubit pipi gembul keponakannya itu.yanh di cubit hanya menatap heran padanya lalu kembali fokus pada mainannya.
"Duduk Fan," ucap Melina kakak iparnya.
"Mau minum apa Fan," tawar Melina pada Arfan.
"Nggak usah repot kak.aku belum haus kok ntar aja aku ambil sendiri kalau pengen," ucapnya.
"Ya udah ntar kamu ambil sendiri aja ya,"ucap Melina lagi.dan di angguki oleh Arfan.
"Gini nih Fan, kakak tuh mau nyampe in ucapan ayah sama ibu.mereka minta kakak cariin kamu kendaraan buat kamu ke kampus," ucap Irfan memulai pembicaraan.
Arfan pun manggut-manggut tanda mengerti dia pun pernah kepikiran tentang hal itu.tapi dia tidak berani mengungkapkannya pada ke dua orang tuanya karena takut menyusahkan mereka.
"Gimana Fan, kamu maunya mobil atau motor?" tanya Irfan.
"Emmm nggak tau ya kak, aku sih pernah kepikiran itu tapi kasian ayah sam ibu lah kak.aku sih nggak apa-apa naik angkot juga," tolaknya.
"Ya kakak sih cuma nyampe in apa yang di suruh sama ayah dan ibu.kalau mereka sudah ngomong kaya gitu berarti mereka sudah mempersiapkannya Fan," ucap Irfan menjelaskan.
"Entahlah kak, aku masih bingung,"jawab Arfan lagi.
"Ya kamu pikir-pikir aja dulu," ucap Irfan kemudian. Arfan hanya mengangguk mengiyakan.
"Gimana dengan kuliah kmu Fan," kali ini kakak iparnya yang bertanya.
"Amaaan kak," jawabnya sambil tersenyum dan mengacungkan jempolnya.
"Baguslahh, trus kamu yang waktu itu katanya lagi pedekate gimana?" tanya Melina lagi.
"Ihh kakak masih inget aja," ucapnya sambil nyengir kuda.
"Ya inget lahh ... awas kamu, pacaran boleh tapi kuliah harus jalan terus! ya," ucap Melina menasehati.
"Siiaaap kak," jawabnya sambil tangannya memberi hormat.
"Kapan-kapan kenalin ma kita Fan ," ucap Melina lagi.
"Ok kakak," jawab Arfan lagi.
" Ya udah ntar kalau kamu udah kepikiran mau apa, kamu bilang sama kakak ya," ucap Irfan kemudian.arfan pun lalu mengangguk sambil tersenyum.
"Ya udah kita makan yuk," ajak Melina.
Mereka pun makan bersama.selesai makan Arfan pun pamitan pulang karena waktu juga sudah sore.
Hari ini seperti biasa rutinitas di kampus.perkuliahan masih berjalan seperti biasa.
saat perkuliahan sudah selesai dan mereka semua bersiap untuk pulang, Arfan mendatangi bangku Ayana.
"Ayy jangan lupa ntar malem ya aku jemput jam tujuh," ucapnya pada kekasihnya itu.
Ayana tersenyum lalu mengangguk.tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka.
Mereka pun keluar bersama dan langsung menuju ke kost an masing-masing.
Waktu menunjukkan pukul setengah tujuh malam Arfan sedang bersiap-siap untuk menjemput Ayana.
Saat dia keluar kamar dia berpapasan dengan Rendi yang baru pulang dari warung.
"Mau kemana bro?" tanya Rendi.
"Biasa lahh malam minggu mau ngapel lahh.emang elo jomblo ngapelin tembok hahaha," ledeknya sambil tertawa.rendi pun hanya mencebik menanggapi omongan sahabatnya itu.
Arfan lalu bergegas meninggalkan Rendi yang masih kesal dengan ucapan Arfan yang suka asal itu.
Arfan lalu menyalakan mesin motornya menuju ke kost an Ayana.
Ya Arfan memutuskan meminjam motor kakak iparnya untuk pergi nonton malam ini.
Tak lama kemudian sampailah Arfan di depan kost an Ayana.Dia lalu menelfon Ayana."Ayy aku udah ada di depan kost an nih," ucapnya memberitahu.
"Ok aku udah siap kok, tungguin yah," ucap Ayana ia pun lalu keluar kamar dan menghampiri Arfan di luar.
"Kamu bawa motor siapa?bukan hasil nyolong kaan?" tanya Ayana penuh selidik.
"Astagfirullah Ayy ... tega banget ngomong gitu.emang aku belum punya motor sendiri Ay tapi aku nggak mungkin nyolong Ay, ini tuh aku pinjem motor kakakku," ucapnya dengan wajah sedih.Ayana jadi tak enak hati melihat ekspresi Arfan yang seperti itu.
"Ihh maaf sayang aku hanya bercanda kok tadi benerr dehh," ucapnya sambil mengacungkan dia jarinya tanda permintaan maaf karena telah menyinggung Arfan.
"Ok deh aku maafin karena kamu malam ini cantik banget," ucapnya sambil tersenyum jahil.
"Mulai deh ngegombal nya. ya udah yuk kita berangkat," ajak Ayana.
__ADS_1
"Siap tuan putri, " ucap Arfan lalu menempelkan tangannya di pelipis tanda memberi hormat.Ayana hanya tersenyum menanggapi tingkah Arfan lalu ia naik ke atas motor .mereka pun berangkat menuju bioskop tempat mereka akan menonton film.