Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.28.Rencana jahat.


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Arfan sudah bersiap untuk pergi ke kampus.


Dia bertemu Rendi saat keluar dari kamar kost nya.


"Udah siap Lo, cabut yok," ajak Arfan.


"Siap, jadinya Lo pake motor bro," tanya Rendi.


"Yoi biar lebih romantis," ucapnya sambil tertawa.


"Modus Lo," Balas Rendi.


Arfan hanya nyengir kuda mendengar ucapan sahabatnya itu.mereka pun berangkat ke kampus bersama.hari ini dia memang tidak menjemput Ayana karena dia bilang akan berangkat bersama Lisa.


Sesampainya di kampus dia berencana menunggu Ayana sebelum masuk ke kelasnya.


"Lo duluan aja deh ke kelas nya gue mau nunggu ayang gue," Ucapnya.


"Lahh gue kan juga mau nunggu gebetan gue," ucap Rendi mencebik.


"Gaya Lo, emang siapa gebetan elo," tanya Arfan.


"Mau tau aja apa mau tau banget?" tanya Rendi cengengesan.


"Muke lu jauh, buruan kasih tau," ucap Arfan kesal.


"Yeey ... penasaran yaa ?" ucap Rendi lagi.


"Gue timpuk juga lu bikin kesel aja," umpat Arfan semakin kesal.


Tak berselang lama munculah Ayana dan Lisa dari arah gerbang.sontak keduanya pun menoleh.


"Nah tu dia gebetan gue," ucap Rendi berbisik di telinga Arfan sambil dagunya menunjuk ke arah Lisa.


"Ohh....," ucap Arfan ber oh ria.


"Hai Ayy," Sapa Arfan sambil melambaikan tangannya ke arah Ayana.


Ayana pun balas melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.


Ayana dan Lisa berjalan mendekati kedua laki-laki tersebut.


"Masuk yukk," Ajak Arfan.


Mereka semua pun masuk ke kelas untuk mengikuti perkuliahan.


Waktu berjalan begitu cepat. perkuliahan pun telah selesai mereka pun bersiap pulang ke rumah masing-masing.


Arfan mendekati meja Ayana, "Ay pulang bareng ya?" Ajak Arfan.


Ayana tersenyum lalu mengangguk.Dia sedang membereskan buku-bukunya.


"Yukk," ucapnya setelah selesai dengan kegiatan membereskan bukunya.


Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka.


Dia mengepalkan tangannya dengan wajah penuh amarah.dia pun mengikuti kedua orang tersebut.


kini Arfan dan Ayana sudah ada di atas motor.Arfan melajukan motornya membelah jalanan yang lumayan padat.


"Ay , mau makan dulu nggak?" tanya Arfan.


"Boleh, kita cari makan yang di Deket alun-alun aja ya sekalian ngadem dulu," Ajak Ayana dengan suara agak keras karena mereka sedang di atas motor yang tentunya suara mereka tidak akan terdengar jelas karena terhalang suara deru motor.


Arfan pun langsung tancap gas menuju alun-alun sesuai permintaan Ayana.


Mereka pun telah sampai di pinggir alun-alun, "Mau makan apa Ay ?" tanya Arfan pada Ayana karena di sana telah berderet para penjual macam-macam makanan.


"Beli kupat tahu aja Fan," ucap Ayana.


Arfan pun mengangguk lalu bergegas menuju pedagang kupat tahu.


Mereka pun duduk di atas tikar yang sudah di sediakan oleh penjualnya.


Sambil menunggu pesanannya datang mereka pun mengobrol.


"Ay kamu tau nggak, si Rendi tuh naksir si Lisa loh." ucapnya memberitahu.


"Oh yah, aku belum tau nih.Lisa belum cerita ma aku.dasar tuh anak main rahasia-rahasiaan.awas aja," ucapnya.

__ADS_1


Arfan tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang terlihat kesal.dia semakin gemas melihatnya.


"Kamu makin gemesin deh Ay kalo lagi ngambek gitu," goda Arfan sambil mencolek dagu Ayana.


"Ishh apaan sih," ucap Ayana yang wajahnya sudah bersemu merah.


Akhirnya pesanan mereka pun datang.mereka menikmati makanan mereka sambil sesekali bercanda.mereka semakin terlihat romantis.


Dan di kejauhan tampak seseorang yang berada di dalam sebuah mobil tampak kesal melihat mereka dia memukul stir karena kesal.


"Awas kamu Fan.tidak akan aku biarkan.kalau Riko tidak bisa memilikinya maka kamu pun tidak!" ucapt orang tersebut yang tak lain adalah Riko.


"Kamu akan merasakan akibatnya !" ucapnya lagi.


Mereka kini telah menyelesaikan makan mereka.


kini mereka bersiap pulang.Arfan mengarahkan motornya ke arah kost an Ayana.


Tak butuh waktu lama dia sudah sampai di depan kost an Ayana.


"Aku nggak mampir ya Ayy.mau langsung pulang masih ada kerjaan," ucap Arfan.


"Ya udah nggak pa pa kamu hati-hati bawa motornya,jangan ngebut ya," ucap Ayana.


"Siap honey," ucap Arfan sambil tangannya di tempelkan di pelipisnya tanda memberi hormat.


"Assalamualaikum," pamit Arfan.


"Waalaikumsalam," jawab Ayana lalu melambaikan tangannya saat Arfan mulai melakukan motornya.


Ayana pun masuk ke dalam kost nya.


Riko yang dari tadi mengikuti mereka langsung mengikuti motor Arfan lagi setelah tadi berhenti agak jauh dari kost nya ayana agar tak terlihat oleh mereka.


Saat motor Arfan akan berbelok tiba-tiba ada mobil yang menyerempet motor Arfan hingga oleng lalu terjatuh menabrak pembatas jalan.dan mobil tersebut langsung kabur meninggalkan Arfan yang tergeletak berlumuran darah.


"Mampus Lo," umpat orang tersebut sambil tertawa puas yang tidak lain adalah Riko.


Suara benturan yang sangat keras mengundang warga berdatangan.mereka pun segera menolong Arfan.


Rendi yang baru turun dari ojek langsung mendekati kerumunan.


"Ada apa mas?" tanyanya pada salah seorang laki-laki yang berdiri di tempat kejadian.


karena jalanan tersebut memang tak jauh lagi dari kost an Rendi dia pun bergegas melihat wajah korban yang dikerumuni warga.dia terkejut karena ternyata itu adalah Arfan sahabatnya.


"Arfan," teriaknya.


"Mas nya kenal?" tanya salah seorang warga.


"Dia temen saya mas, tolong bantu bawa ke rumah sakit," pintanya.


Lalu mereka pun membawa Arfan yang sudah tak sadarkan diri ke rumah sakit.


Diperjalanan Rendi menghubungi kakaknya Arfan dan Ayana memberitahukan keadaan mereka.


Tiba di rumah sakit Arfan langsung di bawa ke unit gawat darurat. dia pun di tangani oleh dokter.rendi menunggu di luar dengan cemas.


Tak lama keluar lagi suster yang ikut menangani Arfan.dia bertanya pada Rendi," Apa keluarganya sudah datang mas?" tanya suster tersebut.


"Belum sus masih dalam perjalanan,memangnya kenapa sus?" tanya Rendi khawatir.


"Pasien banyak mengeluarkan darah jadi harus di transfusi,tapi stok golongan darah Pasian sedang habis mas jadi harus ambil dari keluarganya," ucap suster tersebut memberitahukan.


"Sebentar lagi kayanya sus," jawab Rendi masih dengan raut kekawathiran.


suster itu pun kembali kedalam ruangan pemeriksaan.


Tak berselang lama Ayana datang,dia langsung mendekati Rendi.


"Gimana Rend keadaan Arfan ?" tanya Ayana yang sudah berlinang air mata.


"Kamu tenang dulu Ayana , Dia sedang di tangani oleh dokter." jawab Rendi menenangkan.


Rendi pun mengajak Ayana untuk duduk." Kita berdoa aja ya Ay," ajak rendi.dan Ayana pun mengangguk.


Tak lama munculah Irfan dan Melina yang berlari menghampiri Rendi.


"Rend gimana Arfan ?" tanya Irfan pada Rendi.


"Masih di tangani kak, kak Irfan langsung masuk aja tadi suster nyari keluarganya katanya butuh transfusi darah kak ." ucap Rendi memberi tahu.

__ADS_1


Ayana terkejut mendengar ucapan Rendi,dia pun semakin terisak.


Irfan pun langsung masuk ke ruangan di mana Arfan di rawat.


Melina yang masih menggendong Davin mencoba menenangkan Ayana.dia menduga pasti gadis ini adalah kekasih Arfan yang pernah dia ceritakan. Arfan memang belum sempat mengenalkan Ayana pada kakaknya.


"Sabar yah , kita berdoa untuk Arfan yah," ucap Melina.


"Iya kak," ucapnya dengan wajah sendu.


Mereka semua menunggu dengan wajah cemas.


Tak lama keluarlah dokter dan perawat yang menangani Arfan tadi.


Mereka yang sedang menunggu pun langsung menghampiri dokter tersebut untuk menanyakan keadaan Arfan.


"Gimana keadaan adik saya dok?" tanya Melina.


"Masa kritisnya sudah lewat, sekarang kita tunggu saja sampai Pasian sadar dulu." ucap dokter tersebut.


"Terima kasih dok." ucap Melina lagi.


"Sama-sama .baiklah kalau begitu saya permisi dulu." ucap dokter tersebut lalu meninggalkan mereka.


"Kakak masuk dulu ya Rend," pamit Melina dan Rendi pun mengangguk mengiyakan.


"Ayo sayang," ajak Melina pada Ayana.


Mereka pun masuk untuk menemui pasangan mereka masing-masing.


Melina langsung menghampiri ranjang suaminya.


"Mas baik-baik aja?" tanyanya.


Irfan pun tersenyum lalu mengangguk." Gimana keadaan Arfan sayang?"tanyanya.


"Masa kritisnya udah lewat mas tapi dia belum sadar.dia lagi ditemani pacarnya."jawab melina.irfan mengangguk menanggapi jawaban dari istrinya.badannya masih lemah karena banyaknya darah yang di ambil.


Sementara di sisi lain ruangan yang di tempati Arfan yang masih terbaring ditemani oleh Ayana.


Ayana duduk di kursi samping ranjang Arfan.dia menggenggam tangan Arfan masih dengan air mata yang membasahi pipi.


"Cepat bangun sayang," ucapnya sendu.


"Kenapa ini bisa terjadi.bukankah aku sudah bilang jangan ngebut bawa motornya," ucapnya seolah Arfan mendengarkan.


Rendi masuk ke dalam ruangan Arfan. Dia berdiri di samping Ayana.


"Sabar ya Ay, Arfan pasti baik-baik aja."ucapnya memberi semangat.


"Kenapa bisa begini Rend, dia baru aja nganterin aku tadi.sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ayana.


"Aku juga nggak tau Ay, pas aku datang dia udah tergeletak aja, aku belum sempet nanya kronologisnya."ucap Rendi.


"Kita harus cari tau pelakunya Ay , ini kaya yang di sengaja." ucap Rendi lagi.


Ayana mengangguk.ia lalu menatap wajah tenang Arfan yang masih belum sadarkan diri.


"Kamu istirahat aja Ay, biar aku yang jagain Arfan." ucapnya.


Ayana menggelengkan kepalanya " Aku masih mau di sini Rend .kamu aja yang istirahat terlebih dulu." balasnya.


"Aku mau cari makan dulu ya Ay, sekalian buat kamu." ucapnya yang kemudian di angguki oleh Ayana.


Tak lama setelah Rendi keluar masuklah Melina sambil menggendong Davin.


Dia mendekati ranjang arfan.lalu dia menoleh pada gadis di sampingnya.


"Maaf ya kakak belum tau nama kamu," Ucapnya.


"Aku Ayana kak," ucapnya memperkenalkan diri.


"Kamu tampaknya lelah,kamu istirahat aja." titah Melina.


"Nggak kok kak,aku mau di sini aja.kakak aja yang istirahat kasian dedeknya." ucap Ayana.


Melina tersenyum." kakak mau nemenin papanya Davin dulu ya, kalau ada apa-apa kasih tau kakak ya.kakak di kamar sebelah." ucap Melina.


"Iya kak," jawab Ayana.


Melina tersenyum lalu meninggalkan ruangan Arfan kemudian menemui suaminya yang masih beristirahat.

__ADS_1


Malam sudah menjelang tapi belum ada tanda-tanda Arfan akan sadar.Ayana sudah kelelahan karena terus-terusan menangis.karena lelah akhirnya dia pun tertidur di samping Arfan.


__ADS_2