Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.13.Garis dua


__ADS_3

Hari masih gelap .ayam pun belum berani berkokok.orang-orang pun sebagian masih didalam mimpinya.melina membuka matanya dia merasakan ada yang tidak beres dengan perutnya.dia melirik suaminya masih tertidur sambil mendekap dirinya.


"kenapa perutku rasanya nggak enak ya". gumamnya.


perlahan dia menurunkan tangan suaminya karena dia takut membangunkannya.rasanya perutnya semakin tidak karuan .dia segera turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi.


"Hoek...Hoek...".Melina memuntahkan seluruh isi perutnya.


"apa aku masuk angin ya".lirihnya.baru saja dia akan naek ke tempat tidur lagi dia langsung berlari lagi ke kamar mandi.lagi dia memuntahkan isi lambungnya.


dia kini merasa lemas dan berkeringat.karena tidak tahan akhirnya dia pun membangunkan suaminya .


"mas...bangun mas".lirihnya sambil menggoyangkan lengan suaminya.


Irfan langsung membuka matanya dia terkejut melihat istrinya yang tampak pucat.


"kenapa sayang?kamu sakit?".tanyanya kawatir.


"nggak tau mas kayanya aku masuk angin nih.minta tolong dikerokin aja deh".pinta Melina lemah.


Irfan pun bergegas mencari minyak kayu putih.dia lalu mulai mengerok punggung istrinya lalu ia juga membalur perut istrinya dengan minyak kayu putih.


"gimana sayang udah enakan belum?"tanyanya.


"mendingan mas.nggak terlalu mual banget kaya tadi".jawabnya.


"ya udah kamu tidur lagi aja sayang.lagian belum subuh ini kan".ucap Irfan.


waktu mang baru menunjukkan pukul tiga dini hari.


Melina mengangguk lalu ia membaringkan tubuhnya diranjang dia mencoba memejamkan matanya.irfan masih setia mengusap kepala istrinya itu ia mengecup keningnya lama lalu ia pun ikut membaringkan tubuhnya disisi istrinya.akhirnya merekapun tertidur lagi.


adzan telah berkumandang .mengajak manusia untuk bangun menunaikan kewajiban mereka sebagai umat muslim.


Hoek Hoek....


terdengar suara dari kamar mandi membuat Irfan yang masih tidur langsung terbangun.


dia menghampiri kamar mandi dilihatnya istrinya sedang berjongkok sambil memegangi perutnya.dia lalu menghampirinya dan memijit tengkuk Melina.


"mas...".ucap Melina sambil menoleh ke arah suaminya.


"muntah lagi sayang". tanyanya sambil tangannya masih memijit tengkuk istrinya.perlahan Melina berdiri dan keluar dari kamar mandi.dia duduk ditepi ranjang.wajahnya terlihat'semakin pucat.


"mas bikinin teh anget ya.kamu berbaring aja sayang ".titah Irfan .


Melina mengangguk dan berbaring ditempat tidur sedangkan Irfan menuju ke dapur untuk membuat teh anget.


"sayang kamu tidur nggak". tanyanya pada istrinya.karena istrinya itu memejamkan matanya.


Melina pun membuka matanya.


"nggak mas". jawab Melina lalu ia berusaha untuk duduk bersandar.irfan pun membantu Melina bangun.


"diminum sayang biar anget perutnya". titah Irfan lalu ia menyodorkan gelas yang berisi teh itu ke istrinya.


"makasih mas".ucap melina.irfan pun mengangguk dan tersenyum.


Irfan menyimpan kembali gelas yang isinya tinggal seperempatnya itu meja kecil dekat ranjang.

__ADS_1


"nanti siang kita periksa ke dokter ya sayang".ucap Irfan.


Melina hanya mengangguk.


"kepalanya pusing nggak sayang?"tanya Irfan kemudian.


"sedikit mas.mungkin Karena perut aku udah kosong banget jadi kepala rasanya juga pusing".jawab Melina.


Irfan beringsut duduk di samping istrinya kemudian dia meraih kepala istrinya dan meletakkannya di dadanya.


tak lama terdengar nafas yang teratur dari istrinya itu tanda ia sudah tertidur.perlahan Irfan membaringkan tubuh istrinya.ia lalu ke kamar mandi untuk melaksanakan sholat subuh karena sudah masuk waktu subuh dari tadi.


setelah sholat subuh dia bergegas ke dapur.dia bermaksud membuat bubur untuk istrinya.


dia membawa bubur yang sudah jadi ke kamar.dilihatnya istrinya masih tertidur.dia duduk disampingnya lalu memijit kaki istrinya.


melina mulai membuka matanya karena merasakan pijatan dikakinya.


"mas...!".


"udah bangun sayang".tanya Irfan.


"wah udah siang ya mas, kok aku nggak dibangunin .aku belum sholat subuh mas".ucap Melina.


"nggak pa pa sayang, kamu kan lagi sakit badan kamu pasti juga lemah nggak ada tenaga.ya udah sekarang kamu makan dulu ya.mas udah bikinin bubur.ayok mas suapin".ucap Irfan.


"makasih mas,maaf ya aku ngerepotin".ucap Melina .


"apa sih sayang.ya nggak ngerepotin lahh.suami mengurus istri yang sedang sakit itu kewajiban.pun nanti kalau mas yang sakit kamu yang akan ngurus mas .jadi jangan ngerasa nggak enak kayak gitu".jawab Irfan panjang lebar.


Melina sangat bahagia.dalam hati dia tak henti-hentinya bersyukur atas karunia tuhan karena telah dikirimkan laki-laki baik dan tulus seperti Irfan.


Irfan mulai menyuapi istrinya dengan telaten hingga bubur yang ada di mangkok pun habis tak bersisa.


"sayang ayok kmu siap-siap".titah Irfan.


"loh mas...kamu nggak kerja?".tanya Melina.


"hari ini aku ijin sayang.aku khawatir sama kamu .aku juga mau anterin kamu ke dokter".jawab Irfan.


"mas aku kan bisa pergi sendiri".ucap Melina.


"nggak .mas nggak ijinin kamu pergi sendiri.gimana kalau ada apa-apa dijalan".ucap Irfan.


Melina mengangguk dan ia pun ke kamar mandi .tapi tiba-tiba...


Hoek...Hoeeekk....


Irfan langsung berlari ke kamar mandi.


"sayaaanng".teriak Irfan khawatir.dia lalu menuntun istrinya keluar dari kamar mandi.


"ya udah yuk kita berangkat sekarang aja".ajak Irfan saat Melina sudah duduk.aku nggak tenang ini.lalu mereka pun bergegas pergi ke dokter.


dokter memeriksa Melina dengan seksama.


"apa ibu sudah telat datang bulan?".tanya dokter yang memeriksanya.


"bulan kemarin belum datang bulan sok".jawab Melina.

__ADS_1


"hmm baiklah untuk memastikan mari kita tes urin ya buk"ucap dokter itu lagi.melina pun mengangguk.


setelah beberapa menit teh pun selesai dilakukan dokter itupun kembali menjelaskan kepada mereka.


"selamat ya pak buk.hasil tes nya positif.ibu hamil, usia kehamilannya adalah empat Minggu".ucap dokter itu menjelaskan.


Melina dan Irfan saling pandang mereka tersenyum dan mengucap syukur.mereka sangat bahagia .


selesai diperiksa dan diberi vitamin merekapun pulang kerumah.


sesampainya dirumah mereka langsung menghubungi keluarga Irfan dan melina.mereka mengabarkan berita bahagia kepada kedua keluarga.


"Alhamdulillah...selamat ya nduk"ucap Bu rum ibu Melina disebrang sana.melina langsung menelfon ibunya saat sampai dirumah tadi.


"makasih buk".ucap Melina.


"jaga kesehatan kamu dan calon cucu ibu ya .semoga keduanya sehat sampai saat kelahiran nanti".pesan ibu Melina.


"iya bu.ya udah ya Bu kita mau telfon ibunya mas Irfan ".ucap Melina mengakhiri panggilan telfonnya.


kini mereka beralih menekan nomor ibu Devi ibunya Irfan.


"Alhamdulillah akhirnya ibu bisa menggendong cucu".ucap ibu Devi setelah telfon tersambung.bagi ibu Devi ini memang cucu pertamanya.karwna pada pernikahan Irfan yang terdahulu dia tidak dikaruniai keturunan.


"Irfan jaga istri kamu dan calon cucu ibu.awas jangan bikin istri kamu capek".nasehat ibunya yang lebih mirip dengan ancaman.


"iya iya Bu pasti dong aku jagain.ibu nggak usah khawatir.


"ya udah kamu istirahat mel.jangan banyak kerja.biar suami kamu tuh yang ngerjain pekerjaan rumah kamu".titah ibu Devi.


"ah ibu bisa aja".jawab Melina sambil tersenyum.mereka pun mengakhiri panggilan telfonnya.


"ya udah sayang kamu istirahat gih.oh ya kamu pengen makan apa biar aku bikinin".tanya Irfan karena sejak makan bubur yang sudah dikeluarkan lagi tadi Melina belum makan apa-apa lagi .


"nanti aja lah mas aku belum pengen".ucap Melina.


"ya udah ntar kalau kamu pengen sesuatu bilang sama mas ya".ucap Irfan.


"iya mas".jawab Melina.


dia bersandar dikursi sambil memainkan ponselnya.


waktu sudah semakin siang.tampaknya perut Melina sudah pengen diisi.


"mas apa bubur yang mas bikin tadi masih ada".tanya Melina pada Irfan yang duduk disampingnya.


"masih sayang.kamu mau makan.mas ambilin ya".ucap Irfan lalu bergegas ke dapur untuk mengambil bubur.


dia hendak menyuapi Melina lagi."mas biar aku sendiri aja makannya".tolak Melina.


"udah nggak pa pa.mas seneng kok ngelakuinnya".ucap Irfan sambil tersenyum.


Melina pun mengangguk patuh.


"Irfan mulai menyuapi Melina hingga bubur dimangkok habis.minum obat anti mualnya dan vitaminnya sayang.biar si dede nya sehat".titah Irfan.


Melina mengangguk dan meminum obat dan vitamin yang diberikan oleh suaminya.dia tak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan atas karunia ini.


dia mengusap perutnya yang masih rata dan tersenyum bahagia Irfan pun turut mengusap perut istrinya."sehat-sehat ya dek di dalam sana.delapan bulan lagi nanti kita berjumpa".ucap Irfan lalu mengecup perut istrinya lalu beralih mengecup keningnya.

__ADS_1


"makasih ya sayang".ucap Irfan.


Melina mengangguk dan tersenyum,Irfan meraih kepala istrinya lalu menyandarkan di bahunya.mereka larut dalam rasa syukur yang tiada henti atas anugrah yang mereka terima.


__ADS_2