
Hari-hari berjalan seiring perputaran waktu, tak terasa Arfan sudah memasuki tahun ke tiga menempuh pendidikannya.Selama itu pula ada pasang surut dalam hubungan asmaranya dengan Ayana. Tapi semua dapat dilewati dengan kepala dingin.
Hari ini perkuliahan seperti biasa. Tampak para mahasiswa sedang sibuk mendengarkan penjelasan materi dari dosen mereka.
Jam istirahat pun tiba, ada yang ke kantin ada pula yang mengobrol di kelas.
" Bro, udah denger berita belom?" tanya Rendi yang tiba-tiba duduk di samping Arfan.
" Berita apaan?" tanya Arfan penasaran.
" Itu si Riko," ucap Rendi.
" Kenapa tu anak?" tanya Arfan lagi.
" Katanya dia ketangkap polisi kasus pelecehan terhadap mahasiswi." Jawab Rendi.
" Gila ya tu anak, Lo tau nggak gue tu curiga kalo dia yang nabrak gue dulu." Ucap Arfan.
" Lo tau dari mana ," Tanya Rendi.
Saat Arfan akan menjawab pertanyaan Rendi, tiba-tiba Ayana datang menghampiri mereka.
" Ada apaan sih serius banget kalian?" tanya Ayana.
" Eh Ay , ini kita lagi ngomongin si Riko," jawab Rendi yang di angguki oleh Arfan.
" Dia ketangkep polisi katanya kasus pelecehan," jawab Arfan.
" Ohh...Kena batunya juga tu anak," ucap Ayana.
" Nah aku juga mikir gitu, segala perbuatan pasti akan mendapat balasan," ucap Arfan.
" Kalian kok yakin kalo dia yang nabrak Arfan dulu?" tanya Rendi penasaran.
" Jadi dulu itu setelah gue masuk kuliah lagi, kita itu mergokin dia mau ngelakuin sesuatu ke motor gue.pas kita tanya dia kaya yang ketakutan gitu.Mencurigakan, tapi sayangnya kita nggak punya bukti yang kuat." jawab Arfan panjang lebar. Rendi pun mengangguk mengerti.
" Trus gimana kelanjutan kasusnya?" tanya Ayana.
" Belum tau, masih di proses katanya. Menurut tuntutan dia akan di penjara 2 tahun. Tapi belum tau juga sih keluarganya kan berduit. Bisa jadi dia memanfaatkan itu. Ya mudah-mudahan aja dia dapat hukuman yang setimpal." Harap Rendi.
Mereka bertiga pun tampak larut dalam pikiran masing-masing. Entah apa yang ada di pikiran mereka.
" Ngomong-ngomong Lo sama Lisa gimana bro?" tanya Arfan.
" Makin lengket lahh," jawab Rendi bangga.
" Eh pada mau ke kantin nggak nih?" tanya Rendi kemudian.
" Gimana Ay ? mau ke kantin nggak?" tanya Arfan pad kekasihnya.
" Lagi males nih," jawab Ayana.
" Ya udah Lo sendiri aja gih Rend," titah Arfan.
__ADS_1
" Ok deh gue tinggal dulu ya," ucap Rendi.
Mereka berdua pun mengangguk sambil tersenyum.rendi pun berlalu menuju kantin karena Lisa sudah menunggu di sana.
" Rencana kamu setelah lulus nanti apa Ay? kita langsung nikah aja yuk," ucap Arfan menggoda Ayana.
Ayana manyun mendengar ucapan Rendi yang ngasal.
" Mau ngasih makan apa ngajak nikah teh?" tanya Ayana.
" Aku kasih makan cinta," jawab Arfan cengengesan.
" Makan tuh cinta. Emang kenyang makan cinta." Jawab Ayana kesal.
" Canda Ay, tapi kalau aku udah dapet kerja kita langsung nikah ya," ucapnya lagi.
" Auk ahh," ucap Ayana.
" Ayolah Ay ... " ucap Arfan lagi sambil menggoyang-goyangkan bahu Ayana yang duduk di sampingnya.
" Selamat berjuang ya," ucap Ayana sambil berlalu meninggalkan Arfan lalu kembali ke tempat duduknya.
" Eh Ay apaan nih maksudnya?" tanya Arfan sambil terbengong.
Tak lama tiba waktunya kelas berikutnya, para mahasiswa sudah mulai memasuki kelas lagi. Satu jam sudah berlalu. Perkuliahan pun telah selesai.
" Ay jalan yuk," ajak Arfan saat Ayana sedang membereskan bukunya.
" Kemana?" tanya Ayana singkat.
" Emm gimana kalau ke alun-alun aja?"jawab Ayana memberi pertanyaan.
" Boleh juga tuh, kuy ahh." ajak Arfan lalu di angguki Ayana sambil tersenyum.
" Lisa mau ikut nggak?" tanya Ayana pada Lisa yang duduk di sebelahnya.
" Aku gimana Rendi aja," jawabnya.
" Deuhh dasar si prangko, kemana-mana juga harus nempel terus." ucap Ayana menggoda Lisa.
" Buruan gih tanya si Rendi," titah Ayana pada Arfan. Lalu Arfan pun menghampiri Rendi.
" Rend ikutan kita yuk, nongkrong di alun-alun," ajak Arfan.
" Tanya Lisa dulu deh," ucap Rendi.
" Hadeuhh bener kata ayang gue ,Lo berdua emang prangko kemana-mana nempel terus," ucap Arfan sambil menepuk jidatnya.
" He he he namanya juga soulmate bro," ucapnya sambil nyengir kuda.
Akhirnya mereka berempat pun memesan grab car karena tidak mungkin mereka pergi dengan motor.
Setengah perjalanan Mereka pun sampai.semua turun dari mobil lalu berjalan mencari tempat yang teduh karena saat siang begini cuaca sangat panas. Berbeda jika sudah memasuki sore hari, suasananya sangat sejuk. Tak heran saat sore hari alun-alun semakin ramai orang berdatangan.
__ADS_1
Mereka pun mengambil tempat yang dekat dengan pohon besar, karena bisa terlindung dari sinar matahari yang terik.
" Mau cari makan dulu nggak nih?" tanya Arfan saat mereka sudah duduk.
" Nanti deh bentar lagi," jawab Ayana.
" Gimana yang lain?" tanya Ayana.
Rendi melihat ke arah Lisa yang mengisyaratkan pertanyaan padanya. Lisa yang paham pun langsung menjawab " Ntar aja lah," jawab Lisa.
Mereka duduk sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka. Meskipun cuaca cukup terik, namun tak menyurutkan keinginan orang-orang untuk berjalan-jalan.
Arfan mendekat ke samping Ayana lalu ia menggenggam tangannya. Ayana yang tadinya sibuk dengan ponselnya pun menoleh ke arah Arfan dia lalu tersenyum.
Sementara Rendi dan Lisa yang duduk agak di belakang mereka sedang sibuk dengan ponsel mereka, entah apa yang sedang mereka lihat. Tampak sesekali mereka tertawa cekikikan bersama.
Arfan lalu mencium tangan Ayana.Dia menyandarkan kepalanya di bahu Ayana.
" I love you Ay ," ucapnya.
" Love you to." balasnya.
Mereka pun larut dalam perasaan masing-masing.
Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang berlari-larian di depan mereka. Anak kecil tersebut sedang mengejar bola.
Arfan memperhatikan anak kecil tersebut tanpa berkedip, pikirannya pun melayang membayangkan dirinya di masa depan.
" Ay .. liat tuh anak kecil itu, lucu banget ya," ucapnya. Ayana pun mengarahkan pandangannya ke anak kecil yang di tunjuk oleh Arfan.
" Hemm anak kecil emang selalu lucu kan sayang," ucap Ayana sambil tersenyum.
Arfan pun mengeratkan genggaman tangannya lalu menciumnya berkali-kali.
" Kita nanti bikin yang lucu-lucu ya Ay." ucap Arfan.
" Dihh pikirannya dah ke Sono aja," ucap Ayana.
" Nggak sabar Ay, pengennya sih sekarang aja," ucapnya sambil tertawa kecil.
"Hadeuhhh," ucap Ayana.
" Woe...cari makan yuk laper nih," ajak Rendi setengah berteriak karena mereka duduk agak berjauhan.
Mereka berdua pun menoleh ke arah Rendi.
" Gimana Ay?" tanya Arfan.
" Ya udah yukk aku juga udah laper nih," ucap Ayana.
Akhirnya mereka pun mencari tempat makan di sekitaran alun-alun tersebut.
Selesai makan mereka pun sholat di masjid yang ada di sebelah alun-alun tersebut karena memang sudah masuk waktunya dzuhur.
__ADS_1
" Pulang aja yuk, makin panas aja nih," ajak Ayana setelah mereka selesai melaksanakan sholat.
Akhirnya mereka semua pun setuju untuk pulang saja karena cuaca sangat panas.Mereka pun memesan grab car lagi .mereka menuju kost-an Ayana dan Lisa terlebih dahulu baru ke kostan Arfan dan Rendi.