Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.9.Menuju sah


__ADS_3

Hari-hari berjalan sesuai putarannya.tak terkecuali kehidupan manusia.ada yang berbahagia dan ada yang bersedih.semuanya berjalan pada tempatnya masing-masing.


begitu pula kehidupan sepasang insan yang sedang kasmaran itu.mereka kini sedang menunggu hari dimana mereka akan menjadi pasangan halal.


saat ini adalah akhir pekan dan irfan ingin mengajak Melina jalan-jalan.Melina ingin mengajak Alifa juga tapi Alifa menolaknya.alasannya dia mau maen sama temen-temennya padahal yang sebenarnya adalah Alifa ingin memberi kesempatan untuk ibunya pergi hanya berdua dengan calon ayah nya itu.alifa ingin ibunya merasakan kebahagiaan yang sudah lama tidak didapatkan dari ayahnya dulu.


Alifa walaupun masih SD tapi sudah dewasa pemikirannya.mungkin keadaan lah yang memaksa dia untuk menjadi dewasa sebelum waktunya.


"fa kamu yakin nggak mau ikut ibu?".tanya Melina untuk kesekian kalinya.


"nggak ah Bu,ifa mau maen kerumah temen.udah janjian dari kemaren soalnya".jawab Alifa memberi alasan.


tak berselang lama terdengarlah suara deru motor berhenti di depan rumah mereka.


"assalamualaikum".sapa Irfan sambil tersenyum saat sudah berdiri didepan pintu.


"waalaikumsalam salam "jawab Melina dan Alifa bersamaan.


"duduk fan ".ucap Melina sambil berlalu ke dapur dia bermaksud untuk membuat kopi untuk Irfan.


"fa kenapa belum siap-siap?kan kita mau jalan -jalan". tanyanya kepada Alifa.


"Alifa nggak ikut om".jawab Alifa


"loh kenapa?ikut aja fa mumpung hari libur ".ucap Irfan lagi.


"ifa udah ada janji om kemaren ma temen-temen".jawab Alifa sopan.


"oh gitu".ucap Irfan."iya om".jawab Alifa.


tak lama Melina muncul dari dapur dengan membawa secangkir kopi dan ada pisang goreng yang dia buat tadi.


"minum dulu fan".ucap Melina sambil tersenyum.


"makasih Mel".jawab Irfan.


Irfan pun menikmati kopi dan pisang goreng yang disediakan Melina.


"ya udah yuk kita pergi sekarang aja takut keburu siang,panas".ajak Irfan.


"ya udah ayok".jawab Melina.


"fa kamu berangkat jam berapa?".tanya Melina.


"sebentar lagi Bu,ntar Mereka nyamperin kesini".jawab Alifa.


"oh ya udah kalo gitu.kamu nggak apa-apa ibu tinggal duluan?". tanya Melina pada putrinya .


"nggak apa-apa Bu,ifa kan udah gede hehe".jawabnya cengengesan.


akhirnya Mereka berdua pun berangkat.mereka menuju mall yang lumayan agak jauh dari tempat tinggal melina.irfan sudah merencanakan akan membelikan perhiasan untuk melina.karena dia belum pernah memberikan hadiah apa-apa kepada pujaan hatinya itu.


setelah menempuh perjalanan selama satengah jam akhirnya sampai lah mereka ditempat tujuan.


Irfan membukakan helm melina.lalu Mereka pun masuk kedalam mall.


"mas kita beli yang buat kamu dulu aja ya".ucap Melina disela perjalanan Mereka.


Irfan tersentak lalu menoleh kearah melina.dia tidak menduga Melina akan memanggilnya mas.


"kenapa...?kaget ya...?"ucap Melina sambil tersenyum.


"aku akan memanggilmu mas mulai sekarang.masa nanti setelah menikah aku masih memanggil nama.kan nggak sopan jadi aku mau membiasakan dari sekarang.toh kita menikahnya juga sebentar lagi".jelas Melina panjang lebar.


Irfan pun tersenyum bahagia.dia menggenggam tangan Melina erat.


"makasih sayang,aku merasa bahagia sekali".ucap Irfan sambil terus tersenyum.


"sama-sama mas".jawab Melina lagi.


mereka pun melanjutkan perjalanan menuju stand pakaian pria.

__ADS_1


Melina sibuk memilih-milih kemeja yang cocok untuk Irfan.


"nahh ini mas bagus".seru Melina sambil menenteng kemeja batik warna maroon.


"cobain mas,atau mas mau warna yang lain?"tanya Melina.


Irfan tersenyum memandang Melina lalu berkata "apapun pilihan kamu mas pasti suka".jawab Irfan tanpa mengalihkan pandanganya ke aah Melina.


"jangan gitu dong mas, nanti takutnya kamu terpaksa Dengan pilihanku".ucap Melina dengan wajah imutnya.


"duhh bikin gemes aja liat wajahnya kaya gitu".batin Irfan.


"enggak kok.bener aku nggak apa-apa.pad dasarnya aku suka semua warna aku tidak pilih-pilih kok.yaa asal jangan warna pink aja". candanya sambil tergelak.


merekapun tertawa bersama.


akhirnya merekapun memutuskan memilih kemeja tersebut.


kini mereka beralih ke stand celana pria.tak sesulit memilih kemeja yang harus sreg antara motif dan warna.saat memilih celana hanya tinggal menyesuaikan ukuran saja.karena semua modelnya sama dan warnay tinggal menyesuaikan dengan kemejanya saja.


"nah sekarang giliran kamu sayang ".ucap irfan. Melani pun mengangguk lalu mereka menuju stand pakaian wanita.


Melina memilih satu set kebaya yang warnanya telah disesuaikan dengan kemeja Irfan.


"sekarang kita cari baju buat Alifa sayang".ucap Irfan sambil menarik tangan Melina menuju stand baju remaja.


dalam hati Melina sangat bersyukur mendapatkan Irfan sebagai pendamping hidupnya.


dia bisa menerima segala kekuranganku dan yang terpenting dia mau menerima Alifa seperti putrinya sendiri.


Melina yakin Irfan hatinya tulus.terbukti walaupun Alifa tidak ada di sini dia ingat untuk membelikan baju untuk Alifa.


Melina terus mengucap syukur dalam hatinya.


mereka telah selesai memilih pakaian untuk Alifa.


mereka menuju kasir untuk membayar barang belanjaan Mereka.


"nggak usah lah mas.itu kan nggak terlalu penting-penting amat.ini aja udah cukup".jawab Melina tak enak hati.karena sejatinya Melina bukan orang yang suka menghambur -hamburkan uang .


"sayaangg ini hadiah dari aku.kamu tidak boleh menolaknya".uca Irfan meyakinkan Melina.


Melina tersenyum dengan mata yang mulai mengembun.irfan yang melihat itu langsung meraih Melina kedalam pelukannya.


"kenapa...hemmm?".tanya Irfan lembut.


Melina menggelengkan kepalanya dan membalas pelukan irfan.dia mendongak memandang wajah Irfan.


"makasih mas...aku bahagia dan bersyukur Banget dipertemukan denganmu".ucap Melina dengan air mata yang tak bisa di bendung lagi.


"sama-sama".ucap Irfan sambil menghapus airmata Melina dengan jarinya.


mereka larut dalam kebahagiaan.perlahan Irfan melepaskan pelukannya lalu memandang Melina.


"yukk".ajaknya sambil tersenyum.


Melina menganggukkan kepalanya.lalu mereka pun melangkah menuju toko perhiasan.


setelah memilih-milih akhirnya merekapun memutuskan membeli sepasang cincin.


mereka telah selesai membeli semua yang diperlukan untuk acara pernikahan mereka.kini mereka menuju ke food court yang ada didalam mall tersebut.


"makan yang banyak sayang".ucap Irfan setelah makanan yang mereka pesan sampai.


Melina tersenyum lalu mengangguk.


mereka menikmati maka siang dengan sesekali disertai candaan.


"pesan juga buat Alifa sayang".titah Irfan sesaat setelah mereka menyelesaikan makan.lagi-lagi Melina terharu melihat perlakuan Irfan."ya Alloh semoga dia seperti ini karena dia benar-benar menyayangi anakku bukan hanya karena ingin mendapatkan perhatianku.ampuni hamba ya Alloh bukan hamba berprasangka buruk atas kuasamu ".batin Melina dalam doa yang ia panjatkan.


mereka kini sudah keluar dari mall dan sedang menuju parkiran.setelah dirasa tidak ada yang akan dibeli lagi, mereka memutuskan untuk pulang.saat baru berjalan beberapa meter dari mall mereka melihat sebuah taman dan lumayan rame mungkin karena ini hari libur.

__ADS_1


"sayang kita mampir kesana dulu yukk".ajak Irfan sambil memelankan laju motornya.


"boleh deh ".jawab Melina.


akhirnya mereka memutuskan untuk mampir dulu ke taman tersebut.


mereka mencari tempat yang teduh karena matahari siang ini sangat terik.


mereka memilih duduk di atas rumput di bawah pohon besar.


"sejuk ya di sini".ucap Irfan setelah mereka duduk.


"iya...hari ini panas banget ya".ucap Melina.


"sayang kamu udah tanya Alifa apa dia sudah pulang dari rumah temannya".tanya Irfan kemudian.


"udah mas tadi pas kita makan.katanya dia masih di rumah temennya.paling sore pulangnya".jawab Melina.


"oh gitu".jawab Irfan


"mas kita kan sebulan lagi nikahnya,gimana...ntar kita pulangnya berapa hari sebelum hari H?"tanya Melina.


"seminggu sebelumnya aja gimana?".tanya Irfan.


"oh ok deh".jawab Melina.


"sayang...kenapa sebulan itu rasanya kaya setahun lama banget ".ucap Irfan gombal kini tangannya telah melingkar di pinggang Melina.


plaak.


Melina memukul pelan tangan irfan yang ada dipinggangnya.


"gombal amat sih".ucap Melina sambil tersenyum.


"bener tau...rasanya tuh lama banget aku udah nggak sabar pengen segera malam pertama".ucap Irfan sambil tersenyum dia meletakkan dagunya di pundak Melina sambil menggesek -gesekkan hidungnya.


Melina merasa geli dan badannya jadi meremang.


Melina tertawa-tawa kegelian."apaan sih mas geli tau".ucap Melina.


"geli tapi enak kan".goda Irfan.


Irfan mengeratkan pelukannya seolah tak ingin melepaskan Melina sedetik pun.sesekali dia mencium pipi Melina.


"mas makasih ya".ucap Melina kemudian.


"untuk?".tanya Irfan mengerutkan keningnya tanpa melepaskan pelukannya.


"yaa ..untuk cinta mas, untuk perhatian mas,dan karena mas mau menerima segala kekuranganku".ucap Melina panjang lebar.


"jangan berterima kasih terus sayang.mas juga berterima kasih karena sayang mau menerima mas".ucap Irfan.


mereka pun tersenyum dan saling mengeratkan pelukannya tanda kebahagiaan mereka.


"mas...".ucap Melina menghentikan ucapannya.


"hemm...".jawab Irfan.


"setiap hubungan pasti akan ada ujian dan cobaannya.akau harap kita bisa melewati itu semua ya".ucap Melina.


"iya sayang.dan kunci dari itu semua adalah kita harus saling percaya dan saling memahami satu sama lain".jelas Irfan.


"iya mas...mari kita saling percaya dan memahami.dan jangan pernah ada yang disembunyikan diantara kita,apapun itu".ucap Melina lagi.


"iya sayang".jawab Irfan lalu mengecup kening Melina lama.


"udah makin siang nih..kita pulang yukk".ajak Melina.


"ayyok".jawab Irfan.


mereka pun berjalan menuju tempat motor mereka diparkirkan.

__ADS_1


__ADS_2