Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.15.godaan pelakor


__ADS_3

kehidupan rumah tangga memang selalu penuh dengan ujian.karena ujian adalah cara Tuhan menguji seberapa kuat pasangan itu dalam mengarungi bahtera rumah tangga.ujian bisa datang dari berbagai sumber.jika seseorang atau pasangan bisa melewati ujian yang diberikan dan tetap sabar,maka seseorang atau pasangan tersebut akan diangkat derajatnya menjadi lebih tinggi.


dan tampaknya itulah yang sedang terjadi di keluarga kecil melina.semakin tinggi tingkat perekonomian seseorang, maka semakin tinggi pula godaan nya.


bibit -bibit pelakor sedang mengintai untuk masuk di kehidupan rumah tangga mereka.kenaikan jabatan Irfan sudah dikabarkan kepada kedua keluarga dan mereka semua ikut bahagia dan mendoakan untuk kelancarannya.


pagi ini irfan sudah ada dikantornya .di ruangan yang baru ditempati nya beberapa hari lalu.


dia tampak sedang memeriksa laporan.


tok tok tok....


suara ketukan pintu dari luar."masuk". ucapnya.


pintu terbuka dan masuk lah Seli membawa laporan di tangannya untuk di serahkan kepada irfan.pakaiannya ketat dan minim bahan.dia sengaja memakai pakaian yang agak terbuka di bagian dadanya.dia duduk di kursi depan meja kerja Irfan.


"gimana kemarin liburannya pak? pasti istrinya senang sekali ya di ajak jalan-jalan?". tanya Seli basa basi.


"iya...istri saya seneng banget ".jawab Irfan lalu menatap Seli sekilas lalu kembali fokus memeriksa laporan.


Seli agak kesal karena Irfan tidak mau menatap ke arahnya."sial. kenapa nggak mau liat aku sih pak Irfan". batin Seli kesal.


"bapak sering mengajak istrinya jalan -jalan ya?". tanya Seli lagi masih berusaha menggoda.


"begitulah...". jawab Irfan singkat.


"pasti bahagia banget ya jadi istri pak irfan.udah ganteng baik pula".cerocos Seli.


Irfan pun mulai jengah dengan seli.dia terus saja mengoceh tiada henti.


"ternyata feeling istriku benar.kalau Seli berusaha menggoda aku".batin Irfan membenarkan dugaan istrinya saat bertemu dengan Seli kemaren.


"ini harus saya tanda tangani sekarang atau tidak?". tanya Irfan menunjuk laporan yang dibawa Seli tadi."iya pak , makanya ini saya tungguin".jawab Seli dengan senyum centilnya.irfan pun buru-buru menyelesaikan memeriksa laporan itu dan menanda tanganinya kemudian memberikannya kepada Seli.

__ADS_1


"ini sudah selesai".ucap Irfan sambil menyerahkan laporan itu kepada seli.dia sudah sangat kesal dengan Seli yang kecentilan.seli tidak tau aja kalau Irfan adalah suami setia.


"baiklah pak Saya permisi".ucap Seli kesal karena dari tadi Irfan tidak memandang ke arahnya."sial pak Irfan susah sekali ditaklukkan.biasanya laki-laki lain langsung klepek-klepek liat bodiku yang seksi ini".batin Seli."tapi tenang saja, lama-lama kamu pasti akan tergoda padaku dan aku akan memilikimu.aku semakin tertantang untuk mendapatkannya."batin Seli lagi dengan yakin.


"saya permisi pak".ucap Seli sambil berdiri."hemm". jawab Irfan tanpa menoleh.seli pun berlalu meninggalkan ruangan Irfan dengan menyunggingkan senyum penuh arti."aku akan mendapatkanmu pak Irfan bagaimana pun caranya pak Irfan ". gumamnya yang hanya di dengar dirinya sendiri.


saat ini sudah waktunya jam kerja berakhir.irfan pun bersiap-siap untuk pulang.saat ini dia sudah keluar kantor dan dia sedang berada diparkiran.dua bertemu lagi dengan seli.tampaknya sih bukan tanpa sengaja tapi Seli sengaja menunggu Irfan.


"hai pak Irfan,mau pulang pak?".tanya Seli masih dengan gaya genit menggoda.


"eh iya sel , kamu belum pulang?".tanya Irfan basa basi karena dia sudah malas meladeni Seli "ini lagi nungguin taksi online yang saya pesan pak". jawabnya.


"oh gitu , ya udah saya duluan ya".ucap Irfan sambil menyalakan motornya.


"oh iya pak". jawab Seli kecewa.karena dia berharap Irfan akan menawarkan diri menemaninya menunggu taksi onlinenya agar dia bisa merayunya."nggak pa pa deh semua butuh perjuangan ".batin Seli meyakinkan dirinya sendiri.


Irfan mengangguk saat motornya melewati Seli dia pun melajukan kendaraannya menuju rumahnya.


"waalaikumsalam ".jawab Melina dari dalam lalu muncul di depan pintu lalu seperti biasa dia langsung mencium tangan suaminya.


"capek mas?". tanya Melina.


"lumayan sayang.tapi capeknya langsung ilang tiap liat kamu ". ucapnya sambil mencium kening istrinya.


"gombal".ucap Melina lagi.


"gombal sama istri itu wajib sayang.biar istrinya bahagia".ucap Irfan sambil menaik turunkan alisnya.


"idih bisa aja ngeles nya. ada gitu perempuan yang di gombalin". tanya Melina sambil mencebik."emang sayang nggak bahagia kalau mas gombalin?". tanya Irfan.


",hehe... bahagia sih". jawab Melina cengengesan."nah ituu..."ucap Irfan."iya deh".jawab Melina pasrah.irfan pun tertawa sambil mencolek dagu istrinya.kini mereka sudah duduk diruang tamu."ngambekan". ucap Irfan."ntar cepet tua loh".canda Irfan.


"siapa yang ngambek.nggak kok!. pengen ya aku cepet tua, jadi nenek -nenek trus mas masih muda, jadi bisa tebar pesona sama yang muda".ucap Melina melebar kemana-mana dan matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"loh loh loh kok jadi kemana-mana".ucap Irfan mulai panik."mas tadi bercanda sayang mas akan tetep cinta kok walau sayang udah nenek-nenek.ucap irfan menenangkan.


"tuh kan gombal lagi.mana ada yang mau sama nenek -nenek".ucap Melina yang sudah berderai air mata.


"ada ..".jawab Irfan."yang mau sama nenek -nenek Melina ya ini kakek -kakek Irfan".ucap Irfan lagi berusaha menghibur istrinya."kalau sayang jadi nenek-nenek mas juga jadi kakek-kakek".ucap Irfan lagi masih berusaha menenangkan."dasar ibu hamil , sensitif banget perasaannya ".batin irfan.dia lalu memeluk istrinya sambil mengusap kepalanya."sssh...udah sayang, mas minta maaf.tadi mas hanya bercanda.jangan marah dan jangan nangis lagi ya.pokoknya cinta mas cuma buat kamu ".ucap Irfan lalu mengecup bibir istrinya tanpa di duga Melina membalas ciumannya.sepertinya dia sudah menginginkannya.irfan pun memperdalam ciumannya.mereka baru berhenti setelah hampir kehabisan nafas.


"ya udah mas mandi dulu gih , tadi aku udah bikinin air panas". titah Melina.


"oke sayang". jawab Irfan lalu beranjak menuju kamar mandi tapi sebelum berlalu dia kembali mencium bibir istrinya sekilas.melina hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


kini mereka berdua telah berada diatas ranjang setelah menyelesaikan acara mandi dan makan malam mereka.


mereka saling memeluk dan tangan mereka saling mengusap perut besar Melina.


"sayang, gimana kalau kita beli mobil?". tanya irfan tiba-tiba.sontak Melina langsung menolehkan kepalanya kearah suaminya dan yang dilihatnya hanya tersenyum."gimana...hemmm?". tanyanya lagi karena yang di tanya tak kunjung memberi jawaban.


"aku sih terserah mas aja.gimana baiknya".jawab melina."iya sayang mas pikir kita emang perlu mobil buat nanti kamu kalau lahiran.masak mau pakai motor". ucapnya lagi.


"aku sih setuju aja mas .kan mas yang cari uangnya.lagian memang harus punya mobil kayanya.tiap hari mas pulangnya malem.kasian mas kena angin malem terus.aku takut mas sakit.sbenernya tiap hari aku juga khawatir mas".ucap Melina.selama ini Melina sebenarnya ingin mengutarakan keinginannya untuk beli mobil tapi semata-mata agar suaminya itu tidak sakit karena terus terkena angin malam,tapi dia takut kalau keinginannya itu di anggap keinginan dia yang ingin hidup mewah.


"ya udah berarti kamu setuju ya kita beli mobil?".tanya Irfan lagi dan diangguki Melina.


"ya udah hari Minggu besok kita cari mobil ya".ucap Irfan dan dijawab dengan anggukan kepala dan senyuman istrinya.


"semoga Rizki kita dilancarkan ya mas dan pekerjaan mas juga lancar ".doa Melina."aamiin ".jawab Irfan lalu ia pun menciumi kening istrinya.


"sayang dedeknya pengen di tengokin ayah nya tuh.nih rasain dia nendang-nendang.dua pasti kangen ayah nya nih"". ucap Irfan sambil tangannya mengusap -usap perut istrinya.melina memutar bola matanya.


"mas...mas...kalau pengen bilang aja mas ,pake alasan si Dede lagi".ucap Melina.


lalu Irfan membalikkan badan istrinya untuk saling berhadapan.


"boleh ya...?"tanyanya dengan wajah yang sudah berkabut.akhirnya Melina pun mengangguk Irfan langsung berbinar.dua langsung mencium bibir mungil istrinya dalam ,Melina pun membalasnya akhirnya malam yang dingin itu berubah menjadi malam yang hangat.akhirnya mereka tidur saling berpelukan setelah selesai berbagi keringatnya.

__ADS_1


__ADS_2