
Hari-hari terus berlalu tanpa terasa bulan pun telah berganti.
seperti yang pernah diutarakan oleh Irfan bahwa ia akan melamar melina.hal itulah yang sedang terjadi sekarang,mereka sedang berbincang mengenai niatnya yang sempat ia utarakan waktu itu.
"mel apa kamu sudah memberitahu kedua orang tuamu kalau aku akan melamarmu?". tanya Irfan."dan kapan waktunya?apa mereka sudah menentukan?"tanya Irfan lagi.
"Mmm sudah fan, mereka sudah aku beritahu dan mereka bilang dua Minggu lagi aja Kamu kesananya".ucap Melina memberitahu.
"baiklahh kalau begitu aku akan segera mempersiapkan semuanya".jawab Irfan.
mereka saling terdiam dengan pikiran masing-masing.
"kamu sendiri pulangnya kapan Mel?"tanya Irfan memecah keheningan yang tercipta beberapa saat lalu.
"Aku pulang seminggu sebelum kamu fan".jawab Melina.
Irfan menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban dari Melina.dia menghela nafasnya pelan.melina yang menyadari itupun bertanya.
"kenapa fan?".tanya Melina penasaran."hmm aku bakal kangen banget nih nggak ketemu satu Minggu,itu pasti rasanya seperti satu tahun ".ucap Irfan memasang wajah sedih.
"ya ampun fan...kan sekarang jamannya udah canggih banget.walau jauh jadi terasa dekat karena Kita bisa tetap bertatap muka walau tak secara langsung.sama aja kan!".jelas Melina panjang lebar.
"ya beda lahh Melina sayang,aku kan nggak bisa meluk kamu hehe ".ucap Irfan cengengesan.
Melina memutar bola matanya gemas."kenapa dia jadi bucin gitu ya"batin Melina bertanya -tanya.
"ya sabar lahh fan.kan proses untuk menuju halal memang begitu.kan Kamu udah pernah nunggu aku belasan tahun dan kmu lulus.masak yang cuma satu Minggu kamu nggak sanggup ".ucap Melina panjang lebar sambil tersenyum.
Irfan pun hanya bisa memasang wajah sedih mengingat dia sudah merasa nyaman dengan Melina,jadi saat akan berjauhan itu terasa berat.
"hmm aku akan berjuang lagi menunggumu Mel".ucap Irfan dengan penuh semangat.
"naah gitu dong"jawab Melina.
Tanpa terasa sudah satu Minggu sejak mereka bertemu, maka hari ini adalah hari kepulangan Melina ke kampung halamannya yaitu di Jawa timur tepatnya di kota Malang.
Melina akan pulang terlebih dahulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Irfan yang akan melamar dirinya.
maka disinilah mereka bertiga saat ini,di terminal keberangkatan menuju kota kelahiran Melina,kota Malang.
Melina dan Alifa sedang menunggu bus yang akan mereka tumpangi dan tak lupa ada Irfan yang mengantar kepergian mereka.
saat ini jam menunjukkan pukul setengah empat sore,bus akan datang setengah jam lagi.
"Mel kamu hati-hati ya nanti di jalan dan Alifa juga.kalo.udah sampe langsung kabari aku ya".pesan Irfan kepada kedua orang yang disayanginya.
"iya om ".jawab Alifa dan Melina pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"kamu juga hati-hati di sini fan".ucap Melina dan Irfan tampak mengerutkan dahinya."jaga hati".ucap Melina lagi.
Irfan pun tersenyum bahagia mendapat perhatian seperti itu.
"tenang saja Mel ,soal menjaga hati aku udah lulus uji".jawabnya sambil tersenyum
"iya deh percaya".jawab Melina lagi.
akhirnya bus yang akan membawa mereka pun tiba.
Irfan dengan berat hati melepas kepergian mereka.
bus pun pergi meninggalkan terminal dan Irfan memandangi bus dengan perasaan berat tapi dia harus rela.
dia pun pulang kerumahnya.
__ADS_1
setelah menempuh perjalanan jauh yang melelahkan akhirnya mereka tiba ditempat tujuan.
pukul empat sore Melina telah tiba dirumah orang tuanya.
kedua orang tua Melina sangat bahagia menyambut kedatangan putri dan cucunya.
"makan dulu nduk ".ucap ibu Rum dia adalah ibu dari melina.saat ini Melina dan Alifa telah duduk diruang tamu untuk melepas lelah setelah perjalanan jauh mereka.
"iya Bu bentar lagi,aku pengen bersih-bersih dulu.badan terasa lengket semua".jawab Melina.
"iya nek ,ifa juga pengen mandi biar seger.gerah banget nih".sahut ifa ikut menjawab ajakan neneknya.
"ya sudah gih bersih-bersih dulu biar seger".jawab ibu Rum.
mereka berdua berlalu dari ruang tamu,Melina menyuruh Alifa untuk mandi duluan.lalu Melina pun beranjak ke kamarnya
sambil menunggu Alifa mandi, Melina pun mengambil ponselnya dari dalam tas selempangnya.dia bermaksud menghubungi irfan.baru saja dia akan memencet nomor Irfan ternyata ada panggilan masuk dan siapa lagi kalo bukan Irfan orangnya.
Melina pun langsung menggeser tombol hijau dan langsung terhubunglah mereka.
"assalamualaikum Mel ....kamu udah nyampe belum?"tanya Irfan begitu tersambung.
"waalaikumsalam fan,ini baru nyampe, barusan juga aku mau nelfon kamu dan ternyata keduluan sama kamu".jawab Melina sambil tertawa kecil.
"Alhamdulillah kalo Kamu udah nyampe.kamu lagi apa sekarang?"tanya Irfan lagi.
"ini aku mau mandi badan udah lengket banget tapi nungguin ifa beres dulu".jawab Melina.
"oh ya udah deh kalo gitu kamu istirahat aja dulu ntar aku telfon lagi ya".ucap Irfan.
"ok fan".jawab Melina.
merekapun mengakhiri panggilan telfonnya.
saat ini Melina sekeluarga sedang berkumpul diruang tengah rumah mereka.tampak juga bapak Melina sudah ada diantara mereka.
"sudah ".jawab Melina dan Alifa bersamaan.
"jadi gimana nduk rencana calon kamu itu?".tanya bapak lagi.
"ya nanti dia kesini bersama orang tuanya.hari Minggu ".ucap Melina memberitahu.
"ohh gitu berarti nanti kita tinggal mempersiapkan makanan untuk menyambut mereka "kata pak Burhan.
"iya pak".jawab Melina
"ya udah kamu kalau masih capek istirahat aja". kata pak Burhan lagi.
"iya pak bentar lagi,ini nungguin adzan isya dulu biar nanti langsung tidur .
"ya udah kalo begitu". kata pak Burhan.
akhirnya hari yang ditunggu pun tiba.irfan dan keluarganya datang melamar.
mereka disambut dengan ramah oleh keluarga Melina.
"assalamualaikum pak Burhan,saya adalah Dani ayah dari Irfan dan ini adalah Devi ibunya".kata pak Dani memperkenalkan diri.
"maksud kedatangan kami kesini adalah untuk melamar putri bapak yang bernama Melina". ucap pak Dani mengutarakan maksud kedatangan mereka.
"baik pak Dani,saya selaku orang tua dari Melina menyerahkan keputusan kepada anak-anak saja."jawab pak Burhan.
"baiklahh....jadi gimana nak Melina apakah kamu menerima lamaran dari anak saya Irfan".tanya pak Dani
__ADS_1
"pak Dani... sebelumnya saya sebagai orang tua dari Melina ingin menjelaskan dulu tentang status anak Saya,anak saya bukan lagi gadis dia seorang janda yang bahkan memiliki anak yang sudah besar.jadi sebelum semuanya terlanjur saya hanya ingin tau apakah nak Irfan nantinya tidak akan menyesal telah memilih Melina "tanya pak Burhan panjang lebar.
"pak Burhan...kami sudah diberitahu tentang semua itu oleh Irfan dan kami tidak masalah dengan itu semua.dan karena Irfan yang sudah memilihnya saya yakin dia sudah sangat memikirkan tentang semuanya ".jawab pak Dani tegas.
pak Burhan bernafas dengan lega.sebelumnya dia khawatir dengan tanggapan dari kedua orang tua Irfan tentang status anaknya.
"Alhamdulillah kalau seperti itu ".ucap pak Burhan lega.
"jadi gimana jawaban nak Melina "?.tanya pak Dani lagi karena dia merasa pertanyaannya belum mendapat jawaban .
Melina memandang kedua orang tuanya lalu mereka menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.
melina beralih memandang kedua orang tua Irfan lalu kearah Irfan lalu tersenyum dan Irfan pun menganggukkan kepalanya.
"Bismilahh saya siap menjalani rumah tangga dengan Irfan pak buk".jawab Melina yakin.
akhirnya mereka semua bernafas dengan lega.dan senyum bahagia terpancar dari wajah semua yang berkumpul disana.
acara kemudian diteruskan dengan makan bersama.
siang menjelang dan keluarga Irfan pun berpamitan untuk pulang.mereka memutuskan pernikahan akan dilangsungkan tiga bulan lagi.
sementara menunggu hari pernikahan tiba Melina kembali lagi ke kota Bandung karena Alifa belum libur sekolah .keputusan pernikahan dilaksanakan tiga bulan lagi adalah salah satunya mempertimbangkan sekolah Alifa yang sudah libur pada bulan itu.
sepuluh hari sudah Melina berada di kota kelahirannya.kini sudah waktunya dia kembali lagi ke bandung karena sudah terlalu lama Alifa ijin sekolahnya.
saat ini mereka sudah berada di bus yang membawa mereka menuju kota Bandung.
setelah melewati beberapa jam akhirnya
pagi harinya mereka telah tiba di kota Bandung lagi.
saat ini Melina sedang menunggu Irfan yang akan menjemput mereka di terminal.
Melina tersenyum melihat kedatangan Irfan yang akan membawa mereka ke kontrakannya.
"udah dari tadi Mel kamu datangnya?". tanya Irfan tidak enak hati karena terlambat datang.
"belum lama kok fan". jawab Melina sambil tersenyum.
"nggak apa-apa kok fan kamu nggak usah merasa bersalah emang bus nya aja yang kecepetan hehe".ucap Melina
akhirnya Irfan membawa mereka menuju kontrakannya.
tak berselang lama mereka telah tiba dikontrakkan.
"duduk dulu fan,minum dulu ".kata Melina sesaat setelah sampai di kontrakan.
irfan pun duduk diteras rumah kontrakan.melina bergegas kedalam diikuti Alifa tak lama Melina sudah keluar lagi sambil membawa air minum untuk Irfan.
"gimana tadi di perjalanan Mel...aman?".tanya Irfan.
"amaaan lahh ".jawaban Melina.
"mata dan hati kamu juga aman kan?".tanya Irfan sambil tertawa.
"hemm apa nih... cemburu apa gimana.siapa juga yang mau ngelirik orang kaya aku gini fan".jawab Melani
"ada Mel...aku orangnya haha".jawab Irfan sambil tergelak.
Melani pun ikut tertawa "bisa aja kamu gombal ya fan". mereka pun tertawa bersama.
"ya udah kmu istirahat gih pasti capek kan.aku pulang dulu ya".pamit Irfan
__ADS_1
"heem makasih ya fan".ucap Melina.
"sama-sama ".jawab Irfan sambil mengecup kening Melina lalu diapun pamit pulang.