Jodoh Setelah Perpisahan

Jodoh Setelah Perpisahan
bab.5.Akhirnya ketok palu


__ADS_3

Melina sedang mempersiapkan segala persyaratan yang diperlukan untuk proses perceraiannya.


dia ingin semua cepat selesai agar ia tidak merasa seperti sedang selingkuh karena menjalin hubungan dengan Irfan karena statusnya yang belum resmi berpisah secara hukum.


hari ini dia pergi ke pengadilan agama untuk menyelesaikan semuanya.


untunglah Melina punya seorang teman yang pernah menjalani proses perceraian jadi dia minta tolong agar dibantu karena dia tidak mengerti prosedur perceraian.


ternyata tidak bisa selesai dalam waktu sehari tapi Melina akan bersabar karena dia percaya kesabaran pasti akan membawa kebahagiaan.


kini ia sudah duduk di kursi ruang tengah kontrakannya.


"huhh ternyata ribet juga ngurus beginian.tapi mau gimana lagi daripada terus digantung".ucap Melina seorang diri.


"assalamualaikum".terdengar salam dari luar yang Melina tau itu adalah suara Alifa anaknya.


"waalaikumsalam...eh fa udah pulang?".tanya Melina.


"udah Bu".jawab Alifa sambil masuk lalu mencium tangan ibunya.


"ibu baru pulang yah?".tanya Alifa sambil duduk disamping ibunya.


"iya nih fa.capek juga ternyata fa ngurus ini itu tuh".jawab Melina.


"apakah udah beres semuanya Bu?"tanya Alifa lagi.


"belum fa,mungkin harus datang lagi dua atau tiga kali.tapi nggak apa-apa lahh.harus berjuang".jelas Melina.


"semoga semuanya lancar ya Bu".ucap Alifa mendoakan.


"aamiin fa,ibu pengen semuanya cepat selesai".jawab Melina lagi.


hening


mereka sibuk dengan pikiran masing-masing entah apa yang mereka pikirkan.


"fa...nanti kalau ibu udah resmi berpisah sama ayah kamu,kita pindah kontrakan ya".tanya Melina pada putrinya.


"ifa nggak apa-apa kan?"tanya Melina lagi.


Alifa tampak berpikir sejenak lalu berkata pada ibunya."nggak apa-apa Bu...ifa mah gimana ibu aja.pokoknya ifa akan ikut kemanapun ibu pergi ".jawab Alifa yang membuat Melina terharu dan matanya berkaca-kaca.


Melina memeluk Alifa erat."maafin ibu ya fa... karena ibu kamu jadi menderita ".ucap Melina sambil menitikkan air mata.


Alifa pun sama dia kini juga sudah meneteskan airmata."ibu jangan minta maaf,ibu nggak salah kok.mungkin ini sudah takdir kita Bu".ucap Alifa yang justru semakin membuat Melina merasa bersalah.


Melina sangat terharu sekaligus sedih karena Alifa harus dewasa sebelum waktunya dan dia harus kehilangan keluarga utuhnya.tapi dia percaya kepada kekuasaan Allah bahwa setiap kesedihan pasti akan diganti dengan kebahagiaan.


"semoga ibu bisa menemukan kebahagiaan Baru secepatnya ya".ucap Alifa tiba-tiba yang membuat Melina sedikit terkejut.pasalnya selama ini dia belum menceritakan perihal Irfan kepada alifa.kadang dia khawatir saat akan menceritakannya.dia takut Alifa tidak mau menerimanya.


mungkin inilah saatnya dia menceritakan tentang Irfan kepada Alifa.


"FA...,panggil Melina.dia menjeda ucapannya ada keraguan yang menghampirinya.


"ada apa Bu".tanya Alifa


"eemm... seandainya saat ini ibu sudah menemukan pengganti ayahmu apakah Alifa marah?"tanya Melina hati-hati.


"kenapa harus marah Bu,Alifa seneng kalo ibu bahagia.itu yang selalu Alifa doakan".jawab Alifa.


"emang udah ada ya Bu...?".tanya Alifa dengan senyum jahilnya.


"duhh yang udah move on".goda Alifa kepad ibunya.


"kamu mah gitu fa ngeledek ".balas Melina malu-malu dengan wajah yang bersemu merah.


"cieee...yang salting".goda Alifa lagi sambil tertawa-tawa .


"ihh kamu fa".Melina menggelitik Alifa gemas.mereka tertawa bersama seolah tidak ada kesedihan yang tengah mereka rasakan.


"eh fa ganti baju gih trus kita makan yukk ibu laper nihh .kita makan bareng yuk tadi ibu udah beli nasi Padang "titah sang ibu karena sedari tadi Alifa memang belum mengganti seragam sekolahnya.


Alifa pun bergegas masuk ke kamar untuk mengganti baju.


saat ini mereka sedang duduk bersama untuk menikmati makan siang.

__ADS_1


Karena akan sibuk bolak balik pengadilan agama maka Melina memutuskan untuk libur jualan sementara.supaya dia lebih fokus untuk membereskan masalah perceraiannya.


"Bu...kapan ibu kenalin ke ifa?"tanya Alifa tiba-tiba yang membuat Melina sedikit gelagapan karena dia tidak menyangka bahwa Alifa akan bertanya seperti itu.


"kenalin siapa fa...?".tanya Melina pura-pura.


"aduh ibu pake pura-pura nggak tau lagi".jawab Alifa senyum -senyum sambil menaik turunkan alisnya.


"ihh kmu mah ada-ada aja".jawab Melina


"nanti lahh fa kalau masalah yang ini udah beres ibu bakal kenalin ke ifa".jawab Melina.


"semoga ini memang jodoh ibu ya.dan semoga ibu bahagia".ucap Alifa yang membuat Melina benar-benar terharu dan bahagia.


"aamiin fa makasih doanya ya"jawab Melina.


"sama-sama bu". jawab Alifa dan mereka pun saling tersenyum.


hari sudah beranjak malam.saat ini Melina sedang rebahan sambil memainkan ponselnya.sedangkan Alifa sudah tertidur disampingnya setelah tadi menyelesaikan pekerjaan sekolahnya.


tringg..


bunyi notifikasi dari ponselnya.dia langsung membuka aplikasi hijau itu dan ternyata Irfan lah si pengirim pesan tersebut.


"Met malem sayang,kamu udah tidur belum"tulus Irfan di pesan singkatnya.


Melina yang belum terbiasa dipanggil sayang merasa tersipu malu mungkin kalau Irfan ada didepannya pasti bisa melihat rona merah dipipinya.


"belum fan". jawab Melina malu-malu.padahal Irfan juga nggak bisa lihat wajahnya.tapi tetap saja itu bisa membuatnya tersipu malu.


"gimana kmu tadi dipengadilan semuanya lancar?"tanya Irfan


"hari ini lancar fan...cuma nggak bisa sekali langsung beres.mungkin satu dua kali lagi aku ke sana ".jawab Melina


"ya udah nggak apa-apa yang penting beres semuanya".ucap Irfan lagi .


"makasih fan"jawab Melina


"sama-sama Mel".ucap Irfan


Melina beranjak dari tempat tidurnya lalu menuju ruang tengah.dia tidak mau mengganggu tidur Alifa putrinya.


Melina pun menggeser tombol hijau.tampaklah senyum seorang pria diseberang sana.


"hai sayang aku kangeeenn...rasanya tidak akan cukup hanya memandang wajahmu.aku ingin menyentuhnya".ucap Irfan ngegombal.


Melina benar-benar tidak bisa menyembunyikan rona merah dipipinya. dan itu membuat Irfan semakin gemas kepadanya.


"maaf ya fan kita tidak bisa ketemu dulu karena aku ingin semuanya cepat selesai".ucap Melina


merekapun ngobrol ngalor ngidul hingga tak terasa waktu sudah malam.tampaknya Melina sudah mengantuk karena Irfan melihat beberapa kali Melina menguap.


"ya udah Mel sebaiknya kamu tidur udah malem juga nih".titah Irfan.


"ya udah ya fan aku mau tidur dulu".ucap Melina.


akhirnya mereka pun mengakhiri panggilannya setelah drama Irfan yang ingin dicium oleh Melina terlebih dahulu sebelum panggilan dimatikan.


keesokan harinya karena Melina libur jualan maka dia hanya masak untuk makan mereka sendiri.


tidak butuh waktu lama Melina sudah menyelesaikan kegiatan masaknya.


dia kini bersantai diruang tengah sambil berselancar di dunia Maya.


triing


bunyi notifikasi dari pesan WhatsApp nya . Melina langsung memeriksa dan ternyata Irfan lah pengiriman nya.


"hai sayang lagi apa?".tulus Irfan pada pesannya.


"aku lagi santai fan,udah selesai kerjaan rumah ya santai aja mau ngapain lagi".balas Melina.


tiba-tiba panggilan telfon berbunyi.melina pun langsung menggeser tombol hijau.


"assalamualaikum fan... nanti kamu dimarahi bos loh kalo kerja sambil telfonan".ucap Melina.

__ADS_1


"waalaikumsalam...aku lagi istirahat sayang".jawab Irfan yang membuat hati Melina berbunga-bunga setiap mendengar kata sayang.entahlahh...mungkin karena Dia sudah terlalu lama tidak pernah mendengar kata itu.


"ohh.."Melina hanya ber oh ria.


"kalau lagi istirahat cepat makan dong kamu". titah Melina.


"aku pengennya makan kamu hehehe ".goda irfan.yang membuat bulu kuduk Melina meremang.


"dihh apaan sih nggak jelas banget".omel Melina.


"iihh beneran tau.aku tuh udah kenyang kalau liat kamu apalagi kalo sampe makan kamu tambah kenyang lagi aku".goda irfan.yang membuat Melina senyum -senyum sendiri.


"tau ahh ngaco aja kamu".ya udah gih cepet makan ntar keburu habis waktu istirahatnya jadi nggak makan deh".omel Melina lagi.


"ya udah deh kalo gitu udah dulu ya sayang bye muah muah".ucap Irfan mengakhiri panggilannya.


Melina hanya senyum -senyum sendiri.dia membatin ternyata sebahagia ini aku saat ada yang menyayangiku dengan tulus.


waktu terus berlalu kini tibalah hari dimana Melina harus mendatangi lagi kantor pengadilan agama.


dia berdoa semoga setelah ini semuanya beres dan selesai.


setelah sampai di pengadilan agama semua proses telah ia lalui dan ternyata semuanya telah selesai dan nantinya tinggal menunggu akta cerai keluar aja.


Melina bernafas dengan lega setelah keluar dari gedung tersebut.


"Alhamdulillah semuanya telah selesai".ucap Melina dalam hati.


dia pun kembali kerumah.


malam harinya dia mengirimkan pesan singkat kepada Irfan dia memberi tahukan bahwa semua sudah selesai.


Irfan pun langsung melakukan panggilan telfon.


"assalamualaikum"ucap Melina


"waalaikumsalam Mel...beneran semua sudah beres Mel.?tanyanya sambil tersenyum tiada henti dia merasa lega dan bahagia


"he em".jawab Melina singkat.


"hari Minggu besok kita ketemu ya,di tempat biasa aja ya".ajak Irfan penuh semangat rasanya dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan pujaan hatinya.


hari yang di janjikan pun tiba.dengan senyum yang terus menghiasi wajah tampannya Irfan sedang bersiap -siap untuk berangkat ke tempat yang di janjikan.


dia selalu tiba setengah jam sebelum waktu yang disepakati itulah kebiasaan dia.


tak lama berselang Melina pun tiba mereka langsung duduk berdua di dekat sebuah pohon di taman tersebut.


cuaca yang tidak terlalu panas menambah keromantisan dan kesyahduan pasangan yang sedang merasakan kebahagiaan itu.


"Mel boleh nggak sih aku peluk kamu?"tanya Irfan tiba-tiba.


Melina mengangguk kan kepalanya.lalu Irfan pun langsung memeluk erat melina.dia berbisik ditelinga Melina "aku sangat bahagia sayang.akhirnya akmu telah terbebas dari ikatan itu.dan aku bis secepatnya melamarmu".ucap Irfan disela pelukannya.


degh


Melina tidak menyangka kalau Irfan akan mengatakan itu


apakah dia serius dengan ucapannya dia masih tidak percaya dengan yang dia dengar.


"apakah kamu serius fan?"tanya Melina


Irfan pun melepaskan pelukannya kini dia menatap Melina dalam.


"apakah kamu tidak percaya padaku?apa kamu tidak melihat keseriusan dalam ucapanku?".ucap Irfan.


Melina mencari kebenaran dalam sorot mata lelaki itu dan dia tidak menemukan kebohongan disana.


Melina mulai berkaca-kaca.dia seperti tidak percaya tapi dia sangat bahagia.


Irfan menghapus air mata yang telah membasahi pipinya .


"sssh jangan nangis dong.aku serius dan tidak pernah mempermainkanmu".ucap Irfan lagi.


Melina pun menganggukkan kepalanya.irfan menatap dalam mata Melina dan perlahan tatapan itu turun kearah bibir tipis Melina dia lalu mengecup bibir itu dia sedikit ********** dan ternyata Melina membalas ciuman itu akhirnya mereka memperdalam ciumannya.mereka terus bertukar Saliva dan baru berhenti setelah keduanya hampir kehabisan nafas.irfan menatap wajah Melina satu lalu memeluk tubuh melina.mereka saling bertukar energi kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2