
Semakin tinggi pohon maka semakin besar terpaan anginnya.tapi karena batang yang sudah kokoh maka akan mampu menahan terpaan angin.walaupun ada kalanya pohon juga tidak kuat menahan kuatnya angin.bisa jadi karena akar yang terlalu dangkal jadi mudah terangkat ke permukaan dan akhirnya tumbang.
seperti itulah perumpamaan kehidupan berumahtangga.semakin lama usia pernikahan maka semakin banyak pula ujian dan godaan nya tapi jika pondasi rumah tangga nya kokoh maka tak akan bisa menggoyahkannya.
pondasi dalam rumah tangga adalah saling percaya,saling menghargai,saling menyayangi,saling memahami dan saling mengerti.
seperti itulah kehidupan rumah tangga Melina dan irfan.kepercayaan yang mereka berdua bangun telah mampu menghalangi godaan orang ketiga alias pelakor.
menjelang malam Irfan baru pulang kerumahnya.
"assalamualaikum".ucap Irfan.
"waalaikumsalam ".jawab Melina membukakan pintu ia lalu mencium tangan suaminya.
mereka pun duduk di ruang tamu."mas kalau mau mandi aku udah bikinin air panas tuh".ucap Melina memberitahu.
"iya nih mas pengen mandi dulu .bau nih".ucap Irfan sambil mencium ketiaknya.melina hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala.
selesai Irfan mandi mereka pun makan malam.mereka makan dalam suasana hening.hanya denting sendok yang beradu dengan piring saja yang terdengar.
mereka telah menyelesaikan acara makan malamnya.kini mereka sedang santai sambil menonton televisi.
"mas gimana tadi kelanjutan si Seli udah mas laporin belum ke atasan ?".tanya Melina.
"belum sayang.tadinya mas mau langsung laporin tapi mas pikir-pikir lagi,kita kan nggak punya bukti.takutnya Seli nggak mau ngaku.mas takut jadi bumerang ".jelas irfan.
"yaa mas mau bukti dari mana tadi aku panik takut mas diapa-apain jadi langsung masuk.lagian aku juga nggak rela kalau mas disentuh- sentuh perempuan lain.o iya mas tadi cuci bersih nggak itu bibirnya.kayanya tadi udah nempel deh tu bibir pelakor".ucap Melina dengan wajah cemberut karena kesal.
"uluh uluuhh...tayang tayang cemburu hahaha".goda Irfan sambil menggoyang--goyangkan wajah istrinya yang masih cemberut.
"apaan sih.kesel tau nggak sih".sungut melina.irfan tersenyum lalu meraih dagu istrinya. "sayang maaf ya mas nggak tau kalau bakal kejadian kaya gitu.mas nggak curiga karena yang nganterin kopinya tuh OB dan dia udah lama kerja disitu".jelas Irfan lalu ia mengecup bibir Melina agak lama."lagian mas kan nggak sadar jadi nggak kerasa kok".ucap Irfan lagi.melina hanya menatap sekilas dengan wajah yang masih cemberut."udah dong marahnya yahh".pinta irfan.melina hanya tersenyum.
"tapi mas gimana kalau Seli nanti nekat lagi.aku takut mas".ucap Melina.
"udah sayang...percaya sama mas ya.nanti mas mau bawa makanan dan minuman dari rumah aja deh ".bener itu mas".sahut Melina dengan wajah sumringah .dia lega suaminya punya ide seperti itu.walaupun masih tetep ada kekawathiran di hatinya.
__ADS_1
"pokoknya mas harus hati-hati ya".ucap Melina mengingatkan.
Irfan tersenyum lalu menjawab "iya sayangg".ucap Irfan.
mereka pun akhirnya pergi tidur setelah selesai sholat isya.dan Irfan memang melarang istrinya tidur terlalu malem.karena itu berpengaruh buruk pada kesehatan ibu dan bayinya.
Irfan telah sampai di kantor.dia berjalan menuju ruangannya sambil matanya mencari-cari sosok Seli dan dia melihat Seli sedang mengobrol dengan temannya.dan ternyata dia menoleh dia lalu mengangguk saat melihat irfan.dan Irfan pun hanya membalas dengan anggukan juga.
"hemm sepertinya tidak ada gelagat aneh atau mencurigakan.mungkin saja dia sudah sadar.semoga saja".batin irfan.
padahal sebenarnya yang terjadi adalah Seli sedang mengatur strategi lanjutan untuk kembali menggoda.tapi saat ini ia akan mendekati pria lain dulu untuk mengalihkan perhatian Irfan .karena ia yakin Irfan pasti masih curiga padanya.
hari-hari berjalan dengan tenang.irfan pun masih terus mengawasi seli.karena dia sempat memergoki Seli masih curi-curi pandang ke arahnya.tapi dia sedikit heran melihat tingkah laku Seli saat berdekatan dengan rekan kerjanya yang pria.dia seperti sedang menggoda karyawan laki-laki tersebut.
saat ini Irfan sedang di depan toilet.ia yang tadinya mau masuk ke toilet mengurungkan niatnya.dia melihat dua orang sedang kasa kusu.dia menajamkan penglihatannya.dan dia terkejut karena yang di lihatnya adalah seli.dia langsung ingat untuk menjadikannya bukti dia mengambil ponselnya dan merekam kejadian tersebut.terlihat Seli sedang memepet karyawan laki-laki tersebut.padahal setau Irfan karyawan tersebut sudah punya istri.tapi ya namanya juga manusia.kalau tidak kuat iman pasti tidak tahan godaan.
sungguh tidak tau malu, mereka mulai melakukan adegan panas di depan toilet.memang sekarang bukan jam istirahat jadi sepi,.mungkin karena itulah mereka berpikir melakukan nya di sana.
"ternyata kamu belum berubah sel".gumam Irfan lirih.
setelah mereka selesai melakukan adegan terlarangnya.mereka pun masuk ke toilet masing-masing.llu Irfan pun kembali ke ruangannya.dia tidak jadi masuk ke toilet.
"halo assalamualaikum sayang".ucap Irfan di sambungan telfon.
"waalaikumsalam mas.ada apa?". tanya Melina penasaran.
"sayang aku udah dapet bukti tentang sseli, ternyata dia belum berubah sayang"ucap Irfan penuh penyesalan.
ya udah mas cepet laporin aja kan udah ada buktinya.orang kaya gitu harus di bikin jera.
"iya sayang mas akan laporin.ya udah dulu ya sayang.mas tutup dulu teleponnya ".ucap Irfan.
"iya mas....semoga semuanya cepat selesai ya".ucap meling
Irfan pun menghadap atasan.dia menceritakan kejadian yang pernah dialaminya.ia juga menunjukkan bukti yang di dapatnya.Dia tampak berfikir lalu mengatakan "kalau masih sebatas hanya melakukan hal seperti itu saya tidak bisa langsung memecat dia,karena dia kinerjanya bagus tapi saya akan beri peringatan dulu.
__ADS_1
nanti kalau dia berulah lagi saya akan langsung memecat dia.
Irfan kecewa dengan penjelasan dari atasannya tersebut.
"oh iya pak".jawab Irfan. kecewa.
lalu dia pun pamit untuk kembali ke ruangannya.
tak banyak yang bisa dilakukan Irfan meski telah mempunyai bukti.
waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore..Irfan kini sedang bersiap-siap untuk pulang.
setelah sampai dirumah dan mengucap salam dia langsung masuk kerumah dan ternyata istrinya sedang menonton televisi.
"sayang tadi aku udah laporin si Seli tapi ternyata tidak bisa di pecat karen dia kompeten".ucap Irfan menceritakan kejadian tadi.
"ya udahlah mas.kita berdoa aja semoga Seli cepet dapet hidayahnya.".ucap Melina menghibur suaminya.
sudah satu bulan sejak kejadian tersebut dan sepertinya Seli sudah tidak mengganggu Irfan lagi.entahlahh.
dan pagi ini terdengar suara ribut-ribut .ada yang sedang bisik-bisik.
lalu Irfan bertanya pada salah satu karyawan "ada apa ini?". tanyanya.
"Seli pak, Seli di pecat". jawab karyawan tersebut.
Irfan pun terkejut lalu dia bertanya lagi."apa masalahnya?".tanya Irfan
"ternyata dia menggelapkan uang perusahan pak.dia memakai uang perusahaan untuk memenuhi gaya hidup dia yang mewah.". jawabnya.
akhirnya Seli pun di pecat karena menggelapkan uang perusahaan.
itulah hidup.makanya bergayalah semampunya.jangan melampaui batas kemampuan karena hanya akan merugikan diri sendiri.
Irfan langsung mengabarkan berita itu kepada istrinya lewat telpon.dan Melina sangat lega dan bahagia Karena pelakor yang meresahkan sudah jauh pergi.
__ADS_1
kini ia pun akan menjalani kehamilannya dengan tenang.
pelakor memang ada di mana-mana jadi diperlukan kesetiaan seseorang terhadap pasangannya untuk menghindari godaan pelakor.