
Tiga bulan sudah mereka menjalani kehidupan rumah tangga.suka duka silih berganti menghampiri.tapi sejauh ini masih bisa dilewati oleh pasangan yang belum lama menikah itu.
pagi ini Irfan Tengah bersisp- siap berangkat kerja.dia sudah terlihat rapih.
setelah sarapan dia pun berpamitan pada istrinya.
"sayang aku berangkat dulu ya".pamit irfan.lalu Melina pun mengangguk dan tersenyum.
"hati-hati ya mas". ucapnya sambil mencium tangan suaminya.
Irfan pun berangkat dengan menggunakan motornya.tinggalah kini Melina seorang diri.
Melina hari ini tidak masak untuk jualannya karena ia berencana memberikan kejutan untuk suaminya.dia akan mengantarkan makan siang untuk suaminya.
setelah selesai masak Melina pun bersiap-siap.dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena badannya bau keringat.
dia kini sudah rapih dan duduk diruang tengah Karena menurutnya kalau berangkat sekarang masih terlalu lama waktu makan siang.
setelah dirasa waktunya pas diapun berangkat menuju tempat kerja suaminya.dia sengaja tidak memberi kabar terlebih dahulu karena ingin memberikan kejutan.dia akan memberi kabar saat sudah didepan tempat kerjanya.
tak lama ia pun telah sampai didepan pabrik tempat Irfan Bekerja.
Irfan bekerja dipabrik garmen sebagai pengawas.
Melina pun menepikan kendaraannya.dia lalu menghubungi irfan.saat ini sudah terlihat para karyawan keluar untuk makan siang karena sekarang sudah masuk jam istirahat.
tapi belum juga ia menekan nomor Irfan dari jauh dia melihat suaminya keluar dari pintu gerbang tapi dia terkejut dengan penglihatannya .dari jauh dia melihat suaminya itu sedang mengobrol sambil tertawa -tawa.ada nyeri yang menyeruak tiba-tiba karena Melina melihat cara mereka bercanda seperti seseorang yang sangat dekat.entahlah itu.senenarnya Melina tak ingin berburuk sangka tapi ternyata api cemburu sudah menguasai pikirannya.dia mengurungkan niatnya untuk memberikan kejutan pada suaminya.dia pun langsung pulang dengan perasaan yang tak karuan.
sesampainya dirumah dia langsung menghempaskan tubuhnya di kursi dengan perasaan kesal.
seharian ini Melina hanya berdiam diri dirumah karena perasaan kesal dan cemburu masih menguasai hati dan pikirannya.
waktu menunjukkan sudah pukul empat sore .saat ini adalah waktunya Irfan pulang.lina belas menit kemudian dia pun sampai.
"assalamualaikum".ucapnya.
tidak ada sahutan."assalamualaikum....sayaaang". ucapnya lagi.tapi tetap tidak ada sahutan.akhirnya dia pun memutuskan untuk melihat kekamar.
"hmmm pantesan nggak nyahut.lagi tidur ya sayang". gumamnya pelan.melina sampai tertidur karena saking kesalnya menahan cemburu tadi.
"capek banget ya sayang sampe pules gt tidurnya ".ucapnya pelan lalu mengecup keningnya lembut.
Melina menggeliatkan tubuhnya karena merasakan sentuhan di dahinya.ia pun membuka matanya.
__ADS_1
"eh mas udah pulang ya? maaf aku ketiduran sampai nggak kedengaran kamu masuk mas".ucapnya merasa bersalah.
Irfan tersenyum lalu duduk ditepi ranjang"nggak apa-apa sayang, kelihatannya kamu capek banget.habis ngapain sih hemm".tanya Irfan lembut sambil mengusap kepala istrinya itu.melina sangat bahagia mendapat perlakuan hangat dari suaminya itu .tapi tiba-tiba...degh...diapun teringat dengan perempuan yang dilihatnya tadi dia ingin segera menanyakannya tapi dia urungkan mengingat bahwa Irfan baru sampai pasti dia capek.diapun mengurungkan niatnya ataukah sebaiknya aku tunggu aja mas Irfan menceritakannya pikir Melina kemudian.
"nggak ngapa-ngapain mas .maaf ya mas!".ucapnya dengan rasa bersalah.
"hemm". jawab Irfan sambil tersenyum.
"ya udah mas mau mandi dulu ya".ucap Irfan kemudian.
"iya mas".jawab melina.kemudiandia bergegas menuju dapur untuk membuat kopi .
Melina sudah selesai membuat kopi dan menaruhnya di meja ruang tengah.bersamaan dengan itu Irfan keluar dari kamar mandi.dia langsung menghampiri Melina.
"mas ini kopinya".ucap Melina.
"makasih sayang". jawab Irfan.
Irfan pun meminum kopi yang sudah dibuatkan oleh istrinya tanpa sengaja matanya melihat tempat makan yang ada diatas meja .diapun penasaran.
"sayang ini apa?". tanyanya pada istrinya.
degh.
Melina gelagapan "aduhh kenapa aku lupa simpen sih itu makanan".batin Melina.
"masa sih?".tanya Irfan tak percaya.
"iya lah mas".jawab Melina meyakinkan.
"trus kenapa pake tempatnya kaya gini .kaya yang mau dibawa pergi gitu?".tanya Irfan lagi masih dengan rasa penasarannya.
"sayang aku liatin dari tadi kmu kaya yang murung gitu,kenapa hemm?".tanya Irfan lagi.kini dia mulai melupakan tentang kotak makan itu.
"nggak pa pa mas.aki biasa aja".jawab Melina.
"mas gimana di pabrik kerjaannya.lancar kan?".jawab Melina mengalihkan pembicaraan.
"Alhamdulillah lancar sayang".jawab Irfan.
"mas mau makan?".tanya Melina.
"Ayuk...sayang udah makan berapa kali tadi.awas jangan sampai telat makan ya".ucap Irfan.
__ADS_1
"ah aku mah banyak kali makannya mas".jawab Melina .mereka pun tertawa bersama.
Mereka kini sedang menikmati makan bersama.
"sayang itu sebenarnya mau buat siapa bekel makan".tanya Irfan curiga saat teringat tempat bekal yang kini dipakai makan oleh Melina.
"emmm....maaf mas".ucap melina.dia merasa semuanya harus diluruskan karena dia tidak tenang selama semuanya belum jelas.
"loh kenapa malah minta maaf".tanya Irfan.
"sebenarnya tadi aku ke tempat kerja mas".ucapnya.
"terusss".tanya Irfan penasaran.
"ya tadi aku kesana pas istirahat mau kasih bekel makan ini".tunjuk ya pada makanan yang sedang dia makan sekarang.
"trus pas aku mau telfon ,mas pas keluar sama cewek tuh, siapa?akrab banget kayanya". tanyanya dengan bibir mengerucut
Irfan pun tersenyum dia berpindah tempat duduknya di samping istrinya.
"hemmm jadi istriku ini lagi cemburu ya".tanya Irfan dengan senyum jahilnya.
"apaan sih...ditanya malah bercanda".jawab Melina dengan kesal.
Irfanpun mengusap kepala istrinya.lalu ia tersenyum."sayang dia itu temen kerja mas.cuma temen nggak ada hubungan apa-apa.ya aku memang akrab sama dia.dia temen mas dari pertama mas masuk kerja".jelas Irfan panjang lebar.
"dari pertama masuk kerja?". berarti sebelum mas Irfan ketemu sama aku dong".batin Melina merasa bersalah.
"sayang percaya kan?".tanya Irfan lagi.
Melina tersenyum dan tanpa terasa air matanya mengalir membasahi pipi.airmata bersalah lebih tepatnya.
"udah nggak pa pa jangan nangis.mas seneng kok kalau sayang cemburu berarti sayang cinta banget sama mas kan".ucap Irfan lagi.
"sekali lagi aku minta maaf ya mas.udah berprasangka yang bukan-bukan".ucap Melina lagi.
"iya sayang".ucap Irfan sambil memeluk tubuh istrinya.
mereka pun larut dalam pikiran masing-masing.
"sayang...kita kan udah janji bakal saling percaya dan saling terbuka.jadi kalau ada masalah apapun jangan disimpan sendiri yah.kita harus bicara'in biar nggak jadi masalah besar".ucap Irfan panjang lebar .
"iya mas.sekali lagi aku minta maaf".ucap melina.irfan pun mengeratkan pelukannya.pelukan yang membuat .melina nyaman dan merasa damai.
__ADS_1
tak terasa waktu sudah beranjak malam.karena hari ini banyak pikiran yang menguras tenaga Melina akhirnya dia pun sudah tertidur lebih dulu.irfan pun menyusul ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disamping istrinya.dia mengecup kening istrinya lama "makasih sayang".gumamnya .lalu ia pun tidur sambil memeluk Melina dari belakang.
itulah hidup masalah sekecil apapun jika tidak cepat diselesaikan maka akan menjadi masalah besar dan akan menimbulkan dampak yang buruk dalam suatu hubungan maka dari itu diperlukan kejujuran dan keterbukaan dalam suatu hubungan agar hubungan bisa langgeng sampai maut memisahkan.