
Matahari pagi bergulir dengan hangatnya.semua orang memulai aktifitasnya.tak terkecuali dengan keluarga kecil melina.Alifa sedang bersiap pergi ke sekolah sedangkan Melina sedang mempersiapkan untuk berjualan lagi.dia sedang mencatat apa saja yang akan dibelinya.dia memutuskan akan berjualan dulu sambil menunggu waktu pernikahannya dan ia juga berfikir hasil dari berjualannya bisa untuk menambah-nambah biaya pernikahannya.
"ibu mau belanja ya?"tanya Alifa saatkeluar dari kamar dia kini sudah memakai seragam sekolah dan Melina sedang duduk diruang tamu.
"iya fa, kamu udah mau berangkat?sarapan dulu gih!".titah ibunya.
"iya Bu".Alifa bergegas menuju dapur untuk mengambil makanannya.
setelah selesai sarapan melina mengantarkan Alifa kesekolah lalu langsung menuju pasar.
setelah berkeliling akhirnya Melina sudah mendapatkan semua barang yang dicarinya.diapun bergegas pulang.diperjalanan menuju pulang dia melewati sebuah taman kecil yang ada dipinggir jalan.karena saat ini dia pulang tidak melewati jalan yang biasa ia lalui karena dia ingin berkeliling sebentar pikirnya.
tanpa sengaja matanya melihat sekilas sosok yang sangat familiar baginya.
dia menajamkan penglihatannya dan ternyata benar itu memang dia batin Melina.
mereka seperti terlibat pertengkaran."siapa ya perempuan itu"batin Melina bertanya -tanya.
mungkinkah dia yang selama ini membuat dia berubah kepadaku.
yahh dia adalah Hardi mantan suami Melina.
"mereka sepertinya sedang bertengkar "gumam melina."ahh abaikan saja".gumam Melina lagi lalu ia melajukan motornya dan menambah kecepatan.tapi sepertinya yang dilewati bisa menangkap sosok yang melewatinya.
"dia seperti Melani".batin Hardi menerka - nerka.
"apa dia masih di kota ini". tanyanya dalam hati.
"mas kamu lihat siapa sih?"tanya perempuan yang disampingnya karena merasa diabaikan.
"enggak kok".jawab Hardi .
"ya sudah ayo kita pulang"!.ajak Hardi.
"jadi gimana keputusanmu mas?"tanya wanita itu yang bernama Lisa.
"entahlah aku akan memikirkannya nanti".jawab Hardi.
"kenapa harus nanti sekarang aja".jawab Lisa sambil menghentakkan kakinya.
ternyata mereka sedang membahas tentang Lisa yang ingin dinikahi oleh hardi.tetapi Hardi masih ragu-ragu.
akhirnya mereka pun pulang.
Hardi memang tidak tau kalau Melina sudah bertunangan karena dia tidak pernah mau datang ke kontrakan Melina walaupun jaraknya dekat.dia akan menunggu Alifa di gang saat dia pulang sekolah jika ingin memberikan uang jajan untuk Alifa.
hari-hari berikutnya masih sama.rutinitas yang sama untuk melina.dia masih berjualan.
dan pagi ini dia berbelanja keperluan jualannya lagi.tapi saat melewati jalan menuju pasar dia bertemu dengan Hardi dan sepertinya dia sengaja menunggu Melina lewat .dia memanggil Melina yang melewatinya.melina pun menghentikan motornya.
__ADS_1
"Mel apa kabar?".tanya Hardi setelah Melina mematikan motornya.
"baik".jawab Melina singkat dan ogah-ogahan.
"aku mau bicara sebentar Mel".ucap Hardi kemudian.
"ada apa ya.aku mau ke pasar nih keburu siang".ucap Melina ketus.
"sebentar saja Mel aku mohon".ucap Hardi memohon.
"ya sudah baiklah".jawab Melina tanpa turun dari motornya.
"Mel aku minta maaf udah salah selama ini". ucap Hardi dengan wajah penuh penyesalan yang entah itu penyesalan benar-benar atau palsu.
"kenapa baru sadar sekarang.sudah terlambat kali kalau mau menyesal.aku sudah nunggu sekian lama.tapi kamu nggak pernah mikir".balas melina.sebenarnya dia sudah malas berurusan lagi dengan Hardi mantan suaminya itu.
Hardi terdiam tak menjawab.dan itu membuat Melina semakin malas meladeninya.
"ya sudah kalau sudah selesai aku mau pergi dulu".ucap Melina yang sudah benar-benar malas meladeni Hardi.
"tunggu Mel".tahan Hardi saat melihat Melina akan menghidupkan motornya lagi .
"apalagi sih?kalau cuma mau minta maaf aku udah maafin.aku harap kamu nggak ganggu hidupku lagi".ucap Melina yang sudah kesal dengan sikap Hardi.
"Mel...apa Kamu mau balikan lagi sama aku".ucap Hardi kemudian.
"kenapa...apa kamu sudah dibuang sama wanita idaman kamu?".tanya Melina lagi.
Hardi tersentak dari pikirannya,dia tidak menyangka Melina bisa berkata seperti itu.
"selama ini aku nggak pernah selingkuh Mel".jelas Hardi.
"ya terus apaa....?"tanya Melina menaikkan nada suaranya karena sudah merasa kesal.
Hardi tampak berfikir dia sedang mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kepada melina.dan dia sendiri pun bingung takut kejujuran nya akan membuat Melina semakin membencinya.tapi dia yakin Melina pasti mau ke.bali padanya karena dia akan menggunakan senjata pamungkasnya yaitu Alifa.
"sekali lagi aku minta maaf mel.aku tegaskan aku tidak pernah selingkuh,dulu aku hanya jenuh.aku merasa sudah tidak ada rasa denganmu waktu itu".ucap Hardi jujur.
Melina tidak percaya dengan apa yang dia dengar.jadi seperti itu.tapi kenapa dulu dia tidak pernah jujur.
"ooo jadi dulu kamu udah bosan sama aku dan sekarang pengen balik lagi gitu?".tanya Melina menahan marah.
"lalu kenapa kamu nggak nyari yang baru aja"?.ucap Melina lagi.
"aku udah coba Mel tapi tidak ada yang cocok.tidak ada yang seperti kamu Mel".ucap Hardi lagi.
"iya memang tidak ada yang bodoh kaya aku yang mau aja diperlakukan kaya gitu".ucap Melina.
"bukan begitu Mel...aku mau balikan sama kamu karena aku masih memikirkan alifa.dia masih membutuhkan sosok ayah disisinya". akhirnya Hardi mengeluarkan jurus pamungkasnya.
__ADS_1
degh.
Melina tampak berfikir sejenak dia memang membenarkan ucapan hardi.tapi itu sudah tidak ada artinya sekarang.
"kamu tidak usah khawatir.alifa baik-baik saja meski tanpa ayah.percuma ada ayah didekatnya juga tapi tak pernah diperhatikan ".ucap Melina dengan ketus rasanya dia ingin menampar mulut Hardi saja karena saking kesalnya.
"oh ya mas aku mau kasih tau satu hal yang pasti belum kamu ketahui".ucap Melina.
Hardi menatap Melina tajam.dia penasaran dengan apa yang akan diucapkan Melina.
"sebentar lagi aku akan menikah mas.dia sudah melamarku dan keluargaku sudah menerimanya ".ucap Melina yang membuat Hardi shock.dia sama sekali tidak menyangka bahwa Melina akan secepat itu mencari pengganti dirinya.
"tapi kasihan Alifa Mel kalau dia harus memiliki ayah tiri.bagaimana kalau ayah tirinya tidak menyayangi Alifa tapi hanya menginginkan kamu.tentu Alifa akan sedih Mel".ucap Hardi memprovokasi.
"udah lah mas jangan aneh-aneh aku atau yang terbaik untukku.dan satu lagi Alifa udah setuju dengan pilihanku dan dia juga mendukung keputusanku".ucap Melina dengan marah.
Melina pun segera menghidupkan motornya dan tancap gas dari tempat itu.dia sudah sangat malas melihat wajah Hardi mantan suaminya itu.
Hardi hanya bisa diam saja.dia tercengang dengan sikap Melina yang sudah berubah drastis.dalam hati ada penyesalan tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
memang benar kata pepatah semua baru akan terasa saat sudah menjauh dan penyesalan selalu datang belakangan itulah yang kini dialami Hardi.
dia hanya bisa menyesali keputusannya kini.
Melina tiba dipasar dan memilih barang yang dibutuhkan untuk jualannya.hatinya masih kesal saat mengingat ucapan mantan suaminya tadi.
sore harinya saat Irfan datang kerumahnya dia menceritakan apa yang dialaminya tadi pagi.dia tidak ingin menyembunyikan apapun dari Irfan dan diapun ingin tau reaksi Irfan akan seperti apa.
seperti dugaan Melina ,Irfan menanggapinya dengan bijak.
"biarin aja lahh mel.yang penting kamu yakin sama aku.itu sudah cukup".ucap Irfan.
"segala sesuatu yang diniatkan baik pasti akan ada ujiannya.dan inilah ujian untuk kita.kedepannya kita harus saling percaya dan saling jujur ya".ucap Irfan lagi.
"iya fan aku akan selalu percaya dan jujur".ucap Melina.
Irfan meraih kepala Melina dan menyadarkannya di bahunya.merwka saling tersenyum.dalam hati Melina bersyukur karena di kirimkan jodoh yang pengertian seperti Irfan.
mereka larut dalam pikiran masing-masing.
"kamu mau menyiapkan masakan untuk jualanmu besok kan Mel"tanya Irfan.
"iya nih...kmu nggak apa-apa kan aku tinggal ke dapur".tanya Melina.
"ya aku bakll ikutin kamu lahh...".ucap Irfan sambil tertawa.
akhirnya mereka menuju dapur dan Irfan pun membantu Melina memasak .mereka memasak sambil sesekali bercanda colek-colekan tepung di pipi kaya di film-film romantis gitu deh.
kalau udah kaya gitu dunia serasa milik mereka berdua aja deh.
__ADS_1