Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 12


__ADS_3

Author POV


Entah mengapa, Yoga merasa nyaman ketika dia berbincang dengan Diandra. Sehingga enggan untuk beranjak dari bangku yang di dudukinya membahas sesuatu yang menyenangkan, membuat Yoga makin menikmati cerita kedua teman 1 sekolahnya itu dengan sesekali tertawa lepas.


Selama ini, Yoga tidak begitu akrab dengan kedua anak itu, tapi entah kenapa ia tiba-tiba mempunyai keberanian untuk mendekati tempat mereka dan akhirnya perbincangan sore ini membuatnya cepat akrab dengan keduanya tanpa rasa canggung sedikitpun.


Menjelang petang Diandra pun memutuskan untuk pulang. Karena bagi Diandra, tidaklah pantas seorang gadis berada di luar rumah saat maghrib tiba. (kalo kata orang Jawa mah, pamali. banyak setan yang keluar saat magrib)


"Gue pulang dulu deh,,udah menjelang magrib nihh, takut kemalaman lagi,," Diandra.


"Iya deh gue juga mo pulang,," kata Nuril seraya berdiri.


"Loe nggak pulang??" tanya Diandra menatap Yoga yang sibuk main ponselnya.


"Emm bentaran deh.. gue mau nunggu temen gue dulu,," jawab Yoga seraya tersenyum.


"Ah elo.. temen apa temen,"


goda Nuril memancing.


"Ehh jangan mulai deh loe,," bisik Diandra merasa tidak enak hati dengan pertanyaan Nuril yang seolah ingin tahu.


" Nihh.. nihh.. liat.. temen gue chat gue.. mau nebeng sekalian pulang..dia lagi futsal tuh di sana.. liat nihh..! " seru Yoga memperlihatkan isi chatnya dengan Jihan.


Yoga tak ingin Diandra berpikiran negatif terhadap dirinya.


"Oohh... hehehhe... eh itu Jihan ya??? Jihan Pratama bukan??? yang 1kelas ama loe??? selidik Nuril..


"Iya.. loe kenal dia kan,... " tanya Yoga. Nuril pun hanya mengangguk mengiyakan.


*Y*a ampunnnnnnn............ keberuntungan gue nihhhhhh...... aaaaaaaaaa.... senengnyaaa Batin Nuril.


"Gue duluan yaa,," kata Diandra seraya melangkahkan kaki pergi ke parkiran.


"Titi DJ diandra " teriak Yoga..


"Iya... " Diandra menjawab dengan tersenyum simpul.


Diandra langsung mengendarai motornya ke arah timur, kearah jln merpati putih. Jalan menuju rumahnya. Sementara Nuril juga melangkahkan kakinya untuk pulang menuju mobil dimana pak supir dan bodyguard nya menunggu. Segera ia masuk kedalam mobil dengan tergesa-gesa.


"Pak ,kita stay dulu disini ya.. jangan pulang dulu.. saya mau lihat teman saya disana tuhh, " perintah Nuril ke supirnya seraya menunjuk kearah dimana Yoga berada.


"Baik Non..emang Nona nunggu siapa sih,? " Pak supir sedikit ingin tahu.


"Ehh helooow.... kenapa bapak jadi kepo gini ya,," selidiknya sambil memicingkan matanya tajam ke arah supir.


"Hehehe... ya kan saya pengen tau.. soalnya wajah Nona serius seperti itu,," jawabnya.


"Sssssttttttttt..... diam deh pak. .tugas Bapak cuma nyetir.. bukan kepoin urusan saya,," ketus Nuril sengit..


Pak supir pun hanya diam mengiyakan perkataan dari majikannya itu.


15 menit kemudian dilihatnya Yoga dihampiri seorang pria yang tak asing. Ya.. benar dia Jihan.. cowok yang di kagumi nuril selama ini.


"Wahhhhh.....itu my baby Jihannnnnn........ "teriak Nuril kegirangan setengah mati membuat pak supirnya terkejut bukan main, karena suara Nuril yang tiba-tiba menggelegar di dalam mobil.


"Ampun deh Nona Nuril... bikin jantung bapak mau loncat saja,," kata supir.


"Sssstttttttttttt..... diammmmmmmmm", perintah Nuril tanpa mengalihkan pandangannya.


Terlihat Yoga dan Jihan berbincang sebentar di bangku taman dan kemudian berjalan ke arah parkiran..


"Oh my god ...!!! dia mendekat kesini.. dia kesiniii.. gue harus gimana nih.. aduhhhhhhhh ..mati gue..malu dong kalo dia tau gue masih disiniiii .", kata Nuril heboh membuat Pak supir ikut celingukan mencari tahu..

__ADS_1


Bukan untuk mendekat ke arah mobil Nuril, melainkan untuk masuk ke mobil sport milik Yoga yang sedang di parkir di sebelahnya mobil Nuril.


"Gue pikir mau kesinii nyamperin gue.. aduhh my baby Jihann... ganteng amat sih,," ucap Nuril sambel menompang dagu.


"Lagian kalau mereka mendekat juga nggak bakal tau kalau Nona di dalam, kan kacanya gelap. " kata supirnya memberitahu.


"Udah ah pak.. yuk pak pulang..ikutan rempong deh Bapak ini" gerutu Nuril.


"Siap Non.."


***


Di rumah, Diandra sedang membersihkan kamarnya, menata kembali buku bukunya sesuai tempat serta mengganti sprei yang udah beberapa hari tidak diganti. Memang diandra selalu menjaga kebersihan kamarnya itu. Meskipun sekarang dia mempunyai ART, bukan alasan dia bermalas-malasan saja. Apalagi sekedar membersihkan kamarnya.


Dan malam minggu ini akan ia gunakan untuk dikamar, membaca novel kesayangannya sampai larut malam.


tokkk.... tokkk.... tokkkk.....


"Non... makan malam sudah siap.. ", kata Bibi memberi tahu dibalik pintu.


"Iya bii sebentar lagi dian turun.. " kata Diandra sedikit berteriak karena Bibi diluar kamar.


Setelah semua beres, Diandra pun turun untuk makan malam.


"Hmmmmm... tiap hari gue makan sendiri.,kangen Ayah Ibu, sedang apa mereka sekarang..apa mereka sama sekali tidak ingat rumah.. " Gumam Diandra seraya menuruni tangga. Entah kenapa hari harinya merasakan kesepian.


"Bii.. bibii... sini deh makan makan sama diandra.. " Diandra memanggil Bibi.


"Ehh non ..ngga sopan kalo saya duduk di kursi, apa lagi makan sama Enon.. saya ngga enak Non. " tolak Bibi halus.


"Gapapa bii.. ayo lahh duduk sini bareng dian.,dian kesepian makan sendiri kek gini, "ucap Diandra..


"Nggak usah Non.. Bibi makan di dapur ajaaa,," tolaknya lagi.


"Ehhh.... Nona nggak boleh kayak gitu.. nanti saya di marahin Ibu kalo Nona nggak makan,," kata Bibi takut..


"Ya udah Bibi temani Enon makan," lanjut Bibi mengalah.


"Nah gitu dong bii..hehehe," Diandra cengengesan.


"Bi...kapan ya Ibu pulang.. udah hampir 3 bulan ngga pulang pulang.. Ayah juga, apa mereka lupa sama Diandra.." kata Diandra mengutarakan kesediaannya.


Memang, Ayah dan Ibunya tidak pernah pulang. Pak Sugeng sedang berada di Luar kota sedang memantau proyek baru yang akan di buat cabang restoran di kota itu.


Sedangkan Ibunya berada di luar kota yang berbeda. Sedang menggantikan manager yang tengah ambil cuti. Hanya sesekali saja Ibu menelepon diandra sekedar untuk menanyakan tentang kabar Diandra. Selebihnya, hanya memantau dari jauh, lewat Bibi.


"Non... Ibu dan Bapak kan sedang bekerja untuk masa depan Enon.. lagian kan ada Bibi yang jaga enon di sini,," kata bibi..


"Iya sih bii..tapi diandra kangen sama mereka,. pulangnya juga kapan diandra ngga tau" ucap Diandra lagi.


"Non dian sabar saja ya non.. mungkin tidak lama lagi, Ibu sama Bapak segera kembali ke rumah.. mungkin mereka saat ini sangat sibuk non,, "


Diandra hanya manggut-manggut mengerti akan ucapan Bibi. Segera ia habiskan makanannya sampai tidak ada yang tersisa. Setelah itu sejenak ia bersantai di balkon ,menikmati udara malam hari. Itu adalah spot favorit Ayah dan Ibunya ketika berada di rumah seraya meminum teh.


"Masuk kamar ah.. nanti gue masuk angin lagi kalo lama lama di sini,," gumamnya seraya melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Diandra berada di kamar sedang bermalas-malasan sambil memainkan benda persegi panjang yang bisa menjadi alat komunikasi itu.. hehehe... iya dia main handphone nya alias ponsel.


Scroll media sosialnya, dirasa tidak ada yang menarik, dia pun memutuskan untuk menuju lemari dimana buku bukunya tertata rapi.


* pasti tau lah yaa.. hobby diandra apaan.*.


Tak berselang lama, handphone-nya bergetar panjang.. tanda telepon masukk, Diandra memang suka mode getar saja, daripada mode dering. Karena baginya dering ponsel terlalu mengganggu konsentrasi nya ketika membaca buku.. hihihi.

__ADS_1


"H**alo.. ada apa** " Diandra mengangkat telepon dari si bawel.. yang tak lain dan tak bukan adalah Nuril..


"Eh beneran lohh yang tadi sama yoga itu si jihan....Ya ampunnnn diannn. " kata Nuril kegirangan setengah matii..


"Teruss... napa loe heboh " cetus Diandra..


"G**ue seneng bangeettttttt.... apalagi tuh ya. Dia habis futsal, kelihatan macho banget... ya ampunnnnnn**,,"


"H**mm terus**??? "


"Ya gue makin Cinta dong sama My baby Jihann..kira kira dia mau nggak ya ama gue"


"K**an gue udah bilang, cari tau aja dulu.. sapa tau dia udah punya cewek**, " kata Diandra memperingatkan..


"A**hh masa bodoh dia punya cewe apa nggak.. palingan kalo punya cewe pasti lebih cantikkan gue kemana-mana.. secara kan gue cantiknya nggak ketulungan**." Ucap Nuril dengan PD nya..


"Dasar sarap " kata diandra mulai jengkel dengan celoteh nuril dan langsung mematikan teleponnya.


Di rumah Nuril.


Nuril sedang berbicara panjang lebar dengan sahabatnya. tanpa dia tau kalau lawan bicaranya sudah mematikan telepon..


"Ehh.. ya nggak dong.. kan emang gue cantik.


lagian kan disekolah Jihan tidak terlihat punya cewek.. gue harus deketin dia.. dan loe harus bantu gue.. Oke," jelas Nuril tapi tidak mendapat respon dari Diandra..


"Haloo dian.. loe tidur??? " panggilnya lagi


"Halooooooowwww..... halooooooow..... ehhh busyet di matiin..daritadi gue ngomong sendiri dong.. kayak orang gila,," dengus Nuril yang baru tau diandra sudah menutup telepon.


"Kok dimatiin sih.. belum kelar gue cerita udah main matiin aja... " katanya lagii


Nuril pun terlihat mengutak atik hapenya lagi kemudian menelepon seseorang.


ttuuuuuuttttttttr📞


"K**y... kirim kontak WAnya Jihan dong.. penting.. " kata Nuril berbicara dengan Ricky.


"E**h kontak gue di blok ya ama diandra" tanya Ricky.


"M**ana gue tau bambangg**" jawab Nuril ogah karena Ricky malah mengalihkan pembicaraan.


"Loe kan sahabatnya maemunah "


"Cepetan loe kirim kontak WA Jihan "


"B**uat apaan**" tanya Ricky.


"B**ukan urusan loe.. udah cepatan kirim"


"OGAH "


"Dasar kutu kupret si*lan.." kata Nuril.


"Bodoh amat**"


Nuril langsung menutup telepon kerena kesal.


"Besok aja deh gue minta langsung kedia" gumamnya pelan...


"Ohhh iya.. gue minta aja ke Yoga" ide brilian muncul.


"Kan dia sahabat Jihan.. ngapain gue buang buang kuota buat telepon Kutu Kupret itu, besok pagi gue harus temuin si Yoga.. " gumam Nuril. Nuril pun segera menuju tempat tidurnya ,dan tak butuh waktu lama.. dia sudah di alam mimpi.

__ADS_1


teman-teman jangan lupa Like dan komenya🤗🤗


__ADS_2