Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 07


__ADS_3

Diandra POV


Gue berada di kamar tengah membaca lanjutan Novel yang kemarin belum kelar. Ponsel gue bergetar panjang tanda telepon masuk.. gue pun segera menjawabnya.


📞Ke mall yuk ,Put !!!! ajak Nuril tiba-tiba tanpa permisi.


📞 Lagi males keluar gue,, jawab gue ogah ogahan.


📞 Ayolah.. plissss..gue jemput 15 mnit lagi gue otw.. kata Nuril dan gue mau tak mau mengiyakan ajakannya.


📞Hmmm ya udah,, ucap gue seraya menutup telepon.


karena gue udah mandi, gue tinggal dandan aja. Memakai pelembab dan sedikit bedak bagi gue sudah cukup untuk sekedar jalan - jalan. Memakai eyeliner dan maskara tipis serta lipcream warna nude yang di ombre dengan warna merah tua selalu jadi andalan gue kalau pergi kemana-mana. Pakaian gue sangat simple, hanya pakai jeans hitam sobek di bagian lutut dan atasan blouse lengan pendek warna navy bagi gue udah cukup. Dan untuk rambut, gue sengaja mencepolnya asal asalan serta memakai bando dan membiarkan sedikit poni gue di bagian depan. Oke perfect..!!!! Dan tak lupa gue pakai flat shoes warna senada dengan atasan serta tas punggung kecil gue. Tak butuh waktu lama gue udah siap, tinggal nunggu Nuril dan gue memutuskan untuk menunggu nya diluar.


"Bii,, diandra mau jalan dulu sama temen ke mall, " pamit gue ke bi sumi Art baru rumah gue.


"Baik Non.. hati hati..cepat pulang ya, Non.. jangan malem malem,," kata bibi sopan..


"Oke bii, diandra cuma bentar kok ke mall nya.. paling entar sore udah balik," jawab gue.


"Iya Non,"


"diandra kedepan dulu ya bii.. nunggu temen biar langsung jalan,," kata gue dan di jawab anggukan oleh bibi.


30 menit berlalu , memang Nuril super duper lemot. Janjian nya 15 menit, nggak taunya udah hampir setengah jam gue nunggu disini.


tttiinnnn..... ttiinnnnnn...,


Suara klakson mobil Nuril sampai di depan rumah gue, gue pun langsung masuk ke dalam mobilnya.


.


.


.


.


Nuril menunjukkan isi chattingan nya dengan Ricky yang mengatakan kalo Yoga udah banyak cewek di mana mana. Ada rasa sedih dan putus asa serta apalah itu, gue nggak tau pokoknya nyesek.


"Udah deh gue males bahas dia..toh mustahil banget yoga bales perasaan gue, gue kan bukan tipe cewe yang dia mau," jawabku dengan tatapan berkaca kaca.


"Ya...masa belum apa - apa udah kayak gini sih loe,," kata Nuril.


"Udah gue nggak mau bahas itu lagi,,gue nggak mau di cap sebagai cewek perusak hubungan orang," kata gue.


"Serah loe deh,," ucap nuril sambil menggela nafas panjang.


"Gue pengen sama si Ricky aja. " kata gue putus asa.


"Ehhh... gimana ceritanya loe malah pengen ama si Kutu Kupret itu.. hey sadar tujuan loe kan Yoga." tegas Nuril.


"Tau ah pusing gue.. " ucap gue menggela nafas.


.


.


.


Sesampainya di mall ,gue bersenang-senang mencoba melupakan tentang perasaan gue yang hanya sebatas angan dengan beli banyak cemilan dan mencoba berbagai permainan di sana. Entah sudah berapa pasang mata orang melihat tingkah kami yang seperti anak kecil kegirangan tak jelas. Lebih tepatnya seperti orang nggak tau mall sama sekali.. hehehee..

__ADS_1


"Ril.. gue laper nih,,!!" kata gue sambil pegang perut .


"Kuy makan!," jawab Nuril.


"Gue pengen burger king of the best seller,,"


"Ya udah ayokk" Nuril pun menyeret gue..


Di tempat makan gue dan Nuril sedang memilih menu..


"Emm...saya mau chiken katsu satu, burger ayam satu, ayam spicy yang paha atas dua kentang goreng dua porsi.. trus minumnya pink lava satu, sama air mineral satu," kata Nuril memilih menu.


"Eh busyet..!!!! banyak amat loe pesen makan," gue tak percaya.


"Udah ah buruan pesen.. laper nih gue," kata Nuril tidak menggubris perkataan gue barusan.


"Saya burger king satu sama air mineral aja mbk satu," ..kataku pada mbak karyawan tersebut.


"Perasaan gue yang sakit hati, eh elonya yang kerasukan jin galaunya, " kata gue menatap Nuril heran.


"Biarin..habis nya bingung mau gunain uang gue yang banyak ini buat apa..jadinya ya nraktir loe makan aja deh.. kasian gue.. hahhaa" kata Nuril ngawur.


"Ckk... ada ya orang di dunia ini kayak elo", kata gue menggeleng pelan sambil tertawa.


15 menit kemudian makanana pun datang, segera mereka makan makanannya masing-masing.


setelah makan.. mereka langsung pulang karena hari sudah mulai gelap.


Sesampai dirumah, gue langsung berendam dengan air hangat sambil mendengarkan musik favorit..


1 jam berlalu, gue tersadar kalo gue ketiduran disini. hemmm bisa bisa masuk angin nih, dengan segera gue keluar kamar mandi dan memakai baju.


tokk tok tokk..


"Iyaaaa bentar... ", gue pun membuka pintu.


"Kakakkkkkk...... !!!!! " pekikku sambel lompat memeluknya..


"Ehh...ini anak tetep aja kelakuannya.. gue jitak pala lu,,"


"Ahh Kakak..... kan adee kangen,," ucapku manja.


"Udah yuk.. makann.. tuh Kakak bawa banyak makanan untukmu,,"


"Ayoo,," ucapku bergegas turun kebawah.


Di ruang makan..


"Hay kakak ipar,,apa kabar,," sapa gue..


"Baik dek, kamu apa kabar?? Kenapa nggak pernah hubungi kakak sih," kata Kakak ipar.


"Hehehe... maaf Kakak ipar.. Kakak ipar kan tau sendiri kalo adek sibuk sekolah,," kilah gue


"Halahhh sok sibuk loh,," ucap Kak Juna.


"Sudahlah ayo makan.. keburu dingin nih,, "


"Wahhh... ada ayam krispy.. ada udang tepung.. ada sayur kangkung.. makan ahhhh..... " gue mengambil nasi di piring.


Kakak ipar pun tersenyum sambil berkata, "Pelan pelan.. !!!!"

__ADS_1


Setelah makan gue pun bermain dengan anak semata wayang Kakak ku, Zuneo. Dia sangat ganteng, beda sekali wajah nya dengan Kakakku yang kumel... hihihihi...


***


Di sekolah, ketika gue sedang asyik mengobrol dengan Mega di kelas, Ricky masuk ke kelas gue.


"Hay dian, " sapanya.


"Ha. ..hay..aa...aada apa?? nyariin nuril ya? dia lagi ke kantin beli makanan," jawab gue kaget.


"Enggak kok gue nyari loe..eh gue boleh nggak minta kontak whatsapp loe,," pinta Ricky antusias.


"Boleh.. mana hp loe,???" gue pun mencatat noe whatsapp gue di ponsel Ricky.


"Oke.. thanks," kata Ricky dan berlalu pergi.


kemudian Mega pun berkata


"Bukannya Ricky udah punya cewe ya??"


gue pun menjawab hanya dengan mengangkat bahu.


tiinnggggg....


kemudian ada notif pesan masuk dari nomor tak di kenal..


entar pulang sekolah ke taman bentar yukk dian. gw mau bicara penting ama loe. Ricky.


gue pun cuma membaca isi pesan tersebut tanpa membalasnya, karena dalam hati gue benar-benar tidak punya niat deket sama dia.


Dan author tau lahh gue minatnya sama siapa.


"*E*ehhhhh.. tenang aja diandra.. Jodoh di tangan author ,,,jangan risau jangan khawatir. Okee.. " kata Author.


Bel pulang sekolah pun berbunyi, gue bergegas keluar kelas dan menuju parkiran motor.


"Put, tadi Ricky wa gue suruh sampaikan pesan. kalo dia ngajak ke taman bentar habis ini,," kata nuril sambil celingukan mencari sesuatu.


"Mana yaa my baby Jihan..jarang banget dia kelihatan.. bikin bad mood aja,," seru Nuril.


gue pun melirik sekilas ke arah nuril


"*M*au ngomong apa sih si Ricky. sok penting bgt ke taman segala. kenapa nggak di WA saja bilangnya." kata gue dalam hati..


gue pun menuju ke taman dekat sekolah, disana banyak anak muda nongkrong dengan memakai seragam.


isss kenapa mereka ngga pulang dulu sih. kasian dong orangtuanya nunggu di rumah. gumam gue dalam hati.


gue mengambil hp gue dan taulah gue mau hubungin siapa.. hehe.. Yap.. gue mau tlp Ricky.


"Ky.. gue udah di taman deket pohon yang ada abang tukang bakso sama odong odong,," kata gue.


"Iya gue kesana ya ,,"kata Ricky.


gue pun menuntup telepon dan menunggu Ricky sambil mengedarkan pandangan ke berbagai tempat.


"YOGA" pekik gue tak percaya.


*k*ok dia jalan sama Erlin? itu kan anak kelas 10 IpS 2. seru banget kayaknya mereka lagi bercanda kek gtu.


"Haii dian.. kok ngelamun aja, nanti loe kesambet penunggu pohon lohh.. "kata Ricky.

__ADS_1


gue pun tidak menyadari keberadaan Ricky dan tetap memandang di mana tempat Yoga dan Erlin duduk.


__ADS_2