Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 16


__ADS_3

Author POV


Keluarga Diandra sedang berkumpul bersama di ruang tengah sambil menikmati hidangan penutup. Rutinitas yang selalu mereka lakukan setelah selesai makan sejak dahulu kala. Berbincang-bincang dengan sesekali tertawa melihat tingkah Zuneo kecil yang menggemaskan. Kebersamaan ini sangatlah dinikmati Diandra, pasalnya jarang jarang Ayah serta Kakaknya berada di rumah seperti saat ini karena sebab kesibukan nya masing-masing.


"Bagaimana dessert buatan ibu? boleh minta kritik dan sarannya?" tanya Ibu pada suami dan anak-anaknya.


"Emm lembut, bu.. tapi apa ini nggak kebanyakan garamnya??" tanya Ayah mengomentari.


"Masa sih yah kebanyakan garam? perasaan tadi Ibu nggak pakek garam deh.. coba coba Ibu cicipi dulu" kata Ibu tak percaya dengan komentar Ayah.


"Nih coba cicipi, kok aneh gitu rasanya! " Ayah bergedek keasinan.


"Ayah ihh... komentarnya bikin down Ibu aja,!! " Diandra membela Ibunya.


Ibu pun langsung mencicipi sesendok dan kemudian tertawa.


"Bagaimana, bu rasanya? kenapa malah tertawa?" tanya Ayah bingung.


"Ini mah yang varian double cheese,!! Ayah salah ngambil.. harusnya yang itu tuh, varian tiramisu..kalo ini nggak cocok di lidah Ayah,!!" kata Ibu yang masih tertawa.


"Kok asin bangett?? " tanya Ayah yang belum mengerti.


"Ya ampun ayahhh.. namanya juga double cheese cake, jadi semua layernya berbau keju.. creamnya juga pakek cream cheese. atasnya tuh liat keju melimpah kek gini. " jelas Ibu Ayu.


"Oohh hehee...maklum Ayah nggak ngerti, coba ambilkan yang varian lainnya.. chef mau mengomentari, " kata Ayah lagi.


"Sok sok an jadi chef, lha wong keju aja katanya garam " ejek Ibu di susul gelak tawa anak-anaknya.


Ayah pun langsung mencicipi dengan


mengambil sesendok dan memakannya sambil manggut-manggut layaknya seorang chef yang sedang mengomentari hasil karya pesertanya.


"Bagaimana???? " tanya Ibu tak sabar ingin tahu komentar Ayah


"Naahhhh... ini nih..ini baru varian rasa yang pas untuk lidah ayah.. perfecto , ada kopi kopinya.." kata Ayah yang membuat seisi rumah tertawa.


"Ayah coba deh punya dian.. " Diandra menawarkan.


"Itu pasti coklat kan ..?? Ayah kurang suka Diandra..!! Enak juga ini langsung lolos jadi best seller.!!!" kata Ayah.


"Bagaimana dian komentar kamu???? " tanya ibu menatap Diandra yang tengah menikmati dessert box varian triple chocolate.


"Wah. parah sih ini bu, bagi penikmat coklat pasti bakal sukak.. coklatnya bener bener enak nggak eneg.. ini juga bakal jadi best seller.. " Kata Diandra bangga.


"Hehe ..oh iya dian, Ibu mau ajak kamu melihat perkembangan restoran kita yang ada di kota Malang, mau?" kata Ibu kepada Diandra.


"Mau mau... kapan memangnya?? soalnya minggu depan Diandra terima raport. Dan ibu harus datang kesekolah mengambilnya. " kata Diandra.


"Ya nunggu kamu libur sekolah lah sekalian kita liburan di sana..!! gimana ide Ibu cemerlang bukan??" kata Ibu lagi .


"Wahhh.... seru tuh..cemerlang sekali ide ibu !!! udah lama kita nggak kesana." seru Diandra sambil membayangkan tempat wisata dikota itu. Diandra sudah lama tidak berkunjung ke kota itu. Kota yang mempunyai ciri khas udara sejuk dan dingin, yang membuat siapa saja betah berlama-lama singgah disana untuk melepaskan penat.


"Ayah ikut kan?" tanya Diandra menatap Ayah yang tengah menonton TV.


"Ayah nggak bisa ikut, sepertinya minggu depan Ayah sedang diluar kota. Tapi nanti Ayah usahakan lah menyusul kalian disana," kata Ayah berpikir.


"Kalo Kak Juna sama Kakak ipar ikut?" tanya Diandra.


"Sepertinya minggu depan jadwal Kakak sudah mulai full ,Dek." kata kakak ipar memberi tahu.


"Yaaa... nggak bisa ikut dong," gumam Diandra.


"Nanti Kakak usahakan lah ," jawab Juna dengan suara beratnya.


"Pokoknya mau nggak mau harus ikut, kan seru kalo kita rame rame ke kota itu. Bisa ke tempat wisatanya juga bareng bareng. Zuneo pasti seneng " ucap Diandra senang.


"Ngga sekalian bibi di ajak liburan,!!" kata kak Juna menggoda.


"Ohhh jelas dong... Bibi harus ikut..mbak sus juga ikut.. semuanya ikut,!!!" seru Diandra lantang.

__ADS_1


Semua yang mendengar perkataan Diandra tertawa kecil. Diandra memang sudah hampir memasuki usia 17 tahun, tetapi mereka menganggap Diandra itu layaknya gadis kecil yang masih sama dengan 7 tahun yang lalu.


.


.


.


.


.


Yoga berada di pos kompleks bersama teman-temannya sedang sibuk dengan gitar yang dimainkan. Memang Yoga sering berada di pos untuk sekedar main karambol atau main gitar dan bernyanyi bersama. Disitu juga tampak ada Jihan yang tengah sibuk dengan ponselnya dan rokok yang dihisapnya.


"Yog elo masih sama si Erlin?", tanya Jihan yang saat itu tengah main game online.


"Masih bro..kenapa emang?" jawab Yoga seraya memetik gitarnya.


"Gue kemaren dengerin dia ngomong sesuatu sama the gengnya." Jihan masih fokus dengan game.


"Ngomong apa? " tanya Yoga antusias.


"Ya bentaran,, gue masih main.." jawab Jihan.


"Alah kelamaan loe.. penasaran nih gue" Yoga penasaran.


"Gue udah ngerekam pembicaraan dia kok... tenang aja"


"HAH.. yang bener loe..bicara apaan sih,?? Yoga terlihat begitu penasaran dan merebut ponsel Jihan karena tak sabar ingin tahu.


"Yaaahh yahhhh..yaelah jadi kalah gue.. si*lan loe emang." gumam Jihan sendiri.


"Nih buka kuping loe lebar lebar, biar loe kedengeran suaranya dengan jelas..posisi saat itu lagi rame soalnya." Jihan membuka rekaman di ponselnya.


Yoga pun memasang pendengarannya baik baik. Awal mula ia marah sambil mengepalkan tangannya mendengar perkataan Erlin yang hanya memanfaatkan kesempatan ini untuk merotin uangnya. tapi setelah itu, dia tertawa terbahak-bahak.


"Udah kecintaan banget loe ya sama Erlin.. " Sambung salah satu temannya.


"Tuh muka tadinya kayak mau nelen orang ehh terus berubah ketawa. ..nggak jelas loe" seru Angga.


"Cepet kirim rekaman itu ke hp gua.. gua mau dengerin lagi pakek headset di rumah" kata Yoga tanpa ekspresi.


"Tapi nanti loe di rumah jan prustasi ya bro, taunya di rumah loe nangisin anak orang lalu bunuh diri makan nyamuk.. bwahahahahaha.... " kata Jihan menertawakan sahabatnya itu.


"Ehh gua nggak ****..!! justru ini itu kesempatan emas, biar gua bisa bikin ini sebagai barang bukti untuk putusin dia, secara dia kan sulit di putusin tuh. Udah kayak anak kucing.. dibuang balik lagi, dibuang balik lagi.. capek gua" Seru Yoga disusul gelak tawa teman-temannya.


"Tapi kan sayang banget kalo diputusin.. si Erlin cantik mirip idola gue.. " kata Angga menanggapi.


"Loe kalo mau cepet jadi gembel ,pacarin sana , gua sih udah capek banget sama dia" Jawab Yoga seraya berdiri hendak pulang.


"Emang habis berapa loe diporotin ama tuh anak?" tanya Angga antusias.


"100 juta", teriak Yoga yang tengah melangkahkan kakinya.


"GILAA!!!!!! "seru Angga.


"Busettt tuh anak..udah habis 100juta belum juga jadi kismin. hahahha " Angga.


"Apalah daya gua hanya punya tabungan 3juta dari hasil keringat menjadi kuli dalam beberapa bulan ini" gumam Angga lirih disusul gelak tawa teman-temannya.


"Ya udah lah bro cari apa adanya aja.. yang cantik itu banyak modal buat perawatan ini itu, mana mau sama kita yang kismin. " kata Jihan dengan bijaknya.


"Kalau seumpama yang apa adanya tetep nggak mau ama gue gimana?"


"Ya udah loe nge jomblo aja sampek sukses..ha ha ha.... kalo loe sukses banyak duit tuh, pasti banyak cewek-cewek mendekat. " Jihan tertawa terbahak-bahak.


***


Yoga masuk kedalam rumah tampak disana bi Sumi berlari kecil menghampiri menawarkan makan.

__ADS_1


"Nanti aja bii.. Yoga masih kenyang tadi jajan di pos " jawab Yoga seraya naik tangga.


"Bi..tidak usah terlalu memanjakan anak itu " seru Cita tiba-tiba masuk ke dalam rumah.


"ehh Enon di rumah.." kata bibi sopan sambil membungkuk.


"Mau mandi habis ini ada meeting dengan client penting " jawab nya dingin


"Mau makan dulu, Non..?" tanya bibi lagi


"Nggak usah.. udah makan di luar tadi. Oh iya jangan terlalu memanjakan anak itu.. dia punya tangan punya kaki lengkap..kalo laper biar ngambil sendiri nggak perlu melayaninya seperti bayi" tegas Kak Cita.


"Baik, Non... " Bibi menggela nafas berat seraya pergi kedapur.


"Kenapa ya Non Cita begitu membenci adiknya..Dari duluuuu sampai sekarang sifatnya seperti itu tidak pernah ada akur akurnya .." gumam Bibi pelan.


Yoga tengah sibuk dikamar mencari headset yang biasa ia gunakan. Mencari kesana kemari sampai membuatnya jengkel.


"Oh kenapa gue bisa lupa.. " segera ia bangkit dan menuju tas sekolahnya berada. Tanpa lama lama langsung menancapkan ujung kabel headset ke ponselnya. Memutar rekaman itu dengan volume full untuk memastikan bahwa yang di dengarnya dipos benar adanya.


"Akhirnya gue bisa lepas dari diaaa" seru Yoga kegirangan. sampai sampai ia memutar ulang berkali-kali rekaman itu sangking gembiranya.


Di tempat lain.


Tepatnya di sebuah cafe yang menjadi spot favorit anak muda nongkrong tampak Erlin menunggu seseorang dengan memainkan ponsel ditangannya sambil sesekali melihat kearah pintu masuk.


Mobil lamborghini aventador warna merah berhenti di parkiran cafe. Membuat pengunjung yang berada di emperan cafe melihatnya menoleh tak berkedip ingin tau siapa yang tengah mengendari mobil mewah harga selangit itu. Seorang cowok berkulit putih berkacamata hitam dengan wajah tampan muncul setelah pintu mobil terbuka keatas, berjalan melangkahkan kaki dengan gaya seorang konglomerat. Tak sedikit yang terpana akan wajah tampannya hingga menimbulkan kericuhan para gadis di cafe yang membuat erlin keluar untuk melihat karena merasa ingin tahu siapakah orangnya.


"Honey!! " teriak Erlin setelah tahu siapa yang membuat heboh seisi cafe.


"Hello honey..sorry waiting for me long(maaf menungguku lama) kata pria itu. Ya dia adalah Edward kekasih Erlin yang berada di luar negeri. tepatnya seorang bule.


"it's okay honey.." Erlin memeluk manja.


"Are we going to date here????(apakah kita akan berkencan di sini) tanya pria itu kaget.


"there is something wrong??(apa ada yang salah?) tanya Erlin tak mengerti


"No.. no, this place is so ugly(Tidak.. tidak.. tempat ini sangat jelek) kata pria itu dengan sombongnya.


"Ohhh sorry honney. .!!


You want to move to another cafe???? ", Erlin menawarkan untuk pindah kecafe yang lain.


"Of course,There is nothing interesting in this place" (tentu, tidak ada yang menarik di tempat ini) kata pria lagi.


"Okey okey., but promise me you'll take me shopping first (tapi berjanjilah dulu kau akan membawaku berbelanja) pinta Erlin mengerjapkan matanya dengan centil.


"Yes I promise"(ya aku janji) jawab bule itu.


Aduhhh senengnya punya cowo tajir semua.. tinggal minta langsung dapet banyak. gumam erlin dalam hati.


Mereka pun segera meninggalkan cafe itu dengan gaya bak nyonya besar yang sombong, Erlin memasuki mobil lamborghini aventador milik Edward kekasihnya.


Erlin bertemu Edward ketika dia sedang berlibur keluar Negeri bersama mamanya. dikala itu Erlin yang tengah asyik berbelanja tidak sengaja melihat Edward yang sedang dikerumuni para gadis serta fansnya. Edward adalah salah satu model majalah dewasa yang tengah naik daun di negara itu. Entah dengan jurus apa akhirnya seorang Edward sekarang menjadi kekasihnya.. atau lebih tepatnya ATM berjalan miliknya sebelum mengenal Yoga. Erlin memang cantik, mempunyai body kecil mungil, berkulit putih nan bersih membuat nya gampang mendapatkan pria tajir manapun yang ia inginkan termasuk Yoga dan Edward. Ia merasa bangga bisa memacari dua pria tajir sekaligus tanpa ada yang menghalangi.


.


.


.


ilustrasi Erlin.



ilustrasi Edward


__ADS_1


__ADS_2