
Author POV
Hari kebebasan yang di tunggu tunggu oleh para siswa SMA 08 setelah ujian, karena dengan santainya mereka berada disekolah tanpa ada jam pelajaran yang membuat kepala pusing. Para Guru tengah sibuk mengerjakan tugasnya yaitu, memasukkan nilai nilai kedalam raport akhir semester.
Diandra berada di spot favorit nya tengah serius membaca Novel yang dibawanya dari rumah. Nuril sibuk dengan ponsel dan make upnya, Sedangkan teman-teman yang lain sedang menyaksikan pertandingan sepak bola antara IPA 1 dan IPA 2. Ada juga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berduan, seperti Ricky dan Sifa yang tengah asyik sendiri di dalam kelas mereka.
menjijikkan sekali.!!
Yoga tengah duduk bergerombol dengan teman temannya di bawah pohon mangga dekat parkiran. Sekedar nongkrong sambil sesekali tertawa terbahak-bahak bersama. Tampak dari kejauhan, Erlin berjalan ke arah Yoga sambil cemberut.
"Sayang... sini deh.. kekantin yukk... aku pengen makan bakso sama kamu," rengek Erlin manja.
"Ya udah ke kantin aja... nihh uangnya,!!" ucap Yoga seraya mengambil uang 100 ribu di dalam sakunya.
"Maunya sama kamuuuuuuu.... !!!!" jawab Erlin.
"Males... ini kalo mau ambil.. kalo nggak mau gue masukin la......... " belum kelar Yoga bicara ,Erlin pun memotong dan langsung merebut uang itu..
"Ehhh.. ehhh.. ehhh iya ...mauuu...yaudah aku kesana sendiri aja... kamu mau dibawain apa?, "
"Nggak usah,," jawab Yoga males.
"Beneran??? Ya udah kalo gitu... bye sayang.. " kata Erlin genit sambil berjalan ke kantin.
"Beruntung banget gue punya dia, ngomong dikit aja keluar duit,," gumam Erlin sambil tersenyum licik seraya memanggil gengnya yang ada dikantin.
"Ehh teman-teman,!!! pesan sepuasnya.. gue bayarinnn... " kata Erlin kepada ketiga sahabatnya itu.
"Beneran.... tumben banget loe.. " tanya salah satu temannya.
"Jelas dong.. kan gue punya atm berjalan.. " kata Erlin bangga.
"Ehhh keenakan loe ya.. cuma morotin pacar loe doang,!!!" dengus temannya.
"Oohh jelas dong,,makanya kalo cari cowok itu jangan cuma modal cinta..!! kalo pengen shopping beli baju, beli make up nggak bisa beli soalnya ngga punya duit... hahahhaa.." ejek Erlin.
"Huuhhh... dasar loe,! " gerutu temannya.
"Cari cowo itu yang tajir yang punya mobil, yang royal, yang kalo kita pengen tinggal tunjuk aja.. kayak cowok gue tuh..nggak malu maluin kalo di ajak keluar..jangan yang cuma punya motor buntut di pacarin ..buat apa...buang aja kelaut sana.." Kata Erlin lagi dengan lantangnya. Tak tahu kalau seseorang mendengarkan dari ujung bangku kantin tengah merekam pembicaraan mereka.
Yoga yang melihat Diandra langsung berjalan kearah di mana Diandra duduk. Dia tengah sibuk membaca novel. Karena dia tau hari ini free tanpa ada mapel jadi dengan bebasnya dia membaca tanpa mendengar bell masuk kelas berbunyi.
"Diandra.. " sapa Yoga.
"Ehh elo Yoga.," jawab Diandra seraya menoleh ke sumber suara .
"Loe tau.. nomor loe kemaren lupaa gue save.. hahaha,," kata Yoga menjawab kegelisahan Diandra semalam.
"Ohh pantesan gue tungguin tadi malam ngga tanda tanda nomor loe masuk ke hape gue," jawab Diandra keceplosan.
"Hah??? loe nungguin gue ngechat????"
tanya Yoga tak percaya. Dalam hati Yoga berbunga-bunga mendengar perkataan Diandra barusan.
Diandra yang sadar mulutnya ngga punya rem langsung menutup mulut dan bingung mau alasan apa.
Ihhhh bodohh..... ngapain sih nihh mulut ngga ada remnya .gumam diandra dalam hati.
"Alah udah dehh..ngga usah salting gitu.. udah ketauan juga..hahaha.. nihh loe catet lagi.. " kata Yoga seraya menyerahkan hape nya.
"Jangan lupa save.. nanti ilang ... loe nyariin gue lagii,," goda Yoga. Diandra yang ke gep oleh Yoga hanya diam 1000 bahasa menahan malu gara gara mulutnya itu.
"Udah gue save.. " kata Diandra sambil tertunduk malu.
"Thanks... kalo gitu gue balik kesana dulu ya," kata Yoga pamit. dan Diandra pun hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.
Yoga pun kembali ketempat dimana teman-temannya berkumpul. sambil sesekali melirik ke arah Diandra yang tengah fokus dengan bukunya kembali. memang menarik !
pukul 11.00 gerbang dibuka. Itu tandanya para siswa boleh pulang. Mereka bergegas menuju parkiran ke motornya masing-masing begitupun dengan Yoga. Ia menuju motor sportnya yang di parkir paling ujung. Tampak Erlin berlari kearahnya..
"Sayang... hari ini anterin aku pulang ya??" rengek Erlin.
"Lah emang motor kamu kemana??" tanya Yoga..
__ADS_1
"Bukannya tadi pagi kamu berangkat naik motor???" tambahnya.
"Emmm... itu.. ban motor aku kempes, nanti biar diambil supir aku kesini deh..sekarang anterin pulang ya,???" jawab Erlin mencari alasan.
"Laah kenapa ngga minta jemput supir kamu aja,?" tanya Yoga lagi.
"Sayang ihhh..!!! Banyak nanya deh....supir aku lagi sibuk..!!!" kata Erlin sebal.
"Ya udah ya udah cepet naik.. kek anak kecil aja dikit dikit ngambek." gerutu Yoga.
Sebenarnya sih motor Erlin baik baik saja, cuma ia beralasan seperti itu supaya ia bisa pamer keseluruh siswa SMA 08. Bahwa seorang Prayoga yang tajir melintir cuma miliknya seorang. tidak ada yang boleh merebutnya.
Nuril dan Diandra yang tengah berada di luar gerbang melihat pendangan yang menyakitkan mata.
"Ehh, Put, Put.... liat itu siapa yang dibonceng ama Yoga.... ya ampunnnnnnn... nempel lagi kek *** ke injek sendal..!!!" kata Nuril panik melihat Yoga membonceng Erlin yang tengah memeluknya erat.
Ada perasaan aneh menyeruak di dalam dadanya seperti terbakar api cemburu. Matanya mulai berkaca kaca. iya...Diandra sakit hati dengan apa yang dilihatnya.
Bukan hanya Diandra yang sakit melihat Yoga dengan Erlin, melainkan ada Kakak kelas dan Intan anak OSIS yang terlihat geram. Mereka yang saat ini masih mengharapkan perasaan nya di balas oleh Yoga, sampai saat ini tidak sedikit pun Yoga meresponnya.
Yoga memang dekat dengan Intan, sering chatingan, tapi Yoga menganggap Intan hanya sebagai sahabatnya saja, tidak lebih. Berbeda dengan Intan, ia mendekati Yoga karena memang tertarik akan sosoknya.
Kalau Kakak kelas mendekati Yoga karena dia memang matre macam Erlin. Tapi entah kenapa Yoga tidak tertarik sama sekali dengannya. Padahal bisa dibilang dia primadona di SMA 08, berkulit putih, body bak model, blestaran Jawa korea.. banyak pria mengagumi kecantikannya.
"Sayang.. ke mall yuk,.. lipstick aku habis," ajak Erlin ketika di jalan Raya.
Udah gue duga.. emang ni anak ada maunya aja. gumam Yoga dalam hati.
"Gue capek banget, Er.. mau tidur,," jawab Yoga menghindar.
"Ya udah kalo gitu minta duit... " rengek Erlin.
"Emang kamu nggak ada duit sama sekali??? ," tanya Yoga.
"Nggak ada sayang... udah nipis.. ngga cukup dong buat beli baju sama sepatu kekinian itu..belum lagi lipstik aku udah tinggal dikit," kata Erlin tanpa bersalah.
"Terus loe minta ke gue??? Emang gue bapak loe yang harus penuhi semua kebutuhan pribadi loe..??" jawab Yoga ogah ogahan.
"Ohh kamu berani ya sama aku sekarang.. dulu aja kalo aku minta apa apa langsung dikasih ,langsung di beliin.." ucap Erlin.
"Kalo gitu turunin gue disini,!!! biarin gue cari cowok lain buat temenin gue ke mall,," gertak Erlin..
ciiiittttttttt..............motor berhenti.
"Cepet turun.. !!!!" seru Yoga.
"Ihhh.. .kok nyuruh turun sih..kan mallnya masih jauh,,!"
"Kan elo sendiri yang minta di turunin..!! "
"Nggaj mau... " jawab Erlin mempererat pelukannya.
"Turun nggak!!!!!" gertak Yoga dengan suara lantangnya.
"Iya deh iya gue turun..tapi jangan marah ya sayang??" Erlin merayu.
"Bodo amat ah.. " seru Yoga langsung menancap gas pergi meninggalkan Erlin yang diam mematung. Segera ia menelepon supir untuk menjemputnya.
Yoga pun sampai di rumah langsung masuk kamar, membersihkan badannya yang terasa lengket. Dan setelah itu ia ke dapur untuk mencari makan.
"Mas yoga mau dimasakin apa, ??" tanya Bibi..
"Sayur asem sama ikan goreng aja deh, Bi," jawab Yoga.
"Oke tunggu sebentar Bibi masakin nggak pakek lama,," seru Bibi.
Yoga yang menunggu Bibi masak menuju dimeja makan seraya memainkan handphone,menggeser geser layar ponselnya tanpa tujuan. Seolah mendapat ide yang cemerlang dia pun mencari kontak seseorang dan langsung teleponnya . Segera ia berlari menuju kamarnya.
Diandra berada di kamarnya, mengingat kejadian yang membuat hatinya sakit.
"Semua cowok emang gitu ya..bikin sakit hati mulu,," gumam Diandra lirih.
"Belum apa apa udah kek gini Ya Allah..!!! " Diandra meneteskan air matanya. Memang sakit tapi mau gimana lagi. Diandra bukan siapa siapa nya Yoga.
__ADS_1
Handphone nya bergetar panjang..... tanda telepon masuk.. tanpa melihat dari siapa ia pun langsung mengangkatnya..
Diandra "haloo"
Yoga "hay diandraa"
Diandra "siapa nih"
Yoga "nggak kenal gue nih??? "
Diandra "iya soalnya disini ngga ada nama.. "
Yoga "ohhh.. kenalan boleh??? "
Diandra "ada kepentingan apa ya??? kalau
ngga ada kepentingan gue tutup"
Yoga. "ehhh jangan lah.. gue yoga, masa lupa"
Diandra "yoga???ohhh ya ampunnn.... ehh sorry sorry ."
Yoga "hehe.. santai aja kali ndra. "
Diandra "eh kok manggil gue gitu sih"
Yoga "biar lain aja dari yang lain.. emm kamu lagi apa? "
Diandra "lagi nyantai aja, kenapa emang?? "
Yoga "emm.. gapapa sih..tanya aja siapa tau loe lagi sibuk"
Diandra "ohh enggak kok.. santai aja.. "
Merekapun mengobrol 1 jam lamanya membuat Diandra yang awalnya sakit hati barangsur lupa akan sakitnya, berbicara kesana kemari tanpa rasa canggung. Hal itu membuat Yoga enggan menutup telepon sampai pada akhirnya Diandra yang mengakhiri telepon karena di panggil Ibunya untuk makan.
Yoga senyum senyum sendiri seraya menatap langit-langit kamarnya seolah ada wajah Diandra yang menghiasi langit langit itu.
"Kok gue jadi nyaman gini ya ngobrol sama dia tadi.. " gumamnya pelan.
"Fix gue suka sama dia, Diandra Putri," kata Yoga seraya tersenyum lebar.
"Tapi disini gue masih ada ikatan dengan Erlin,kenapa ngga dari dulu gue tau Diandra.. aahhhh..." gumam Yoga seraya mengacak-acak rambutnya.
***
Dikediaman keluarga Diandra tengah asyik makan siang bersama menikmati masakan Ibu yang super lezat. Salah satu menu restoran yang saat ini sedang laris larisnya diburu pembeli di berbagai cabangnya.
Macaroni schotel yang level pedasnya bikin garuk garuk kepala siapapun yang memakannya..
Diandra yang notabennya doyan makanan pedas tengah menikmati seporsi makanannya itu dengan serius sambil sesekali menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal karena rasa pedas.
"Mantul ini mah... juara pokoknya.. " seru Diandra.
"Iya dong.. Ibuku memang ahli dalam urusan perdapuran. " kata Juna bangga.
"Ibuku juga kaleee.. " kata Diandra sambil mengeka keringatnya.
"Orang lagi makan juga masih aja ribut.!!!" kata Ibu sambil menggeleng pelan sambil tersenyum.
Sedangkan si kecil Zuneo juga tengah lahap makan di suapi oleh mbak suster. Pastinya dengan rasa original tanpa bubuk cabe. memang makanan satu ini digemari oleh semua kalangan, dari anak-anak sampai kakek nenek...
Tak lupa juga ibu membuat disert box andalan yang disajikan dalam bentuk box atau kotak plastik yang sudah di dinginkan. Yang kini tengah menjadi primadona karena banyak dicari oleh para food vlogger. dessert box ini terdiri dari berapa layer adonan. Menariknya lagi, makanan ini juga nggak butuh dibakar maupun dikukus. Dessert ini memiliki varian rasa yang banyak, seperti cokelat, milo, cheese . Seperti yang Ibu buat sekarang, ada beberapa rasa yang membuat kita tidak sabar untuk memakannya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.