
Author POV
Pagi itu, Ibu Ayu sudah siap berpakaian rapi dengan dua kopernya. Ibu tengah menunggu Diandra di ruang keluarga, Tetapi ini sudah menunjukkan pukul 07.00 Wib. Tidak ada tanda-tanda Diandra keluar kamar. Ibu fikir Diandra tengah sibuk membereskan barang-barang nya untuk beberapa hari kedepan.
"Lama sekali Diandra beres beresnya" Gumam Ibu Ayu.
karena tak sabar, Ibu kemudian menyusul Diandra ke kamar.
Sementara Diandra masih di dalam mimpinya, padahal sudah beberapa kali alarmnya berbunyi. Entah kanapa pagi ini ia begitu malas untuk bangun.
Tok.. Tok.. Tok....
"Dian... Ayo berangkat, udah siang nih.. Nanti kita sampek sana kesiangan lagi" Teriak Ibu
"Dian..."
"Kok nggak ada jawaban " Gumam Ibu pelan.
tok.. tokk.. tok..
"Dian... " Panggil Ibu lagi.
"Eh ,kok nggak di kunci sih kebiasaan anak itu"
Ibu langsung masuk ke kamar Diandra, dan ternyata Diandra masih di atas tempat tidur nya.
"Ya ampun, Diannn..!!!! Ibu kira kamu tadi sudah siap siap tinggal berangkat, taunya masih molor!! " seru Ibu seraya berkacak pinggang.
"Hey, Dian..!! Tumben banget kamu jam segini masih tidur. "
"Diaannn.... Bangun. Pamali ah anak gadis jam segini masih tidur"
"Jam berapa sih, Buu... Diandra masih ngantuk." jawabnya dengan suara khas bangun tidur.
"Jam 7 lebih tuh.. Lihat,"
Diandra langsung membelalakan matanya.
"HAH??? jam 7????" seru Diandra seraya mengucek matanya.
"Berarti kamu nggak sholat Shubuh ya?" Selidik ibu.
"Diandra lagi datang bulan kok Bu, ya udah tunggu bentar Dian mau mandi,,"
"Tapi pakaian kamu udah siap kan???"
"Udah kok.. " jawab Diandra sambil berlari ke kamar mandi.
Ibu langsung keluar kamar, dan Dian membersihkan diri di kamar mandi.
"Bisa bisa nya gue bangun jam segini,, baru kali ini loh gue bangun siang ," Gumamnya sambil menggosok gigi.
5 menit kemudian ia sudah keluar dari kamar mandi. Memakai pakaian nya, dan tidak perlu make up karena make up nya ada di koper. Ia malas untuk mengobrak-abrik kopernya karena pasti akan memakan waktu lama.
"Ayo bu.." Kata Diandra sambil menuruni anak tangga.
"Laah... Kamu itu mandi apa mandi.." seru Ibu Ayu heran karena Diandra sudah selesai mandi secepat itu.
"Mandi dong bu, di percepat aja..hehe"
"Cepet amat.. Ya udah ayo berangkat. "
Diandra dan Ibu Ayu menuju mobil dan di ikuti oleh bi Mirna.
"Kita tinggal ya, Bi " kata Ibu kepada bi Mirna.
"Iya, Bu.. Hati hati.." jawab Bi Mirna sopan.
"Dahh, Bi..." Diandra melambaikan tangannya pada bibi.
Mobil pun melaju pelan meninggalkan rumah dan menuju ke arah jalan tol. Ibu memilih jalan cepat agar tidak terjebak macet di kota kota lain. Karena pastinya akan banyak kendaraan yang akan berlibur ke suatu tempat bersama keluarganya.
4 jam ia sampai grand citihub hotel tempatnya menginap.
Menuju ke resepsionis untuk melakukan chek in saja karena Ibu sudah memesan dan membayar melalui online.
"Kita istirahat sejenak Dian, Ibu capek.. Nanti kita ke restoran agak siangan aja"
"Ya udah, Ibu istirahat dulu.." Kata Diandra
2 jam kemudian
Diandra dan Ibu Ayu sudah siap untuk menuju ke restoran. cabang ke 3 yang di buka oleh pak Sugeng (ayah Diandra) beberapa tahun yang lalu ,tertelak di tempat yang sangat strategis karena berada di tengah-tengah antara menuju ke arah pantai yang terkenal, arah perumahan elit dan juga arah ke kampus.
Sekitar setengah jam perjalanan untuk menuju ke restoran miliknya. Lalu lintas siang itu terlihat lancar tanpa ada kemacetan yang membuat mobil mobil berhenti tidak bergerak sedikitpun. Hanya saja, jalanan terlihat penuh dengan kendaraan bermotor yang menuju ke arah pantai dan tempat wisata.
Mobil terparkir di halaman restoran yang cukup luas, pengunjung siang itu cukup penuh karena tepat waktu makan siang. Restauran Sri rejeki memang cocok untuk keluarga yang sedang bersantai di kota itu menikmati liburan panjang.
Ibu dan Diandra memasuki restoran yang di sambut ramah oleh para karyawannya.
"Selamat siang, Ibu.." Sapa salah satu karyawan.
"Siang.." jawab ibu.
Ibu pun masuk ke dalam dapur, kebiasaan Ibu dari dulu jika berkunjung ke restoran miliknya. Ibu Ayu menyapa para koki yang sedang sibuk memasak makanan untuk para pelanggan. Kemudian masuk ke ruang kerja yang di ikuti oleh manager Aldi.
"Ibu Ayu..bagaimana kabarnya?" sapa Aldi.
"Alhamdulillah baik, Aldi..bagaimana perkembangan restoran??"
"Oh ya..bisa di lihat di grafik ini bu Ayu, grafik menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan ini." Jelas Aldi.
"Baik lah, bagaimana dengan menu baru yang baru saya lounching kan beberapa minggu yang lalu??"
"Wahh..kalau itu sih sudah menjadi salah satu menu yang di buru oleh beberapa food vlogger kuliner, Bu" Jawab Aldi bangga.
"Bagus.. saya senang mendengarnya, lantas bagaimana dengan para pengunjung di restoran???"
"Mereka sangat puas dan nyaman jika berada di sini, Bu" jawabnya.
"Bagus kalau begitu, bertahan kan sopan santun dengan para pengunjung." Perintah Ibu.
"Baik bu Ayu.." Jawab Aldi sopan.
Aldi adalah salah satu orang kepercayaan Ibu dan Ayah dari dulu sampai sekarang. Aldi memang dari usia 23 tahun sudah menjadi salah satu karyawan di restoran pak Sugeng. Kejujuran dan tanggung jawab nya membuat Pak Sugeng menyukai kinerjanya hingga akhirnya ia di angkat menjadi Manager di restoran tersebut.
Bisa saja Aldi memanfaatkan kesempatan ini untuk keuntungan pribadi nya, karena Ayah dan Ibu jarang mengontrol langsung restoran nya itu, tetapi Aldi benar-benar mengabdikan dirinya untuk berkerja pada pak Sugeng dengan jujur. ia tidak mau melakukan hal yang menurut nya tidak pantas di lakukan, Apalagi pak Sugeng sangat baik hati padanya. Tidak terbesit sedikitpun niat untuk melakukan hal yang tidak pantas yang dapat merugikan bos terbaiknya.
"Saya punya ide baru, Aldi..saya ingin membuka sebuah kedai kopi yang lagi ngetren sekarang," Kata Ibu.
"Wah,, kebetulan bu Ayu di sini jarang sekali kedai kopi seperti yang Ibu inginkan."
__ADS_1
"Kamu bisa membantu saya, Aldi?"
"Dengan senang hati saya membantu Anda, Lokasinya apa sudah Ibu tentukan?"
"Saya ingin lokasinya di dekat keramaian kota"
"Kenapa tidak di depan restoran kita saja bu Ayu?"
"Terlalu berlebihan menurut saya Aldi, kita buka di tempat lain saja yang cukup strategis."
"Baiklah..saya akan mencari tempat yang tepat untuk usaha baru Ibu"
"Terimakasih, Aldi kamu baik sekali nak" Ucap Ibu.
Diandra yang saat itu sedang sibuk dengan game di ponselnya tiba-tiba ikut bicara soal kedai baru.
"Nanti biar Dian aja yang jaga stand kopi nya, " Seru Diandra.
"Ya.. sambil nunggu karyawan baru yang akan di tempatkan di stand itu.." ucap Ibu.
Aldi yang mendengar nya hanya tersenyum lebar. Ia salut dengan keluarga pak Sugeng, bahkan di atas kesuksesan nya sekarang tak membuat mereka mendongakkan kepalanya. Justru mereka masih tetap menunduk seperti dahulu awal mula merintis usaha nya.
Tak jarang Ibu Ayu turut andil dalam melayani para pengunjung restoran. Jika berada di restoran ,Ibu Ayu selalu menyempatkan diri untuk bergabung dengan para pelayan untuk mengantar pesanan ke meja pengunjung maupun terjun ke dapur langsung untuk menyajikan makanan yang di pesan. Dan hal itu akan menurun ke anaknya, Diandra.
"Baik kalau gitu sekarang saja kita survei lokasi yang tepat, " Kata Ibu.
"Baik bu mari saya antar.." Ucap Aldi.
"Bu, apa tidak sebaiknya kita makan dulu, Diandra laper banget." Kata Diandra memelas.
"Hehehe.... mari mbak Diandra saya antar ke dapur untuk meminta menu makanan langsung kepada kokinya."
"Siap, ibu mau makan apa biar Dian bawakan kesini juga.." Tanya Diandra.
"Sama'in saja sama kamu.." jawab Ibu sambil tertawa.
Diandra dan Aldi menuju ke dapur untuk memesan langsung kepada koki yang biasa memasak di sana. Para karyawan laki laki melihat kagum kepada anak bosnya itu.
"Eh itu siapa sih.. cantik banget gilaaa.." ucap salah satu karyawan yang tengah memperhatikan mereka. Diandra mendengar suara itu lalu menjawab.
"Saya Diandra.. " Ucapnya sambil tersenyum manis.
"Hey kalian, ini jam kerja jangan ngrumpi.. ini bos kita juga..jaga sopan santun disini" Tegur Aldi. Karyawan itu hanya menunduk karena takut.
sementara Diandra hanya tertawa kecil melihat ulah para karyawan nya itu.
***
Di kediaman keluarga Herlambang, Erlin tengah bersantai sambil merapikan kuku kukunya. Hari ini dia tidak menjalankan peraturan pak Guna lagi, karena Bi Sumi sudah memberi tahu.
"Hhmmmm.... Bagus deh kalo pak Guna bebasin gue,, kan sayang kalo tanganku yang mulus ini kapalan, masak Nyonya Prayoga tangannya kasar" Gumamnya.
"Biiii..... biii.." Teriak Erlin di dalam kamar.
"Biiii..!!!" Teriaknya lagi.
Karena merasa kesal akhirnya Erlin memutuskan untuk keluar kamar.
"Bii.... denger nggak sih..." Teriaknya dari atas.
"Ada apa, Nona?" tanya Bibi sambil lari terbirit-birit.
"Aku laper, antarkan makanan kesinii.cepat,!" Perintahnya.
"Males, cepetan anter ke sini.. sama susunya satu gelas.." perintahnya lagi.
"Iya iya tunggu sebentar saja siapakan.."
Bibi pun menyiapkan sepiring makanan untuk di bawa ke kamar Tuan putri, dan juga membuat segelas susu full cream yang di pesan olehnya.
"Oh ya bii, sama buahnya jangan lupa,", Teriak Erlin lagi,,
"hmmm... untungg mbak Cita udah ke kantor ,kalo enggak bisa ribut lagi,, " Batin bi Sumi.
Segera bibi membawa makanan ke kamar atas dimana Erlin berada. Bi Sumi nampak kesulitan menaiki anak tangga, karena sebelumnya belum pernah ia mengantar makanan ke dalan kamar, apalagi lantai tiga.
Penghuni rumah sangat disiplin, mereka tahu dimana tempat makan, dimana kamar tidur. Selama ini meskipun Yoga manja, ia tidak pernah meminta makanan di antar ke dalam kamar, kenapa Erlin sekarang seperti itu ya?
Atau mungkin kebiasaan nya dari dulu se waktu di rumahnya sendiri yang selalu di manjakan oleh pak Teguh.
tok tok tok.....
"Non,, ini makanan nya sudah siap," Teriak bibi.
"Masuk aja," jawab Erlin.
Bibi pun masuk ke dalam kamar, Dilihatnya Erlin tengah selonjoran dengan kaki naik ke atas meja kecil yang ada di kamar sambil memainkan ponselnya.
"Astagfirullahaladzim" Batin bibi.
"Taroh situ, Bi," kata Erlin menunjuk ke meja kecil di sebelah kanan kakinya.
"Non, kan ndak sopan kalo duduk seperti ini" Ucap bibi pelan sambil tersenyum.
"Suka suka saya lah,, loe kalo banyak omong gue pecat!!" bentak Erlin.
"Ya sudah kalau begitu, bibi keluar ya"
Erlin hanya diam tanpa menjawabnya. Ia lalu memakan makanannya dengan kaki masih di atas meja, Sungguh tidak punya sopan santun.
Bibi melihat sekilas cara makan Erlin yang tidak wajar itu sebelum ia menutup pintu kamar,,
"Hhmmmm....cobaaaa aja mbak Cita tahu,, pastii dia akan marah besar,, " Gumam bibi seraya menuruni tangga.
Di kamar tamu.
Yoga yang baru terjaga dari tidurnya, sedang mengumpulkan nyawanya dengan duduk di tepi kasur sebelum pergi ke kamar untuk mengambil pakaian ganti.
"Hari libur panjang enaknya kemana nih, Mantai enak keknya,," Gumam Yoga.
Segera ia melangkahkan kakinya menuju kamar dimana Erlin berada.
"Ehh.... sopan santun loe dimana,,??" sentak Yoga kaget melihat pemandangan tak lazim itu.
"Eh Sayang,, kamu mau makan?? sini aku suapin.." Kata Erlin masih dengan posisinya.
"Mau gue potong kaki loe,, turunin!" Bentak Yoga.
"Iya iya... marah marah mulu, ehh sayang habis ini aku belanja boleh,"
"Serah loe,, " Jawab Yoga seraya mengambil baju di lemari nya.
__ADS_1
"Bagi duit.. " Seru Erlin sambil mengulurkan tangannya.
Yoga pun mengambil uang yang ada di dompetnya, 10 lembar uang seratus ribu'an,
"Nih buat sebulan " Kata Yoga meletakkan uang di atas tempat tidur. Erlin kemudian berlari mengambil uang itu. Emang dasar mata duitan, kalau lihat uang banyak langsung bola matanya berubah jadi ijo.
"Kok cuma sejuta sih," celoteh nya kesal.
"Mau loe berapa,," tanya Yoga sambil berkacak pinggang.
"Ya yang banyak dong sayang,, kasih ATM kamu ajalah,, yang gold,,"
"Kalo ngomong yang bener,, belum juga jadi istri yang bertanggung jawab, udah duit mulu yang di pikirin"
"Aku kan udah bertanggung jawab sa.... "
"udah nggak usah banyak *****,, males gua denger nya."
Yoga melangkahkan kakinya keluar kamar, menuju kamar mandi tamu untuk membersihkan diri di sana. Sementara Erlin sudah berpikir keras akan dia gunakan untuk apa uang itu.
"Sejuta buat apaaa..... bayar parkir doang kurang serebu nih,, " Gumam Erlin.
"Lagian Yoga kok jadi pelit banget ama gue, dulu aja kasihnya paling dikit 10 juta,,"
"Gue mandi dulu ahh...Nanti gue janjian ketemuan aja sama si Edward. ,pumpung hari ini dia ke Indonesia,, minta jatah belanja sama Edward...yayyaya ..ide bagus.." .ucapnya senang.
Yoga yang selesai mandi, langsung menuju ke bawah untuk menemui bi Sumi, hari ini ia akan keluar bersama Jihan. Entah pergi kemana, mungkin ngikut ban depan aja.
"Bi Sumi... Yoga keluar dulu ya" teriak Yoga.
"Mau kemana mas Yoga?" Tanya bi Sumi yang tengah mencuci piring.
"Cari angin"
"Ya sudah hati hati..." Kata Bibi.
Yoga melajukan motornya ke rumah Jihan, ia sudah janjian untuk pergi ke suatu tempat yang tenang, hanya ada suara air laut yang menghantam karang serta angin sepoy sepoy yang menggerakkan dedaunan di sekitar nya.
Ya, !!! Yoga ingin menikmati pemandangan laut lepas siang ini bersama Jihan sahabatnya. Andai ini semua tak terjadi, ini adalah rencana Yoga untuk menyatakan cintanya di tepi pantai.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, ia tak akan bisa lagi mendekati Diandra karena status nya yang sekarang menjadi suami orang. Meski Yoga tak mempunyai perasaan sedikit pun pada istri, Erlin. Diandra pasti akan tetap menghindari nya.
Ia pasrah jika suatu saat Diandra membenci nya, karena memang semua ini salah Yoga sendiri terlalu memanjakan Erlin secara berlebihan. Andai waktu bisa di putar kembali, Yoga memilih untuk memanjakan Diandra saja daripada Erlin.
***
Erlin sudah rapi dengan pakaiannya, Siang ia akan pergi shooping sekaligus bertemu kekasihnya, Edward di suatu tempat. Erlin tampak menuruni tangga kemudian melangkahkan kakinya keluar rumah tanpa pamit dulu kepada orang rumah.
Mau kemana anak itu,, hmmmm., selalu bikin mbk cita darah tinggi,, batin Bi Sumi.
Erlin memasuki sebuah taksi online yang di pesannya setengah jam yang lalu.
"Mau kemana ini mbak?" Tanya pak supir.
"Mall.." jawabnya seraya memainkan ponselnya.
Sesampainya di depan mall, Erlin menuju cafe untuk menunggu Edward datang. Ia memesan Lemon tea untuk menghilangkan rasa dahaga. Kemudian Erlin menelepon Edward.
tutttttt.... tuuutttttt..... ttuuuutttttt📞
Erlin. ; Halo honey, kamu dimana?
Edward ; Lagi di hotel, setelah ini aku kesana
Erlin. ; Cepat sedikit ya honey,
Edward; Kamu dimana?
Erlin. ; Aku sudah sampai di mall,.tapi.
sekarang aku menunggumu di cafe.
jelita!!!
Edward; Oh Okey.,aku on the way kesana!!
Erlin. ; Cepat sedikit ya honey, miss you..
emmuuuuuaaaacchhhhh..
tuuuuuttttttt📞
Panggilan telepon terputus. Padahal hari ini jadwal Edward sangat penuh, tetapi ia rela terbang ke Indonesia menemui Erlin untuk beberapa jam saja, Karena ia tergoda akan imbalan yang telah di janjikan Erlin untuknya.
Ya..!!! Erlin memang sangat pandai menggoda pria dengan iming-iming tubuhnya yang sempurna tanpa cacat sedikitpun itu untuk mendapatkan harta yang ia inginkan.
Bagaikan kucing di kasih ikan asin, Edward memanfaatkan kesempatan itu untuk menyalurkan hasrat ******* nya, Karena di Negara nya dia tidak bisa melakukan hal itu. Bisa bisa nama baiknya sebagai seorang model dan pengusaha sukses hancur berantakan.
Lalu pernahkah Yoga tergoda akan tubuh mulus Erlin?? jawabannya adalah Tidak.
Pernah waktu itu saat Yoga tengah tertidur lelap di kamar tamu, Erlin mengendap-endap masuk untuk menggoda Yoga dengan tanpa menggunakan pakaian apapun. Memegang bagian tubuh sensitif nya dengan menari tak karuan di sana, Karena merasakan hal aneh, Yoga terbangun dan melihat apa yang Erlin lakukan. Tapi ia kembali tidur lagi karena merasa pemandangan itu sangatlah menjijikkan.
Erlin merasa kesal karena tidak mendapatkan respon dari Yoga. Ia kemudian kembali ke kamarnya, menyalurkan hasrat ****** nya dengan alat **** **** yang ia punya. Erlin memang mempunyai beberapa koleksi benda itu atas permintaan Edward dengan alasan supaya bisa melakukan hal itu melalui Video call saat mereka berjauhan.
Edward tampak memasuki parkiran mobil, saat ini ia memakai mobil sedan warna hitam milik keluarga Herlambang. Erlin melambaikan tangannya ke arah Edward karena Edward tampak celingukan mencari keberadaan Erlin.
"Honey.... aku disinii," Teriaknya. Edward tampak melangkahkan kakinya ke arah Erlin.
"Honey.... l miss you so much,," rengeknya manja sambil memeluk kekasih nya itu.
" l miss you too honey,," Jawab Edward.
" Kamu mau pesan apa honey??" Tanya Erlin sambil membuka buku menu.
"No.. no.. aku ingin ke hotel sekarang"
"Ohh honey, kamu sudah nggak ***** ya"
"Ayo honey,, waktuku tidak banyak ,aku harus kembali lagi untuk meeting."
"Ya sudah ayo.. tapi nanti kita belanja banyak ya honey, kamu kan sudah lama nggak ngajak aku belanja.." Ucap Erlin manja yang di jawab anggukan oleh Edward.
Mereka meninggalkan tempat itu dengan berpelukan mesra sampai ke parkiran.
"Loh... ini mobil siapa?" Tanya Erlin heran
"Mobilku honey.." Jawabnya seraya mencium pipi Erlin.
"Terus mobil kamu yang kemarin?"
"Di bengkel..." Jawabnya cepat.
__ADS_1
"Tapi kok aku seperti menge.... "
"Udah ayo, aku sudah sangat merindukan mu..." Potong Edward seraya ******** di telinga Erlin. Dan mau tak mau Erlin menuruti permintaan kekasih nya itu. Menuju kesuatu hotel untuk melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan.