Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 17


__ADS_3

Nuril POV


Gue tengah berada kamar sedang menangis sendu terbawa arus cerita dari film drakor yang gue liat. Kadang juga bikin gue melempar bantal ke segala arah karena jengkel dibuatnya.


kkrrruuuuuuukkkkk


Tiba - tiba perut gue keroncongan minta di isi. Dan akhirnya gue pun turun kebawah untuk mengisi perut.


"Mbak Nuril mau makan?" tanya salah satu asisten rumah tangga di rumah.


"Iya Mbak Atun cacingnya minta jatah waktunya makan.. hehe.. ada masakan apa didapur?" gue berjalan ke arah dapur.


"Tidak ada mbak, soalnya saya pikir mbak Nuril tidak makan dirumah.. mbak Nuril mau saya masakin apa?"


"Bikinin mie telur aja mbak Atun.. yang pedes ya... trus nanti kalau udah mateng tolong masukin ke tepak makan !"


"Lho... kook???? " mbak Atun bertanya-tanya.


"Nuril mau makan di mobil sambil jalan jalan cuci mata.. " gue menjelaskan.


"Ohhhh.... iya mbak Nuril saya buat sekarang ya. .permissii." mbak Atun pun langsung memasak.


Gue masuk kekamar untuk ganti baju dan mengambil ponsel. Kemudian keluar menuju sofa depan seraya memakan cemilan sambil menunggu mbak Atun selesai masak.


Gue memutuskan menelepon Diandra siapa tau dia mau ikut gue cuci mata..hehehe...lumayan ada temen ngobrol.


"Lagi apa loe??" tanya gue saat telepon sudah di angkat oleh Diandra.


"Biasa lah.. ada apa nelpon gue" jawab Diandra.


"Gue mau cari angin keluar, loe mau ikut? "


"Nggak ah. di rumah lagi ada Kakak sama bokap gue.. jam segini keluyuran jelas nggak boleh lah " jawab Diandra.


"Ohh.. ya udah kalo gitu .bye.. "


"Mbak sudah jadi mie-nya, inii " tiba-tiba mbak Atun bikin gue kaget.


"Ohh udah.. makasih ya mbak.. Nuril keluar dulu. " gue berjalan ke pos satpam depan menemui supir yang tengah nongkrong sambil ngopi. Sebut saja namanya Diman atau pak Diman.


"Yang lagi nyantaii. enak banget keknya" kata gue membuatnya terkejut.


"Ehh ya ampun non. bikin saya kaget.." kata Pak Diman yang kemudian menatap gue dari atas sampai bawah.


"Non Nuril mau kemana kok rapi sambil bawa bekal?"


"Mau makan.. " jawab gue singkat.


"Makan kenapa tidak didalem aja, Non.. kok malah keluar bawa bekal.. " kata pak Diman tak mengerti.


"Saya mau makan sambil jalan jalan cuci mata.. " jawab gue cengengesan.


"makan kok sambil jalan, Non?? pamali.. " ucap Pak Diman.


"Maksud saya anterin muter muter ke kota ..saya mau makan dalam mobil sambil lihat pemandangan malam.. " gue menjelaskan panjang lebar.


"Oohhh.... begitu. " Pak Diman manggut-manggut mengerti.


"Terus kenapa masih duduk disini, udah cepet ambil mobil.. keburu pingsan kelaparan deh gue" perintah gue.


"Non Nuril kayak orang ngidam aja makan pengen dimobil sambil jalan jalan.. " gumam Pak Diman pelan tapi sempat gue denger..


Gue pun segera masuk kedalam mobil setelah mobil udah siap.


"Kita mau kemana ini, Non..?? " tanya Pak Diman di depan.


"Keluar kompleks aja ..ke alun-alun kota.." jawab gue seraya memakan mie.


"Baik, Non.. " jawabnya segera melajukan mobil perlahan.


Gue menyuruh Pak Diman untuk mematikan AC karena gue ingin merasakan udara malam yang dingin. Gue menurunkan kaca mobil melihat banyak anak muda yang tengah nongkrong di cafe.


"Pak Diman ,di depan ada air mineral tidak?" tanya gue karena merasa tersendak mie yang gue makan.


"Tidak ada, Non.. tadi pagi saya cuci mobil jadi saya bersihin juga botol botol air mineral yang ada di dalam.. " jelasnya.


"Ya udah menepi.. saya mau beli minum bentar. " perintah gue.


Gue pun turun untuk membeli air setelah Pak Diman memarkir mobil di depan supermarket terdekat. Ketika gue mau masuk lagi ke mobil, pandangan mata gue menangkap sosok yang tak asing lagi.


wanita itu tengah menggandeng tangan pria bule yang tampak begitu mesra dan hangat di seberang sana, lebih tepatnya di depan sebuah cafe. Karena tingkat ke kepo-an gue yang memuncak, akhirnya gue memutuskan untuk melihatnya lebih dekat lagi.


"Pak.. pak.. ayo kita kedepan cafe sana... cepettannnn.. " gue tak sabar.


"Mau ngapain, Non??? " tanya Pak Diman.


"Udah nanti aja ceritanya.. udahh cepetan.. keburu ilang tuh orang.. " kata gue kesal.


Segera Pak Diman mencari tempat parkir yang tak jauh dari wanita itu berdiri. Dan gue mengintainya dari dalam mobil.

__ADS_1


"Ohhh.... Erlin lagi sama cowok.. ..eehh bule ganteng banget ya ampunn... ehh bentar deh.. bukannya masih pacaran sama yoga..... kok dia sama cowok lain... pakek pelukan lagi.... ehh bentar gue foto loe.. biar tau rasa.. hihihi.. " gumam gue sambil tertawa kecil.


Erlin terlihat memasuki mobil mewah milik kekasihnya. sepertinya bule itu bukan orang biasa , karena tidak sembarang orang punya mobil mewah seperti itu.


"gue bakal cerita sama si diandra.. pasti dia seneng" gue dalam hati.


"Yuk pak jalan lagi.. pemandangan tadi bikin kenyang "


"Memangnya siapa tadi, Non.. " tanya Pak Diman yang selalu ingin tau.


"Dia itu.. emmmmmm.... "


"Siapa, Non??" Pak Diman penasaran menunggu jawaban dari gue.


"Nungguin ya..????? hahah... pokoknya lah pak.. percuma dijelasin satu satu juga nggak ada untungnya. "


"Ya elah, Non.. lama saya nunggu ehh ndak di jawab. "


"Udah ah yok jalan.. bawel banget "


Gue pun memutuskan untuk kembali ke rumah karena tiba-tiba perut gue kenyang melihat pemandangan yang bakalan jadi heboh..


"*H*mmm kasiann amat sih itu si yoga.. di selingkuhin ceweknya... emang dasar tuh *** ayam.. dimana mana nempel.. yang di tempelin cowok tajir semua lagi... " gue dalam hati.


Gue nggak sabar liat dia diputusin sama yoga.. pasti bakal seruu..


***


Author POV


Pagi hari yang begitu dingin membuat siapa saja enggan untuk beranjak dari tidurnya. Begitu pula dengan Prayoga. Ia memilih tetap berada dalam selimut tebalnya.


Hari ini ia malas untuk pergi ke sekolah, Karena alasannya minggu minggu ini tidak ada jam pelajaran seperti biasa yang membuat dia harus bangun pagi.


"Mas Yoga..... bangunnn..... sudah siang... " teriak Bi Sumi di balik pintu.


"Mas Yoga...... " teriak Bi Sumi lagi sambil mengetuk pintu.


Tidak ada jawaban karena, yang di panggil tengah melanjutkan mimpinya di pagi hari.


"Kenapa bi?" tanya Kak Cita yang melihat bibi gelisah.


"Itu.. mas Yoga ndak bangun bangun.. bibi takut nanti dia terlambat " kata Bibi sopan menjelaskan.


"Biarkan saja..jangan di bangunkan sampai siang." perintah Kakaknya.


"Biarkan saja dia ,biar saya nanti yang turun tangan.. kalau dia bangun beritahu saya di ruang kerja.. " kata Kak Cita seraya masuk ke ruang kerjanya.


"Heh..... mau apalagi Non Cita ini.. jangan sampai dia marah marah." Bibi menggela nafasnya.


sampai pukul 10.00 WIB, Yoga masih molor di tempatnya. Entah tengah mimpi apa sampai-sampai ia enggan membuka matanya dipagi yang panas itu.


Cita tengah berada di ruang kerja. Hari ini jadwal kosong sampai siang tetapi nanti pukul 13.00 wib akan ada pertemuan penting di kantor. Berkutat dengan laptop di depannya untuk mengecek laporan email yang masuk.


"Anak bodoh itu kenapa tidak segera bangun. " gumamnya pelan.


Kemudian ia bangkit menuju kamar Yoga untuk membangunkan adiknya itu.


"YOGA......!!!!!!!! YOGAA............ " Cita menggedor keras pintu kamar Yoga.


"YOGA... APA KAU SUDAH TULII.. HAH..????? TIDUR SEENAK JIDAT MU SENDIRII.... " teriaknya lagi..


"BANGUNNN BODOH... TIDAK ADA ORANG SUKSES KALAU JAM SEGINI MASIH ENAK ENAKAN TIDUR" teriaknya lagi dengan suaranya yang khas..


"KAU BENAR-BENAR TULI... HAH?????"


"Heehhh...... keterlaluan.. " gumamnya pelan kemudian kembali ke ruang kerjanya dengan kesal.


Sebenarnya Adiknya itu sudah bangun, tapi dia sedang fokus duduk di atas toilet karena perutnya yang melilit. Ia sebenarnya mendengar omelan Kakaknya itu tapi, ia enggan berkomentar atau menjawab sedikit pun.


15 menit ia berada di toilet setelah dirasa sudah ,ia memutuskan untuk mandi. Siang ini dia akan berencana bertemu dengan Erlin.


Yoga keluar kamar dengan pakaian andalannya menuju dapur untuk mengisi perut.


"Baru bangun kau Anak manja.. " cetus Kak Cita tiba-tiba. Cita berada di dapur untuk mengambil air minum.


"Hmmm.. apaan sih pagi pagi udah ribut. " jawab Yoga malas.


"PAGIII KAMU BILANG????????? APA MATA KAMU SUDAH B*TA???? teriak Kak Cita dengan nada tinggi.


"Santai dong.. santai... baru jam berapa sih... masih jam setengah 12 juga.. " ucap Yoga.


"Setengah 12 loe bilang pagii???? diluar sana mereka sudah berkeringat mencari rupiah. dan loe jam segini baru keluar dari kamar??"


"Apaan sih marah marah mulu. " Yoga duduk menikmati sarapannya yang kesiangan di meja makan.


" Kenapa loe nggak masuk sekolah??? " tanya Kak Cita dengan nada dingin.


"Hari ini itu free.. tidak ada pelajaran, ngapain gue kesekolah.. anak anak palingan jam segini juga pada pulang semua" ucap Yoga.

__ADS_1


"Trus gue mau tanya..loe habisin uang loe yang ratusan juta itu buat apaan?"


"Ya elah uang lagi uang lagi yang di bahas." jawab Yoga malas.


"Gampang banget luu kalo bicara ya.. ya jelas dong gue penasaran sama pengeluaran loe yang nggak masuk akal itu, buat apaan?? loe perawatan?? loe beli mobil? beli hape? " celoteh Kak Cita.


"Udah nggak penting.. males banget gue bahas ginian " jawab Yoga.


"Nggak mau jawab gapapa.. tapi gue akan bilang ke Papa masalah ini, dan Papa akan mencabut fasilitas mewah loe. " ucap Kak Cita seraya pergi.


Yoga hanya melirik tajam ke arah Kakaknya itu dan memilih diam seraya menghabiskan makanannya. Setelah makanannya habis, ia mengambil kunci motor serta ponselnya dan memilih keluar menggunakan motor sport nya. Entah perginya kemana yang jelas dia pusing berada di rumah mendengar suara rombeng kakak nya yang selalu ingin berdebat dengan nya.


Di rumah Kak Cita sedang menelepon Papanya, ia ingin mengadukan masalah adiknya itu.


"Halo, pa.. Papa lagi sibuk?" tanya Cita.


"Tidak.. papa selesai makan siang, ada apa?"


"Pa.. menurut Papa apa tidak keterlaluan itu si Yoga. "


"*K*enapa dengannya???"


"Dia menghabiskan uang 175juta pa selama 2 bulan"


"Apa dia membeli motor??" tanya Pak Guna.


"Tidak, Pa.. dia tidak membeli barang barang mahal. "


"Lantas??? "


"Papa cari tahu saja lewat orang suruhan papa, enak aja dia ongkang ongkang kaki sambil habisin uang nggak jelas"


"Ya sudah nanti papa suruh orang untuk selidiki"


"Oke Papa.. terimakasih" Cita seraya menutup teleponnya.


"Emang enak gue aduin ke Papa.. lagian keterlaluan banget habisin uang nggak kira kira.. kalo gue nggak masalah, gue perempuan .abisin duit buat perawatan sana sini, wajar wajar aja... lah dia?? " gumam Cita.


***


Di sebuah Restauran yang begitu penuh sesak akan pengunjung karena jam makan siang, Yoga duduk di meja yang berada di ujung sambil membolak-balikkan menu yang dilihatnya.


"Mau pesan apa kak?" tanya pelayan yang menghampiri.


"Emm... saya mau green tea latte sama macaroni scottel yang varian keju mozza. "


"Baik.. silahkan di tunggu kak.." pelayan pun pergi.


Yoga melihat pengunjung restoran yang tengah menikmati makan siangnya dengan lahap. Ada juga beberapa food vlogger tengah berbicara sendiri di depan cameranya, mereview sambil sesekali mekanan makanannya dengan gaya yang di buat buat.


Yoga memang dari dulu tau kalau tempat ini rame akan pengunjung. Dan hari ini entah kenapa ban depan motornya mengajaknya ketempat itu .hehhehe...


10 menit kemudian, pelayan datang membawa pesanan yang ia pesan.


"Selamat menikmati hidangan best seller kami kak.. " kata pelayan itu.


"Oh ini best seller??? " tanya Yoga.


"Iya, Kakak.. menu makanan ini sedang jadi best seller, karena ini menu asli buatan dari i


Ibu pemilik resto" pelayan itu menjelaskan.


"Oh.. oke terimakasih. " Yoga tersenyum.


"Permisi, Kak.. " pelayan itu tersenyum semanis mungkin.


Yoga langsung mencicipi makanan itu. Dan benar saja ,ini begitu beda dari yang ia makan di restoran lainnya.


"Bakal jadi favorit ini mah", gumam Yoga pelan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah mampir ke karya saya.


maaf jika banyak kata yang kurang jelas.. mohon kritikannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2