Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 05


__ADS_3

Author POV


Pagi itu Diandra berangkat ke sekolah dengan memakai pakaian olahraga. Hari ini jam pertama adalah mapel olahraga. Seperti biasa, Diandra menunggu Nuril di parkiran.


Nuril selalu saja datang sedikit mepet dari jam masuk karena beralasan macet. Padahal dia punya motor, kalau pun di tanya selalu dia menjawab takut kulitnya menghitam karena sinar matahari.


"Ya sayang dong perawatan gue selama ini kalo dipakek naik motor, kena debu kena sinar matahari.. aduhh nggak kebayang kalo gue item, burik.. iiyuuhhhh.... " kata Nuril kalau ada yang nanya alasan dia ngga pakek motor selama ini.


Pagi hari yang begitu terik karena sinar matahari tidak terhalang oleh awan sedikit pun, membuat siswi yang enggan terkena sinar matahari bingung mencari perlindungan untuk kulit wajahnya.


Para siswa kelas 10 IPA tepatnya kelas Diandra tengah berada di lapangan menunggu Pak Agus Guru olahraga datang.


prrriiiiitttttttt........


Suara peluit pak Agus Guru olahraga membuat para siswa berlari menuju sumber suara.


"Hari ini.. seperti kelas yang lain kalian ada ujian larii. .sejauhh 3 kg dengan dua kali putaran,, nilainya akan saya masukkan raport" tegas pak Agus dengan suara lantang.


"Whatttttttttt... ????? wahh kenapa mendadak pak,," kata seorang siswa dann di susul protes siswa siswi lainnya.


"Yang lainnya sudah punya nilai semua dari saya, tinggal kelas ini yang belum.. mau kalian tinggal di kelas 10..!! hah??? " kata pak Agus tegas. Karena memang ini pertemuan terakhir dilapangan sebelum UKK berlangsung.


Sebenarnya masih ada 6x pertemuan lagi di lapangan. Akan tetapi pak Agus mulai minggu depan akan ambil cuti untuk menunaikan ibadah Haji ke Tanah Suci. Jadi mau tidak mau mereka mengiyakan ujian ini. Begitupun dengan Diandra dan juga Nuril yang hanya menurut tanpa berkomentar seperti yang lainnya. Ujian di mulai dengan berbagai macam pemanasan agar tidak ada cedera sewaktu lari..


"Oke anak-anak, silahkan bersiap siap.. " kata pak Agus memberi aba aba.


"BERSEDIAA. ....SIAPPP.....MULAIIII !!!!!!!!


Prrrriiiiiiiiittttttttttttttttttttttt......


Mereka pun lari dengan sekuat tenaga mereka..


Berbeda dengan Diandra dan Nuril yang lari ogah - ogahan. Mereka menyiapkan tenaga untuk putaran kedua , percuma saja lari kencang di awal, kalau di putaran ke dua ambruk.. hihihihihi.


"Aduhh... make up gue.. luntur dong, Putri" gerutu Nuril sibuk menutupi wajahnya dengan lengan agar tidak terkena sinar matahari langsung..


"Udah entar di tambal lagi ..ribet amat " kata Diandra.


"Gue lupa pakai sunblock lagi aduhh pak Agus nggak kode kode nih kalau mau kasih ujian.. "


Diandra enggan menanggapi Nuril yang rempong nya minta ampun.


Diandra dan Nuril mendapat waktu kecepatan lari di tengah-tengah di antara teman sekelasnya.. lumayan lah.. lumayan ngos-ngosan.


Mereka berdua saat ini tengah berada di kelass merehatkan awak badan mereka yang capeknya minta ampun. Biasanya mereka juga jogging, tapi kan santai tidak dikejar waktu seperti barusan.


"Yuk ke kantin yukk..haus nihh ..laperr juga" kata Nuril memelas..


"Ayok, gue juga laper banget." ujar Diandra memegang perut.

__ADS_1


Merekapun berjalan gontay ke kantin karena kakinya terasa begitu lemas. Tanpa di sengaja menabrak Ricky yang sedang terburu buru juga hendak pergi ke toilet..


"Ehh ky Ricky.. gue mau bertanya bentar" Nuril tiba-tiba menyeret tangan Ricky. Entah mendapat kekuatan dari mana si Nuril ,yang tadinya begitu lemas tiba-tiba kuat menahan lengan seorang cowok yang tengah berlari.


"Bentar gue mules ini.." kilah Ricky sambil memegang perut dan pant*tnya


"Bentar doang kali, ky," bujuk Nuril.


"Ya ampunn, ril.. gue nggak tahan,," ucap Ricky yang langsung berlari kencang ke toilet takut kebrojolan di celana.. hehee..


"Ehhh tu anak ya... dibilang bentar doang, malah kabur.. " gerutu Nuril kesal.


"Loe tega amat sih..dia kan kebelet pengen pup.. udah di ujung jalan tuh kayaknya.. kalo loe ajak bicara disini ,keluar disini dong pupnya.. entar loe ya yang bersihin pup dia.. hahahhaa.... " ucap Diandra tertawa terbahak-bahak.


"Ya kan jarang jarang kita papasan sana kutu kupret itu,," kata Nuril sebal.


"Udah yuk ah cepetan jalannya.. "


Diandra dan Nuril pun berlalu ke kantin yang tampak sepi, sehingga mereka begitu bebasnya memilih tempat duduk.


"Bu mau gado gado satu sama bakso beranak dua ya,,, es pelangi dua pakai es dikit aja ,susunya pakek susu coklat..Oke,, " Nuril nyerocos panjang kali lebar..


"SIAP" kata Bu kantin.


Diandra yang melihat kelakuan Nuril hanya geleng-geleng kepala..


"Tuh anak emang dasarr" gumamnya.


"Siapa nih yang habisin kek gini??? gila loe..pesan makan nggak kira kira..dasar rakus," kata Diandra dengan melihat porsi makanan yang lumayan banyak.


"Tenang aja.. nanti kita habisin bareng bareng" jawab Nuril sambil menuang sambal ke baksonya.


"wah mantap ini mah,," gumam nuril dengan mata berbinar saat melihat kuah sambelnya.


Setelah buang hajat di toilet Ricky merasa kehausan dan membeli jus jambu di kantin.


Ia melihat kearah nuril dan menghampirinya.


"Boleh gue duduk sini,???" tanya Ricky mengagetkan Diandra dan Nuril.


"Ehh ky.. sini duduk..eh tapi ini kan belum jam istirahat.. gpp lamaan disini???" tanya Nuril dengan mulut mengunyah baksonya.


"Enggak ....ehh loe mo tanya apaan ril, " tanya Ricky yang minum jus jambunya dengan sesekali melirik Diandra yang tengah makan. sementara diandra tidak menyadari akan hal itu .


"Gila..baru tau gue kalo Diandra itu menarik kalo dilihat dari deket gini.. perasaan dulu SMP biasa aja.." gumam Ricky dalam hati..


Ricky Nuril dan diandra memang dulunya juga satu sekolah dan kini juga memilih SMA yang sama. Ricky itu teman satu kelas nuril ketika smp dulu, sedangkan Diandra di kelas yang berbeda.


"Iye bentar, gue makan duluu.." Ucap Nuril tanpa melihat Ricky.

__ADS_1


"Apa gue cari tau aja ya lewat nuril, Nuril kan sahabatnya Diandra..gue mau Nuril jadi mak comblang gue sama Dia" gumam Ricky dalam hati.


Setelah Nuril selesai makan, dia menghabiskan es pelanginya. Nuril belum menyadari bahwa Ricky diam diam curi pandang ke Diandra yang super duper cuek.


"Emm.. Ky gue mau tanya tentang Yoga boleh" tanya Nuril sambil meneguk habis kuah esnya.


uhhuuukkkkk... uhhuuukkkkkkkk....


Diandra yang mendengar nama Yoga langsung tersedak. Nuril pun melirik Diandra dengan tersenyum dan melanjutkan bertanya-tanya sama Ricky.


"Ky... haloooo... loe dengerr gue???," tanya Nuril sambil melambaikan tangan di depan muka Ricky..


"Ehh.. iya loe tanya apa tadi?," Kata Ricky gelagapan. karena dia sedang melamun cara mendapatkan Diandra.


"GUE MAU NANYA SAMA LOE TENTANG YOGA !!" ucap nuril penuh penekanan tapi dengan suara pelan karena malu di dengar orang.


"Boleh kok.,loe suka sama dia,," tanya Ricky dengan sedikit tertawa.


"Yoga itu udah punya cewe belum? "tanya nuril lagi.


"Dia lagi PDKT sama Erlin dan dia juga lagi dikejar kejar kakak kelas yang kini jadi primadona... tuh si Bela.. " jelasnya.


deggg.....


Diandra merasakan ada yang aneh di dadanya, entah kenapa tiba-tiba terasa sedikit kecewa mendengar Ricky bicara. Dan tanpa permisi dia pun pergi dari kantin menuju kelasnya.


"Ehh... main pergi aja tu anak,," gumam Nuril lirih..


"Tapi dia sekarang ngga punya cewek kan???, " tanya Nuril lagi.


"Nggak ada.. tapi waktu gue liat hapenya, banyak tuh kontak cewek, " jawab ricky asalkan.


"Ya udah deh ky.. nanti lanjut chat ya. nanti gue Whats app loe..bye" sambung Nuril


"Mo ngapain???," tanya ricky.


"Mo tanya soal Yoga lagi lah..kalau tanya disini kepanjangan.. keburu loe disusul guru BK disini..hahhaha,," jawabnya.


"Oke. " jawab Ricky sambil mengacungkan jempol.


"K**esempatan nihh gue tanya" sama Nuril tentang Diandra, " gumam Ricky dalam hati.


Ia pun ikut kembali ke kelas nya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2