
Author POV
Ricky yang merasa tidak diperhatikan pun mengikuti arah pandangan Diandra. Setelah tau Ricky pun tersenyum dan berkata.
"Liat apa loe,???" tanya Ricky yang mengetahui kalau Diandra tengah mengamati seseorang.
"Ohhh ehhh enggak kokk nggak liat apa apa,," jawab Diandra panik.
"Itu si Yoga sama Erlin mereka baru jadian kemaren,,"
deggggg................ entah kenapa dengan jantung Diandra tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Kok bisa??? bukannya dia lagi deket sama Kakak kelas?" tanya Diandra.
"Kakak kelas siapa? Bella??" tanya Ricky.
"Iya nggak tau gue siapa namanya tuh Kakak kelas." jawab Diandra.
"Kalo Bella emang sukak sama Yoga tapi si Yoga aja yang nggak mau ama dia..terlalu uwuuwuuu,,," kata Ricky sambil tertawa.
"Kenapa???bukannya dia cantik,, " tanya Diandra lagi..
"Cantik cantik tapi matre buat apa..!!!" kata Ricky seraya tertawa.
Diandra hanya diam tak menjawab. Entah pikirannya melayang kemana dan ricky pun melanjutkan penjelasannya.
"Kalau si Erlin itu suka tapi dia malu bilang ke Yoga,,akhirnya gue deh yang comblangin... hehehe.." tambah Ricky dengan entengnya.
"Oh.. elo mak comblangnya.. jaxi mereka udah jadian dong," tanya Diandra sambil tersenyum kecut.
"Udah..sekitar 2 hari yang lalu..loe percaya nggak kalo gue yang nembakin si Erlin ke Yoga." kata Ricky sambil tertawa bangga.
"Eehh busyet gimana ceritanya itu?? kok Yoga nggak gantelmen bgt sih dadi cowok??" seru Diandra tak percaya.
"Hahaha.. gue bilang gini Er.. yoga suka sama loe.. dia takut ditolak sama loe.. loe mau ngga jadi pacarnya yoga.. gituuu" kata Ricky
"Terus??????" tanya Diandra lagi ingin tahu.
"Yaaa trus dengan malu malu Erlin langsung jawab Iya mau dengan menerima coklat pemberian dari Yoga,," ucap Ricky.
"Pakek coklat segala???? " tanya Diandra tak percaya.
"Iya buat syarat.. hehehehe" jawab Ricky kemudian.
"Emmmm...kok gitu sih Yoga. .ngga maco banget jadi cowok.. masa nembak aja ngga berani.. kalo suka ya bilang, ngapain malu.. ngapain takut ditolak..kalau pun ditolak juga udah resiko,yang penting kan udah ungkapin perasaan dengan gantle." gumam Diandra lirih dan Ricky pun mendengarnya tampak menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.
"Dian.. " panggil Ricky.
"Paan.. " jawab diandra yang tetap melihat kearah Yoga tanpa melihat Ricky.
"Gue suka sama loe,, gue tertarik sama loe dari pertemuan kita di kantin kemaren, gue pengen loe jadi cewek gue,," kata Ricky antusias sambil memejamkan matanya.
__ADS_1
Diandra pun kaget di buatnya.
"Elo bercanda kan?," tanya diandra seolah tak percaya dengan apa yang didengar oleh telinganya barusan.
"Gue serius.. kan elo sendiri yang bilang kalau suka harus ungkapin secara langsung..dan gue ungkapin ini sekarang, " kata Ricky pelan tapi pasti.
"Emmmm..sorry sebelumnya, bukannya ini terlalu cepat??" tanya Diandra pelan.
"Gue takut keburu loe jadian sama cowok lain dian.. gue mohon terima gue ya,," pinta Ricky.
"Emang loe selama ini nggak punya cewek??gue ngga mau nantinya di cap jadi perebut pacar orang,," jelas Diandra.
" Enggak.. gue nggak punya siapapun. " kata Ricky.
Diandra pun sejenak berpikir.
ngga ada salahnya gue sama ricky. siapa tau dengan jadian sama dia gue bisa lupain yoga. lagian buat apa gue berharap sama yoga yang jelas jelas udah jadian sama erlin.
gumam Diandra dalam hatii.
"Iya gue mau,," jawab Diandra lirih.
Ricky pun melotot tak percaya cintanya di terima segampang ini oleh Diandra. Ada senyum licik terukir di bibir Ricky,,seperti ada tujuan lain ia mendekati Diandra.
"Terimakasih ya diandra sayang,,love you,," kata Ricky sambil memegang tangan Diandra.
"Udah ah gue mau pulang duluu..bye,," kata Diandra. Entah kenapa tidak ada yang spesial di hari jadinya dengan Ricky, terasa hambar.
diandra pun bergedek jijik melihatnya.
"Nanti kalau sampai rumah kabarin yaaa,," Ricky dengan sedikit berteriak.
Sesampainya di rumah, Diandra pun langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri untuk mengembalikan kesegaran badannya.
Selesai mandi ia pun mengambil baju ganti yang biasa ia gunakan saat santai di rumah. Dan kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Bi kok sepii ya.. kak juna kemana?," tanya Diandra pada Bibi yang tengah mencuci piring sembari mengambil air dalam kulkas.
"Ehh anu Non.. pak Juna lagi ada pertemuan dengan client di restoran.. trus Den Neo minta ikut jadinya ikut semua,," jawab bibi dengan sopan.
"Oohh...bii masak apa hari inii?," tanya Diandra di meja makan.
"Ada steak ayam non.. sop buntut sama terong krispy..apa bibi angetin masakan nya sekarang?"
"Em..nggak usah deh bii..dian pengen telur mata sapi..nanti dian buat sendirii, bibi istirahat aja,," jawab diandra dengan tersenyum.
"Baik non.. permisi.. " kata bibi sambil membungkukkan badan.
Bibi mirna adalah Asisten rumah tangga yang dipekerjakan oleh Ibu Rahayu beberapa hari belakangan ini. Diandra sangat sopan dengannya, begitupun sebaliknya. Meskipun telah memiliki asisten rumah tangga tak menjadikan Diandra hanya ongkang ongkang kaki saja, Diandra turut andil membantu bibi dalam hal memasak atau menyapu halaman.. Karena Diandra tau, usia bibi sudah tidak mudah lagi untuk membersihkan rumah 2 lantai seorang diri pasti membuatnya sangat kelelahan.
"Kayaknya sambel sama telur ceplok enak deh.. bikin ahh,," kata Diandra sembari berjalan ke dapur.
__ADS_1
Mengambil telur di dalam kulkas dan menggoreng di atas teflon.
tak butuh waktu lama Diandra memasak, karena sangat gampang baginya.
setelah siap, Diandra pun memakan makan siang agak sore itu di meja makan.
Tak butuh waktu lama nasi dan telur serta sambal buatannya sudah berpindah kedalam perut. Ia melangkahkan kaki ke dapur untuk mencuci piring bekas makannya. Dan setelah itu dia masuk ke kamar, mengerjakan beberapa tugas sekolahnya. Berkutat dengan buku buku pelajaran sampai pukul 19.00 malam.
"Hooaammmm....capek sekaliii,," gumam Diandra sambil merenggangkan badannya.
Ia berdiri menuju dimana ponselnya di changer. Mengecek pesan pesan yang masuk. Ada 20 pesan WA dan 5 panggilan tak terjawab dari Ricky. Dia pun membuka pesan. yang isinya dari group kelas dan juga dari Ricky.
"Apaan sih. ga jelas semua,," gumam Diandra pelan.
Ya karena isi pesannya Ricky hanya Sayang.. sayang... sayang.... kangenn...
tiba-tiba telpon masuk dari Ricky dengan malas Diandra mengangkat telepon itu.
๐ Haloo.. jawab Diandra malas.
๐Kok dari tadi nggak kabarin sih sayang? kemana aja? pergi keluar ya? tanya Ricky di seberang sana mengintrogasi Diandra habis habisan.
๐Paan sih gue belajar.. banyak PR,, kata diandra acuh.
๐beneran kan. kamu ngga boong.?? kamu ngga bohongin aku kan sayang" tanya ricky dengan suara pelan.
๐nggak !!!! seru diandra langsung menutup telponnya.
"Dasar anehhh luu..baru aja tadi siang jadian,sekarang udah lebay kek gitu," gumam Diandra sembari melempar ponselnya ke kasur empuk dan di susul dengan badannya.
"Heehhhhh..... ngantuk banget gue, " ucap Diandra seraya memejamkan matanya.
***
Di sebuah cafe.
Ricky sedang berada di toilet pun segera keluar setelah telp terputus sepihak dari diandra.
"Dasar gadis tol*l.. matiin tanpa pamit," gumam Ricky sembari berjalan keluar dari toilet.
"Sayang kok lama sih ke toilet nya,," kata perempuan cantik berbadan tipis dan datar tanpa body itu..
"Iya perut aku mules sayang..maaf ya ,,"jawab Ricky sembari mencium kening perempuan itu. Ya Ricky tengah beralasan seperti itu karena dia tidak mau rencana dia mendekati Diandra gagal, maka dari itu ia berpura pura ke toilet untuk mengintrogasi Diandra supaya Diandra mengira ia sangat perhatian dengannya.
Dia adalah Anita, anak kelas 10 SMK bhakti mulia. Dia adalah pacar Ricky dari 1 tahun yang lalu, tetapi Ricky banyak bermain-main di belakang Nita. dengan mendekati beberapa cewek cantik berbadan seksi termasuk Diandra.
Ricky termasuk cowok playboy dengan wajahnya yang tampan dan kulit bersih menjadikan seolah olah hanya dia yang paling ganteng di sekolahnya. Bukan hanya Nita dan Diandra yang menjadi kekasihnya saat ini, melainkan beberapa cewek lainnya seperti, anak OSIS bernama Ana dan juga Sifa teman 1 kelas Diandra..
author kasih ilustrasinya yaa... ๐๐๐
RICKY
__ADS_1