
Author POV
Hari senin yang menyebalkan. Dimana para murid berdiri di lapangan untuk melaksanakan upacara bendera. Banyak para siswa yang beralasan sakit agar tidak mengikuti kegiatan yang diadakan rutin setiap hari senin itu. Tapi tidak dengan Diandra dan Nuril, mereka tetap saja mengikuti upacara tersebut sampai selesai walaupun sambil menggerutu kesal karena kepanasan di jemur terlalu lama.
Memakan waktu yang tak sedikit sekitarr 50 menit. Apalagi amanat dari pembina upacara itu Pak Kepala sekolah, membuat Diandra dan yang lainnya nyengir kepanasan serta kakinya yang pegal linu karena kelamaan berdiri.
"Aduh pakk udah dong bicaranya.. Hari senin depan aja di sambung lagii ..nggak capek apa bicaranya panjang kek gitu," keluh Nuril pelan sambil mengibaskan tangannya ke arah muka.
"Husstt...diam aja napa. ." kata Diandra yang berada di depannya.
"Coba liat muka gue.. udah kayak udang rebus tau nggak.. lagian kenapa sih tuhh kepsek bicaranya panjang amat ,gue yang dengerin aja capek,," jawab Nuril seraya berbisik dan Diandra pun hanya diam, ogah membalas celoteh Nuril. Memang dari dulu itu anak agak sensitif dengan sinar matahari karena takut kulit nya menghitam.
"Akhirnyaaaa............ ngadem juga dikelass,," gumam Nuril ketika dia sudah berada di kelas..
"Nggak ke kantin??" tanya Diandra.
"Sebenarnya sih haus membandel..tapi gue mau benerin make up duluu,," jawab Nuril seraya berkaca.
"Tuh liat maskara gue..!! eyeliner gue ,bedak gue, aduh jelek banget ,!!" tambahnya panik.
"Lagian mau sekolah aja tuh make up heboh amat,, setoko di templokin ke muka semua,".. kata Diandra yang di susul tawa teman-temannya.
"Heh..heh.. dengerin gue.. hari gini nggak cantik ,nggak dilirik cowok shayyyyy..... " Kata Nuril lantang membela diri karena ditertawakan teman-temannya.
kemudian Diandra pun langsung ngibrit ke kantin sebelum Guru jam pertama masuk. Ia membeli 2 air mineral dan segera berlari kembali kelas.
"Nihh.. gue beliin,," kata Diandra duduk di bangkunya.
"Makasihh syantikkkkkkk,," jawab Nuril yang sudah kembali full dengan make up nya.
Tak lama pun Guru masuk ke kelas sambil membawa lembar ujian. Membagikannya dan mengoreksi bersama.
Ya, minggu kemarin siswa SMA 08 sedang UKK. Dan sekarang waktunya mengoreksi untuk mengetahui nilai dari ujian tersebut.
"Koreksi yang benar ya anak - anak.. Biar Ibu tau mana yang akan ikut ujian ulang dan mana yang lolos..kita akan mengoreksi beberapa soal hari ini.." kata Ibu Guru Sulia.
Sekitar hampir 2 jam lamanya berkutat dengan lembar ujian yang di koreksi, akhirnya selesai juga. Ada beberapa anak yang memang harus mengikuti remidi/ujian ulang karena nilai berada jauh dibawah KKM. Tapi tidak dengan Diandra, dia mendapatkan nilai rata-rata kepala 7 dari 3 mapel yang di koreksinya. Lumayan lahh daripada ujian lagi. hehehe....
tteeetttttttttttt.....tteeeeeeeeeeeetttttttttttttt.......
Bel istirahat berbunyi. Segera mereka berhamburan keluar kelas, ada beberapa yang masih stay di dalam kelas untuk sekedar bercanda di sana. Sedangkan Diandra menuju bawah pohon dekat lapangan. Ya itulah spot favorit Diandra ketika istirahat karena dengan bebasnya ia mengekspos pandangan ke berbagai sudut termasuk dimana kelas Yoga berada..
Meskipun hobby membaca, Diandra tidak menyukai berada di perpustakaan karena, percuma saja waktu istirahat yang hanya sebentar tidak akan puas untuk ia gunakan membaca novel. Maka dari itu, Ia memutuskan untuk mengkoleksi berbagai macam Novel di rumah sendiri karena dengan bebasnya ia bisa membaca.
Tampak dari kejauhan Nuril berjalan ke arah Diandra dengan membawa 2 cup jus mangga besar.
"Nihh... punya loe,," seru Nuril seraya duduk di samping Diandra.
Diandra menerimanya dengan tersenyum lebar.
"Woyyyyy.." seru seseorang mengagetkan Nuril dari belakang. Sedangkan diandra tengah memakai headset mendengarkan lagu favorit.. hihihi.. jadi beruntung ia tidak ikut terkejut.
uuhhhuuuukkkk... uhhuukkkkk.....
Nuril tersedak minumannya.
"Eh si*lan loe. .mau bikin jantung gue copot," seru Nuril lantang dan diandra pun belum menyadari keberadaan Yoga di belakangnya.
__ADS_1
Yoga tampak kebingungan karena tidak ada respon dari Diandra dan nuril yang tau hal itu langsung memberi isyarat kalau sedang pakai headset.
"Ril . kok yoga nggak kelihatan sama sekalii ya, apa dia ngga masuk ??," tanya Diandra pada Nuril dengan tatapan lurus ke kelas Yoga.
Yoga yang mendengar hanya menahan tawa serta memberi isyarat pada Nuril untuk diam dan tidak memberitahu keberadaannya.
"Eh gue nitip ini ya.. tolong loe kasih ke Diandra," kata Yoga perlahan. Ia menitipkan sesuatu untuk Diandra dan membisikkan sesuatu kepada Nuril untuk disampaikan padanya.
Kemudian Yoga pamit pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang keroncongan.
sekarang gantian si Ricky yang menghampiri kedua anak itu.
"Hayy Diandra.." sapa Ricky yang berada tepat di sampingnya. Diandra hanya menoleh sekilas sedangkan Nuril sudah menarik nafas dalam dalam untuk memaki Ricky..
"Eh Kutu Kupret si*lan..!! Ngapain loe masih berani berdiri di sini.. udah putus urat malu loe?? mau ngapain?? Jangan bilang loe masih berusaha deketin dia.. jangan mimpi deh loe.. hahaha.. " ucap Nuril nyerocos tak karuan..
"Iya dong gue mau minta maaf sama dian.. dan gue mau balikan sama dia.. Ya kan dian?? loe mau maafin gue dan balikan lagi ama gue kan,?" tanya Ricky menatap Diandra..
"Eh dia itu pakek headset Bambang... percuma juga loe ngomong sepanjang sepurr juga bakal sia sia.. bwahahhahahahaha.. kasiannn amat deh loe, " ejek Nuril sambil tertawa terbahak-bahak.
"Diannn... loe denger gue nggak sih,,??" tanya Ricky dengan suara keras. Tetap saja Diandra tidak mendengarnya ,karena waktu tau kedatangan Ricky, ia langsung menaikkan full volume headsetnya.
Mending gini lah daripada gue dengerin suara ricky, males banget..entah mereka ngomongin apa juga gue bodo amat." gumam Diandra dalam hatii.
"Wahahahaahahaha..... " Nuril tertawa terpingkal-pingkal karena Diandra tampak acuh seperti orang blo'on..
"Rasain loe... emang enak di cuekinn" kata Nuril dengan masih tertawa.
"Eh dasar gila loe.. nggak kasian malah di ketawain,," protes Ricky.
"Woy.. " panggil Nuril sambil menyenggol bahu Diandra yang tengah asyik main ponselnya.
"Hmm,," jawab Diandra.
"Lepasin dulu dong headset loe gue pen cerita.. penting.. " kata Nuril lagi sambil menarik kabel headset yang menancap di handphone.
"Apaaannn..... jangan bilang mau bahas Ricky.. gue sengaja tadi bikin volume full supaya ngga denger suara rombengnya.. males banget gue, " jawab Diandra.
"Bwahahahahaha.... iya dia tadi bicara sendiri kek orang gila tauk.. dan akhirnya pergi ke kantin tuh..keknya dia kesel banget," ucap Nuril tertawa lagii..
"Bodo amat.. " jawab Diandra ogah ogahan.
"Terus tadi Yoga kesini !!," seru Nuril.
"HHAHH????? Yoga.. gue pikir dia ngga masuk.. terus dimana sekarang ??" serunya celingukan.
"Dia udah kekantin.. tadi bicara juga ama loe.. tapi loe melamun melihat lurus kesana tuhhh.. ke kelasnya.. "
"Bentar bentarrrrr....... jangan bilang dia denger gue bicara tadi,," selidik Diandra was was.
"IYA bener... bwuahahahahah,,," kata Nuril tertawa lagi..
"Aduhhhh... malu dong gue Nuril.... maluuuuuuuuuuuu", pekik Diandra cemas.
"Hhahahaahah.... nihh dia nitip sesuatu buat loe", sambil menyerahkan sesuatu ke Diandra.
"Apaan nih.. jan jangan bom lagi di bungkus kek ginii.. " ucap Diandra hati hati.
__ADS_1
"Cepetan buka.. gue juga penasaran ama isinya.. " perintah Nuril.
Kemudian Diandra membuka plastik itu perlahan dan ternyata isinya bunga kertas yang ada di depan kelasnya.
"Cuma bunga kertas ril.. gue kira bom.. hahaha,," ..kata Diandra sambil tertawa..
"Dia tadi bilang sesuatu ama gue," Nuril memberi tahu.
"Apaan??," tanya Diandra antusias.
"Kalo loe suka sama Yoga, Loe simpen bunga ini ke dalam tas loe dan kalo loe ngga suka .. loe boleh buang.. " kata Nuril sambil mengingat perkataan yoga tadi.
Dan dengan segera Diandra lari kedalam kelass menuju bangkunya., Secepat kilat dia masukkan bunga itu kedalam tasnya dan itu artinya dia menyukai Yoga.. aahhh senengnya...
"Eehhhh tuh anak main lari aja ,gue di tinggal sendirian disini.. " gerutu Nuril sewaktu melihat Diandra lari ke kelas. Ia pun mengikuti Diandra ke kelas.
"Woiii main tinggal aja loe.. " gertak Nuril saat dia sudah ada di kelas.
"Hehehee... sorry,, " kata Diandra cengengesan.
"Gue buru buru masukin nih bunga, keburu kena angin.. kan sayang.. "
"Eee ciieeee.. ... yang lagi berbunga-bunga ,," goda Nuril, Diandra pun hanya tersenyum malu.
teeeeeeettttttt... teeeeeettttttttt.. teetttteeeetttt
Bell masuk berbunyi, lanjut tugas mengkoreksi lembar ujian lagi. Ya memang setelah UKK, tidak ada lagi pelajaran. Hanya saja akan ada class meeting beberapa hari kedepan itu adalah kegiatan rutin setelah Ujian, tetapi belum pasti akan diadakan hari apa.
Sepulang sekolah Diandra dan Nuril pun mampir ke taman sebentar karena keduanya merasa gabut berada di rumah. Sekarang mereka berada di bangku taman sambil menikmati es krim coklat yang di belinya barusan.
Jihan dan Yoga. Terlihat melangkahkan kaki kearah Diandra dan Nuril. Taman seluas ini bisa mempertemukan mereka seakan terasa sempit
"OH my god. ehh sumpah demi apaa itu Yoga sama Jihan lagi jalan ke sini.... " seru Nuril heboh, salah tingkah tak karuan.
Diandra yang melihat kehebohan Nuril itu mengikuti arah pandangan sehabatnya kesuatu arah dimana Yoga dan Jihan berjalan.
"Iya itu Yoga sama Jihan ,,lagi ngapain ya dia disini.." gumam Diandra pelan.
"Ehh bentaran deh.. gue udah cantik belum sih.. touch up dulu ah..eh nitip es krim gue dong..tolong pegangin bentar,, loe abisin juga gapapa,,!!" kata Nuril mengeluarkan bedak andalanya..
"Iiyyuuhhh.. jijay bekas loe,!!!" seru Diandra.
"Eh kalian disini.. ngga pulang???" tanya Yoga tepat di depan mereka duduk.
"Iya lagi gabut soalnya kalo di rumah jam segini .. mampir bentar beli eskrim nih.. " kata Diandra seraya memandang Yoga.
"Oohhh... kirain lagi ketemuan sama cowok," kata Yoga memancing.
"OMG Yoga... kan loe tau Diandra maupun gue ini jomblo.. jangan mancing mancing dehh,, " kata Nuril sambil memasukkan bedaknya kedalam tas.
"Hehehe... iya gue bercanda.. " jawab Yoga melirik Diandra yang tengah asyik dengan eskrim coklat yang dimakannya.
"Diandra. gue boleh minta nomor hp loe??," tanya Yoga tiba-tiba.
Diandra yang kaget dengan pertanyaan yoga langsung melongo.
jangan lupa like dan komen ya teman-teman 😘😘😘😘 biar author lebih semangat lagii... di tunggu kritik dan sarannya yups. 😉🤗🤗
__ADS_1