Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 20


__ADS_3

"Apaaaaa?? " Yoga terkejut bukan main mendengar perkataan Papanya.


"Kenapa Yoga??? Bukankah dia juga kekasihmu. " tanya Pak Guna dengan nada sinis.


"Tidak.. Yoga tidak mau menikah dengannya."


" Semua surat surat sudah di urus..tinggal menunggu hari H saja"


"Lelucon apa ini Paahh?? Nggak.. Yoga nggak mau menikah sekarang apalagi nikah sama Erlin" tolak Yoga mentah mentah.


"Mau tidak mau, kamu harus menikah dengannya" seru Pak Guna dengan sedikit membentak.


"Pahh..!!! Apa Papa tau... Dia Pah yang habisin uang Yoga selama ini... " teriak Yoga frustasi.


"Papa tau.. "Jawab Pak Guna dingin.


"Papa tau???? Terus kenapa Papa malah minta Yoga nikah sama dia??? " tanya yoga tak mengerti.


"Ya papa tahu itu.. Papa sudah mencari tahu tentang semua yang bersangkutan dengan Erlin dan Papa mau dia membayar semua uang yang udah dia minta sama kamu.." tegas Pak Guna.


"Apa apa an ini, Pah?? Benar-benar nggak masuk akal sama sekali!!" kata yoga yang masih tidak mengerti.


"Ini sudah keputusan Papa... Mau tidak mau, kamu harus turuti perkataan Papa.. " tegas Pak Guna.


"Yoga masih sekolah, pah,!! Bagaimana kalau teman-teman Yoga tau..??" tanya Yoga lagi.


"Papa akan urus semuanya.. dan kamu masih bisa sekolah seperti biasanya. "


"Tapi, pah.. Yoga tidak suka sama dia.!!!"


"Kenapa kamu tidak menyukainya?"


"Yoga udah muak, pah dengan sikapnya yang di buat buat.. Yoga sudah punya bukti bukti untuk putusin dia" Kata Yoga dengan nafas memburu.


"Kalian harus menikah.. beberapa hari lagi ". ucap Pak Guna teguh akan pendiriannya .


"Udah udah... Yoga nggak ngerti lagi...... Pusing.. " seru Yoga seraya meninggalkan tempat itu..


Di ruang tengah.


"Kenapa mas Yoga... Ada apa? " tanya Bibi yang menunggu di dengan cemas.


"Permainan macam apa ini bii???? Tiba-tiba Yoga mau di nikah kan dengan dia!!!! " seru Yoga geram.


"Hah??????me... Menikah???? " bibi terkejut bukan main.


"Iya menikah dengan Erlin lusa... Hal bodoh apa ini.." seru Yoga dengan nafas tersengal sengal..


"Coba mas Yoga minum dulu..tenang.. Duduk disini.. Cerita baik baik. " kata Bibi seraya memberi air minum untuk menenangkan hati majikannya itu.


"Gini bii... Yoga menjalin hubungan dengan Erlin, awalnya Yoga tertarik dengannya, tapi lama lama Yoga muak dengan sifatnya yang seolah di buat buat,. Selama ini Yoga selalu menuruti apa yang dia minta tanpa berpikir panjang akan jadi seperti ini.. Dia selalu minta barang-barang mahal sampai total 175juta.. Kak Cita melaporkan ini ke Papa dan Papa pun bertindak seperti ini, Papa ingin Erlin membayar hutangnya dengan cara menikahkan Yoga dengan nya bii." Yoga menjelaskan kepada bibi.


"Terus???" tanya bibi lagi.


"Padahal Yoga udah punya rencana untuk putusin dia bi..Yoga juga tengah naksir seseorang. .kenapa jadi begini..Apa yang harus Yoga lakuin bi??"


"Hehhhhh.... Bibi turut sedih mas Yoga... Bibi tidak bisa membantu apa apa.. Mas Yoga menentang Tuan besar pun percuma.." Bibi menggela nafas berat.


"Bener bener nggak habis pikir sama pemikiran papa" gumam Yoga pelan.


"Ya sudah.. Biarkan saja tuan besar istirahat dulu, nanti mas Yoga tanyakan lagi.. Apa benar keputusan nya itu? Siapa tahu Tuan berubah pikiran.." Bibi memberitahu.


"Yoga kekamar dulu bii.. " Yoga kemudian melangkahkan kakinya pergi kekamar.


****


Di sebuah rumah yang cukup kecil pak Teguh tengah termenung di dalam kamarnya, ia memikirkan perkataan Pak Guna yang meminta Erlin untuk segera menikah dengan putranya.


Sungguh sangat disayangkan. Putri yang begitu ia sayangi akan menikah di usia yang masih sangat muda. Di usia nya yang masih belasan tahun, seharusnya mengejar cita citanya, bersekolah dengan tekun tapi kenapa jalannya seperti ini.


"Apa Eelin akan menyetujui rencana ini???" gumam Pak Teguh pelan.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan ini semua kepada putriku?"


"Sebaiknya aku menunggunya di luar sana.. " gumamnya kemudian keluar rumah.


Erlin yang baru saja pulang dari sekolah, turun dari mobil sambil membawa banyak barang belanjaan.


"Dari mana kau dapat uang untuk membeli semua ini?? " tanya Pak Teguh dengan tatapan tajam.


"Eh... Papa udah pulang... " kata Erlin tanpa menjawab pertanyaan dari papanya.


"Jawab papa!!! Uang siapa yang kau gunakan untuk membeli semua ini. " bentak Pak Teguh.


"Ya uang dari Papa lah.. " jawab Erlin dengan entengnya.


"Bicara jujur erlin... !!!!!!! Dari mana kau dapat uang untuk membeli semua ini??? " bentak Pak Teguh dengan suara keras.


"Da.. Darii... Mama.. " jawabnya gugup.


"Mamamu sudah tidak pernah mengurusmu, apalagi memberikan uang kepada mu, jangan coba coba kau membohongi papa " hardik Pak Teguh.


"Da... Dariii..... Pacar erlin pa.. " jawab Erlin lirih.


"Kau tau.. Pak Guna papa kekasihmu itu akan melaporkan mu kepolisi.."

__ADS_1


"Pak guna?? Polisi??? Erlin tidak mengerti pa" kata Erlin gugup.


"Iya.. Papa dari Prayoga menuntut papa untuk mengembalikan semua uang yang telah kau minta dari ATM pribadi anaknya .."


"Dan kau tau Erlin.. Jumlahnya tidak sedikit.. Hampir 200juta.. Papa harus mengembalikannya dalam hitungan hari, "


"Apaaa?????" Erlin dengan wajah ketakutan.


"Papa apa punya uang sebanyak itu,??? Papa bisa mendapatkan uang sebanyak itu harus menunggu beberapa bulan.. " kata Pak Teguh.


"Apa papa tidak minta waktu tenggang.. ??" tanya Erlin.


"Pak Guna itu orangnya sangat keras kepala, tidak ada yang berani menentang orang terkaya no 2 di Negara inii.." tegas Pak Teguh


"Dia hanya memberi 3 pilihan.. "


"Apa itu pa?? " tanya Erlin.


"Papa harus mengembalikan uang dalam hitungan hari, kalau tidak bisa mengembalikan dalam hitungan hari maka pak guna akan melaporkan mu kepolisi.. Dan yang ketiga.... "


"Tidak pa.. Erlin tidak mau masuk penjara....,"kata Erlin dengan mata berkaca kaca.


"Papa juga tidak ingin kamu masuk penjara, tapi papa juga tidak bisa mengembalikan uangnya dalam hitungan hari,...maka dari itu pak guna meminta.. ..."


"Meminta apa, Pa????"


"Meminta kamu menikah dengan anaknya,....maafkan Papa nak..papa tidak bisa berbuat apa apa. ." Pak Teguh menitikkan airmatanya.


"Apaaaa???? hahahahahahahahahaha...... " Erlin tertawa terbahak-bahak.


"Apa Papa bercanda?? "Tanya Erlin masih tak percaya..


"Tidak, nak!! Papa tidak bercanda.." jawab Pak Teguh.


Hahahha.... Jadi nyonya besar di negara ini tanpa repot repot kerja" Batin Erlin.


"Kapan Pa acara pernikahannya..??? " tanya Erlin antusias.


"Secepatnya.. "Jawab Pak Teguh lirih.


O**hhh my god.....gue mimpi apa bisa tiba-tiba jadi menantu orang kaya di negara ini.... Pak Guna memilih orang yang tepat... Sangat cerdas... Nggak sia sia gue morotin uangnya selama ini.


"Gue pikir dia akan marah, ehhhh malah anaknya di nikahin sama gue... Keberuntungan bangettt..... batin Erlin.


"Apa kau baik baik saja, Erlin?" tanya Pak Teguh yang melihat Erlin melamun.


"Ehh. Ohh.. tidak, Pah.. Erlin tidak apa apa.. Erlin ke kamar dulu.. " jawab Erlin.


"Tapi kamu tidak marah kan nak dengan keputusan ini?" tanya Pak Teguh.


***


Di dalam kamar Yoga tampak gelisah. Pasalnya permintaan Papanya ini bagaikan sebuah petir di siang bolong. Ia pun memutuskan kembali masuk ke kamar Papanya. Dilihatnya Pak Guna tengah sibuk dengan laptop yang ada di depannya.


"Paaaa..... Apakah Papa yakin dengan keputusan Papa?" tanya Yoga tiba-tiba tanpa permisi.


"Keputusan Papa sudah bulat" jawab Pak Guna dengan suara beratnya.


"Masa depan Yoga masih panjang, Pah! " seru Yoga.


"Tidak masalah, kamu masih bisa sekolah seperti biasa.. " jawab Pak Guna yang masih fokus dengan laptopnya.


"Kapan rencananya??? " tanya Yoga lagi.


"Lusa "


"Ooohhh tidak bisa seperti itu ..menikah butuh mempersiapkan ini itu.. belum lagi berkas berkasnya pa.. Semua butuh proses. "


"Papa sudah mengurus semuanya.. kamu tinggal duduk di depan Penghulu tanpa banyak protes.." tegas Papanya.


"Pah...!!! Yoga tidak mau menikah dengan anak itu, Pah.. Yoga mohon batalin pernikahan ini.!!" pinta Yoga menangis.


"Tidak bisa Yoga.. tidak ada yang boleh menghalangi keputusan Papa,"


Yoga pergi dari kamar tanpa pamit. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan gila ini. Disaat dia ingin segera memutuskan hubungan dengan erlin, justru Papanya lah yang meminta menikahinya secara tiba-tiba.


"Bagaimana dengan Diandra??" gumam Yoga pelan.


"Gimana gue jelasin semua ini, gue takut nyakitin perasaan dia..aahhhhhhh....Papa benar benar keterlaluan," teriak Yoga seraya membanting keras pintunya.


***


Di kamar Erlin tengah berbunga bunga. Pasalanya setelah ini ia akan menjadi istri dari kekasihnya..


H**mmm.....senengnya..... setelah ini jadi nyonya prayoga... tinggal di rumah mewah dan megah.. kamar yang luas dan kasur empuk" Batinnya dalam hati seraya berbaring di tempat tidurnya.


"Yoga.....setelah ini kau dan hartamu akan menjadi milikku ..hahahaha....nanti di hari pernikahanku pasti bak pangeran dan permaisurinya, memakai gaun yang sangat mewahhhh... yang di setiap bagian gaunnya banyak taburan emas dan berlian.. " serunya berandai andai.


"Aduhh... nggak sabar gue menunggu hari itu, sebaiknya gue perawatan sebelum hari H.. " gumamnya sambil tersenyum.


"Gue harus manicure pedicure,.harus pijat badan gue di salon biar fresh.. truss emm.. haruss luluran.. maskeran biar makin kinclong nanti waktu di make up.. aahhhhh..... senengnya.... pasti gue nanti bakalan cantik mempesona...." Erlin berbicara sendiri bak orang gila.


"Gue harus segera kesalon untuk perawatan.." gumamnya lagi seraya bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah mandi ia bergegas keluar menemui supirnya.


"Mau kemana kamu, Erlin???" tanya Papanya yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


"Erlin mau ke salon, Pah. " jawab Erlin terus terang.


"Mau apa lagi, uang Yoga lagi yang kamu pakai?"


"Erlin juga punya uang sendiri, Pa.. kan Papa yang kasih kemaren.. " jawan Erlin.


"Awas saja kamu masih minta ke pacarmu itu" ancam Papanya.


"Tidakk, Papa... santai saja. " jawab Erlin dengan entengnya.


"Jangan bikin Papamu ini malu untuk ke dua kalinya.. " kata Pak Teguh.


"Udah lah, Pah... Erlin mau ke salon bentar.. bye Papahh... " Erlin pun melangkahkan kakinya keluar rumah untuk pergi kesalon.


***


Pagi harinya di sekolah, Diandra berada di parkiran menunggu Nuril sambil membaca novelnya.


"Tuh anak masuk nggak ya hari inii? lama banget sih.. " gumam Diandra pelan seraya melirik jam tangannya.


"Hape gue di servis lagi.. gimana mau telepon dia.. " Diandra pun memutuskan untuk menunggu beberapa menit lagi, siapa tau jalanan lagi macet padat merayap.


"Haiii Diandra.... " sapa seseorang. Diandra pun hanya menoleh sekilas dan memilih diam tanpa membalas sapaan itu.


"Sendirian aja nihh.. boleh di temenin?"


"Diandra, kamu lagi nggak pakek headset kan?"


"Apaan sih, Ky. .ganggu aja..!!! seru Diandra.


"Diandra, gue mau minta maaf ...dan gue mauu bali...... "


"Udah cukup nggak usah di terusin... gue nggak sudi balikan sama loe ..dasar menjijikan " sentak Diandra seraya menekan beberapa kata yang di ucapannya.


"Gue mau berubah Diandra.. gue sayang sama loe.. " kata Ricky.


"Gue nggak peduli ya, mau loe berubah apa nggak juga bukan urusan gue.. " kata Diandra yang kemudian memilih meninggalkan Ricky.


Ricky hanya menggela nafasnya dan kemudian pergi ke kelasnya.


Diandra berada di depan kelasnya menunggu Nuril yang tak kunjung datang sampai pukul 9.


"Yoga juga sepertinya tidak masuk hari ini, dari tadi nggak keliatan batang hidungnya. " batin Diandra seraya celingukan.


"Sepi sekalii tidak ada mereka, padahal hari ini terakhir masuk ,besok udah bagi raport, dan mulai lusa juga udah libur panjang akhir semester.. " gumam Diandra seraya mengedarkan pandangannya ke segala arah.


Setelah gerbang dibuka, Diandra memutuskan pulang ke rumah dengan kecewa, pasalnya hari ini ia tidak bertemu dengan sahabatnya, di tambah lagi ponselnya yang sedang di service. Sehingga dia merasa kesepian tidak bisa menghubungi siapapun.


***


Di kamarnya.. Nuril sedang berbaring lemah, Pasalnya, Dokter memvonis bahwa ia terkena penyakit typus. Mbak Atun datang ke kamar untuk membangunkan Nuril, karena sudah waktunya makan siang.


"Non Nuril.. bangun.. ayo waktunya minum obat" ucap bibi seraya mengguncangkan bahu Nuril pelan.


"Non Nuril.. " Nuril pun membuka matanya yang terlihat sayu.


"Mbak Atun, Nuril pengen mie rebus yang pedess.. "kata Nuril dengan suara khas bangun tidur.


"Ehhhhhhhh.... kan pak Dokter tadi udah bilang, Non nggak boleh makan sembarangan,, harus makan yang lembek lembek, seperti bubur, nasi tim, kentang rebus, telur mata sapi, dan sop sayuran." ucap Mbak Atun mengingat kembali perkataan Dokter.


"Kalo gitu Nuril pengen kentang goreng"


"Kan tidak boleh Non yang berminyak.. kentang rebus ya??? embak Atun buatkan?"


"Enggak enggak.. kalo gitu makan buah aja deh.. " kata Nuril jengkel.


"Pisang ya Non.. saya ambilkan .." kemudian ia memakan pisangnya dan segera meminum obat.


"Diandra kemana sih.. kangen gue ama tuh anak.. di telepon juga nggak aktif "gumam Nuril seraya kembali merebahkan tubuhnya.


"Masa dia nggak cariin sahabatnya yang cantik ini sih" gumamnya lagi.


Nuril pun memilih untuk memejamkan matanya lagi.


Di ruang tamu mbak Atun tengah menelepon seseorang.


"Kondisi mbak Nuril tidak ada kemajuan, Tuan"


"Sulit sekali mbk Nuril di suruh makan"


"Oohhh... ya ya, Tuan.. baik.. " mbak Atun menutup teleponnya.


"mbak nuril sihh di suruh makan aja susah.."Batin Mbak atun..


Dan segera ia menemui pak diman di pos satpam.


"Pakk Pak Diman.. Non Nuril mau di bawa ke luar Negeri.. untuk berobat " kata mbk Atun memberitahu.


"Keluar Negeri? memangnya disini tidak ada rumah sakit, buang buang uang saja. " kata pak Diman spontan.


"Hee.. mulutmu itu kalau bicara mbok ya ada saringannya sedikit" kata mbak Atun memarahi pak Diman.


"Terus bagaimana..??? " tanya pak Diman lagi.


"Nanti malam mbak Nuril di jemput Tuan besar naik helikopter pribadinya, jadi kita di suruh mengemas barang-barang yang di butuhkan disana" kata mbak Atun.

__ADS_1


__ADS_2