
Setelah menghabiskan makanannya sampai tak tersisa sedikitpun, Yoga kemudian mengambil ponsel di saku jaketnya dan mencari kontak Erlin ,lalu segera ia meneleponnya.
"Haloo. kamu bisa kesini? tanya Yoga.
"Halo sayang.. kok kamu nggak bales bales chat aku sih dari kemaren! " protes Erlin di seberang sana dengan suara yang di buat buat manja.
"Loe bisa kesini? Gue mau ngomong sesuatu" kata Yoga tanpa basa basi.
"Oh oke oke.. tapi nanti kita belanja ya sayang?
"Udah cepetan, nanti gue sherlock lokasinya! " Yoga pun langsung mamatikan teleponnya.
nanti kita belanja ya sayang.. kepalamu itu.. emang loe pikir gue bokap loe, suami loe yang harus penuhin semua kebutuhan loe Gumam Yoga menirukan perkataan Erlin barusan.
45 menit menunggu, Erlin pun datang dengan di antar supir pribadinya yang setia antar jemput tiap hari.
"Sayangg.. sorry nunggu lama. Soalnya aku tadi harus dandan dulu biar terlihat cantik di depan kamu.. " seru Erlin dengan suara khasnya.
"Loe mau minum apa?" tanya Yoga yang tengah fokus ke ponselnya.
"Iihhh..... perhatian banget si sayangnya aku... tau aja kalo pacarnya yang cantik ini hauss.. " kata Erlin dengan PD nya .
"Pelayaannnn..Pelayan....sinii ." Panggil Erlin.
"Iya mbak..ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan itu.
"Gue mau pesen. emm.. ini nihh.. ini, boba milk tea, Es nya jangan banyak banyak. dan nggak pakek lama, Gue udah haus." Cetus Erlin dengan muka judesnya.
"Baik.. permisi.. " Kata pelayan itu.
"Eh sayang tadi kenapa kamu nggak masuk sekolah?" Tanya Erlin dengan wajah sok manisnya.
"Ngapain juga gue kesekolah, kan udah nggak ada mapel, Free kan?" jawab Yoga dingin yang tetap fokus ke ponselnya tanpa melirik erlin sedikit pun.
"Hehe iya sih sayang.. tadi juga anak anak banyak yang nggak masuk kesekolah, malah nongkrong di taman.." kata Erlin.
"Hm.. " Yoga hanya menjawab sesingkat itu.
"Tapi kok kamu dari kemaren nggak bales chat aku sih sayang.. nggak tau apa kalo aku bingung mikirin kamu semaleman jadi nggak bisa tidur.. " cerocos Erlin dengan ekspresi pura pura ngambek tapi tak mendapat respon dari Yoga karena pacarnya itu tengah sibuk sendiri dengan ponselnya.
"Sayang... ihhhhhh.. sibuk ama hape mulu aku nya di Cuekin kek gini.." gerutu Erlin .Yoga pun tetap diam tak mengindahkan ucapan Erlin sama sekali.
"Sayanggggg.... liat aku dong, udah cantik gini nggak dilihat , di puji kek. biar aku seneng.. " celoteh Erlin dengan kerasnya membuat Yoga semakin geram.
"Apaan sih Er.. " mau tak mau Yoga menatap wajah Erlin..
"Eh itu kenapa leher loe banyak plester, mo bunuh diri?" tanya Yoga yang baru menyadari di Leher Erlin banyak plester kecil.
"aduhh mamp*s gue, kok gue lupa nggak pakek baju yang ada kerahnya sih, ceroboh banget gue, aduhh bisa bisa langsung diputusin ama yoga nih gue" Batin Erlin.
"Ehhh ini... ehhh ini itu gara gara kalung sayang.. iya.. gara gara kalung, kan aku pakek kalung baru tuh trus baret baret kena rantainya tajem banget, teruss aku tutupin pakek plester ini, soalnya perih banget sayang kalo kena air pas mandi gitu." jawab Erlin ngawur karena dia bingung mau jawab apaan.
"Ohh.. tapi kok banyak gitu?" Selidik Yoga.
"Ee.. iy. iyaa sayang kan udah aku bilang rantainya tajem baget.. emm.. pas..pas aku bangun tidur udah baret baret.,ya udah aku plester aja biar nggak perih.. " Jawabnya panik.
"Oohh... " jawab Yoga cuek seraya memainkan ponselnya lagi.
"aduuhhhh.. hampir aja ketauan..untung aja gue cerdas, bikin alasan yang tepat sampai-sampai dia percaya gitu aja tanpa curiga sedikitpun" Gumam Erlin bahagia.
"Sayang ..habis ini kita ke mall yuk, Aku pengen beli itu loh sayang tas yang kemaren sempet aku liat.. " kata Erlin kembali menjalankan aksinya buat motorin pacarnya.
"Yang mana?" tanya Yoga dingin.
"Ihh sayang.. yang kemaren itu loh yang udah sempet aku pegang trus kamu tiba-tiba ngajak pulang.. " Seru Erlin Antusias.
"Oh yang harga 10 juta itu?" Tanya Yoga memancing
"Nahh iya sayang.. kamu ingatkan?" Kata Erlin penuh Harap.
"Ya udah beli aja kalo loe punya duit. " jawab Yoga acuh.
"Kamu yang beliin ya?" Erlin penuh harap pakek banget.
"Loe tadi bilang mau beli, ya udah beli aja kalo loe punya duit.. ngapain minta ke gue.,emang gue bokap loe " jawab Yoga dingin.
"Loh kok kamu gitu.. kalau kamu sayang sama aku, kamu bakal turutin dong semua yang aku mau.. " kata Erlin dengan nada sedikit tinggi.
"Dan kalo elo punya hati yang baik, loe nggak mungkin manfaatin kesempatan ini buat morotin isi dompet gue.. " Bentak Yoga kemudian memilih meninggalkannya, tapi Erlin menahan tangan Yoga.
"Kok kamu ngomong gitu, ohh jadi kamu bilang aku ini matre? Iya?" Erlin pura pura menangis.
"Udah nggak usah banyak ekting.. muak gue liatnya, Lepasinn! " kata Yoga seraya mengibaskan tangannya yang di pegang Erlin.
__ADS_1
"Sayaanggg.... sayangg..... kamu mau kemana.. " teriak Erlin.
"Sayannggg.... nggak jadi shopping ke mall dong kita... sayanggggg........!!!!!!!"
Yoga memilih pergi tanpa menghiraukan Erlin dan mengendarai motor nya ke arah jalan Raya.
"Untungggg loe kaya Raya tajir melintir, kalo enggak mana mau gue kayak gini.. sampe dilihatin banyak orang lagii. ."Gumam Erlin dalam hati seraya melirik ke sekitar. Tampak beberapa pasang mata menatapnya penuh tanya, dan karena merasa malu, Erlin bergegas meninggalkan tempat itu.
Di bangku lain ada dua pria berbadan besar tengah mengintai Yoga dan Erlin sejak tadi. Terlihat ia tengah menelepon seseorang.
"Halo bos, saya sudah mendapatkan sedikit bukti. " Kata pria itu memberitahu bosnya.
"Baik bos.. Beri saya waktu 24 jam dari sekarang, untuk mendapatkan informasi lengkap beserta keluarga gadis itu"
"Baik.. baik bos" Pria itu menutup telepon dan segera meninggalkan tempat itu untuk pergi kesuatu tempat.
"Pak pulang dulu aja, saya mau ada janji sama temen mau belajar kelompok., nanti kalo papa tanya jawab aja lagi belajar kelompok di rumah temen.. nanti pulangnya biar diantar sama supir temen saya.. " Kata Erlin kepada Memberitahu supirnya.
"Baik. saya pulang dulu.. " kata Pak supir. dan segera ia meninggalkan Erlin yang tengah berdiri di pinggir jalan itu.
Erlin mengambil ponselnya dalam tas dan segera menelepon seseorang.
"haloo... honey,. jemput aku dong.." Erlin tengah menelepon Edward.
(anggap saja bicara bahasa inggris 😁😁)(saya cuma nulis terjemahannya saja biar gampang)
"Yes honey, supir aku lagi ada kepentingan mendadak, anaknya sakit jadi aku di tinggal
disini.. "
"Aku di depan sebuah restoran.. nanti aku kirim alamatnya.. "
"Okey.. cepat ya honey, aku takut disini sendiri.. "
"Okey see you. " Erlin menutup teleponnya..
15 menit menunggu kedatangan Edward, akhirnya dia pun datang mengendarai mobil hon** brio warna merah. Erlin melihat mobil ini sepertinya ia tak asing.
"Honey, come on" teriak Edward di belakang kemudi.
"Honey, ini mobil siapa sih?" tanya Erlin bingung.
"Ohh. emm ini mobilku.. memangnya kenapa? tanya Edward.
"Mobil kamu yang kemaren kemana? kok ganti mobil kek gini sih??"
"Ohh okey" jawab Erlin curiga.
"kok kayak mobil habis di pakai banyak orang sih? baunya juga kek mobil...... ahhh bodo amat yang penting gue naik mobil dari pada naik motor ,"Batin Erlin.
"Honey, kita mau kemana?" tanya Edward membuyarkan lamunan Erlin.
"Shopping time... "jawab Erlin senang.
"Tapi kan kemaren sudah belanja banyak.. ",kata Edward.
"Kurang dong honey, aku mau tas..beliin ya?" Erlin mendekatkan badannya untuk memeluk Edward.
"Tapi sebelum shooping, aku pengen ke hotel sama kamu.. "
"Tadi malam kan sudah.. "
"Tapi aku menginginkannya lagi.. " jawab Edward seraya mencium tangan Erlin.
"Aku.. capek honey.. " jawab Erlin beralasan.
"Come on.. setelah itu kamu boleh minta apa aja yang kamu mau, tas? sepatu? baju? semua boleh " kata edward membujuk.
"Yayaya... okey honey" Erlin malas.
"kalau porotin yoga nggak pernah aneh aneh ,kalau porotin nih bule selalu minta imbalan yang sangat extreme" Batinnya jengkel.
Kemudian ia menuju sebuah hotel yang tidak terlalu mewah untuk melakukan apa yang tidak pantas dilakukan. Dan setelah itu pergi ke pusat perbelanjaan untuk menuruti apa yang Erlin minta.
***
Malam pukul 19.00 rumah diandra begitu sepi, Pasalnya semua penghuninya tengah berada di suatu tempat untuk acara makan malam bersama untuk yang terakhir karena Ayahnya akan pergi ke Luar kota besok., Serta Kakak kakaknya akan kembali ke Apartment untuk kembali ke pekerjaannya masing-masing.
"Wahhh... rame sekali ya yah restorannya.. " seru Diandra seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran.
"Iya dong, Dian,, Kan mereka sedang berburu menu menu baru yang tengah jadi best seller. Ada Diskonnya loh, beli 2 paket gratis 1 paket.. " kata Ibu yang membuat Diandra melongo.
"Diandra juga mau beliii..... " seru Diandra.
__ADS_1
"Ehh kok beli.. kan ini punya Ibu.. kamu itu ada ada saja.. " ucap Ibu tertawa kecil.
"Ayah ke dapur dulu ya, " kata Ayah.
"Ikut yah.." Diandra mengikuti ayahnya, sedangkan Ibu dan kakaknya memilih duduk di tempat yang sudah di sediakan untuk pengunjung kelas atas alias VIP.
"Sajikan menu menu terbaik untuk keluarga saya.. " Perintah Ayah kepada para karyawannya.
"Pak bos itu siapa?" tanya seorang karyawan bernama Joko.
"ini Putri saya ,namanya Diandra.. " jawab Ayahnya.
"Oohh Pak bos punya anak gadis toh, saya kira cuma mas Juna saja.. " kata Joko dengan logat Jawanya.
"Ini Putri saya juga, masih kelas 1 SMA" jawab Ayah seraya tersenyum.
"Haloo mas Joko.. " sapa Diandra dengan senyum manisnya.
"Eh kok tau nama saya mbak Diandra nya?" Diandra menjawab hanya dengan menunjuk nama yang ada di Dada sebelah kanannya.
"Oh.. iya saya lupa.. " Joko cengengesan.
"Ya sudah saya tunggu ya.. siapkan yang terbaik" kata Ayah seraya pergi dari tempat itu.
Tak lama kemudian, mereka sudah menikmati makanan yang di sajikan oleh para karyawan Ayahnya itu. Setelah makan mereka memutuskan untuk pulang karena Ayah besok akan berangkat pagi pagi sekali. Sesampainya di rumah diandra memilih untuk langsung tidur karena matanya terasa sangat berat.
***
Di rumah Nuril tampak kebingungan pasalnya, Ponsel sahabatnya sama sekali tidak bisa di hubungi. Nuril ingin memberitahu kalau besok dia tidak bisa masuk karena sakit dari kemarin.
"Mbak Atun, suruh Pak Diman ke rumah Diandra ,ngasih tau kalo Nuril nggak enak badan, jadi nggak bisa masuk." kata Erlin.
"Kenapa tidak di telepon saja Nuril.. kan lebih gampang.. "
"Itu masalahnya, ponsel Diandra dari kemaren nggak bisa di hubungi..nggak tau kenapa"
"Oohhh begitu.. baik saya permisi sebentar. " Kata mbak Atun meninggalkan kamar Nuril untuk menemui Pak Diman di pos depan. Dan Nuril memilih untuk tidur karena merasakan kantuk efek dari obat yang ia minum.
***
Di pos Yoga tengah nongkrong seperti biasa dengan teman-temannya. Angga dan Budi tengah asyik main karambol. Jihan yang tengah asyik dengan game di ponselnya. Dan Yoga juga tengah sibuk dengan gitar yang di mainkan nya.
"Gimana Erlin?" Tany Jihan tiba-tiba.
"Nggak gimana gimana lah." jawab Yoga.
"Setelah loe tau rekaman kemaren, apa yang loe lakuin?" Tanya Jihan menatap Yoga.
"Gue tadi habis ngajak dia ketemuan, gue sengaja sedikit menggertak dia soal uang, saat dia minta beliin tas yang dia pengen"
"Pengen tas? Ya beliin lah.. palingan juga nggak mahal.. " suara Angga menyahuti.
"Nggak mahal gundulmu itu.. Erlin mana mau sama barang-barang murahan, tasnya aja mahal banget, Lebih mahalan tas dia daripada pakaian yang loe pakek. " Jawab Yoga.
"Berapaan sih?" tanya Angga ingin tahu.
"10 juta... berapaan sih.. berapaan sih. " jawab Yoga ketus.
Angga hanya menggelengkan kepalanya. Jujur ia tak akan sanggup jika mempunyai pacar seperti Erlin.,
"Ehh tapi bentar.. lehernya erlin tadi kok banyak plester nya sih? kenapa memang nya? Tanya Yoga yang masih kepikiran soal leher Erlin.
"Bawahahahahahahahah.....****** tuh" seru Angga seraya tertawa terbahak-bahak.
"Masa sih? tapi dia tadi alesan kena baret kalung.."
"Wahhh... elo bener bener loe kalo **** sampek kek gitu.. " Budi ikut menghakiminya.
"Eh sumpah demi apapun gue nggak pernah main gitu gitu. ." Kata Yoga menyakinkan.
" Tapi kalo **** pernah kan?" Selidik Angga.
"Ya wajar lah bro. tapi kalo untuk ******* gue nggak pernah.. beneran.. "
"Terus kalo bukan loe yang buat, siapa lagi... jangan... jangannn...... " kata Jihan berpikiran negatif.
"Ya gue sepemikiran ama loe.. gue juga mikir dia selingkuh di belakang gue, Tapi gue nggak peduli.. bodo amat " kata Yoga cuek.
"Udah gue mo pulang.. Berat mata gue.. " seru Yoga seraya pergi dari pos untuk segera mendarat ke kasur empuknya.
sesampainya di rumah, Yoga mengambil ponselnya. Dia ingin menelepon Diandra.
"Kok nggak aktif?? jam 11, apa dia sengaja matiin ponsel pas tidur kali ya?? gumam Yoga.
__ADS_1
"Gue tidur aja deh, besok pagi pagi gue temuin dia." Gumamnya lagi seraya memejamkan matanya.
Jangan lupa tinggalin kritik kalian di komentar yaa🤗🤗🤗🤗