Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 02


__ADS_3

Author POV


krinngggg kriiinngggg krrriinggg...


Pukul 05.00 di pagi yang dingin, Diandra terbangun akibat bunyi alarm jam weker yang dipasang tiap hari. Dengan mata yang masih menyatu, dia mengerjapkan mata nya sambil menguap lebar.


"Hoaammmmm.... sudah pagi ya,!!!" gumam Diandra seraya mematikan alarm nya yang sedari tadi berbunyi. Ia bergegas bangun, dan merapikan tempat tidurnya.


Memang kebiasaan yang diajarkan ibu sejak dia kecil. Setelah itu ia bergegas mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


10 menit pun berlalu, ia sudah rapi dengan mukenah nya untuk menunaikan sholat Shubuh.


Sekarang jam sudah menujukkan pukul 05.30 pagi. Dimana aktifitas di dapur membantu Ibu adalah tugas dia setiap hari sebelum pergi ke sekolah. Diandra pun turun ke dapur menghampiri ibunya.


"Masak apa hari ini, Bu?" tanya Diandra.


Ibu pun menoleh sambil tersenyum.


"Masak semur, Ayahmu kemaren minta Ibu masak ini, coba kamu blender bumbunya ya," kata Ibu.


"Siapp ! Oh ya, Bu..hari ini dian ada kegiatan di sekolah, jadi dian pulang nya agak sorean ya," kata Diandra.


"Iya,," jawab Ibu yang tengah sibuk membersihkan ayam.


"Bu.. udah siap bumbunya," kata Diandra


"Ya udah kamu ganti seragam sana, udah jam 06.00 tuh, nanti kamu telat.. belum nanti sarapan nya, ini biar Ibu yang masak" Perintah ibu.


"Iyaa Ibu ku sayangg" seru Diandra.


Diandra pun masuk kekamar dan mengganti baju seragam sekolah, menguncir kuda rambut panjangnya dan tak lupa dia memakai pelembab serta lipbalm yang di timpa dengan lipcream ombre andalannya. Terlihat cantik natural, setelah itu dia menuju ke meja makan dimana sudah ada ayah dan ibu yang menunggu disana. Merekapun sarapan pagi dengan suasana yang hangat akan kekeluargaan.


Tidak ada percakapan di meja makan, mereka fokus pada makanan yang di makannya untuk mengisi perut di pagi hari. Selesai sarapan, Diandra pun pamit ke kedua orang tuanya.


"Yah, Bu!! dian berangkat dulu ya,," pamit Diandra seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"Iya, hati-hati ,jangan ngebut naik motornya" Jawab Ibu Ayu.


"Baik, Bu " jawab Diandra seraya tersenyum.


Diandra pun pergi kesekolah yang berada di kota dengan motor matic kesayangannya. SMA 08. Sekolah favorit diandra karena alasan dekat dengan tempat tinggalnya.


15 menit kemudian


Ia sudah berada di parkiran. Melepas helm yang ia kenakan dan mengambil ponsel nya didalam tas untuk mengirim pesan WA ke sahabatnya.

__ADS_1


loe udah sampek belum?


*Be**lum, 5 menit lagi, ini lagi macet. HEHE*.. tungguin gue


"Gw di parkiran. GPL. "


"Ok.."


"Hemmm... anak sultan, sekolah deket aja minta anter supir.." gumam Diandra tertawa kecil sambil kembali memasukkan kembali ponselnya dalam sakunya.


Diandra pun duduk di atas motornya sambil menunggu kedatangan nuril sahabatnya. Mengedarkan pandangan ke sekeliling parkiran sambil sesekali menjawab sapaan teman satu kelasnya yang baru sampai.


Kemudian ,ada tiga cowok memarkir motornya masing masing di samping Diandra. Ia tidak mengenal satu persatu dari nama mereka. hanya saja ia mengenal wajahnya yang tidak asing. Ya kan mereka satu sekolah.. hehehe.


Satu di antara cowok itu curi pandang ke arah diandra. dan diandra tau akan hal itu merasa risih..


"Iissss.. lebay loe. liat kek gitu. kayak ga pernah liat cewek aja" gumam diandra dalam hati.


Diandra pura-pura tidak tahu akan hal itu, tapi lama lama ia merasa risih dan memilih membuka suaranya.


"Kenapa?? ada apa?? ada yang salah??"


Dan cowok itu langsung gelagapan karena ketahuan Diandra.


"Ee.. enggak. ..gapapa .." jawabnya gelagapan dan langsung berlalu menyusul teman - temannya meninggalkan Diandra yang menatapnya tajam.


"Eee... anak sultan loe bikin jantung gue mau lepas aja " ucapnya sambil memegang dada.


"Hehehe habis loe liat tuh anak sampek kek gitu.. kenapa?? loe suka sama dia? namanya Jihan Pratama, dia seangkatan kita kelas IPS. Rumahnya di jalan kelinci marmut blok E," jelas Nuril panjang lebar.


"Stopp.. siapa yang tanya? lagian loe kok tau sih!! Ehh jangan-jangan loe penggemar dia ya atau tetangganya"


"Iya.. dari dulu gue naksir Jihan ganteng..I like" jawab Nuril cengengesan..


"Ehh.. tunggu dulu,, loe nggak boleh deketin my baby Jihan, kalau loe masih mau hidup..!!! Oke" tambahnya lagi.


"Dasar sarap loe.!!! pagi pagi udah mau bunuh gue..udah ah yuk kekelas ,udah mau bell nih" kata Diandra sambil berjalan meninggalkan parkiran.


"Tapi janji dulu loe gak boleh deketin my baby Jihan apapun alasannya,,!!!" ucap Nuril berlari mengejar Diandra.


"Ya ya gue janjii bawelllll..!!! Lagian siapa sih yang mau deketin tuh anak, gue tuh cuma jengkel aja dia tadi liatin gue mulu diparkiran" jawab Diandra ogah ogahan.


"My baby Jihan liatin elo?? ngga salah tuh..?? Gue yang cantik kek gini ngga pernah dilihat..!! kok elo yang buluk kek gitu dilihatin sih,?? cantikan juga gue kemana-mana, "kata nuril kesal.


"Mulai deh kambuh tuh penyakit lebay loe," kata Diandra seraya tertawa kecil.

__ADS_1


Nuril memang anaknya suka kelewatan kalau bercanda. Bicara tanpa pikir panjang apakah lawan bicaranya itu bakal sakit hati apa tidak. Diandra yang hafal betul dengan sifat Nuril tidak merasa sakit hati dengan celotehan sahabatnya itu.


Memang dari dulu Nuril seperti itu adanya dan membuat Diandra suka bersahabat dengannya dari SMP sampai sekarang.


Berjalan melewati lorong kelas IPS. Diandra tengah sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Nuril sibuk dengan kaca dan bedaknya. Hal itu membuat ia sedikit berjalan lambat sehingga berada tepat di belakang Diandra.


Tanpa diandra sadari, Ia menabrak salah satu teman sekolahnya yang tengah asyik mengobrol di depan pintu kelas dengan beberapa teman lainnya.


Buukkkk.....


"Ehh sorry gue nggak sengaja.. " kata Diandra menatap anak yang di tabraknya itu yang juga tengah menatapnya.


"Iiihhhhhh putriiiii... .ngerem ngga bilang bilang.. jadi jatuh nih bedak gue" gerutu Nuril sambil mengambil bedaknya yang jatuh berantakan.


"Nggak bilang bilang pala loe. gue juga nabrak nih,, " jawab Diandra.


"Eh sekali lagi sorry ya.. gue ngga liat jalan tadi. " kata Diandra lagi meminta maaf.


"Iya gapapa santai aja," jawab cowok itu.


Diandra langsung ngibrit menahan malu.


"Lagian sih, elo jalan ngga liat liat depan nabrak orang deh," bisik Nuril seraya berjalan cepat mengimbangi langkah Diandra.


"Elo juga jalan ngga liat depan pakek nyalahin orang lagi, untung gue ngga jatuh kayak elo tadi..bwahahahah,," celoteh Diandra.


Memang tadi Nuril jatuh terpental bersama bedak kesayangan nya setelah menabrak Diandra.


"Iya gue yang jatuh gue yang malu gue yang rugi bedak gue hancur, dan gue nggak bakal bisa touch up seharian gara gara elo nabrak orang,," gerutu Nuril yang malah membuat Diandra tertawa terpingkal - pingkal.


"Gini ya.. gue ceritain kronologi kejadian nya. gue jalan nihh sambil main hape, nah elo semula disamping gue kan.. kok jadi di belakang trus nabrak gue??" tanya diandra seakan memperjelas kejadian barusan.


"Ya gue tadi bener in bedak gue.. jadi gue jalannya lambat." ucap Nuril pelan.


"Jadi yang salah siapa???" tanya Diandra lagi.


"Kita..!!!! bwahahaha... sama sama ngga liat jalan.. hahahahahahahah"


Nuril akhirnya tertawa mengingat kejadian memalukan itu.


"Nahhh... elo sadar kan kalo elo juga salah.. " kata Diandra tertawa kecil.


"Eh tapi tadi gue beneran malu tau!" kata Nuril menutup matanya seolah kejadian tadi masih ada di depan matanya.


"Gue juga malu sampe ubun ubun." ucap Diandra.

__ADS_1


"Udah ah ngga usah di bahas..malu maluin.. untung tadi ngga banyak yang liatin kita, " tambahnya.


Merekapun tertawa bersama seraya berjalan memasuki kelas.


__ADS_2