Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
Bab 24


__ADS_3

Di dalam rumah, Diandra tengah memikirkan tentang perkataan Mister C yang membuatnya gelisah. Sampai detik ini ,Dia tidak mengerti kenapa orang itu bicara seperti itu.


"Apa karena gue bukan dari keluarga konglomerat kali ya.. sampai sampai dilarang dekat dengannya" Batinnya.


"Tapi kok dia bisa tahu kalau gue suka sama Yoga, Apa Yoga cerita tentang gue, eehhh tapi nggak nggak.. dia kan tadi bilang kalau orang suruhan presdir ,berarti dia bekerja untuk pak Guna saja.. Tidak untuk masalah lain "


"Terus kok bisa bisa nya sih orang itu bicara kek gitu sama gue, heran " Batin Diandra


"Ahhh.. udah lah ngapain gue pikirin itu, " Gumamnya pelan.


Kemudian Diandra memilih membaca novelnya untuk menghilangkan pikiran yang tak karuan itu.


***


Di perusahaan GH group ,Cita tengah berada di ruang kerjanya. Sibuk mengecek beberapa laporan yang menumpuk di atas meja. Ia telihat sangat serius dengan berkas berkasnya itu hingga, mengabaikan beberapa panggilan telepon dari seseorang.


Saat ini ia tengah menjalin kedekatan dengan seorang pria bule, Asal dari negara Jerman . Sejak dulu Cita memang sulit sekali membuka hatinya untuk seorang laki laki. Ia lebih mementingkan karirnya daripada urusan percintaan yang pasti akan membuatnya sakit hati untuk kedua kalinya.


Dulu ia pernah menjalin hubungan dengan seorang laki laki , lebih tepatnya teman satu Universitas hingga dua tahun lamanya, tetapi karena memang dasarnya laki laki hidung belang, Cita memergokinya sedang berduaan dalam mobil dengan tante tante yang penampilannya sangat vulgar. Hingga akhirnya Cita memutuskan hubungan dengan laki laki tersebut.


Maka dari itu, sampai sekarang ia sangat membenci laki laki. Ia menjadi perempuan yang judes dan jahat jika ada seorang laki laki mendekati atau menyatakan perasaan pada nya.


Dan kenapa sejak pertemuannya dengan pria bule beberapa bulan yang lalu itu, membuatnya sedikit membuka hati. Ia sering berkomunikasi dengan pria itu melalui media sosial.


Cita bertemu dengan pria itu sewaktu ia berada di luar Negeri untuk kepentingan bisnisnya. Pria itu adalah anak dari rekan bisnisnya, berprofesi sebagai seorang model majalah dewasa dan mempunyai beberapa perusahaan yang di bangunnya dari jerih payahnya sendiri. Mereka sering bertemu baik sengaja maupun tidak sengaja. Sehingga dari pertemuan tersebut, Cita menjadi lebih dekat dengannya. Hingga pada suatu hari, Cita rela memberikan nomor ponselnya kepada pria itu untuk melanjutkan komunikasi jika mereka berada di dua Negara yang berbeda.


Dan benar saja, sampai detik ini meraka masih berkomunikasi dengan baik. Beberapa kali pria itu mengunjungi Cita secara diam-diam. Bukan karena apa apa, Pria itu belum mendapatkan restu dari Pak Guna, orang yang paling di takuti semua orang.


Cita memang menaruh hati padanya, Cita bangga karena di usia yang masih 28 tahun, ia menjadi pengusaha muda dan seorang model terkenal.


Beberapa kali pria itu tanpa sungkan meminjam mobil pada Cita jika berada di kotanya. Sekedar untuk jalan jalan mengeliling kota , Itulah alasannya kenapa Cita begitu mudahnya meminjamkan mobil mobil mobil mewah miliknya.


Bagi Cita pribadi pria itu sangat terlihat apa adanya , Selama ini Cita tidak pernah melihatnya menggandeng seorang wanita mana pun. Bahkan pria itu berkata bahwa saat ini ia masih melajang. Dan ia yakin akan hal itu.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 12.00 Wib ,saat para karyawan atau siapapun beristirahat sejenak. Begitu pun dengan Cita, Ia memilih meluruskan kakinya di sofa yang berada ruang kerjanya itu.


Seorang sekretaris mendatanginya.


tokk tokk tokk.


"Permisi, mbak Cita..Anda ingin di bawakan makan siang dengan menu apa?" tanya sekretaris itu.


"Bawakan salad buah saja." ucap Cita datar.


Cita tengah memejamkan matanya untuk sekedar melepas lelah karena sejak pagi ia berkutat dengan lembar demi lembar kertas yang penuh dengan ketikan komputer.


tiba-tiba ponselnya berdering..


"Ckkk.. siapa sih ganggu orang istirahat aja" Gumanya.


Ponsel berdering lagi untuk kedua kalinya. Mau tak mau Cita membuka mata dan mengambil ponselnya.


"Ohh Edward.. ", gumamnya seraya senyum senyum sendiri.


(anggap saja berbahasa inggris) 😉


"Haloo Edward.."


"hallo Cita, Kenapa kamu sulit sekali di hubungi??


"hehe... maaf Edward, aku sangat sibuk sekali !!


"Okey okey, kamu sekarang sedang apa??


"Aku lagi istirahat nih, kamu??


"Oh aku sedang menunggu kabarmu dari tadi, aku sangat cemas ..!!"


"Permisi mbak Cita.." Sekretaris tiba-tiba masuk membawa makan siangnya.


"Oh iya taruh aja di situ..", Ucap Cita.


"Hallo Edward, sudah dulu ya. aku mau makan.."


"Oh Okey.. bye.."


Cita menutup telepon dan segera mengisi perutnya yang keroncongan sebelum melanjutkan lagi pekerjaannya yang menumpuk di mejanya.


*****


Di dalam kamarnya, Erlin yang baru saja tersadar dari tidurnya tampak celingukan mencari Yoga. Pasalnya laki laki yang menjadi suaminya itu tidak ada di dalam kamar.


Ia kemudian keluar kamar untuk mengisi mengisi perutnya yang begitu terasa perih karena sedari pagi belum di beri jatah makan.


"Bii.... bibi,.. saya lapar., siapkan makanan sekarang" teriaknya mencari Asisten rumah tangga.


Tampak Bi Sumi berlari kecil ke arah Erlin.


"Ada yang bisa saya bantu, Nona??" tanya bi Sumi.


"Saya lapar, belum makan dari tadi pagi seharusnya kamu menyiapkan makanan di sini, atau paling tidak kamu bawa ke kamar"


"Maaf, Nona., Nona mau makan apa? biar bibi masakin sekarang "


"Saya mau makan steak daging sapi pakai saus barbeque yang pedes banget!" ucap Erlin lantang.


"Baik silahkan tunggu sebentar"


Erlin menunggu di meja makan dengan kaki di naikkan di salah satu kursi. Tampak tidak sopan memang, tapi itulah Erlin dari dulu. Dia selalu bersikap semena-mena terhadap Asisten rumah tangga yang ada di rumahnya.


Dia bertingkah sesuka hati nya. Bahkan sampai terbawa sampai sekarang. Dari arah belakang tampak Yoga memasuki rumahnya.


Menatap tajam ke arah Erlin yang seperti jurangan besar tak tahu diri.


"Hey.. bisa nggak kaki loe itu di turunin, loe pikir loe lagi di warung. hah?" Bantaknya.


Erlin terkejut dan langsung menurunkan kakinya.


"Eh suamiku.. kamu dari mana?" ucapnya dengan suara yang di buat buat.


"Loe sedang apa?" Tanya Yoga mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


"Oh loe lagi nyuruh bibi masak buat loe..Enak banget loe ya"


"Aku kan lapar sayang" rengeknya manja.


"Masak sendiri lah, loe lupa peraturan yang papa buat?"


Erlin langsung tersentak kaget mendengar tentang peraturan yang di buat pak Guna.


"Ohh my God kok gue bisa lupa kalo ada peraturan itu" Batin nya.


Segera ia berlari ke arah bibi Sumi yang tengah memasak.


"Sini bi.. biar saya saja yang masak"


"Ehh ndak usah, Non.. bibi masakin saja ."


"Biarkan saja dia memasak bi" Ucap Yoga lantang.


Mau tak mau bi Sumi membiarkan Erlin memasak makanannya sendiri. Dan pergi ke belakang untuk mengerjakan pekerjaan yang lain.


"Aduuhhh gue nggak bisa masak.. ini terus di apain" Batin Erlin.


Ia tengah memegang daging yang baru saja di cuci oleh bibi. Garuk garuk kepalanya yang tak gatal karena bingung harus di apakan daging itu.


"Gue juga mau makan, masakin cepet." Perintah Yoga yang membuat Erlin terkejut .


"Masak sendiri ya sayang, ini aku lagi sibuk " Ucap Erlin.


"Sibuk apa loe ..kan loe dari tadi cuma berdiri di situ sambil pegang daging.. hahahaha"


"Aku... aku... aku bingung sayang mau di apain daging ini.." Kilah nya.


"Ya udah di masak aja sebisa loe."


"Di apain ya sayang..Aku nggak pernah masak daging.."


"Bwahahahahaha..." Tawa Yoga terbahak-bahak.


"Mau nggak mau, bisa nggak bisa loe harus masakin buat gue, cepet.. gue mau mandi bentar.."


"Yess.. gue bisa minta tolong bibi.." Batin nya.


"Dan satu lagi.. NGGAK USAH MINTA TOLONG SIAPAPUN, harus murni masakan loe..awas kalo loe minta tolong bibi.." Ucap Yoga sambil menunjuk ke arah Erlin.


"Ya elahhh tau aja isi hati gue.." Batinnya.


Akhirnya Erlin menggoreng daging itu di atas wajan dengan sedikit minyak goreng, membumbui dengan sedikit garam dan gula. Sampai berubah warna agak kecoklatan.


"Yes gue bisa.. tinggal bikin saus barbeque nya saja.. tapi gue nggak bisaaa.... " Batinnya.


"Ahh kasih aja saus sambal yang udah jadi.."


Kemudian ia mengambil 2 piring untuk meletakkan daging yang di gorengnya itu dan di atasnya ia beri saus sambel extra hot merk xxxx..


"Taraaa..... jadiiii....." Ucap Erlin dengan senangnya.


"Udah mateng belum, Er? " Tanya Yoga tiba-tiba.


"Steak kok gini bentukannya " ucap Yoga sambil menahan tawa.


"Kan ala aku sendiri.. jadi beda sama yang lainnya...coba kamu cicipin "


"Sok sok an loe.. Loe aja yang cobain duluan."


Erlin pun segera memakan masakannya karena perutnya yang meronta ronta minta diisi. Memotong daging dengan menggunakan pisau dan garpu ala makan di restoran mewah.


"Kok alot banget sih.." Gumam Erlin pelan.


Yoga yang mendengarnya langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa....alot??? loe tadi masak daging apa sendal.. bwhahaahha..." seru Yoga yang masih tertawa.


"Ihhhh sayang... enggak., ini tuh udah empuk.. tuh liat bisa ke potong kan.."


"Iya tapi loe motongnya sambil ngotot..hahaha"


Erlin langsung memasukkan potongan daging itu ke dalam mulutnya. Mengunyah perlahan dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan dengan kata kata lagi.


"Gimana? enak???" Tanya Yoga.


Erlin tampak kesulitan menelan daging yang di makan nya karena masih setengah matang serta daging nya yang cukup tebal. Ia mengambil air putih untuk membantu mendorong makanan yang sulit di telan itu.


Karena penasaran Yoga kemudian mencoba memotong daging itu.


"Bener ini tuh sendal bukan daging.. bisa - bisa patah nih pisau ..hahah" ucap Yoga seraya menahan tawanya.


"Sayang.. ganti menu saja ya"


"Terserah loe."


"Oke aku buatin nasi goreng istimewa"


"Ya udah cepet."


Erlin kemudian memasak nasi goreng dan membuang masakan nya yang pertama karena daging yang ia masak tadi sangat tidak layak untuk di konsumsi manusia normal.


"Kalau nasi goreng sih gue bisa, tinggal kasih kecap sama garam dikit udah jadi.. kan gue kalo di rumah liatin bibi bikin ini..hmmmm pasti Yoga bakal sukak" Gumamnya seraya memasak seperti chef handal.


"Taraaaaa..... udah jadi.... " Ucap Erlin meletakkan piring di depan Yoga.


"Apa an nih" Tanya Yoga heran.


"Nasi goreng istimewa.. kan tadi aku udah bilang sayang."


"Istimewa nya dari mana??"


"Yaa.. yaa...istimewa dari buatan tangan istrimu.." Jawabnya bangga.


"Apaan nih.. nasi goreng apa nasi kecap.. hahahhaa.."


"Nasi goreng sayang."

__ADS_1


"Nasi goreng ??? emang loe tadi masukin bumbu apa aja?"


"Tadi aku kan panasin minyak di wajan terus nasinya aku masukin di kasih kecap manis sama sedikit garam, udah deh jadi.."


bwahahaahahaahahahha...


Yoga tertawa terbahak-bahak.


"Ya udah loe makan aja nih punya gue"


"kita makan bareng lah.." ucap Erlin.


"Gue nggak nafsu, gue pengen masakan bibi aja..Bisa bisa sakit perut gue makan buatan loe ..nggak karuan ." Kata Yoga seraya pergi meninggalkan Erlin.


Erlin langsung memakan nasi goreng buatan nya dengan lahapnya, ia tidak mempedulikanmu rasa yang begitu aneh.


bodo amat lah mau rasanya kek apa juga yang penting perut gue ke isi Batinnya.


Tampak Mr.C memasuki rumah dengan membawa koper milik Erlin. Memang setelah mengantar Diandra tadi siang, Ia mengambil barang barang Erlin yang ada di rumahnya untuk di bawa ke kediaman keluarga Guna Herlambang.


"Nona Erlin, ini barang barang Nona sudah saya bawakan.."


Erlin menoleh ke sumber suara dan langsung berlari menghampiri.


"Ya ampun Mister.... kau kemana saja, aku mencari mu. "


"Kenapa anda mencari saya?"


"Untuk minta antar mengambil barang-barang aku.. Lagian kok tadi aku di larang sih keluar dari rumah ini.."


"Memang pak Guna melarang ,karena di rumah ini tidak sembarangan keluar masuk seenaknya sendiri ,apa lagi Nona kan baru saja tinggal di sini"


"Teruss ...?? masa kalau aku mau ke salon nggak boleh sih, Mister?"


"Saya tidak tahu, Nona.."


"Bisa bisa mati muda gue kalau nggak shooping nggak nyalon nggak perawatan" Gumam nya pelan.


Mr.C hanya tersenyum sinis mendengar nya.


"Nona Erlin, peraturan nya di mulai besok. Jangan lupa anda bangun pagi menyiapkan sarapan untuk nona Cita sebelum dia berangkat ke kantor dan untuk suami anda.."


"Pak Guna?"


"Bos keluar Negeri tadi siang untuk memantau kondisi perusahaannya di Inggris "


"Hemmm.. baiklah."


"Ehh tapi Mister.. aku tidak bisa masak" Lanjut nya.


"Anda kan punya gadget yang canggih..Saya rasa anda bisa membuka berbagai resep masakan disana"


Erlin hanya diam tak menjawab perkataan Mr.C . Ia tengah memikirkan sesuatu agar ia terbebas dari pekerjaan yang tidak pernah di lakukan selama ini.


"Kalau tidak ada yang di tanyakan saya permisi" kata Mr.C membuyarkan lamunan Erlin.


"Eh tapi aku masih boleh kan untuk shopping di luar sana??"


"Sebaiknya Anda tanyakan hal itu kepada suami Anda.."


"Baiklah kalau begitu.."


"Baik saya permisi.. ini barang-barang Nona dan ini ponselnya "


Mr.C melangkahkan kakinya pergi dari kediaman Guna Herlambang. Dan Erlin memilih masuk ke dalam kamarnya untuk menata baju baju yang di bawakan oleh Mr.C


"Gue belum punya lingerie seksi" Gumam Erlin.


"Malam ini ..Yoga ingin malem pertama nggak ya ama gue.. hihihi.." Gumamnya pelan.


"Sebaiknya gue siap siap,, siapa tau Yoga meminta hak nya sebagai suami malam ini"


Ia masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi ,setelah itu mengganti pakaian nya dengan baju tidur. Memakai body lotion andalannya dan setelah itu ia naik ke tempat tidur.


"Sebaiknya gue pura pura tidur, nanti Yoga bakal masuk ke sinii.. teruusss............ Aaaaaaaa nggak sabar gue.." Batinnya.


Sementara di ruang tengah Yoga sedang memainkan ponselnya ,melihat kontak whatsapp Diandra. Ingin sekali rasanya ia menelepon nya seperti dulu. Bercanda sampai malam hari, berbicara sampai lupa waktu Dan ia merindukan akan saat saat seperti itu.


"Diandra.. gue kangen loe,", Gumamnya pelan sambil melihat foto profil Diandra.


"Mas Yoga... belum tidur?" sapa bibi Sumi.


"Ehh bii...belum, aku masih kepikiran tentang Diandra bi, aku nggak tega lihat dia sakit hati kalau nanti dia tahu kalau aku sudah menikah" ucapnya.


"Mas Yoga... sebaiknya mas kasih tahu sekarang daripada dia tahu belakangan ,yang ada malah membuat dia tambah sakit hati"


"Nggak tega, Bi..dia gadis yang sangat baik."


"Hmmmm.... kalau dia gadis yang baik, pasti dia akan terima kenyataan ini dengan lapang dada "


"Gimana ya bii, bingung mau mulai dari mana"


" Ajak dia bertemu, kemudian mas Yoga bicarakan tentang hal ini baik baik.."


"Yoga nggak tega bi ,Yoga nggak mau dia ninggalin Yoga, Yoga udah nyaman sama dia"


"iya.. bibi mengerti, Bibi juga pernah muda.. hehehee.. Tapi saran bibi seperti itu daripada nanti tambah sakit hati kalau tahu kenyataan ini beberapa bulan kemudian."


Yoga menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya dengan kasar.


"Apa mas Yoga tidak ingin mencoba untuk mencintai lagi Nona Erlin." Tanya bibi.


"Haha... itu tidak akan terjadi bi, Yoga udah tau dia seperti apa "


"Apa mas Yoga percaya dengan Cinta yang datang karena terbiasa bersama???"


"Percaya.. tapi itu tidak akan pernah terjadi kepada ku"


"Hmmmm ya sudah kalau gitu bibi ke kamar dulu.." Ucap Bibi kemudian meninggalkan Yoga seorang diri di ruangan itu.


Dan Yoga memilih main game di ponselnya hingga kemudian ia tertidur pulas di sofa.

__ADS_1


__ADS_2