Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 19


__ADS_3

Author POV


Hari ini Yoga bersemangat berangkat ke sekolah hanya untuk bertemu dengan Diandra. Pasalnya, kemarin ia tidak bertemu dengannya ,dan Diandra pun sulit di hubungi, Hal itu membuat Yoga tak sabar ingin menemuinya langsung.


Sesampainya di halaman sekolah, ia menemui Diandra yang terlihat tengah duduk di spot favoritnya dengan membaca novelnya.


"Haii diandra.. sendiri aja?" Tanya Yoga


"Iya, sendiri aja!!" jawab Diandra menatap Yoga sekilas.


"Emm.. emang si Nuril kemana?" Tanya Yoga lagi.


"Nggak masuk dia, lagi nggak enak badan" jawab Diandra.


"Ooohh.. eh elo kok dari kemaren nggak cariin gue sih?" Tanya Yoga seraya menatap Diandra dengan intens.


"Hehe.. iya nih.. hape gue is deat.. " jawab Diandra santai.


"Kok bisa?" Tanya Yoga sedikit kaget.


"Nggak ngerti gue,. yang jelas pas gue bangun tidur hape gue udah nggak bisa nyala, apa mungkin hape butut kali ya.." ucap Diandra.


"Bisa aja loe.. pantesan gue tunggu tunggu nggak ada kabar, gue telpon juga nggak aktif.. " kata Yoga.


"Ehh ngapain loe cari cari gue, orang udah punya pacar juga masih aja kegatelan.." ucap Diandra seraya tertawa pelan. Yoga pun tertawa kecil mendengar perkataan Diandra.


"Sayanngggg........ kamu masuk, kok nggak nyamperin aku sih?" teriak Erlin yang terlihat tengah berjalan cepat ke arah Diandra dan Yoga duduk.


Yoga yang melihat Erlin memilih membuang mukanya, dan Diandra memilih fokus lagi dengan buku yang di bacanya.


"Kok kamu nggak bilang bilang kalau masuk, kan aku bisa minta jemput kamu.." Seru Erlin dengan muka sok cemberut.


"Ngapain gue harus laporan sama loe, kek orang penting aja.. " jawab Yoga tanpa melihat Erlin.


"Ihhh sayanggg..... aku disini, bukan disana.. liat aku donnggg" Rengek Erlin.


Diandra yang mendengar itu terlihat menahan tawanya.


"Ogahh.. " jawab Yoga.


"Bwhahaha.." Diandra tak tahan menahan tawanya.


"Trus kamu ngapain disini sama si Kutu Buku" Kata Erlin melihat sinis Diandra.


"Eh cukup Erlin.." bentak Yoga.


"Emang kamu ngapain berdua sama si Kutu Buku ini? Dasar cewek kegatelan.. " kata Erlin.


Diandra yang sedari tadi diam mengangkat kepalanya melihat tajam ke arah Erlin.


"Loe ngomongin gue?" Tanya Diandra.


"Ihh najis amat gue ngomongin loe, kenal juga nggak!!" Kata Erlin sambil mengibaskan rambutnya.


"Mendingan kalian berdua pergi dari sini, ganggu orang baca aja" Gertak Diandra.


"Nih orang aja yang suruh pergi ,ganggu aja" Kata Yoga menunjuk Erlin.


"Kok kamu gitu sih sayanggg.... milih berduaan sama Kutu Buku ini daripada pacar kamu sendiri. " rengek Erlin.


"Heh.. Kutu Buku Kutu Buku, Gue punya nama. Sembarangan aja panggil orang. " Sentak Diandra.


"Emang loe Kutu Buku, Liat aja kemana mana bawa buku pelajaran.. haha.. mau ulangan Loe" Ejek Erlin.


"Buka mata Loe lebar lebar, ini tuh novel o'on.. bukan buku pelajaran.. " seru Diandra.


"Sama aja.. sama sama buku." Kata Erlin tak mau kalah.


"Udah udah..ngapain sih loe er... pergi sana. " Perintah Yoga.


"Nggak mau sayang... mendingan tuh Kutu Buku aja yang suruh pergi dari sini" ucap Erlin sinis.


"Dasar mak lampir" ucap Diandra berdiri dan berjalan meninggalkan Yoga dan Erlin, ia sempat kan menyenggol badan kecil si Erlin sambil terjatuh..


"Aaawww..... sayanggg..... tolonginnnnnn" Rengek Erlin manja.


"Bwahahaha... bodo amat... " Kata Yoga seraya tertawa terbahak-bahak. dan memilih meninggalkan Erlin di tempat itu.


"Sayaannnggg.... sakitt.... tolonginnnnn... " teriak Erlin manja.


"Huh... awaass aja loe kutu buku.. " Gumam Erlin seraya berdiri. Yoga memilih kembali nongkrong bersama teman-temannya di kantin dan Diandra memilih membaca bukunya di kelas.


***


Di dalam sebuah gedung yang menjulang tinggi lebih tepatnya bernomor lantai 45, Lantai paling atas tempat Presdir berada. Pak Guna tengah berbincang-bincang dengan orang suruhan nya.


"Bagaimana.. apa sudah lengkap? Tanya Pak Guna dengan suara beratnya.


"Sudah bos., sudah Lengkap semua, saya berani pastikan bos akan puas dengan hasil kerja saya." Kata orang itu, (sebut saja Mr.C)


"Kerja bagus.. coba kamu beritahu saya tentang gadis itu." Perintah Pak Guna.


"Gadis itu bernama Erlin Erlina Wijaya, Anak tunggal dari pengusaha properti yang bernama Teguh Wijaya, ber usia 17 ta.... "


"Sebentar-sebentar.. Teguh Wijaya? Sepertinya saya tak asing dengan nama itu?" potong Pak Guna seolah mengingat sesuatu.


"Benar bos, Teguh Wijaya itu adalah orang yang kemarin datang ke perusahaan ini untuk menemui bos, untuk mengajak kerja sama antar perusahaan " jelas Mr.C.


"Ohh Ya ya ...saya ingat..Lanjutkan.."


"Gadis berusia 17 tahun dan saat ini dia bersekolah di SMA yang sama dengan Tuan Prayoga yaitu SMA 08. Dia sudah menjalin hubungan kurang lebih 2 bulan lama nya ,menurut sumber yang saya dapat, gadis itu telah menghabiskan uang Tuan Prayoga untuk keperluan pribadinya.. "


"Tunggu.. tunggu.. kenapa dia tidak minta saja ke Orang Tua nya? Tanya Pak Guna ingin tahu.


"Pak Teguh telah membatasi uang jajan untuk anaknya beberapa bulan belakangan ini..hanya sebesar 500 ribu rupiah tiap bulannya.."

__ADS_1


"Mengapa Teguh bersikap seperti itu??" Tanya Pak Guna Lagi.


"Karena Keuangan Pak Teguh tidak stabil bos..Perusahaan yang di bangunnya sangat kritis dan tidak ada perusahaan yang mau bekerjasama dengannya."


"Oohhh ya ya ya.. saya mengerti, dia datang kesini , mengajak saya berkerjasama untuk menstabilkan lagi perusahaannya.. "


"Benar sekali bos.. " Jawab Mr.C.


"Lantas apa perkerjaan Ibu gadis itu?"


"Pak Teguh adalah seorang duda bos.. Istrinya menikah lagi dengan bule kaya Raya dan memilih tinggal bersama suami barunya"


"Lantas kenapa gadis itu tidak ikut Ibunya saja?" Tanya Pak Guna penasaran.


"Suami barunya tidak mengizinkan gadis itu tinggal di Negaranya ,jadi mau tidak mau gadis itu tetap tinggal di sini bersama Pak Teguh dan Asisten Rumah Tangganya." kata Mr.C.


"Yayaya.... saya punya rencana besar setelah ini.. " kata Pak Guna tersenyum licik.


"Tapi gadis itu juga tengah menjalin hubungan dengan seorang pria bule.. "


" Apa??" Pak Guna terkejut mendengar itu.


"Iya bos, gadis itu hanya memanfaatkan uang nya saja.. " tambah Mr.C lagi.


"Masih kecil sudah seperti itu.. " gumam Pak Guna geram.


"Jadi gadis itu mendapatkan keuntungan yang berlipat., Dari Tuan Prayoga dan juga dari pria bule itu. "


"Benar benar kurang aj*r gadis itu sudah mempermainkan anakku, .segera kau urus semuanya.. pernikahan mereka akan dilaksanakan beberapa hari lagi.. " Perintah pak Guna seraya menahan amarah.


"Baik bos.. sudah selesai semua, ada yang di tanyakan lagi bos??" tanya Mr.C


"Sudah cukup, silahkan keluar.. "Perintah Pak Guna.


"Baik.. Saya permisi bos.. " Kata Mr.C


Pak Guna sangat amat marah mendengar pernyataan dari Mr.C tentang gadis itu. Segera ia menelepon Cita untuk menemuinya.


"Cita.. keruangan saya sekarang...!!!" Perintah Pak Guna.. dan tak butuh waktu lama, Cita sudah berada di ruangan papanya.


"Cita.. Papa sudah tahu untuk apa Yoga menghabiskan uangnya itu dalam beberapa bulan belakangan ini..!!" Seru Pak Guna memulai pembicaraan.


"Untuk apa memangnya pa?" Tanya Cita ingin tahu.


"Untuk membelanjakan keperluan pacarnya.. "


"APA?? Keterlaluan anak itu..memangnya dia becus cari uang sendiri sebanyak itu? sok sok an ngajak shopping" Gumam Cita pelan.


"Dia anak gadis Teguh Wijaya!!"Seru Pak Guna.


"Teguh wijaya??? Cita bertanya-tanya.


"Ya..Orang yang datang kesini kemarin yang meminta kerjasama dengan perusahaan kita..kamu ingat.." Kata Pak Guna


"Ohh..Ya Cita mengingatnya ..Mau tidak mau,mereka harus mengembalikan uang itu .." Tanya Cita kemudian.


"Lantas apa langkah papa selanjutnya??" Tanya Cita ingin tahu.


"Papa akan menikahkan gadis itu dengan Yoga.. " jawab Pak Guna dengan suara beratnya.


"Apa????? apa Papa yakin?" Tanya Cita terkejut dengan keputusan Papanya.


"Ya.. gadis itu harus menanggung resiko karena sudah bermain dengan keluarga Guna Herlambang." Pak Guna seraya tersenyum licik.


"Tapi, Pa.. Usia mereka masih sangat muda untuk menikah!! Apa papa tidak menyayangkan masa depan Yoga?" Tanya Cita lagi


"Yoga masih bisa sekolah seperti biasa.." kata Pak Guna.


"Ini sangat lah tidak masuk di akal pa..!!!" seru Cita yang masih belum mengerti jalan pikiran papanya.


"Hmm...Papa mau gadis itu menjadi pelayan di rumah Guna Herlambang dengan cara menikah kan dengan Yoga.." kata Pak Guna lagi.


"Apa apaan ini pa? kalau mau menjadikan gadis itu pelayan, perkerjakann saja dia di rumah jadi pembantu kenapa harus repot repot menikah kan dengan Yoga?" Seru Cita tak setuju.


"Apa kau ini tidak berpikir.. Mana mau gadis itu menjadi pelayan di rumah kita dengan cuma-cuma ..hahaha.. Apalagi Teguh.. jelas ia tidak akan setuju putrinya di jadikan pelayan di rumah kita." seru Pak Guna seraya tertawa.


"Papa kan bisa saja mengancamnya.. " Cita.


"Bisa saja Papa mengancamnya, Tapi papa ingin memberinya pelajaran nanti.. " Gumam pak Guna.


"Lantas bagaimana dengan sekolah Yoga..bagaimana kalau mereka tahu Yoga telah menikah di usia muda??


"Papa akan menikahkan mereka diam diam.."


"Apa Yoga menyetujui rencana papa ini??? Tanya Cita Lagi.


"Mau tidak mau. Yoga harus mengikuti permainan papa jika ia masih ingin menjadi anak seorang Guna herlambang.. " tegas papanya.


"Bagaimana dengan Mama?? Apakah dia mengetahuinya?? Cita yang masih bertanya.


"Mama mu tidak memperdulikan tentang hal itu, selama ini dia hanya sibuk dengan dunia nya sendiri.."


"Ya sudah kalau memang itu yang Papa rencana kan.. Cita hanya bisa pasrah saja. " Jawab Cita pelan.


"Nanti akan papa bicarakan hal ini dengan Yoga.. "


"Ya.. Papa saja, Cita enggan sekali bicara dengan anak keras kepala itu.. Ya sudah pa.. Cita kembali ke ruang cita dulu.."


"Ya. ya silahkan.. " Kata Pak Guna.


Ke esokan harinya.. Di tempat yang sama, pak guna tengah mengundang Pak Teguh untuk datang ke ruangannya.


"Suatu kehormatan bagi saya pribadi telah berada di sini atas undangan dari Bapak Guna Herlambang.. " kata pak teguh memulai pembicaraan.


"Ya.. Saya ingin membicarakan hal penting dengan Anda.. " kata Pak Guna tanpa melihat lawan bicaranya.

__ADS_1


"Hal penting apa Pak Guna?? " tanya Pak Teguh dengan sopannya.


"Anda tau.. Anak anda telah menguras habis uang anak saya.. "


"Maksut Pak Guna.. Erlin???? Erlin menguras uang anak Pak Guna???" Tanya pak Teguh tak percaya.


"Ya.. Erlin anak anda adalah pacar dari Prayoga anak saya.. Baru dua bulan menjalin hubungan, sudah hampir 200 juta yang ia minta dari anak saya.. " Kata Pak Guna dingin.


"Apa pak?????? " pak Teguh terkejut.


"Jadi.. Saya minta ,Anda harus mengganti nya dalam waktu 1 minggu,," kata Pak Guna.


"Saya tidak punya Pak ,uang sebanyak itu.. " kata Pak Teguh memelas.


"Itu sudah keputusan saya kalau tidak saya akan melaporkan anak anda ke pihak yang berwajib. " tegas Pak Guna .


"Jangan pak.. Tolong kasihani saya" kata Pak Teguh memohon.


"Baik..tapi saya tidak akan melaporkan anak Anda.. tapi dengan satu syarat.. "


"Syarat apa Pak Guna???" tanya Teguh dengan gelisah.


"Saya mau.. anak Anda menikah dengan anak saya.. maka saya akan menganggap hutangnya lunas... dan secara langsung saya akan membantu perusahaan pak teguh agar kembali stabil. " jelas Pak Guna.


"Maaf sebelumnya pak... apa tidak terlalu dini menikahkan mereka yang masih belasan tahun" tanya pak teguh..


"Tidak.. " jawab Pak Guna sinis.


"Saya bingung, Pak.. lantas mereka apa masih bisa sekolah " tanya Pak Teguh frustasi.


"Hahaha..... semua bisa di atur Pak Teguh..asal Pak Teguh menuruti apa yang saya katakan semua bakalan beres di tangan saya.. " tegas Pak Guna.


"Beritahu putrimu tentang hal ini.. secepatnya saya akan mengadakan ijab kabul " kata Pak g


Guna lagi.


"Baik pak.. " jawab Pak Teguh kehabisan kata.


"Silahkan, Anda boleh pergi dari sini" ucap Pak Guna kemudian.


***


Pak guna pulang ke rumah menemui Yoga untuk membicarakan tentang pernikahannya.


"Biii... biibiii...Yoga dimana??? " tanya Pak g


Guna kepada bibi Sumi.


"Belum pulang Tuan besar.. masih di sekolahnya" jawab bi Sumi sopan.


"Kalau dia pulang suruh temui saya dikamar" perintah pak Guna seraya melangkahkan kakinya menuju kamar utama.


"Baikk Tuan besar.. nanti saya sampaikan"


"tumben sekali pak guna kerumah, ada apa ini kok perasaan ku tiba-tiba tidak enak" gumam bibi dalam hati.


Bibi sumi menunggu Yoga di depan pintu dengan perasaan gelisah..dan tak lama kemudian suara motor memasuki halaman rumah.Bibi pun segera berlari menghampiri Yoga yang memarkir motornya.


"Mass.... mas Yoga.... itu Tuan besar ada di rumah.. " kata Bibi panik.


"iya biarin bii.. kan ini rumahnya.. " jawab Yoga cengengesan sambil melepas helmnya.


"Bukan begitu maksut saya mas.... tadi Tuan besar cariin mas Yoga.. " kata Bibi masih panik.


"Ada apa memangnya.. " tanya Yoga ingin tahu.


"Nahh itu masalahnya... mas Yoga suruh ke kamarnya kalau sudah pulang.. "


"Oohhh... iya nanti Yoga kesana.. " jawab Yoga enteng sambil melangkahkan kakinya memasuki rumah.


"Perasaan bibi nggak enak, mas Yoga... "kata Bibi cemas.


"Bibi lebay ih... " cetus Yoga.


"Soalnya tadi Tuan besar mukanya serius bikin bibi takut.."


"Udah gpp.. emang mukanya Papa kek gitu kok..Yoga ke kamar dulu bii" ucap Yoga seraya masuk kedalam kamarnya. Ia membersihkan diri dan berganti pakaian santai. Setelah itu ia turun kebawah untuk mengisi perutnya yang keroncongan.


"Bi masak apa??? " tanya Yoga saat melihat Bibi tengah mencuci baju.


"Ada pecel lele mas Yoga.. mau bibi ambilkan?" tanya bibi menawarkan bantuan.


"Enggak usah ,Bi.. Yoga ambil sendiri " Yoga pun segera mengambil makan dan mengisi perutnya yang keroncongan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jempol serta komen kalian yaa😍😊😊


__ADS_2