Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
Bab 22


__ADS_3

****


Hari ini adalah hari pernikahan Yoga dan Erlin. Tidak ada persiapan apapun disana, hanya sebuah meja kecil di ruang itu untuk ijab kabul.


Tidak ada Fotografer profesional yang biasa mengambil gambar para mempelai. Tidak ada catering prasmanan yang biasanya banyak di temukan di pernikahan pada umumnya.


Pernikahan yang jauh dari kata mewah, bahkan MUA yang di panggil untuk merias mempelai wanita hanya satu orang dengan make up yang sangat minim.


Yoga tengah menunggu penghulu di kamarnya, Ia tengah melamun dengan tatapan mata yang kosong. Sementara Pak Guna, berada di ruang kerjanya bersama Mr.C . Membicarakan sesuatu dan kemudian memerintahkan Mr.C untuk menjemput Erlin serta Pak Teguh di rumahnya.


"Pak Teguh, Bos besar memerintahkan saya untuk menjemput kalian " Kata Mr.C di depan pintu.


" Siapa Pa yang datang? " tanya Erlin di dalam rumah.


"Segera Anda bersiap-siap, Karena ijab kabul akan dilaksanakan 2 jam lagi, dan Nona Erlin belum juga di rias" kata Mr.C lagi..


"Baik baik.. Saya sudah siap.. Erlinnn.. Ayo kita berangkat sekarang!! " seru Pak Teguh memanggil anaknya.


"Sekarang, Pa???Erlin belum kemas barang-barang Erlin loh..belum lagi baju baju Erlin yang banyak ini belum masuk ke koper semua" jawab Erlin seraya menghampiri papanya dan Mr.C di depan.


"Tidak ada waktu lagi, Nona.. Pak Guna bisa marah kalau anda telat datang kesana" kata Mr. C dingin.


"Bagaimana dengan baju bajuku??" tanya Erlin.


"Itu urusan belakangan, Nona..anda bisa mengambilnya lagi setelah ijab kabul selesai" jawab Mr.C


"Oh begitu.. Ayo pa kita masuk mobil" ucapnya masuk kedalam mobil.


Kenapa dengan gadis itu, sangat bersemangat sekali masuk mobil Bagus.. batin Mr.C


"Eh.. Pak.. bagaimana nanti acara pernikahanku, apa di adakan di hotel yang sangat mewah??pasti sudah banyak fotografer profesional yang menungguku di sana " Seru Erlin yang sudah di dalam mobil.


"Panggil saya Mister." kata Mr.C dingin.


"Ohh.. oke Mister eks, bagaiman... "


"Panggil Mister saja.. Tidak perlu eks., " potong Mr.C kemudian.


"Apa kamu tidak mempunyai nama, Mister?" tanya Erlin jengkel.


"Punya" jawabnya singkat.


"Siapa namamu, Mister?" tanya Erlin.


"Itu sangatlah tidak penting." seru Mr.C dingin.


"Cerewet sekali anak ini, membuat kepalaku pusing" Batin Mr.C


"Ada ya orang kek gini, tinggal bilang namanya saja susah. " gumam Erlin pelan tapi sempat di dengarkan oleh semua orang di dalam mobil.


"Panggil saja Mister C.. C itu inisial nama saya, karena nama saya sangatlah di rahasiakan..hanya beberapa orang saja yang tau nama panjang saya" jelas Mr.C panjang lebar.


"orang penting mah bebas" gumam erlin.


"Ohh iya Mister C, Apa disana gaun pernikahanku sangat mewah?" tanya Erlin penasaran.


"Saya tidak tahu." jawab Mr.C


"Pasti disana sudah banyak para wartawan yang menunggu kedatanganku disana..iya kan Mister C?" tanyanya lagi..


"Lebih baik anda diam saja. Nanti juga anda tau sendiri. " perintah Mr.C


"Sudah, Erlin.. Kamu itu tidak tahu malu.. Dimana muka papa kalau kamu seperti ini..Diam." sentak Papanya seraya berbisik.


*E*mm... pasti disana sudah ada beberapa MUA terkenal yang sudah menunggu kedatangan gue.,Mereka akan menyulap muka gue ini menjadi layaknya boneka barbie yang cantik, gaun gaun yang sangat mewah.. Aahhh... Sudah nggak sabar gue. Batin erlin .


Sesampainya di halaman rumah, Erlin sangat terkejut di buatnya. Pasalnya untuk pertama kali dia mengetahui rumah sebesar ini, berlantai 4. Halaman yang sangat amat luas dan sangat amat megah baginya.


"Ini rumah Yoga, ya ampunnn sayangg.... Kamu sangat lah tajir melintir " teriak Erlin tak sadar. Segera ia membungkam mulutnya karena di lirik oleh papanya dan juga Mr.C.


"Silahkan masuk Pak Teguh, Nona Erlin .." ucap Mr.C .


"Ayo, Pa masuk..anggap saja ini rumah sendiri " ajak Erlin tak tahu malu.


"Silahkan Nona masuk ke kamar itu untuk di rias" kata Mr.C seraya menunjuk salah satu kamar.


Erlin pun memasuki kamar itu dengan hati yang berbunga-bunga karena untuk pertama kalinya ia di make up oleh MUA terkenal.


"Lakukan apa yang sudah Nona Cita katakan padamu.. tidak usah di tambah apapun." Bisik Mr.C kepada perias itu.


"Baik " jawabnya. Kemudian Mr.C keluar dari kamar itu untuk menunggu di balik pintu.


"Silahkan duduk mbak.. " kata perias itu.


"Embak Embak., panggil saya NONA " kata Erlin judes.


"Baik..silahkan duduk NONA. Saya akan sedikit merias wajah Anda" kata perias itu sambil menahan tawa.


"Kok sedikit ? namanya juga pengantin wanita, harus full make up lah. Harus tebell dempulnya biar cantik..pokoknya saya mau make up yang mirip barbie " cetus Erlin tak karuan.


"Baiklah.." kata perias itu. Kemudian ia mulai memakaikan primer pada wajah Erlin, sedikit foundation setelah itu pakai bedak tabur.


"Ehh.. Kok gak pakek moisturizer sih, setelah foundation itu pakek concealer " protes Erlin yang sedari tadi memperhatikan tangan perias itu.


"Saya tidak membawanya Nona.. Lagian wajah Nona sangat bersih..tidak ada yang harus di tutupi pakek concealer ,jadi langsung saja tahap selanjutnya." kata perias itu jengkel bukan main.


"Aneh banget. " gerutu Erlin.


Kemudian perias itu melanjutkan memakaikan eyeliner dan sedikit merapikan alis.

__ADS_1


"Tunggu..tunggu... Eyeshadow mana? Ya ampuunn ...ini perias bisa ngrias nggak sih" teriak erlin membuat Mr.C yang menjaga di depan pintu masuk ke dalam kamar.


"Ada apa ini? kenapa teriak teriak? " tanya Mr.C dingin dengan tatapan tajam.


"Ini, Mister ..mbaknya.. Ehh Nona ini banyak protes kurang ini itu " kata perias itu ketakutan.


"Nona Erlin jangan banyak protes ! Karena make up sudah ada yang mengatur Anda harus pakai apa saja saat ini." jelas Mr.C


"Whatttt???" teriak Erlin melotot.


"Kalau Anda banyak bicara, Bos besar akan datang kesini memarahi Anda" ancam Mr.C kemudian.


"Ya sudah lanjutkan." Cetus Erlin. Dan ia pun memilih memejamkan matanya daripada melihat perias itu merias wajahnya yang sangat sangat tidak menarik.


"Sudah selesai Nona" kata perias itu.


"Whattt?? Ini loe bilang udah, ehh asal loe tau aja ya.. Ini tuh sama aja ama make up gue sehari hari kalo ke sekolah. Apaan nih lipstiknya norak. Ganti.. Lipstiknya warna pink gonjreng lagi.. Kunoo" celoteh Erlin pelan dengan sedikit di tahan karena takut Mr.C masuk lagi.


"Sudah saya ganti dengan warna merah maroon, dan saya sudah tidak bawa lagi lipstik nya" kata perias itu seraya membereskan peralatan make upnya.


"Astaga..ini orang bener bener ya. Ehh ini itu acara sakral.. PERNIKAHAN.. "


"Hey Nona. Saya juga tau anda mau ingin menikah, tapi saya juga di atur untuk bawa ini saja..tidak boleh yang lain. "Bentak perias itu.


"Ya sudah ya sudah. Mana gaunku. " ucap Erlin.


"Tidak ada gaun, hanya ada kebaya " jawab perias itu spontan.


"Whattttttttt?? Kebaya? Ehh loe pikir mau karnaval pakek kebaya? " seru Erlin tak percaya.


"Sudah lah Nona! jangan banyak bicara, pusing kepala saya" kata perias jengkel.


"Ini menikah apa mau karnaval sih." gerutu Erlin pelan seraya mamakai kebayanya.


"Rambutnya? Di apain? saya mau di tata ke samping trus di beri banyak taburan bunga Melati." Seru Erlin kemudian.


"Silahkan duduk lagi, nanti Nona lihat hasilnya" ucap perias .


"Awas loe kalo jelek.. " Ancam Erlin.


Kemudian perias itu hanya mencepol ke atas dan memberinya hair spray agar terlihat rapi.


"Sudah selesai, silahkan keluar" perintah perias itu.


"Eh elo dasar ya, masak kek gini sih.. kek emak emak dong gue kalo gini,, becus nggak sih loe itu..Hah??"sentak erlin tekanan tinggi.


Perias itu kemudian keluar kamar tanpa menggubris perkataan Erlin untuk memanggil Mr.C.


"Mari, Nona.. Kita ke lantai 3, penghulu sudah datang dan Tuan Yoga sudah menunggu" kata Mr.C memasuki kamar.


"Mister mister !! Liat deh, masak nikah kayak mau karnaval gini sih.. Rambutnya jelek lagi ..kayak emak emak" Erlin mengadu ke Mr.C .


"Semua sudah ada yang mengatur Nona, mari kita ke atas, Bos besar akan ada meeting penting setelah ini.. Jadi tidak punya banyak waktu."


Ohhh... Mungkin setelah ini pesta pernikahannya yang akan terlihat mewah, gue di make up in yang beneran full make up.. Sesuai ama yang gue liat di youtube.. Dan pakai gaun mewah yang mengembang ,pakai mahkota dan bawa bunga... Aahhhhh...mungkin ...mungkin akan seperti itu, sekarang kan cuma ijab kabul doang Batin Erlin sambil cengar cengir sendiri.


Membuat Mr.C yang melihatnya bergedek ngeri.


"Benar benar gadis aneh" Batinnya.


Sesampainya di tempat ijab kabul, Erlin sangat terkejut karena di sana hanya ada Papanya, calon mertuanya, Yoga, serta penghulu.


"Kenapa tidak ada tamu undangan yang menyaksikan ijab kabul,.saksinya mana?" Gumam Erlin.


"Silahkan duduk di samping Tuan Yoga, Nona" bisik Mr.C pelan.


Erlin pun duduk di samping Yoga.


"Baiklah kita mulai saja ijab kabulnya" kata penghulu itu.


Yoga tampak berjabat tangan dengan penghulu.


"Saya terima nikahnya Erlina Zahra binti Teguh dengan mas kawin uang satu juta rupiah dibayar tunai"


"Bagaimana saksi? Sah?? "


"SAH!!!"


"Akhirnya gue jadi nyonya besar di sini, tapi kok mas kawinnya cuma satu juta sih.. Kok nggak ada berlian atau emas batangan." Batin erlin.


Acara akad nikah pun selesai, Penghulu mengundurkan diri dan Pak Teguh segera pulang diantar supir. Tinggal ada Yoga, Erlin serta pak Guna di ruangan itu.


"Hay, Papa mertua, " sapa Erlin menatap Pak Guna yang tengah sibuk dengan ponselnya.


"Apa apaan kau ini" sentak Pak Guna Menatap tajam Erlin.


"Setelah ini acara pesta di hotel mana ,Papa mertua??" tanya Erlin.


"Diam kau anak kecil" sentaknya.


"Cepat bacakan peraturan yang harus ia lakukan di rumah ini" perintah Pak Guna kepada Mr. C.


"Peraturan apa?" gumam erlin dalam hati.


"Baik bos.. " ucap Mr.C


"Nona Erlin, dengarkan baik-baik..saya tidak akan mengulanginya kembali " kata Mr.C sambil membuka amplop coklat yang berisikan selembar kertas peraturan yang di buat Pak Guna untuk Erlin.


"Peraturan peraturan yang harus di patuhi saudara Erlin setalah ijab kabul selesai dan berlaku mulai besok.

__ADS_1


1.Saudara Erlin, harus bangun lebih awal untuk mempersiapkan makan semua penghuni di rumah ini.


2 Saudara Erlin ,tidak boleh memberitahu siapapun tentang pernikahan ini termasuk teman terdekat saudara.


3 Saudara Erlin melayani semua kebutuhan pribadi Tuan Yoga setiap hari.


4 Membersihkan semua rumah ini setiap hari setelah pulang sekolah.


5 Saudara Erlin tidak boleh hamil selama kurang lebih 2 tahun sampai lulus sekolah.


6 Kebersihan semua toilet yang ada di rumah ini adalah tanggung jawab saundara Erlin.


7 Saat berada di sekolah, Saudara Erlin tidak boleh bersikap berlebihan kepada tuan Yoga agar tidak menimbulkan kecurigaan orang lain.


8 Jika peraturan ke satu sampai ke tujuh tidak dilaksanakan dengan baik, maka Saudara Erlina akan di ceraikan secara paksa oleh Pak Guna. Dan Saudara Erlin harus mengembalikan uang sebesar 200 juta rupiah dan uang pajak selama anda tinggal disini.


"Ada yang di tanyakan?" tanya Mr.C menatap tajam kearah Erlin.


"Eh ini gue nikah apa jadi pembantu sih?" seru Erlin dengan suara keras.


"Jaga bicara mu anak kecil !!" sentak Pak Guna.


"Tapi, Papa mertua..kenapa seperti itu peraturannya? " tanya Erlin tak percaya.


"Berhenti panggil saya seperti itu!!! " Bentak Pak Guna lagi.


"Kenapa memangnya? Kan Papa memang Papa mertua ku " kata Erlin masih ngenyel.


"Kalau saya bilang berhenti..berhenti!! Kalau tidak saya akan berubah pikiran untuk langsung menjebloskan kamu ke penjara!!" gertak Pak Guna.


Erlin memilih diam seribu bahasa dari pada ia masuk ke dalam penjara.


"Kalau nggak ada yang di bahas, Yoga masuk ke kamar.. " kata Yoga berdiri dari tempat duduknya.


"Kenapa tidak kau ajak sekalian gadis tak tahu diri ini. " seru Pak Guna.


"Biarkan saja dia di situ " jawab Yoga.


"Ingat. kamu harus patuhi peraturan yang saya buat, jangan sekali kali kamu berani melanggarnya, kalau kamu berani melanggar satu peraturan saya, saya tidak segan segan menghancurkan papamu dan hidupmu." kata Pak Guna dengan suara lantang.


"Baik, Pak" jawab Erlin seraya tertunduk.


"Silahkan Nona masuk ke dalam kamar" kata Mr.C .


"Terimakasih, Mister.. terimakasih " ucap Erlin membungkuk bungkukkan badannya karena merasa terbebaskan dari kejamnya Pak Guna.


"GILA... Pak Guna sangat sangat menakutkan" Batin Erlin .


Erlin berjalan memasuki kamar Yoga, dilihatnya Yoga tengah melepas bajunya untuk membersihkan diri.


"Suamiku.. Kamu sedang apa?" tanya erlin dengan genitnya.


Yoga tidak menghiraukan ucapan Erlin dan memilih berjalan ke kamar mandi.


"Hmmm... kamar yang cukup besar, nanti tempat baju mahal mahal gue di sana, di sana nanti tempat make up gue, dan itu nanti tempat malam pertama gue.. Aaaaaa.... " Batin Erlin kegirangan.


Tok tok tok..


"Sayang.. Mandi bareng yuk.. Kan kita udah Sah" teriak erlin di depan pintu kamar mandi.


"Sayanggg.... Aku juga pengen mandi..cepat buka pintunya!"


"Apaan sih, Er.. kalau elo mau mandi ,mandi sana di kamar mandi kamar sebelah" jawab Yoga di dalam sana.


Erlin memilih duduk di samping tempat menunggu Yoga selesai mandi.


"Nggak nyesel deh kalo gue menikah muda, Orang suaminya aja kaya raya"Gumamnya dalam hati.


Yoga keluar dari kamar mandi dengan memakai celana pendek saja.


"Ihh. .sayang...kamu makin ganteng deh kalo abis mandi kek gini ",ucap Erlin.


"Minggir minggir gue mau tidur" kata Yoga sedikit membentak.


"Masih jam segini tidur.. "Gumamnya pelan.


Erlin pun memilih membersihkan diri. Dan setelah itu ia ingin mengambil baju baju yang ada di rumahnya.


"Mister C kemana ya?" Erlin celingukan mencari Mr.C di ruang tengah.


"Ada yang bisa di bantu mbak??" Tanya salah satu pembantu.


"Embak embak.. panggil saya NONA.. saya sudah jadi nyonya Prayoga disini..mengerti kamu?" sentak Erlin.


"Baik, Non..! Ada yang bisa saya bantu?"


"Mr.C kemana? saya mau minta antar ke rumah ambil baju baju saya."


"Maaf tapi Mister C sedang ke kantor bersama Tuan besar"


"Apa disini nggak ada supir?"


"Ada, Non.. tapi tadi Tuan besar berpesan kepada saya dan yang lainnya untuk menjaga Nona agar tidak keluar rumah tanpa seizin Tuan besar. "


"Whattttttttttttt???????????" Erlin terkejut seraya melotot ke arah pembantunya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2