Jodohku Dari Bangku SMA

Jodohku Dari Bangku SMA
BAB 04


__ADS_3

Diandra POV


Pukul 16.00 WIB, gue sampai di rumah. Memarkir motor kesayangan di garasi depan dan kemudian melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum.. Buuu.. Dian pulangg....." teriak gue sambil mencari nyokap.


"Buuuu..... kemana sih kok sepii," Diandra celingukan mencari nyokapnya.


Akhirnya gue ke belakang rumah. gue lihat nyokap yang tengah asyik menyiram bunga - bunga yang di tanamnya di belakang rumah.


Nyokap gue memang mempunyai banyak tanaman hias yang dirawatnya dengan baik. Bukan hanya tanaman hias saja, melainkan juga ada berbagai macam tanaman sayur dan buah yang tumbuh subur. Membuat pemandangan yang indah di mata karena warna warni bunga bermekaran disetiap tangkainya.


gue pun berlari kecil dan memeluknya dari belakang.


"Ehhh baru pulang.. mandi sana nak.. bau keringat itu.. " seru nyokap gue sambil tertawa.


"Hehe... iya bu.. tadi extra bola volly di sekolah, jd berkeringat kek gini deh, "


"Iya udah sana.. mandi, Sholat, makan " perintah nyokap.


"Siap ibuku yang cantikkk.!" kata gue sambil mencium pipi nyokap. Nyokap hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.


gue pun bergegas ke kamar untuk membersihkan diri. Selesai mandi dan sholat Ashar gue turun ke bawah untuk makan karena cacing cacing di perut sudah meronta ronta minta jatah makanan. Makan dengan menu sederhana yang sangat digemari seisi rumah. Yaitu sayur asem , dan ikan Pindang.


Selesai makan gue ke kamar sekedar rebahan saja sambil main hape. tiba-tiba pikiran gue tertuju pada sosok yang gue kagumi. Dalam hati ingin jauh mengenalnya. Tapi, gue tidak punya nyali sedikit pun. Ahh minta tolong si Nuril aja deh.. kemudian gue kirim Whats app ke Nuril.


Chat room


R**il.. lagi apa?


Lagi nyantai niihh, napa put,,? πŸ™„βœ”


emmm .. rill.. mau tanya ☺☺


paan,πŸ™„βœ”


gue penasaran sama temennya ricky


trus??? βœ”


gue pengen kenal lebih dekat.. yaa meskipun ga sebagai pcr, teman doang gpp lahπŸ˜ͺ.


besok gue beraksi. oke bebihβœ”


oke. thanks**


Semoga gue bisa mengenalnya..tak lama kantuk pun menyerang dan gue tertidur hingga malam hari.


***


Author POV

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB, Diandra yang tengah tertidur terbangun karena Ibu Ayu memanggilnya untuk makan malam.


"Diiann........kamu ngga makan? di tunggu ayah di bawah tuh, " kata Ibu Ayu seraya mengguncang pelan bahu anak nya.


"Iya bu.. nanti dian nyusul" jawabnya dengan mata masih tertutup.


"Ayo cepet bangun diannn.....!!!!" Ibu sambil menyeret tangan Diandra..


"Iya iya diandra bangun... bentar dian cuci muka dulu.. ibu tunggu aja di bawah,," kata Diandra bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk cuci muka.


Segera ia menuju meja makan dimana Ayah dan Ibunya menunggu.


"Ayah.... " sapa Diandra


"hemmm... " Jawab Ayah mendongakkan kepala sambil tersenyum.


"Dian kangen deh sama kakak, semenjak kak Juna pindah ke apartemen ngga ada yg gangguin dian lagii,," kata Diandra sambil mengambil nasi serta lauknya.


"Duluu aja.. kayak tom n jerry.. sekarang di cariin ,dikangenin.." kata Ibu Ayu mengejek Diandra.


"Hehhe... kan dian kangen buu.. di rumah sepii nggak ada yang ngajak dian ribut, " katanya.


Memang semenjak kakak Juna pindah ke apartemen, Diandra mulai kesepian. Di rumah cuma ada Ibu Ayu dan dirinya saja. Sedangkan Ayah, jarang pulang karena mengurus bisnis di luar kota. Dan di rumah ibu Ayu tidak memperkerjakan seorang asisten rumah tangga, jadi kebanyang lah ya gimana sepinya rumah lantai dua yang cukup besar itu cuma ada ibu Ayu sama Diandra doang.


Kalau dulu rame ada kakak ipar, kak Juna dan Zuneo anak kak Juna. sekarang hari hari Diandra banyak menghabiskan waktu membaca novel di kamar. Tidak seperti dulu yang sering berkumpul di ruang keluarga..


Selesai makan, Diandra pun pamit ke kamar untuk mengerjakan PR.


"Bu.. restoran kita yang di kota Palembang tidak ada yang memegang loh, Irwan sakit butuh beberapa bulan penyembuhan..mau tidak mau ,ayah memberikan cuti sampai dia sembuh..ayah tidak bisa memantau juga karena kan ayah sedang ada proyek baru di Luar kota untuk membuka cabang baru. " jelas ayah panjang lebar..


"Apa perlu ibu yang turun tangan yah?sekalian ibu mau briefing dengan karyawan kita di sana tentang menu baru di kota itu.?" usul ibu Ayu.


"Diandra gimana bu?? kasian dong kalau dia di rumah sendirian ,!! " seru ayah.


"Gimana kalo kita memperkerjakan asisten rumah tangga?? ,"


"Terserah ibu sajaa..tapi kalo Diandra menolak gimana bu?" tanya ayah..


"Hallahh tenang aja yah.. ibu yang beresin." kata Ibu Ayu meminum tehnya.


"Memangnya ibu punya menu baru apa?," tanya ayah.


"Ibu mau nambah menu martabak samyang.. dan bubble milk tea,, " kata ibu bangga.


"Kan cocok tuh di gemari anak-anak jaman sekarang, "tambahnya..


"Ya udah.. menu dari ibu memang selalu jadi andalan. " ucap ayah memuji.


Dan memang benar adanya, menu yang ibu buat selalu jadi incaran para penikmat kuliner.


"Ibu kedalam dulu ya yah, mau berunding sama dian, " kata ibu seraya bangkit dari kursi yang dudukinya. Dan ayah mengangguk setuju.

__ADS_1


Ibu menyusul Diandra kekamar. di lihatnya Diandra sedang sibuk dengan buku bukunya..


"Dian..boleh ibu bicara sebentar? tanya ibu pelan.


"Ohh ibuu..gapapa bu ..mau bicara soal apa? jawab Diandra menoleh sekilas dan kembali fokus ke bukunya..


Ibu menjelaskan semuanya dari A sampai Z. Diandra pun mendengarkan dengan seksama.


"Bagaimana menurutmu, nak???" tanya ibu.


"Terserah ibu saja..lagian kan untuk kemajuan bisnis keluarga kita juga..dan diandra udah gede,, nggak mungkin dong diandra rewel kalo di tinggal ibu kerja." jawab Diandra tertawa seraya menoleh kearah ibunya.


"Kamu ngga marah kan nak kalo ibu tinggal?, "


"Nggak bu.. diandra ngerti kok." jawab Diandra sambil tersenyum.


"Terimakasih sayang.. ibu akan meminta kakakmu sementara tinggal disini untuk menemanimu,"


"Yang benar bu?????" tanya Diandra... "Yeeeyyyyyyy....kakak kesiniii.. " lanjutnya..


"Memangnya ibu ke kota Pelembang berapa lama sih??, " tanya Diandra sambil menata bukunya kembali dan meraih novel kesayangannya.


"Mungkin 2-3 bulan sayang.. sampai pak Irwan pulih," jawab ibu lirih.


"Kenapa tidak cari pengganti pak Irwan saja,bu.???? " tanya Diandra.


"Pak Irwan itu salah satu orang kepercayaan ayah dari dulu dan ayah merasa tidak enak hati kalau memecatnya...maka dari itu ayah hanya mengizinkan pak Irwan istirahat dirumah sampai ia benar benar pulih"


"Emmmmmmm gituu ." jawab Diandra manggut-manggut.


"Ya udah kamu lanjut belajar nya. ibu keluar dulu, " kata ibu seraya bangkit dari tempat duduknya .


"Udah selesai kok bu PR-nya..dian mau baca novel nih,," Ujarnya sambil menunjukkan cover buku yang ia pegang.


"Nggak capek apa mata kamu... bacaa terusss... " gumam ibu pelan.


"Hehehehe... lagian ini kan hobby dian.. jadi nggak bisa capek..paling paling juga ketiduran. .heheheh,"


"Hemmm dasarrr" ucap Ibu Ayu seraya menutup pintu kamar Diandra


.


.


.


Ibu pun keluar dari kamar dian, menghampiri ayah di tempat semula yang tengah menunggu jawanban persetujuan dari Diandra . Sedangkan Diandra membuka bab lanjutan dari novel yang dibacanya kemarin. Membacanya dengan serius dan tak lama ia pun tidur dengan pulasnya dengan tangan masih memegang novel. Entah mengapa secepat itu Diandra ke dunia mimpi.


Sepertinya dia benar-benar lelah dengan aktivitas hari ini, sampai sampai ia tidak tahu ada beberapa panggilan telepon dari sahabatnya. Terlihat senyum kecil terukir di bibirnya .mimpi apa atau sedang apa... Author ngga tauu.. hehehe.


Mungkin sedang bertemu dengan seseorang yang di kaguminya selama ini. Atau mungkin masuk kedunia halunya novel yang tiap hari dibacanya.

__ADS_1


__ADS_2