KAKI ( Raka dan Yuki)

KAKI ( Raka dan Yuki)
10. Salah Tingkah


__ADS_3

Setelah kemarin Raka dan Yuki resmi pacaran, membuat salah satu diantara mereka tidak berani untuk bertemu atau hanya untuk berpapasan saja lebih baik dia menghindar.


Yah siapa lagi kalau bukan Yuki, dia masih belum percaya kalau dia sekarang resmi berpacaran dengan Raka Yudhistira, cowok yang beberapa tahun belakangan ini berhasil menarik perhatiannya.


Seperti pagi ini, dari kejauhan Yuki sudah melihat Raka didepan perpustakaan, yang kebetulan Yuki juga ingin masuk ke kedalamnya. Demi untuk menghindari Raka, Yuki terpaksa mengurungkan niatnya tersebut.


"Ya Allah mesti banget ni jumpa sekarang" ucap Yuki lirih tak terima melihat Raka berdiri didepan pintu perpustakaan dengan sebuah ponsel yang berada di tangannya.


"Diliat dari manapun tetep aja cakep yah" gumam Yuki berbunga-bunga memandangi cowok tersebut.


Disisi lain Raka sudah melihat Yuki sebelumnya, tapi belum sempat Raka meneriakkan nama Yuki, cewek tersebut sudah lebih dulu lari menjauhi gedung perpursakaan tersebut lebih tepatnya menjahui Raka


"Ngehindarin lagi ni pasti" gumam Raka tersenyum, melihat Yuki yang berlalu menjahuinya.


🐝🐝🐝🐝


Raka Y


Pacaaaar


Yukiki


Apa sih pacar-pacar, salah kirim lo😑


Raka Y


Yeeeu emotnya marah, padahal aslinya seneng. Ciyeee gemeshin ih, jadi pengen peluk ni. Sini peluk sama abangπŸ€—


Yukiki


Dih sok tau lo. Peluk aja sonoh batang pohon!


Raka Y


Coba deh noleh dikit kekiri.


Sesuai dengan Isi chat yang dikirim Raka, Yuki menolehkan kepalanya kekiri masih dengan senyum yang mengembang di pipi akibat chat yang dikirim Raka tadi.


Tapi setelah dia menemukan Raka yang tengah tersenyum dengan manisnya di sisi kirinya serta melambaikan tangan padanya, tiba-tiba saja senyum itu hilang entah kemana.


"***** !" Umpat Yuki yang hanya dengan gerakan mulut saja, Dan berbegas ingin meninggalkan tempat itu, belum sempat dia melangkah, tangannya sudah diraih oleh Raka.


"Mau kemana sih? Buru-buru banget, hmm?" Tanyanya santai mengelus tangan Yuki dengan ibu jarinya, Dan membuat sensasi yang berbeda dari Yuki.


Seumur hidupnya cuma Raka yang bisa melakukan skinship lebih seperti menyentuh pipinya, tangannya. Kalau laki-laki lain udah di pastikan sebelum melakukan itu udah kena semprot dulu sama Yuki.


"Gue, gue ada kelas" jawab Yuki cepat mengalihkan kegugupannya


"Bohong dosa loh, sini duduk dulu. Pacarnya datang bukannya disambut, malah ditinggal" goda Raka mencolek hidung mancung Yuki.


Seperti suruhan Raka tadi, Yuki duduk disamping Raka tetapi tetap menjaga jarak dengan cowok tersebut, sedangkan tangannya masih digenggam oleh Raka.


"Tau dari mana lo kalau gue bohong?" Tanyanya jutek


"Hidung lo kembang-kempis soalnya" jawab Raka asal, Yuki sendiri langsung kenyentuh hidungnya dan segera mendaratkan pukulan tepat di bahu Raka


"Namanya juga bernafas bege" jawab Yuki geram dengan kelakuan Raka dan menarik kembali tangan Yuki dalam genggamannya. Yuki sendiri berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Raka, tapi Raka menolak dan makin mengeratkan genggamannya disertai senyum menggodanya ketika melihat Yuki mulai kesal.

__ADS_1


"Language please" Raka menatap tajam mata Yuki mempringati dengan ucapan cewek tadi.


"sorry" ucap Yuki merasa bersalah memanyunkan bibirnya. Udah berapa kali Raka memperingati dia dengan cara ucapannya Yang suka cablak begitu. Tapi udah kebiasaan kan susah merubahnya. Lagian Yuki tau tempat dan situasi kok untuk mengumpat, tapi yang namanya Raka tetap aja gak terima alasan dari Yuki.


"Itu bibirnya gak usah di maju-majuin. Udah jelek tambah jelek ntar" ucap Raka mengilirik sekilas kearah ceweknya tersebut


"Jelek-jelek gini juga di jadiin pacarkan" jawab Yuki dengan suara pelannya serta menatap Raka yang sibuk dengan laptopnya di atas meja tersebut


"Ha? Gimana? Ngomong apa barusan?" Tanya Raka penasaran menghentikan kegiatannya, dia mendengar Yuki bicara tapi tidak denger ngomong apa.


"Gue gak ngomong apa-apa" jawab Yuki kesal, menompang dagunya dengan satu tangan yang ada diatas meja. Raka sendiri hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tak mempermasalahkan kembali apa yang diucapkan ceweknya tadi.


"Gue balik deh" Yuki makin kesel dengan Raka yang sibuk dengan skripsinya sementara dia seperti kambing congek disamping Raka


"Kenapa? " Tanya Raka lembut mengalihkan tatapannya dari laptop ke wajah kesal Yuki.


"Mau balik" jawabnya kesal buang muka


"Temenin gue disini gak bisa?" Tanyanya memohon sedikit menampilkan wajah imut yang membuat Yuki ingin membejek-bejek wajah Raka seperti kain kotor sangking gemeshnya.


"Gak bisa ! Gue ngantuk !" Jawab Yuki asal, gak ada alasan lain yang ada diotaknya selain kata 'ngantuk'. Mestinya gue jawab sibuk aja ****, rutuk Yuki atas kebodohannya.


Mendengar jawaba Yuki tadi membuat Raka menarik badan Yuki agar lebih deketan dengan dirinya "sini, tiduran disini" ucap Raka menepuk pahanya agar di jadiin bantal oleh Yuki.


Yuki sebenarnya ini menolak, tapi hati dan logica nya gak bisa diajak kompromi. Dan alhasil dirinya mengikuti kata hatinya untuk baringan dikursi panjang tersebut dengan dibantali oleh paha Raka


Nikmat mana lagi yang kau dustakan, batin Yuki meneriaki dirinya.


"Anteng yah sini sama abang" ucapnya dengan menundukkan kepala kebawah dan melemparkan senyum yang membuat matanya ilang tersebut, serta tangan yang sengaja menarik bibir Yuki yang sudah manyun kembali.


"**** mati" ucap Yuki melempar ponselnya diatas meja, sontak membuat Raka kaget dengan suara yang di hasilkan oleh benturan benda tersebut.


"Kenapa?" Tanyanya merunduk kembali menghadap Yuki


"Ponselnya mati" jawab Yuki melengkungkan bibirnya kebawah, seperti anak kecil yang kehabisan permen


"Yaudah ni pakai punya gue" ucapnya menyodorkan ponsel bergambar buah tersebut kepada Yuki.


"Gak apa-apa ni gue pinjem? Ntar rahasia lo kebongkar lagi, gue suka buka privacy orang loh" ucap Yuki menakut-nakuti cowo yang sedang tersenyum padanya itu. Padahal jelas Yuki bukan typical orang seperti itu. Dia hanya ingin mengetes apa kah Raka percaya padanya atau tidak


"Gak masalah, lo bebas buka apa aja yang lo mau" jawabnya santai


"Buka aplikasi chat boleh?" Tanyanya kembali, sedikit mendongakkan kepalanya keatas agar bisa liat cowok itu lebih jelas


"Terserah, asal lo kuat aja bacanya" jawabnya santai disertai kedipan mata dan kembali pada laptopnya.


Yuki sendiri yang melihat kejadian barusan itu sempat lupa bernafas, seumur hidupnya baru kali ini ada cowok yang kedipin dia dengan seberani itu. Dan itu berhasil membuat Yuki mati kehabisan nafas. Untung dia cepat sadar untuk tidak **** dengan cara totalitas.


"Ka?" Panggilnya memainkan game onet di ponsel Raka yang baru di unduhnya.


"Hmm?"


"Lo cat rambut yah? Warnanya bagus brown" Tanya Yuki melihat rambut Raka yang terkena pantulan sinar matahari menampilkan warna cokelat bukan hitam.


"Habis kena tebas kepala gue kalau mama-papa tau gue cat rambut" jawabnya tanpa menoleh sedikitpun


"Jadi beneran di cat?" Tanyanya penasaran

__ADS_1


"Yah nggak lah Ki" jawabnya gemesh menatap ceweknya yang sedang asik dengan kamera di ponselnya "Kalau udah di shoot jangan di hapus yah" ucapnya membuat Yuki kaget langsung menutup layar ponsel tersebut buru-buru. Reflek hal tersebut membuat Raka ketawa dibuatnya.


"Rakaaaa" Panggil seorang cewek dari kejauhan dan berlari mendekat kemeja mereka, membuat Raka yang asik ketawa menghentikan tawanya dan mencari sumber suara


"Ka?" Panggil cewek itu kembali setelah berada disamping Raka. Membuat Yuki bangun dari paha Raka, melihat cewek yang lumayan cantik berada disamping cowoknya


"Loh kenapa San?"


"Gue cariin lo, taunya disini. Hobby banget si main disini Ka. Gak takut kesambet lo?" Tanyanya ngos-ngosan sekilas melirik kearah Yuki


"Haha yah enggaklah. Ada apa ni nyariin?" Tanyanya masih dengan ramah, amat teramat ramah bagi Yuki. Kalau Yuki di posisi Raka saat ini, pasti sudah ngegas deluan. Untung saja Raka tidak seperti Yuki.


"Tadi mau diskusi bab 4 tapi lo hilang kemana. Gue telfon lo yah ntar malem. Gue buru-buru ni mau jemput nyokap"


"Oh gitu, yaudah gak apa-apa, tapi telfon jam tujuhan yah San, soalnya gue juga mau telfon sama pacar Gue" jawabnya melirik Yuki sekilas.


Santi yang dapat membaca kodean dari Raka seketika ketawa, dia baru tau kalau Raka sudah punya pacar


bau-bau seperti bucin, batin Santin ngelirik Raka


"Haha iyah gue ngerti. Gue cabut deh kalau gitu, bye Ka. Kirim salam buat pacar lo" godanya berlalu melambaikan tangannya, meninggalkan mereka berdua.


"Sejak kapan kita telfonan kalau malem?" Tanya Yuki sinis setelah kepergian wanita tadi.


Raka yang mendengar pertanyaan Yuki menyerngitkan keningnya "Ini kah yang di namakan cemburu?" Goda Raka


"Cemburu? Dih sorry yah gue bukan type orang yang gak percaya diri" jawab Yuki. Yuki bukan cemburu, dia tau gimana kelakuan Raka terhadap cewek lainnya. Dia hanya sedikit iri, dia gak pernah di telfon, di chat aja jarang. Tapi temen wanita lainnya kenapa bisa begitu deket sama pacarnya. Itu yang membuat Yuki kesel.


"Yaudah terus maunya apa?" Tanyanya lembut, gak pernah emosi apa yah Raka ini.


"Yah mau ditelfon juga lah, katanya pacar" emosi Yuki


"Gue telfon tiap menit tiap saat mau?"


"Yah gak gitu juga lah ! Kurang kerjaan itu mah" omel Yuki memajukan bibirnya.


Melihat itu membuat Raka tidak kuat, dari tadi sudah mencoba menahan untuk mengendalikan dirinya agar tidak kelewatan. Raka menarik Yuki kedalam pelukannya dan diterima pasrah oleh cewek tersebut


"Gak usah ngomel-ngomel bisa kan? Bibirnya juga gak usah dimaju-majuin dibilang, ntar gue khilaf gimana?" Tanya sedikit membisik


"Apa sih khilaf bilang-bilang" jawab Yuki menyembunyiin wajahnya dengan bahu dada Raka, tangan Raka mengusap-usap punggung Yuki


"Ka? Kok lo wangi si?" Ucap Yuki menghidup dalam aroma perfume cowok tersebut


"Lo gak suka?" Tanya nya kahwatir


"Suka, cuma" Yuki sengaja menjeda ucapannya


"Cuma apa?" Tanya nya bingung melepas pelukannya


"Cuma, kalau gue nyaman gimana?" Jawab Yuki malu-malu menundukkan kepalanya kebawah


"Yah kalau nyaman tinggal datang di gue sih Ki, terus bilang 'abang peyuuuk' gitu" ucapnya merentangkan tangannya menarik kembali Yuki kedalam pelukannya.


"Awas nolak yah" jawab Yuki didalam pelukan Raka


**Next**❀️

__ADS_1


__ADS_2