KAKI ( Raka dan Yuki)

KAKI ( Raka dan Yuki)
7. Malu-maluin


__ADS_3

"Bundaaaaa" teriak Gio memasuki rumah besar itu dan mendapati wanita yang dipanggilnya tadi sedang menyiapkan makanan di meja makan


"Ucap salam dulu bege" celetuk Noval mentoyor kepala temennya itu


Kebiasaan Gio dan Noval kalau main kerumah Raka pasti heboh seperti di hutan, Gio dengan tingkah gak tau malunya, dan Noval sebagai pawang dari Gio.


Sementara Nana yang melihat tingkah laku konyol dua anak itu hanya mampu senyum, dia sudah biasa melihat keributan itu dalam beberapa tahun ini.


"Mana salamnya coba" ucap Nana pada kedua anak itu


"Assalammualaikum Bunda" ucap mereka kompak dengan menampilkan wajah imut yang di buat-buat, tapi tetap saja membuat Nana gemesh melihatnya. Gimana bisa mereka Yang sudah bukan anak-anak lagi tapi bisa melihatkan wajah seperti itu


"Waalaikumsalam, yuk duduk sini. Pasti pada belum sarapankan?" Tuduh Nana pada mereka.


Yah emang niatnya mereka ingin numpang makan, mereka tidak menolak ajakan Nana tersebut. Tanpa malu-malu mereka langsung mendudukkan pantatnya pada salah satu kursi Yang ada disana.


"Bunda tau aja ni" ucap Gio terlebih dahulu


"Lo kan kalau kesini emang carinya dapur dulu" sini Noval melihat temennya itu


"Apa bedanya sama lo?" Tanya Gio balik


"Kan ketularan lo"


"Bunda tinggal bentar yah, bentar lagi abang sama adek turun" pamit Nana ada mereka


Nana yang melihat pertengkaran dua anak itu pergi meninggalkan mereka dimeja itu. Masih ada hal yang lebih penting untuk dikerjakannya seperti mengurus suaminya, dari pada melihat adu mulut yang sering terjadi itu.


"Ribut mulu si lo berdua" ucap Raka mendekati dua anak tersebut


"Noval Ka yang mulai duluan" adu Gio


Noval yang tak terima dengan tuduhan Gio memberi tatapan tidak senangnya. Sementara Raka yang menerima aduan Gio tersebut tak menghiraukannya malah sibuk dengan ponsel yang ada di tangannya.


Semalam Yuki sudah memberitahu Raka kalau dia telah dimaafkan, dan hal itu lah yang membuat Raka sekarang sibuk dengan ponselnya, sibuk membalas chat dari Yuki.


Tapi selama mereka chatan tak sekalipun Yuki menceritakan kejadian memalukan yang dialaminya pada Raka.


"Pagi bang, pagi Kayo, pagi Masval" sapa Arka ikut duduk di samping Gio.


"Pagi dek" jawab ketiganya bersamaan menghentikan kegiatan masing-masing.


"Mama gak turun dek?" Tanya Raka


Belum sempat Arka menjawab pertanyaan Raka, sosok wanita yang dicarinya itu tampak jalan menuruni anak tangga dengan tangan yang sedang menggandeng pria.


"Udah rame aja ni, lagi bahas apa?" Tanya pria itu Yang tidak lain tidak bukan adalah Hadi, papanya Raka dan Arka.


"Eh pa. adek ada informasi buat papa, Kayo dan Masval" ujar Arka antusias mengebrak meja.


Orang-orang yang disebut namanya tadi melihat Arka dengan penasaran, informasi apa Yang ingin disampaikan oleh anak SMP tersebut


Sedangkan Raka yang tidak disebut namanya sibuk menerima nasi goreng yang di sendok kan mamanya kepiringnya.

__ADS_1


"Kemarin waktu adek sama mama ke mall, adek dan mama jumpa pacar bang Raka"


Mendengar ucapan adeknya barusan tadi membuat Raka kesedak dengan makanan yang ada di mulutnya. Dia amat teramat kaget dengan ucapan adeknya itu, sejak kapan dia punya pacar, batinnya.


"Bang, pelan-pelan dong makannya" Nana menyodorkan air putih pada Raka


"Bener bang? Papà kok gak tau yah, abang mulai main rahasia yah sekarang?" Selidik Hadi melihat anaknya yang sudah terpojokkan oleh tatapan kedua temannya itu, dia tau walaupun temannya itu diam saja begitu, pasti ada seribu pertanyaan yang akan mereka tanyakan kepadanya.


"Abang aja gak tau pa siapa pacarnya" jawab Raka sudah baikkan setelah menerima minum dari mamanya itu.


"Yuki loh bang, masa gak tau" sambung Nana menjelaskan namun terlihat santai berbeda dengan Raka yang sudah syock. Gimana bisa mamanya tau soal Yuki, dia tidak pernah menyebutkan nama cewek itu dirumah ini walaupun sering di jemput oleh Yuki.


"Yuki bun?" Ulang Gio penasaran, Nana menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Gio tadi


"Gio kenal?" Tanya Hadi


"Kenal Yah, dia kan cewek yang selalu antar jemput Raka waktu cidera" jelas Gio tak menghiraukan tatapan dari Raka yang mewanti-anti agar tidak bicara sembarangan.


"Adik tingkat kita juga Yah dikampus, lebih tepatnya satu jurusan sama Noval dan Raka" lanjut Noval menjelaskan.


Sama aja, temannya yang dua itu tidak bisa di andalkan, tidak mengerti keadan.


"Tapi abang gak pacaran sama Yuki pa,  lo-lo pada tau kan gue gak pacaran" protes Raka, membuat nafsu makannya telah hilang.


Gio? Jangan di tanya, dia mah tetap lahap memakan nasi gorengnya, bahkan menerima tambahan nasi lagi jadi Nana.


Mungkin kalau ada gempa juga, dia bakalan mementingkan mengisi perutnya dulu baru menyelamatkan diri. Seperti itu kira-kira pandangan Raka terhadap temannya Yang satu itu. Orang kaya, anak tunggal Tapi hobbynyanumpang makan, kalau gak dirumah Raka yah pindah kerumah Noval.


Yuki cantik, pintar Dan juga mandiri, itu yang Raka tau selama mereka kenal dan selama Raka beberapa kali mempergoki Yuki sering merhatiinnya secara diam-diam.


"Tapi kakak itu sendiri yang bilang bang kalau dia pacar abang, Tanya mama deh kalau gak percaya" kekeh Arka dengan ucapannya, dia gak mau dikira bohong sama abangnya. Dan itu bukan style dia !


Raka mengalihkan pandangannya kearah mamanya untuk meminta jawaban atas ucapan adeknya tadi, sedangkan yang lainnya ikut menunggu jawaban Nana.


"Nungguin yah? Haha" Goda Nana pada keempat laki-laki yang menunggu jawabannya itu.


"Iyah, malah mama sempat nanya sekali lagi buat mastiin. Oh jadi itu cewek yang kemarin-kemarin jemput abang, pantes mama kaya familiar sama ransel yang digunainya" sambung Nana


"Kok dia bisa bilang pacarnya Raka Bun? Gio bingung ni" Tanya Gio setelah selesai dengan dua piring nasi goreng.


Nana menceritakan kejadian yang diamalinya kemarin sore itu, mulai dari dia melihat anak perempuan mengintip kedalam mobilnya, sampai dia berkenalan dengan Yuki yang mengaku sebagai pacarnya.


Orang yang ada dimeja itu tak henti-hentinya menertawakan kelakuan konyol dari Yuki termasuk Raka yang dari tadi tak henti ketawa


"Gue rasa dia pengen ngerjain lo Ka, tapi malah kena imbasnya sendiri" ucap Gio


"Senjata makan tuan si itu namanya" sambung Raka


"Haha kayanya deh, pantes dia chat terus maafin gue" jawab Raka di sela-sela tawanya yang belum berhenti itu. Dia ngebayangin gimana malunya Yuki saat itu.


"Pa? Jam berapa gak berangkat?" Ucap Nana mengingatkan suaminya yang masih bercengkrama dengan anak muda itu.


Hadi kalau sudah kumpul dengan ketiga anak itu pasti gak akan ingat waktu bahkan sama Umur ya sendiri. Walaupun dia cukup jauh beda generasi sama anak muda itu, tapi dia cukup nyambung dengan topik yang di bicarakan. Tak jarang sesekali dia memeberi saran bahkan menceritakan pengalamannya pada anak muda itu.

__ADS_1


"Loh siapa yang muterin jam segitu" tunjuk Hadi ke jam dinding yang terpampang jelas di ruangan makan "perasaan tadi masih jam setengah tujuh" lanjutnya protes


"Papà aja yang gak sadar sama waktu" ciletuk Arka menghabiskan susu digelasnya "Yuk pa, ntar adek telat" ajaknya


"Yadeh, papa berangkat yah" ucapnya pada mereka Yang ada dimeja makan itu. Raka, Noval dan Gio mencium tangan Hadi bergantian. Sementara mendaratkan ciumannya pada istri tercintanya.


"Hati-hati" ucap Nana setelah mengantar anak dan suaminya memasuki mobil.


🐝🐝🐝🐝


"Gue penasaran gimana tampangnya Yuki ngeliat lo Ka" ucap Gio.


Mereka sudah tiba dikampus, tapi seperti biasa mereka selalu menghabiskan beberapa jam untuk nongkrong di area parkiran itu.


Parkiran kampus mereka cukup nyaman buat dijadikan tempat tongkrongan selain kantin, karena diarea parkir tersebut terdapat pepohonan yang rindang yang mampu membuat area itu tertutup dengan matahari, belum lagi kalau ada angin, beuh sepoi-sepoi bikin ngantuk.


"Paling ngomel-ngomel kaya biasanya" jawab Raka enteng.


"Nah itu Yuki" tunjuk Gio pada sesosok cewek


Semuanya melihat kearah yang di tunjuk Gio,   dan melihat Yuki yang baru saja turun dari mobil Jazz Hijaunya lengkap dengan tabung gambar yang bertengger di bahunya. Anak teknik banget yah.


"Panjang umur banget" sambung Noval


"Panggil Val" suruh Gio


"Ki?" Panggil Noval yang di suruh oleh Gio tadi.


Merasa namanya dipanggil, Yuki menyamperi orang bertiga itu "apaan?" Tanyanya cuek


"Lo pacarnya Raka yah?" Tanya Gio to the point. Gio ni emang yah, gak bisa di rem dikit mulutnya, basa-basi atau apa kek, lah ini langsung tembak dua belas pas ! Saluuuutquuue!!


"Ha? Pacar? Gila lo! Kata siapa?" Jawab Yuki sedikit membentak. Tapi jika di perhatian lebih detail, terlihat jelas kalau Yuki sedang menahan malu, wajahnya saja udah berubah memerah. Juga gesture tubuhnya yang terlihat tidak nyaman


"Jangan becanda deh" lanjutnya melihat Raka sekilas lalu memutuskan tatapan mereka begitu saja.


"Mama gue bilang, kemarin katanya lo ngaku jadi pacar gue" jawab Raka enteng dan tak peduli tatapan terkejut dari Yuki


"Lo suka sama gue?" Tanya memicingkan matanya terlihat menggoda Yuki. Gio dan Noval menunggu dengan penasaran jawaban apa Yang akan di jawab oleh Yuki


"Dih males" Jawab Yuki mendorong tubuh Raka menjauh darinya "ngarep lo gue suka" tuduh Yuki


"Lah kan lo yang bilang, gue si kalau lo beneran hayuk-hayuk aja, biar official" goda Raka kembali


"Terima aja udah" teriak Gio pada Yuki


"Berisik lo" hardik Yuki


"Kak, Raka sama Gio tu" adu Yuki pada Noval dengan muka yang di buat memelas mungkin. Dan membuat Noval menatap tajam kearah orang berdua itu, Gio si langsung diem, Raka malah makin menggoda Yuki dengan memberi senyum yang membuat siapa saja melihatnya merasa geli.


"Jadi gimana?" Tanya Raka memastikan.


"Gak bakal" teriak Yuki pergi dari tempat mereka berdiri tadi dengan hentakan kakinya.

__ADS_1


**Next**🐝


__ADS_2