
Di jum'at pagi ini keluarga Yudhistira semuanya sudah kumpul diruang keluarga bersiap-siap untuk menemani nyonya besar alias sang mama pergi ke pasar. Kebetulan di kalender tanggal merah, jadi semua anggota keluarga pada libur, Dan kebiasaan bagi Nana kalau hari libur semuanya wajib ikut menemaninya kepasar.
"Ma adek tinggal aja boleh gak? Beneran adek ngantuk banget loh" rengek Raka memohon agar tinggal dirumah.
Nana yang sibuk dengan daftar belanja hanya menoleh sekilas "Beneran mau tinggal? Ntar mama papa sama abang lama loh pulangnya"
"Yaudah gak apa-apa ma" jawabnya yang masih bergolek-golek disofa panjang yang berada diruang keluarga.
Ting tong
"Bang, Bantu mama bukain pintu sayang, itu ada yang pencet bell" ucap Nana memerintahkan anak sulungnya yang asik bercerita sama papanya.
"Tumben ada tamu pagi-pagi" Tanya Hadi bingung menatap Nana.
"Abang tau ni siapa" jawab Raka santai berjalan menjauhi ruang keluarga.
Sesampainya didepan pintu, terpampang nyata tiga orang manusia dengan cengiran khasnya.
"Udah gue duga siapa yang berani pencet bell pagi-pagi begini dirumah orang" ucap Raka memandang sinis melihat ketiga orang yang sudah berdiri santai didepan rumahnya.
Yuki maju mendekat ke Raka "Gio ni bang gedor-gedor rumah terus narik kesini" rengek Yuki menggoyang-goyangkan tangan Raka dengan manja, dan mengusap pucuk kepala Yuki sekilas.
Raka langsung noleh ke Gio "rajin amat lo pagi-pagi kerumah pacar orang" ucapnya sinis.
"Rumah gue juga Ka kalau lo lupa" sambung Noval dengan muka bantalnya, yang direspon dengan gelengan kepala dari Raka.
Gio yang merasa disindir memanyunkan bibirnya "Dirumah sepi Ka, makanya gue kesini" jawab Gio sok memelas agar dikasihani.
"Terus sepi hubungannya sama kita apaan?" Tanya Yuki dan Noval kompak.
Gio nyengir tanpa dosa "Kan biar rame hehe"
Raka merangkul leher Yuki lalu masuk kerumah yang diikuti oleh Noval dibelakang, mereka bertiga melongos masuk tak mau menanggapi omong kosong kaleng rombeng Gio.
"Woi gue lagi ngomong ****" ucap Gio geram menahan kekesalannya.
"Semalam di ajakin gak mau"
"Tanggal merah Ka, pengen tiduran sampai siang" ucapnya.
"Mau jadi kebo?" Tanyanya mengamati badan Yuki, dan langsung melayang bogem mentah keperut Raka.
"Assalammualaikum bundaaaaa" teriak Gio masuk keruang keluarga.
"Waalaikumsalam" ucap Nana menoleh
"Lah tanggal merah Yo tumben" timpal Hadi
"Hehe mami papi lagi keluar kota Yah, dirumah sepi" jawab Gio dengan cengiran khasnya.
"Alasan Bun, pengen ngerusuh ni anak" Sambung Noval yang sudah mengambil duduk disamping Arka.
"Sewot ae lu" ucapnya ikutan duduk disamping Arka, "eh pada mau kemana bun?" Tanyanya bingung melihat yang lain sudah rapi.
"Mau kepasar, ikut lo" sambung Raka.
"Beneran? Ikut dong, udah lama gak pergi kepasar. Yuk bun berangkat" ajak Gio dengan antusiasnya "dek? Bangun ! Ikut gak?" Ucap Gio membangunkan Arka yang sudah kembali terlelap.
"Adek gak ikut Yo, tadi katanya ngantuk banget" jawab Nana
"Lah masa gak ikut, mana seru bun. Ngapain adek dirumah berdua sama bibi? Lagiankan bibi juga sibuk didapur" ucapnya berusaha membangunkan Arka "dek? Ayo kepasar, rame-rame ada Kaki sama Masval juga ikut" ucapnya melirik pemilik nama yang disebutnya.
"Lo beneran ikut Gi?" Tanya Noval
"Iyalah, lo juga kan? Ki lo juga ikut kan? Ayo lah biar rame"
"Nah bener tu apa kata Gio, Kiki sama Noval ikutan juga. Biar rame, kan seru" timpal Hadi yang sudah berdiri dari duduknya begitu juga dengan Nana "papa tunggu di mobil ya, sekalian panasin mobil dulu" ucapnya mengajak Nana meninggalkan keempat anak tersebut.
Setelah ditinggal oleh Hadi dan Nana mendaratlah bantal sofa dari Noval ke kepala Gio dan juga jambakan dari Yuki.
"Ampun woi ****, lo pada mau gue mati apa?" Teriak Gio menyelamatkan dirinya berlari di belakang Raka "Ka, pacar lo ih udah kayak orang kesurupan" adunya yang tak dorespon oleh Raka.
"Terus Ki biar kapok tu anak" ucap Noval mengompori Yuki.
Gio yang masih menerima amukan dari Yuki kabur kedepan tempat mama papa Raka "BUNDAAAA, YUKI NI JAHAT" teriaknya berlari.
🐝🐝🐝🐝
Mereka bertujuh sudah sampai dipasar tradisional yang tidak jauh dari kompleks Perumahan Raka. Bertujuh? Ya termasuk Arka. Arka yang tadi katanya mau tinggal, gak jadi. Akhirnya ikut karena dipaksa-paksa oleh Gio.
Nana yang memimpin didepan dengan lima cowok dan satu cewek dibelakang. Semua mata tertuju pada keluraga itu, apa lagi kalau bukan karena mulut rombengnya Gio dan juga kekompakannya bersama Arka yang memancing keributan.
"Bun, nanti siap belanja kita beli jajan-jajanan tradisional ya" ajak Gio.
__ADS_1
"Telur gulung mamang yang disana enak Kayo" jawab Arka.
"Beneran? Wah mau dong, itu dek sekalian klepon, putu ayu, sama lemper. Enak ! Adek pernah coba?" Tanyanya antusias.
Mereka sekarang yang memimpin jalanan paling depan dengan saling rangkulan. Sedangkan Nana yang diselip mereka berdua cuma senyum tipis. Sementara Raka dan Noval yang mengapit Yuki hanya berdecak dengan kelakuan gak malu dari Gio yang dari tadi diliatin oleh ibu-ibu. Hadi sendiri hanya diam paling belakang, memperhatiin Inter jadi anak-anaknya.
"Lemper adek belum coba Kayo, emang enak?"
"Enak parah euy ! Cobain ntar, kita cari ya" ucapnya pada Arka "bun, ntar kita cari lemper ya. Adek belum pernah coba" ucapnya pada Nana yang berada dibelakangnya.
"Iyah nanti ya, tunggu semua belanjaan dibeli baru kita cari jajanan" jawab Nana.
"Asik" teriak Arka dan Gio bersamaan didepan dan saling high-five dengan kompak.
Baru sampai, masih memilih-milih sayuran yang mau dibeli, mereka berdua sudah heboh membahas jajanan apa saja Yang akan dibeli nanti.
"Kamu sering kesini?" Tanya Yuki dengan tangan yang sudah digandeng oleh Raka.
"Lumayan sering, mama selalu ngajakin kita kalau libur atau hari minggu" jawab Raka menoleh sebentar lalu kembali ikut memilih sayur disamping Nana.
"Sama Gio dan Kak Noval juga?" Tanya Yuki pada Raka. Sementara Nana sudah pindah ke kios sebelahnya yang menjual bawang dan cabai.
Raka menoleh mencari pemilik nama yang disebut tadi yang sibuk sama Hadi dan Arka sedang mengacak-acak memilih cabai.
Raka tersenyum "Kalau kepasar gini, mereka baru kali ini ikut. Sebelumnya belum pernah" jawab Raka yang dibalas dengan anggukan kepala beserta mulut membentuk huruf o.
Yuki ikut berpindah ke kios sebelah "Kenapa Gio lebih suka main kerumah kamu ketimbang kerumah kak Noval? Sementara dirumah Kak Noval kan lebih rame, ada mas Novan sama Bee juga" ucapnya menoleh pada Gio yang sedang ketawa bersama Arka dan juga Noval.
Raka diam sejenak mencoba berfikir "Gio main kerumah karena dirumahnya sepi, gak ada siapa-siapa. Mami papinya sibuk keluar kota, walau masih menyempatkan untuk qtime bersama, tetep aja dia ngerasa kesepian".
Yuki baru tau kalau Gio bisa ngerasain sepi dengan mulut yang berisik begitu, yah sebelas duabelaslah dengan nasibnya. Bedanya orang tuanya masih menyempatkan untuk berkumpul dengannya.
"Kalau dirumah Noval walaupun rame tapi orang rumahnya punya kesibukan masing-masing, kayak Mas Novan yang sibuk ngurusin kantor barunya, Bee yang beranjak dewasa lebih sering hangout bareng temennya, sementara mama papanya juga sering keluar kota. Jadi sama aja dengan dirinya".
"Makanya baik Gio dan Kak Noval lebih milih main kerumah kamu?" Tanya Yuki memberi kesimpulan.
"Nah pinter" ucapnya mengacak rambut Yuki, "Kalau dirumah walaupun papa sibuk kerja atau keluar kota dan adek sibuk latihan renang, tapi ada mama yang selalu stay dirumah buat nyambut mereka".
"Mama gak ikut gitu kalau papà keluar kota?" Tanya Yuki penasaran.
Raka menggeleng "mama gak pernah ikut papa kalau urusan kerjaan. Kalaupun itu, itu semuanya juga ikut. Mama gak tega ninggalin kita yang gak bisa ngapa-ngapain tanpa tangannya" jawab Raka dengan senyum bahagianya memiliki mama seperti mamanya.
"Jangan sedih, kamu Gio dan Noval kan udah jadi bagian dari keluarga kita. Mamanya aku mamanya kamu juga, jadi apa yang aku rasain kalian semua juga ngerasainnya kan." ucap Raka cepat, melihat perubahan wajah Yuki yang berubah menyenduh mendengar betapa beruntungnya dia memiliki Nana yang menjadi mamanya.
Nana yang sibuk memilih ikan tiba-tiba disamperi oleh ibu-ibu yang berada disampingnya "Semua anaknya Mbak?" Tanya ibu itu kepada Nana dan melempar kan senyum kepada kelima anak tersebut yang berada dibelakang Nana.
"Ah iya semuanya anak saya. Yang paling tua itu suami saya" jawabnya menunjuk kearah Hadi yang sudah cemberut mendengar kata 'tua' dari istrinya.
"Wah cakep-cakep ya, mirip ibu bapaknya" balas ibu itu terkagum kepada kelima anak tersebut.
Nana yang masih sibuk memilih ikan masih sempat menjawab ucapan ibu tersebut "alhamdulillah bu" ucap Nana dengan senyum ramahnya.
"Ma, udah belum?" Rengek Arka dengan menenteng satu kantong plastik ditangannya.
"Iya ini udah selesai, jadi beli jajan nya?" Tanyanya pada Arka dan dijawab dengan anggukan, "Mbak, saya duluan ya" pamit Nana pada wanita tadi.
🐝🐝🐝🐝
"Pasar gak semenakutkan yang dibayangin yah bun" ucap Gio menenteng belanjaan keluar dari mobil, dibalas senyuman dari Nana yang lebih dulu masuk tanpa membawa barang-barang belanjaan, katanya itu tugasnya lelaki.
"Emang lo bayanginnya gimana?" Timpal Yuki
"Ya gue kira pasar itu ramai banget sampai desak-desakan, terus becek gitu"
Noval yang berada dibelakang Gio menerima barang belanjaan dari Gio menoyor kepala Gio menggunakan satu tangannya yang bebas "lo hidup dizaman kapan? Pasar sekarang itu udah bersih dan rapi ogeb" jawab Noval geram dengan pemikiran bodoh temannya itu.
"Kayo buat malu euy" timbal Arka miris yang langsung melongos masuk kerumah. Mendengar itu membuat Gio memajukan bibir bawahnya.
"Gio mana paham begituan. Dia pahamnya gimana caranya buat nyepik cewek" balas Raka dan di ketawai oleh Yuki dan Noval.
Gio menahan umpatannya "alaaah bilang aja lo pada cemburu sama Gue kan? Cih udah paham gue mah" balas Gio dengan tampang sombongnya.
"Sorry bro, gue gak perlu ngiri. Status lo sama gue beda" balas Raka dengan mengangkat tangannya yang menggandeng tangan Yuki "lo jomblo, lah gue kagak" lanjutnya dengan bangga.
"Ingin ku berkata kasar wahai teman" ucap Gio dengan mengelus dadanya membuat yang lain ketawa melihat kelakuan anak itu.
"Sampai kapan mau ngobrol disitu? Itu belanjaannya gak mau dibawa masuk? Pada gak mau makan emang?" Teriak Nana dengan tangan dipinggang menghentikan tawa anak-anak tersebut.
"Lo sih becanda mulu" bisik Yuki disamping Gio.
"Lah kok gue? Noval noh" tuduh Gio mendorong Noval.
"Apaan gue? Lo aja kali yang ngebadut dari tadi" Balas Noval tak terima balas mendorong Gio.
__ADS_1
"Woi ngapa berantem sih?" Ucap Yuki yang ikutan terdorong dengan badan Gio. "KA, GIO DORONG-DORONG NI" adu Yuki pada Raka yang lebih dulu masuk kerumah.
Gio yang tak terima dituduh menitipkan plastik ditangannya pada Noval dan langsung merangkul leher Yuki lalu dijepitnya dengan kuat membuat Yuki teriak kesakitan.
"Sakit ****, lo mau gue mati? Woi lepas bangke" umpat Yuki meronta-ronta kesakitan
"Bodo, suruh siapa ngadu-ngadu" balas Gio tak peduli.
"Kak tolongin ni si kaleng rombeng cari mati" adu Yuki pada Noval yang hanya melirik males melihat kelakuan mereka.
"Gi udah ah, itu Bunda udah nungguin barang belanjaannya" lerai Noval. Mau tak mau Gio melepas rangkulannya dari leher Yuki.
"Bangke lo" ucap Yuki menjitak kepala Gio lalu lari masuk kedalam meninggalkan cowok itu yang meringis kesakitan.
🐝🐝🐝🐝
Nana dan Yuki sibuk didapur menyiapkan makan siang yang di bantu dengan bibi. Sementara pata lelaki sibuk bermain video game dengan ditemani jajanan yang mereka beli dipasar tadi.
Nana menoleh pada jam dinding yang ada didapur "mama minta tolong dong sayang, inget kan mereka buat jum'atan sayang. Udah waktunya tugak " ucap Nana menunjuk jam dengan dagunya.
"Oke ma"
Yuki yang disuruh menurut perintah Nana menuju ruang keluarga "kata mama siap-siap jum'atan, udah waktunya"
"Nanggung ah Ki, ganggu aja ni" jawab Gio yang masih sibuk dengan stick PSnya.
"Yo berhenti dulu, ntar lanjut lagi mainnya" sambung Hadi yang sudah berdiri beranjak dari duduknya "Yang lain juga, siap-siap. Nanti kita berangkat sama"
"Iya pa" "iya Yah" jawab mereka kompak beranjak dari duduknya masing-masing.
"Sholat yang bener kamu, jangan main-main" pesan Yuki pada Raka.
Seperti ini lah cara mereka berinteraksi kalau lagi ngumpul seperti ini. Mereka hanya mencuri-curi waktu untuk bisa ngobrol layaknya sepasang kekasih. Selebihnya mereka akan bertingkah seperti teman pada umumnya kayak Yuki ke Gio atau ke Noval.
Raka menjewel pipi tembem Yuki "Iya bawel, emang aku Gio apa sholatnya main-main"
Di balik itu Gio merasa gatal ditelinganya "Val telinga Gue kok gatel ya?" Ucap Gio yah berada didalam kamar Raka.
Jangan tanya kenapa mereka sudah berada didalam kamar, sementara yang punya belum masuk.
"Banyak congeknya kali, jarang lo bersihin yah" maki Noval tanpa rasa bersalah.
"Bang to the sat" umpat Gio melempar guling yang ada diatas kasur.
"Hebat, berantakin aja Gi. Lo kan rajin beresin kamar gue" sindir Raka yang menerima lemparan guling tersebut.
"Eh sorry Ka, gak maksud beneran"
"Mam to the pus. Mamam nooh" ejek Noval senang lihat penderitaan temannya itu.
"Bang, Udah? Papa udah tungguin tu dibawah" Panggil Arka yang sudah rapi dengan baju kokohnya, serta sajadah yang menempel dibahunya.
Raka yang juga sudah rapi mendekati Arka yang diikuti kedua temannya "Iya dek udah kok. Yok" ajak Raka merangkul lehel adiknya itu.
Yuki dan Nana yang sudah selesai berkutat didapur pindah keruang keluarga yang ditemani oleh Hadi yang sudah rapi hendak berangkat jumatan.
"Yuk pa" ajak Arka menuruni anak tangga.
Mendengar suara Arka, Yuki langsung noleh ke arah tangga dan mendapati empat pemuda yang sudah rapi dengan baju kokohnya.
"Masha Allah, ganteng banget" batin Yuki takjub melihat kegangengan keempatnya yang berjalan seperti boyband Korea.
"Ini kali ya yang dibilang cowok kalau sholat jumat, level kecapekannya naik 100%. Buktinya gio yang buluk aja bisa cakep gitu, walau masih gak seberapa dengan Raka atau Kak Noval dan juga Arka"
"Yaudah yuk. Yang, kita pergi dulu yah" pamit Hadi pada istrinya yang diikuti oleh keempatnya.
"Idih Ki, muka lo mupeng parah. Mau kayak ayah bunda juga? Bisa sentuhan? Makanya minta halalin ni sama Raka" ejek Gio dengan mulut pedasnya mendorong-dorong Raka.
Mendengar itu membuat Yuki menahan umpatannya, bisa-bisanya anak itu buat malu didepan mama papanya Raka "Mulut lo ya Gi, gue sentuh ni biar batal wudhu!" Balas Yuki mengancam mendekat kan tangannya pada Gio, sebelum Yuki mendekat Gio sudah lari lebih dulu. Sedangkan yang lainnya sudah tertawa melihat kelakuan Yuki dan Gio yang tak pernah akur.
Sepulang sholat jumat, semuanya ngumpul di gazebo belakang rumah saling cerita satu sama lain. Mulai masalah pertemanan bahkan sampai percintaan. Jangan tanya siapa yang cerita masalah percintaan, ya siapa lagi kalau bukan Gio. Kan cuma Gio yang kisah percintaannya gak jelas, mirip dengan mukanya Yang absurd.
"Jadi gitu pa, gimana caranya buat ngeluluhin hati abang ipar" ucap Gio menampilkan wajah sok sedihnya yang membuat Noval hampir mengumpat melihat itu.
Yuki dan Raka yang paham maksud tujuan Gio hanya menahan senyum melihat wajah Noval yang sudah dingin seperti es. Sedangkan Arka hanya melirik Gio dan Noval bergantian.
"Emang abangnya galak banget Yo?" Tanya Hadi polos yang langsung di ketawai oleh Raka Yuki dan Arka. "Lah malah ketawa" ucapnya bingung.
"Pa? Abangnya itu Masval" tunjuk Arka pada Noval "Jadi Kayo itu suka sama Kabee" jelas Arka ditengah-tengah tawanya.
Hadi yang baru tau akhirnya ikutan ketawa. Sedangkan Noval yang dari tadi sudah menahan kekesalannya menonjok Gio bertubi-tubi, Yang malah jatuhnya seperti menggelitiki mendengar tawa geli dari Gio.
**Next**🐝
__ADS_1