KAKI ( Raka dan Yuki)

KAKI ( Raka dan Yuki)
5. Ketahuan


__ADS_3

Siang ini Raka kekampus dengan mengendarai Mobil Jazz kuningnya. Setelah kemarin dia sudah melepas gipsnya. Maka hari itu juga tanggung jawab Yuki untuk mengantar dan menjemput Raka sudah bebas.


Hari ini dia sudah ada janji untuk menjumpai Dopingnya. Ini lah kalau sudah semester atas, kekampus sibuk menjumpai Doping, kalau beruntung bisa jumpa langsung, tetapi kalau tidak beruntung silahkan coba besok hari. Begitu seterusnya.


Dia menyamperi Noval dan Gio. Noval yang sibuk dengan laptop dan bahan printout nya, sementara Gio yang sibuk dengan ponselnya.


Makhluk tersantai yang pernah ada. Batin Raka


"Yuki mana?" Tanya Noval menghentikan kegiatannya melihat Raka yang sudah duduk didepannya


"Gak tau, lo yang dikampus dari tadi emang belum ada jumpa?" Tanya Raka kembali


"Lah biasanyakan lo bareng dia"


"Itu kan waktu tangan gue sakit. Lo gak liat tangan gue udah sembuh" jawab Raka menunjukkan tangannya tanpa gips yang menempel di tangannya


"Tangan lo udah mendingan Ka?" Tanya Noval


"Bukan udah mendingan Val, udah sembuh malah. Tadi juga gue udah bawa mobil" jawab Raka mengeluarkan notebook dari ranselnya


"Ha? Gimana? Bukannya tangan lo retak?" sambung Gio dengan percakapan Raka dan Noval


Gimana gak bingung, setau dia tangan temannya yang sekarang duduk didepannya ini  retak kemarin, gimana bisa cuma dalam satu minggu sudah membaik gitu.


"Kata siapa?" Tanya Raka


"Yuki" jawab Noval dan Gio bersamaan


Melihat kebingungan di wajah Noval dan Gio pecah juga ketawa dari mulut Raka. Gimana bisa kedua temannya ini kemakan sama omongan yang seharusnya untuk Yuki sendiri.


"Lah malah ketawa, si kampret" celetuk Gio yang sekarang mengalihkan fokus nya kepada temannya ini


"Yah lo berdua sama aja kaya Yuki bisa di bohongin. Orang gue cuma keseleo doang" jawab enteng Raka


Sementara Raka tidak mengetahui kalau dibelakangnya sudah berdiri santai seorang wanita yang menggunakan kaos di lapisi kemeja tanpa dikancing, Dan jangan lupa ransel yang selalu standby di punggungnya.


"Oh jadi kemarin bohong doang? Cuma keseleo?" Ulang suara seseorang


"Iyah" jawab Raka santai


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


Raka tersadar dengan suara yang bertanya tadi, reflex menoleh kebelakang. Dan mendapati Yuki berdiri dengan raut muka yang tak terbacakan.


Gio dan Noval yang melihat agedan tersebut tak kuasa kenahan tawanya. Terutama Gio yang sekarang sudah memegang perutnya sakit beserta air mata yang keluar di sudut matanya


"Rasain lo" ledek Gio di tengah-tengah tawanya.


"Hebat lo ngerjain gue" ucap Yuki dengan nada ketusnya

__ADS_1


"Gue bisa jelasin" jelas Raka


"Gak ada yang perlu di jelasin. Brengsek !" Jawab Yuki mendorong dada Raka menjauh darinya.


Setelah itu dia pergi meninggalkan ketiga cowok tersebut.


"Puas banget lo Gi" sahut Raka setelah kepergian Yuki yang masih diterima kekehan dari Gio


"Mending lo susul Ka, kesel banget keliatannya tu anak" jelas Noval


"Yah kesallah, orang di bohongin gitu" sahut Gio


"Bisa banget lo punya ide, gak habis pikir Gue" lanjut Gio menggeleng-gelengkan kepalanya gak habis pikir


"Buru disusul mumpung belum jauh" usul Noval


****


Disini lah Raka sekarang di perpustakaan kampus. Yang seharusnya dia menjumpai Dompingnya, di alihkan untuk mengikuti Yuki.


Yuki yang melihat Raka mengikutinya dari tadi kemana dia pergi menganggap tidak peduli.


Jangan ditanya kenapa dia melakukan itu. Dia terlalu kesal kepada Raka. Kebaikan dan tanggung jawabnya selama ini dianggap sebagai mainan. Walaupun dia selalu marah dan ketus sama Raka, tapi dia ikhlas bertanggung jawab dengan kesalahannya. Tapi emang udah tabiat dia kalau ngomong tidak pernah lemah-lembut.


Yuki yang sibuk memilih buku untuk referensi skripsinya dihalang oleh badan Raka


"Minggir !" ucap Yuki dingin


Ngalah. Raka menyingkirkan tubuhnya memberi Yuki akses untuk mencari buku


Mendapat buku yang di cari, Yuki membawanya kesalah satu meja yang berada di sudut ruangan di ikuti oleh Raka.


Yuki yang fokus dengan buku yang dibacanya, dan Raka yang sibuk mengganggu Yuki dengan cara mencolek-colek lengan Yuki.


Sekali di liatin


Dua kali masih di liatin


Tiga kali


Buuuugh !


melayang buku ke lengan Raka


"Sakit" ringis Raka mengusap lengannya yang di pukul menggunakan buku.


Sementara pelakunya merasa bodo amat dengan ringisan korbannya


"Sakit ki" rengek Raka sekali lagi


"Lo pikir gue bisa lo bohongin lagi?" Tanya Yuki cuek.


"Tapi kali ini beneran sakit ki. Sakitnya sama kaya lo cuekin gue" jawab Raka dramatis.


Yuki yang mendengar jawaban Raka memutar matanya jengah. Sejak kapan orang yang di depan dia ini jadi drama gini.

__ADS_1


"Bo do a mat" ucap Yuki menekan setiap katanya. Lalu pergi meninggalkan Raka yang terlalu speechless mendengar jawaban dari Yuki.


"Ki tungguin" panggilnya menarik tangan Yuki


"Lepas **** ! " Bentak Yuki


"Gue gak suka lo ngomong kasar gitu" ucap Raka datar melepas pegangannya pada tangan Yuki.


Membuat Yuki mendengar ucapan Raka sedikit merasa bersalah. Hanya sedikit, perlu di catat sedikit.


"Cukup tadi aja lo ngomong kasar. Gue gak mau dengar lo ngomong kasar lagi, bisa? Umm??" Tanya Raka sambil merapikan ponih Yuki yang menutupi mata.


"Panas banget hari ini ****" Batin Yuki


"Dan gue lebih gak suka di bohongin, kalau lo mau tau" ucap Yuki mengabaikan permintaan Raka tadi. Kali ini dia benar-benar marah. Tidak seperti kemarahan biasanya. Raka tau dan cukup sadar oleh itu.


"Gue cuma mau deket sama lo, makanya gue lakuin itu. Gue gak ada niat sedikitpun buat ngebohongin atau ngerjain lo Ki" jelas Raka


Pertahanan Yuki mulai melemah menjadi 85% mendengar penjelasan Raka tadi.


Jangan lemah plis, batin Yuki


Raka menyentuh bahu Yuki menatap matanya dan mengikis jarak antara mereka berdua


"Kalau lo marah, yaudah marahin aja gue, gue terima kok. Berapa lama pun lo marahin gue, gue ikhlas. Asal lo gak ngehindarin gue kaya hari ini. Gue bener-bener gak ikhlas kalau lo ngehindarin gue atau bahkan sampai ngejahuin gue Ki" lanjutnya kembali dengan nada yang sangat lembut.


Segimanapun juga galak dan judesnya Yuki pada laki-laki, tetap saja sejatinya dia seorang wanita yang mana di tatap dan di omongin dengan nada lembut seperti itu membuat hatinya getar-getir.


70% ya Ka, batin Yuki memperingati.


Dan setengah mati juga Yuki menahan wajahnya agar kelihatan santai Dan seperti biasa.


"Ekheem, ini bisa di lepas gak?" Lirik Yuki pada tangan Raka yang bertengger di bahunya


"Sorry" balas Raka melepas pegangannya


"udah jam 4. Lo berangkat kerja?" Tanya Raka


"Iyah ini juga mau berangkat kalau lo gak menghadang jalan gue"


"Eh iyah. Yaudah berangkat gih, hati-hati di jalan. Jangan ngebut bawa motornya" ucap Raka memberi usapan pada pucuk kepala Dan berakhir mampir di pipi Yuki sekilas.


Deeegh. Jantung Yuki


50% ****, lemah banget gue emang. Protes Yuki pada dirinya.


"Gue deluan kalau gitu" lanjut Raka meninggalkan Yuki.


Belum sampai lima langkah, Raka memutarkan kembali badannya menghadap Yuki


"Apa lagi?" Tanya Yuki menetralkan debaran jantungnya


"Kalau marahannya udahan, jangan lupa kasih tau yah" ucap Raka dengan senyum yang mengembang di pipinya.


"Bye" sambung Raka dengan cubitan kecil di pipì Yuki dan berlalu pergi meninggalkan Yuki sendiri.

__ADS_1


"Raka bangsaaaaat, tiga kali lo buat gue salah tingkah dalam waktu bersamaan. Jangan harap gue bisa suka sama lo! Tapi gue keburu suka, gimana dong" Geram Yuki menahan debaran jantungnya yang dari tadi memaksa ingin keluar


Next 🐝


__ADS_2