
Raka Y
Assalammualaikum
Raka Y
Dih gak di jawab, dosa loh. Masuk neraka
Raka Y
P
Raka Y
P
Raka Y
Lah kemana sih? Woi? Bales woiiiii !!
Raka Y
Cowok cakep loh ini yang ngechat
Raka Y
Kiki sayaaang
Raka Y
Sayaaaaaaang kuuuu
Raka Y
Cintaaaa kuuuuu
Raka Y
S
A
Y
A
N
G
Raka Y
Bucin ku :p
Membaca spam chat yang dikirim Raka membuat Yuki senyum-senyum sendiri. Niatnya tadi ingin memarahi orang yang mengganggu sholatnya, tapi diurungkannya karena membaca isi chat Raka yang membuat mood nya membaik.
Yukiki
Apa sih bikin gak fokus sholat aja lo !
Raka Y
Di panggil bucin baru nongol, dasar sayang akoooh :*
Yuki yang sudah mendaratkan tubuhnya di kasur nyamannya membalas chat dari Raka dengan bibir di kedua sudutnya sudah ketarik keatas dan terkikik sendiri
Yukiki
Berisik !
Raka Y
Haha, udah kelar sholatnya sayang? :*
Yukiki
Udah
Raka Y
Dih jutek, padahal aslinya seneng tu. Seneng kan? Hayooo pasti seneng hihi
"Raka apa sih, bikin malu aja" ucapnya malu-malu sendiri, mengguling-guling kan badannya diatas kasur.
Yukiki
Bodooo ah
Raka Y
Haha, tadi do'a apa?
"Do'a biar lo jadi bucin gue, gantiin gue" ucap Yuki bermonolok didepan ponsel. Kembali membalas pesan Raka, tetapi lain yang diketiknya.
Yukiki
Do'a yang terbaik untuk orang-orang yang tersayang
Raka Y
Aku termasuk dalam golongan orang-orang tersayang gak?
Yukiki
Nggak lah, aku kan gak ada nyebut nama kamu.
"Kenapa masih pakai nanya sih? Kayak ginian juga ditanyain. Sebel" maki Yuki cemberut pada ponselnya. Jadi geram sendiri membaca chat dari Raka yang gak peka, menurutnya gak perlu ditanyain tapi ditanyain juga.
Raka Y
Kamu gak nyebut nama aku dalam do'a?
Yukiki
Nggak
"Nggak salah lagi begeee. Ih kesel" omel Yuki cemberut merengek-rengek dengan menghentak-hentakkan kakinya diatas kasur
Raka Y
Lah kok gitu? Padahal setiap do'a, aku nyebut nama kamu loh :(
Yuki yang tadinya sedang tiduran, segera membangunkan badannya membaca chat dari Raka, sekilas senyum di bibir Yuki mengembang kembali.
Yukiki
Emang iyah?
Raka Y
Iyah lah, masa nggak. Aku kan pacar yang baik
Yukiki
Dih sombong. Emang do'a nya apa?
Raka Y
Kalau aku kasih tau, kamu juga harus do'ain aku yah. Yang baik-baik tapi :p contohnya semogah Raka pacar ku tercinta tetep cakep wkwk
Membaca balasan dari Raka tak henti membuat senyum Yuki memudar, malah senyum tadi berkembang menjadi sebuah tawa. Tapi perasaan lucu itu cukup Yuki sendiri yang ngerasain, dia harus tetap cool didepan Raka.
Yuki gak tau aja, kalau Raka sudah tau dia adalah bucinnya Raka.
HAHA poor Yuki.
Yukiki
Dih alay, najisin ! Gue gak kenal.
Raka Y
__ADS_1
Haha yang penting cakep wueek :p
Yukiki
Guguk ! Buru ah, kamu do'a apa?
Raka Y
Bilang dulu 'sayang, sayang do'a apa untuk aku' gitu
"Feeling gue pasti do'a nya gak bener ni" kata Yuki mencibir
Yukiki
Mesti banget?
Raka Y
Iyah dong ^_^
Sekilas Yuki menyelipkan rambutnya ke balik telinga sebelum membalas chat yang di suruh Raka. Walau dia tau kalau Raka gak mungkin melihat itu.
Yukiki
Sayang, sayang do'a apa untuk aku?
Kepaksa !
Raka Y
Hahahahaha
Do'a nya ....
Biar kamu tetep jadi bucin aku HAHA :D
Aamiin
"Tuh kan, Raka ni emang bangke tau gak. Awas aja kalau ketemu" amuknya kesel didepan ponsel
Yukiki
Ingin ku berkata kasar, boleh?
Raka Y
Oh dengan senang hati, silahkan pacar. Aku tunggu, siap itu tinggal dicium deh. Super easy :))
Yuki yang membaca balasan dari Raka reflek memegang bibirnya, seketika pipinya langsung bersemuh memerah mengingat kejadian beberapa waktu lalu ketika dia berkata kasar pada Raka, tiba-tiba Raka mengecup bibirnya singkat.
"******* bikin malu aja" ucapnya disertai senyum malu-malunya membayangi kejadian waktu itu
Semenjak itu Yuki lebih berhati-hati lagi untuk berkata, bukan gak mau dicium. Tapi sensasinya sangat luar biasa berpengaruh pada Yuki, yaitu badan langsung panas dingin, dan malamnya membuat Yuki susah tidur seperti habis minum bergelas-gelas kopi.
Raka Y
Mana? Katanya mau berkata kasar, padahal udah ditungguin ni
Yukiki
:)
Raka Y
Yaaah padahal lagi ngarep :p
huhu kamu phpin aku
Yukiki
Screenshot ah, terus send ke mama :p
Raka Y
Pacar, aku jemput yah :)
Selanjutnya tawa Yuki lepas membaca balasan dari Raka "apa sih lemah banget diancem gitu doang" ledek Yuki ketawa-ketawa
Yukiki
Raka Y
Kata siapa? Aku beneran mau bilang itu tadi kok :p
siap-siap gih aku jemput. Mama ngajak makan bareng dirumah
Yukiki
Mageeeeer baaaaang
Dua bulan pacaran Yuki terbiasa manggil Raka dengan sebutan abang kalau sedang mode manja, yang ditularkan dari virus Arka.
Begitu juga dengan Raka yang mendengar Yuki memanggilnya abang yang sesekali didengarnya dan itu hanya ketika Yuki sedang berada di mode manja, pasti langsung jinak.
Salah satu kunci AS bagi Yuki untuk bermanja-manja pada Raka tanpa dikatain bucin
Raka Y
Pacar abang gak boleh manja. Hayuk buru, setengah jam lagi di jemput.
"Kalau Gio kampret liat gue senyum-senyum gini pasti dia udah nyeret gue ke RSJ ni hihi" ucap Yuki kikikan mengingat sesosok cowok yang nyebelin itu.
Yukiki
Beli yakult yah bang:*
Aku tunggu
Daaaaah
Hati-hati :))
🐝🐝🐝🐝
Raka Y
Iyah ntar abang beli :*
Nana yang lagi sibuk dengan masakannya di dapur, melihat anaknya Raka lagi rebahan di sofa yang berada diruang keluarga dengan memainkan ponselnya sambil senyum-senyum. Mengakibatkan Nana menggeleng-gelengkan kepalanya, hal biasa yang di lihatnya beberapa bulan ini.
"Bang? Gio sama Noval udah di kasih tau belum?" Tanya Nana pada Raka dari dapur
"Gio ada urusan keluarga ma. Noval gak bisa juga, lagi nemenin Bee ngemall" jawab Raka Yang sudah bangun dari rebahannya dan melangkah menuju dapur dimana mamanya berada.
Mendengar jawaban Raka, Nana sedikit kecewa, padahal dia sudah masak banyak hari ini "Kalau Yuki gimana? Yukinya mau gak?" Tanyanya kembali penuh harap
"Mau dong ma, ini abang mau jemput" jawabnya, mencium sekilas pipi Nana. "Abang berangkat, bye ma. Assalammualaikum" lanjutnya berlalu meninggalkan Nana
"Waalaikumsalam, hati-hati bang" ucap Nana yang dianggukan oleh Raka.
Sebelum sampai dirumah Yuki, Raka menyempatkan mampir ke Alfamart sebentar yang tidak jauh dari rumah Yuki untuk membeli pesanan Yuki tadi.
"Kurang bucin apa lagi abang, disuruh pacar mau-mau aja ck ck ck" celetuk Raka disertai senyum gelinya setelah berada didalam mobil dengan satu kantong plastic yang berisi tiga pack yakult dan dua batang cokelat.
Deeert deeert
"Dimana?" Tanya seseorang di seberang telfon
"Ini baru aja nyampe, turun gih" jawab Raka yang baru saja sampai didepan rumah Yuki.
"Oke, bye" balasnya memutuskan telfon sepihak.
Tak beberapa lama Yuki keluar dari rumah dengan dress dongker selutut disertai dengan sling bag di bahunya
"Utayang, cantik banget" ledek Raka melihat penampilan Yuki yang sedikit berbeda dari biasanya.
"Berisik ih" ucap Yuki menimpuk bahu Raka dengan tas ditangannya "ini kalau gak Bunda yang nyuruh gak bakal deh begini. Ribet" lanjutnya dengan bibir yang cemberut dan memasuki mobil yang di dalem sudah ditungguin oleh Raka
"Cantik kok" ucap Raka mengusap lembut puncak kepala Yuki "Mama tu gak punya anak cewek, makanya ada kamu mama seneng banget" lanjutnya menjalankan mobil menjauh dari rumah Yuki
"Iyah ngerti. Lagian aku seneng juga, akhirnya bisa ngerasain gimana rasanya di urusin, di pilihin baju yang sebelumnya gak pernah aku rasain, bahkan gak tau rasanya" jawabnya dengan menunjukkan senyum terbaiknya. Raka sendiri tau senyum itu, senyum terpaksa. Bukan senyum tulus yang Raka lihat biasanya.
__ADS_1
Raka mengelus kepala Yuki agar menenangkannya "Udah jangan sedih. Disini ada abang, adek, papa sama mama. Kamu bebas miliki semuanya semau kamu"
Mendengar kalimat Raka tersebut membuat perasaan Yuki lega, setidaknya Raka bisa membuat mood nya baik lagi.
"Makasih" jawab Yuki sumringah serta memeluk Raka dan dibalas oleh Raka yang telah membagi fokusnya antara jalanan dan juga Yuki.
"Sama-sama. Jangan sedih-sedih lagi yah. balas Raka meninggalkan ciuman singkat dikening Yuki.
"Hu'um" balas Yuki dengan gumaman.
"Gimana kalau kita jalan bentar? Papa juga jam segini belum balik, mau?" Tanya Raka yang masih mengelus punggung Yuki dengan satu tangannya
"Boleh deh" jawabnya "Oh ya, mana yakult aku?" Tanya Yuki melepas pelukannya dan menadahkan tangannya kepada Raka meminta pesanannya tadi
"Yakult apa?" Tanya Raka pura-pura, mengalihkan sekilas pandangannya pada Yuki, lalu kembali lagi pada jalanan
"Ih tadikan aku udah titip sih, kamu lupa?" Tanyanya kesal, yang kini bibir bawahnya sudah maju kedepan diikut dengan keningnya Yang sudah berkerut.
Raka yang melihat itu, mengusap wajah Yuki dengan gemesh "cembetut mulu sih"
"Yah lo nya bikin kesel" jawab Yuki ketus, mengalihkan pandangannya ke luar jendela
"Ngambek aja panggil la lo la lo, ntar kalau lagi manja nyebut kalimat 'abang'nya beeeuhhh manis banget, kaya makan gula satu ton" sindir Raka
"Awas diabetes" ucap Yuki memperingati dengan sinis
"Makanya jangan manis-manis banget" balas Raka santai
"JADI LO MAUNYA APA?" Tanya Yuki sedikit teriak yang membuat Raka sedikit terkejut, untung dia tidak memiliki riwayat penyakit jantung
"Astaghfirullah deeek, ngegas amat. Untung jantung abang masih kuat" omel Raka mengelus-ngelus dadanya. Sementara Yuki masih terlihat bodo amat
"Kalau mau tu minta baik-baik, yang manis gitu loh" lanjut Raka
"Kalau mau tu minta baik-baik, Yang manis gitu loh" ucap Yuki mengulang kalimat Raka dengan penyebutan mengejek. "Tadi katanya jangan manis-manis, sekarang minta yang manis. Dasar labil" sindir Yuki dengan lirikan mata
Raka yang melihat gemesh pada Yuki cuma bisa senyum geli, ingin mengusap puncak kepala Yuki tadi diurungkannya karena melihat Yuki yang masih kesal
"Yaudah kasih Gio aja ntar, pasti dia gak nolak" balas Raka enteng
"Eh" Seketika Yuki yang mendengar kalimat Raka langsung membalikkan badannya menghadap Raka keseuruhan "Kok gitu sih" ucapnya cemberut, yang dijawab Raka dengan gedikan bahu tidak tahu
Sekilas Yuki mendengus kasar, dia harus ngalah untuk mendapatkan yakult nya itu "abang, jadi beli yakultnya?" Tanyanya lembut dengan tampang manisnya, sementara tangannya mengelus-ngelus lengan Raka
"Jadi" jawab Raka yang terlihat tenang, padahal jantungnya udah gak karuan berdetak. Lengan, merupakan salah satu daerah sensitive Raka.
"Mana?" Tanya Yuki masih dengan nada lemah lembutnya, bahkan bisa dikata sok imut HAHA
"Ada tu di belakang" jawab Raka masih berusaha terlihat tenang.
Yuki langsung melepas tangannya dari lengan Raka dan mengambil kantong plastic yang ada di bangku belakang "asik" teriak Yuki kegirangan, sementara Raka sudah menghembuskan nafasnya secara kasar.
Belum sempat meredah debaran di jantung Raka, Yuki menghujani pipi Raka dengan beberapa kali ciuman "terima kasih abang" ucapnya tak kalah lembut yang membuat Raka sedikit menegang dan mendadak menginjak rem yang kebetulan lampu merah
Dengan cepat Yuki menahan tangannya pada dasbor mobil "Ya Allah Ka, hati-hati dong. Untung lagi sepi" omel Yuki yang terkejut
"Sorry-sorry, aku gak fokus" ucap Raka memberi alasan dengan tangan mengelus dadanya. Ini antara efek dari perlakuan Yuki atau akibat rem mendadak tadi.
Sekilas Yuki menoleh pada Raka "Makanya lain kali tu fokus Ka fokus" celetuknya menunjuk-nunjuk jalan.
"Iya-iya bawel" respon Raka mengacak rambut Yuki
Kalau gak karena kamu aku gak bakal hilang fokus kali, batin Raka menyunggingkan senyum khas nya yang membuat matanya hilang
Yuki yang rencananya menusuk botol yakult tersebut dengan pipet mengurungkan niatnya, dia menoleh penuh terhadap Raka dan menatap tajam kearah telinga Raka "Ka? Telinga kamu merah" mendengar ucapan Yuki tersebut, reflek Raka menutup Kupangnya dengan sebelah tangan "Kamu gak apa-apa?" Tanyanya kahwatir
"Gak apa-apa, ini tadi aku garut kerna gatel" ucapnya masih menutup telinganya yang memerah
"Yakin?" Tanya Yuki penasaran, Yang sekarang sudah mencondongkan badannya kearah Raka
"Iyah. Uda itu minum yakultnya, tadi minta belikan" balas Raka mendorong Yuki agar mengalihkan tatapan Yuki darinya.
Mau gak mau Yuki menurut apa kata Raka dan kembali pada minuman botol kecilnya, hal itu membuat Raka bisa bernafas lebih lega. Hampir saja dia ketahuan kalau lagi salting.
"Mau gak?" Tawar Yuki menyodorkan yakult baru, yang belum kebuka pada Raka
Raka menoleh sekilas "Mau, tapi yang lagi kamu minum itu yah" ucap santai.
"Lah ini kan bekas aku" tunjuk Yuki pada yakult yang ditangannya
"Yah terus kenapa?" Tanya Raka enteng
"Yah gak kenapa-kenapa sih" jawab Yuki malu-malu menundukkan wajahnya menatap yakult yang masih ditangannya itu
"Lama" ucap Raka mengambil yakult bekas Yuki dan menyedot isi yang tersisa
"Eh" ucap Yuki yang terbengong melihat itu
Kan itu kissing secara gak langsung, batin Yuki Yang merhatiin gerak-gerik Raka yang menyedot Isi yakult, lalu ke telinga Raka
"Telinga kamu merah lagi, kamu lagi salting yah?" Celetuk Yuki tiba-tiba dengan nada menggodanya, sontak mendengar itu membuat Raka tiba-tiba kesedak dengan isi yakult yang sedang di telannya.
Untung Raka masih bisa menyeimbangi membawa mobilnya, kalau tidak dia sudah nabrak bahu jalan.
"Hati-hati dong Ka, hampir nabrak tau gak" omel Yuki
"Yah kamunya buat aku kaget" balas Raka tak mau kalah
Yuki memicingkan matanya menatap Raka tajam "Kamu beneran salting kan tadi?" Ulangnya bertanya
"Nggak" jawab Raka singkat dan cepat
"Bohong, itu kuping kamu tadi merah" tunjuknya di kuping Raka
"Kan udah dibilang ini tadi gatel Ki, gak percaya banget sih" jawabnya berusaha santai
"Kenapa sih, cowok itu gak mau jujur aja sama perasaannya?" Tanya Yuki keki Yang sudah melipat tangannya diatas dada dan menatap lurus jalanan.
Raka yang melihat itu senyum tipis "bukan gak mau jujur" jawab Raka
"Terus kenapa?" Tanya Yuki menantang "malu? Atau tiba-tiba aja tingkat kecakepannya turun kalau dia jujur gitu?" Tanya menyindir
"Gak gitu loh" valsa Raka masih dengan sabar
"Yah Terus kenapa ha?" Tanya Yuki yang sekarang kembali menatap Raka meminta penjelasan
"Gini, cowok tu kodratnya jadi pemimpin, yah otomatis harus strong dong, yah kami-kami cowok ini gak mau aja terlihat lemah didepan cewek." jelas Raka
"Jadi kalau salting, jujur sama perasaan itu dibilang lemah gitu?" Tanya Yuki menatap Raka sinis
"Lah bukan gitu maksudnya, Ki. Cowok itu aslinya seneng kalau di buat baper, di buat ambyar, di buat salting dan sebagian lainnya. Cuma cowo itu gak mau memperlihatkannya, karena dari awal dia mau menunjukkan sisi coolnya yang otomatis orang bakal mikir dia strong. Gitu loh"
"Jadi bener dong yang dibilang Dea, motto cowok itu 'harus tetep ganteng, walau di luar ambyar'."
"Haha, aku mau ambyar atau nggak tetep ganteng tuh" jawab Raka dengan sombong.
Yuki mendecak mendengar jawaban Raka "eh Tapi beneran kan kamu tadi salting" Tanya Yuki kembali
"Huum" jawab Raka malas dengan gumaman. Mau bohong juga percuma, toh udah ketangkap basa.
"Kok bisa?"
"Kok bisa kamu Tanya?" Tanya Raka dengan tatapan tidak sukanya, yang dianggukan oleh Yuki dengan tampang tanpa dosanya
"Pertama kamu mengelus lengan aku, itu daerah sensitive aku Ki" tunjuk Raka mentoyor kening Yuki pelan
"Kedua?" Lanjut Yuki
"Kedua, kamu cium aku bertubi-tubi gitu" jawab Raka sedikit malu-malu memainkan bibirnya, yang membuat Yuki ketawa mendengarnya
"Pipi doang, bisa salting sih bang" goda Yuki mencolek-cokelat pipi Raka
"Apa sih. Ciuman bibirnya kan udah tadi, lewat sedotan yakult. Walau gak secara langsung sih" goda Raka kembali membalas Yuki tanpa rasa bersalah
"Bangke" lirih Yuki yang langsung buang muka, mengalihkannya dari Raka
Raka yang mendengar umpatan Yuki ketawa lepas, pasalnya dia berhasil membuat Yuki kalah dari dirinya.
"Haha, satu sama dong" goda Raka yang masih cikikikan dan menarik kepala Yuki kedalam keteknya.
**Next**🐝
__ADS_1