KAKI ( Raka dan Yuki)

KAKI ( Raka dan Yuki)
9. Official


__ADS_3

"Deee??" Teriak Yuki setelah memasuki Rumah besar bermodel minimalis itu, seisi ruangan di penuhi dengan guci-guci kesayangan milik tante Dewi mamanya Dea. Dari model dan kualitasnya dapat dikatakan guci tersebut cukup mahal untuk ukuran dia yang masih mahasiswi


"Kenapa Ki panik gitu?" Tanya perempuan yang ketenangannya untuk baca majalah terusik akibat teriakan Yuki tadi


"Eh gak apa-apa kak, lagi butuh Dea. Deanya ada kak?" Jawab Yuki gak enakan


"Ada tu di atas, naik aja" suruh Desi, kakak nya Dea.


"Makasih kak, aku naik deluan. Bye" ucapnya lalu meninggalkan Desi yang hanya bisa geleng-geleng liat kelakuan absurd temen adiknya itu.


"Dee? Mati gue mati" ucap Yuki setelah berhasil masuk kedalam kamar Dea, dan melihat siempunya sedang asik baca novel ditemani alunan music dari ponselnya.


"Ha? Lo mati Ki? Terus sekarang ini siapa? Pergi lo pergi !" Ucap Dea sok panik, menirukan ekspresi Yuki tadi


"Apa sih, gue lagi serius Dee" jawab Yuki yang sekarang sudah membaringkan tubuhnya di atas kasur kesayangan Dea, dengan menghentak-hentakkan badannya sambil mengulang kalimatnya tadi.


"Lo kenapa sih? Ganggu gue aja. Kalau mau stres jangan disini. Hus-hus syanaaa !" Ucap Dea kesal, waktunya yang berharga diganggu dengan kedatangan orang yang tak di undang tersebut


"Raka Dee Raka. Duh ya Allah" lanjut Yuki kembali Tapi dengan ikut duduk bersila disamping Dea


"Coba tarik nafas terus buang Ki biar tenang lonya" Yuki mengikuti instruksi Dea, dan sedikit mulai lebih santai dari pada tadi


"Udah tenang?" Tanyanya dan diterima anggukan oleh Yuki "Kenapa kak Raka?" Lanjutnya kembali


"Raka tadi, ngajak gue pacaran Dee" jawab Yuki, kini dia membenamkan wajahnya diatas bantal.


Setelah dari rumah Raka tadi, dia langsung melajukan motornya kerumah Dea. Serius dia gak bisa kalau tidak menceritakan hal apa yang baru saja dialaminya itu.


"Ha serius? Terus masalahnya apa? Mestinya lo seneng dong. Penantian loh beberapa tahun ini terjawab, lah ini malah sedih" Dea bingung lihat temannya yang satu ini, bukannya seneng malah sedih di ajak pacaran sama orang yang disuka.


"Yah gue seneng, pastinya. Tapi Raka ngajaknya mendadak Dee, kali aja dia cuma mau baperin gue. Dia kan temenan sama Gio, lo tau sendiri lah gimana Gio selama masa pengintaian kita, hobby ngalusin cewek sana-sini"


"Gue tanya deh, lo ngintai kak Raka dkk udah berapa lama?"


"Kurang lebih 2 tahunan"


"Lo pernah liat ka Raka ngalusin cewe gak?" Tanya Dea dan dijawab dengan gelengan kepala dari Yuki lagi "Nah dimananya lo bisa mikir kalau kak Raka sama kayak Kak Gio?"


"Kan kali aja sih, lo ih bukan belain gue juga"


"Bukan masalah di bela atau nggak Ki. Lo kan tau sendiri gimana baik dan ramahnya kak Raka, dia deket kesemua cewek yah sekedar tolong menolong doang, mana pernah dia baperin anak orang buat main-main seperti yang lo tuduhkan. Jangan kan baperin, ngalusin cewek aja gue gak pernah denger tu. Jadi menurut gue dia beneran ngajak lo pacaran" Ucap Dea panjang lebar sama temannya itu.


"Tapi Gio"


"Kenapa Kak Gio? Lo suka sama Gio?!" Tanya Dea sedikit berteriak


"Dih yah nggaklah, gue gak cukup sabar yah buat ngadepin cowok hobby ngalus sana ngalus sini. Liat Raka deket sama cewek lain aja, gue udah panas" jawab Yuki sinis atas tuduhan Dea tadi. Gak ada sedikitpun rasa dihati Yuki untuk Gio si makhluk astral itu.


"Yeeeu namanya cowok cakep, kaya, anak tunggal lagi. Wajar dong ngalus sana ngalus sini. Tapi gue heran aja, kok bisa kak Gio yang anak orang kaya kayak gitu hidup sederhana, malah lebih ke kayak orang susah gitu. Gak habis pikir Gue" ucap Dea bingung, membayangkan penampilan Gio yang sedehana, tapi jika diliat dari merek yang digunakannya orang bakal tau dia anak siapa. Tapi kalau dari omongannya orang gak bakal percaya kalau dia anak orang kaya, suka ngerendah.


"Kayak gitu tu orang kaya yang sesungguhnya Dee, gak perlu pengakuan dari orang lain kalau dia benar-benar punya" jawab Yuki dengan bangganya


"Iyain deh, cuma gue disini yang hobby riya" ucap Dea males, dia tau maksud dari ucapan temennya itu, yah sedikit menyindir dirinya.


"Eh terus lo jawab apa sama ajakan kak Raka?" Tanya Dea kembali ke topik pembicaraan mereka tadi.


"Gue belum sempet jawab" jawab Yuki frustassi

__ADS_1


"Jadi kerna gak sempet jawab makanya lo kacau gitu?" Lirik Dea kepada temannya yang sedang kacau itu


"Ho'oh" jawabnya dengan bibir yang menekuk kebawah


"Yaelah, gitu aja sih dipusingin. Siniin ponsel lo" ucap Dea dan merampas ponsel yang ada ditangan Yuki. Beberapa menit Dea memainkan ponsel Yuki, ntah apa yang dilakukan cewek feminisms itu dengan ponsel Yuki.


"Lo ngapain?" Tanyanya curiga dengan gelagat temannya itu


"Kalem dong buk, ini ni udah di baca, doi lagi typing ni Ki" ucap Dea kegirangan dan menunjukkan apa yang dilakukannya pada ponsel Yuki.


Yaps ! Dea mengechat Raka. Belum sempat Yuki membaca apa isi dari chat tersebut, balasan chat dari Raka sudah keburu masuk.


Raka Y


Deal yah kita official sekarang :*


Selamat menikmati hari-hari bersama gue😘


"Lo kirim apa sama Raka Dee? Kok dia bisa kirim kaya gitu sih?" Tanya Yuki sengit dan menunjuk chat Raka tadi


"Yah lu baca aja apa Yang gue kirim" jawab Dea santai dan memberi ponsel Yuki kepada pemiliknya.


Yukiki


Hayuuuk πŸ₯°


"Dee? Lo serius? Bangke lo" teriak Yuki pada Dea yang sekarang sudah kabur keluar kamar.


🐝🐝🐝🐝


"Val itu kenapa si Raka senyum-senyum sendiri?" Tanya Gio Yang baru datang dan melihat pemandangan yang cukup aneh bagi Gio, gak biasanya Raka bertingkah aneh itu.


Dari pada nanya sama orang yang lagi kesambet, mending Gio nanya ke adiknya Noval yang juga ikutan gabung sama mereka.


Raka dan Gio sekarang lagi berada dirumah Noval, tadinya rencana buat ngegame bareng. Tapi sayang, rencana mereka gagal karena Raka yang datang duluan dalam keadaan seperti orang kesambet, senyum-senyum sendiri melihat ponselnya.


Alhasil Noval mengajak adiknya si Beyonce untuk gabung, sekalian nunggu Gio.


"Bee? Itu Raka kenapa?" Tanyanya masih bingung melihat kelakuan aneh temannya itu


"Bau-baunya sih seperti orang lagi jatuh cinta Kayo" jawabnya masih fokus dengan game yang ada dilayar TV tersebut.


"Iyah doi jadian sama Yuki" sambung Noval santai tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya


"Ha? Lo serius Val?" Tanya Gio kaget, gimana tidak kaget bisa-bisanya temannya itu punya pacar duluan ketimbang dia.


"Kok lo tau?" Tanyanya memastikan


"Gue liat chatnya tadi"


"Yeeeu sejak kapan Mas Noval kita ini kepo sama urusan orang?" Goda Gio dan mendapat tatapan tajam dari kedua abang adik tersebut Noval-Beyonce.


"Udah ah, gak nafsu main lagi. Kayo ngerusuh. Gak asik. Bee ke kamar Mas" ucap Beyonce beranjak dari duduknya dan melangkah menjauh dari kerumunan tiga cowok itu.


"Bee? Kayo belum dapet pelukan loh, udah main kabur aja" teriak Gio melihat punggung Beyonce yang sudah menghilang memasuki kamarnya.


"Ngomong apa lo barusan?" Tanya Noval tajam pada teman satunya ini. Noval tidak segan-segan mengusir Gio dari rumahnya jika Gio sudah mulai menggoda adiknya seperti tadi "lo mau gue usir lagi?" Lanjutnya kembali

__ADS_1


"Baper banget sih Val, orang juga becanda yee" jawab Gio santai dan menjulurkan lidahnya pada Noval


"Bukan masalah baper atau gimana Gi, Noval tu lagi ngejaga adiknya dari serangan virus yang mematikan kaya lo" sambung Raka yang melihat percecokan antar kedua temannya itu.


Wajar saja Noval sedikit sensi dengan Gio, Noval sangat tau gimana kelakuan Gio. Walaupun Gio gak pernah dan gak bakal pernah ngerusak fisik cewek, tapi Gio cukup sering ngerusak hati wanita. Yah Gio si playboy cap enak.


Enak di lempar, enak ditonjok, enak digebukin dan enak kalau dijadiin suami :)


"Loh kenapa? Karena gue tampan? Terus salah gue? Salah papi mami gue? Salah tetangga gue?" Ucap Gio berekting seperti aktor lawakan


"Ngomong lo sekali lagi Gi, gue lempar lo ke sungai amazon" ucap Noval datar, ngomong sama Gio emang harus banyak sabar, kalau gak cepet tua, bawaannya emosi mulu.


Heran, udah gitu masih ada aja cewek yang mau ngantri sama dia.


"Haha iya-iya gue ngerti lah, lagian juga gue gak bakal kalik ganggu adik lo Val, lo kan tau sendiri kalau adik lo semua udah gue anggap asik gue sendiri" ucap Gio serius. Kali ini dia beneran serius dengan ucapannya.


"Tapi yah kalau Bee nya mau sama gue dan nganggap gue lebih dari kakak, gue juga gak nolak. gue janji deh gak bakal ngecewain dia" lanjutnya kembali dengan tampang Yang menyebalkan itu dan membuat kedua temannya itu langsung melempar bantal sofa kearah Gio dan membuat Gio ketawa ngakak.


"*******" ucap Gio di tengah-tengah tawanya.


"Ka? Kok bisa lo pacaran sama Yuki?" Tanya Noval kembali sesudah aksi keroyok yang mereka lakukan pada Gio


"Iyah, bukannya lo pernah bilang kalau tu cewek galak Val. Gue aja habis di gas mulu sama doi" timpal Gio mengingat ucapan Noval waktu itu


"Gue kan cakep anak sholeh lagi, yah bisa lah dapetin Yuki" jawab Raka sombong, alisnya kini sudah naik turun menggoda teman-temannya itu.


Melihat tampang kesal dari kedua temannya itu membuat Raka tak mampu menahan tawanya.


"Canda ya Allah, emang Gio aja yang boleh PD" ucapnya usai ketawa


"Yang jelek aja cepet ditiru" celetuk Noval membereskan peralatan game yang tadi sempat dimainkannya itu.


"Gue lagi gue lagi, salah apa papi mami buat gue waktu itu yah" ucap Gio males lihat kedua temennya itu


"Jadi gimana bisa lo sama Yuki pacaran? Ah elah dari tadi ni pertanyaan gak terjawab" Tanya Gio mulai kesel


"Yah bisa lah Gi, Yuki suka gue, gue suka Yuki. Yaudah jadi"


"Gampang banget lo ngomong" jawab Gio sengit


"Lah emang kenyataannya gitu kalik. Buktinya gue jadi tu" balas Raka atas ucapan Gio "Gue kasih tau yah sama lo, deketin cewek itu gak perlu banyak omong, yang penting itu aksinya. Lah elo malah kebalikannya"


"Bener tu kata Raka. Deketin cewek yang menurut lo yakin bisa bales perasaan lo, kalau dia gak balas juga perasaan lo Tapi lo bener-bener suka dia, kejer ! Jangan langsung nyerah terus cari yang lain. Kalau gitu mulu sampai kapan juga lo gak bakal taken, yah sekali taken juga cuma main-main" sambung Noval, soal percintaan begini emang Noval jagonya.


"Dan satu lagi yang paling penting Gi, cewek tu gak suka lo sering ngumbar kata manis, cewe lebih suka lo bersikap manis. Ini si gue tau dari papa-mama, mereka kalau di belakang gue sama adek beeuh so sweetnya kaya anak ABG baru kenal cinta, bucin sebucin bucinnya. But I like something like that" ucap Raka menasehati temennya. Walau Raka tidak berpengalaman dalam hal percintaan, tapi dia tau gimana berprilaku sebagai cowok semestinya.


"Emang kalau lagi jatuh cinta itu, omongan dari mulut manis banget yah guys" ucap Gio melihat kedua temannya yang dari tadi menasehati dia.


"Baik lah kalau kata lo lo pada cinta itu harus di perjuangin, kayanya gue harus perjuangin cinta gue juga" ucap Gio bersamangat dengan menggengam tangannya dan menggacungkannya keatas


"Siapa yang mau lo perjuangin?" Tanya Raka


Seketika Noval langsung melirik Gio tajam begitu juga dengan Gio yang melirik Noval dengan senyum menggodanya


"BeyoncΓ©" ucapnya cepat dan langsung lari keluar rumah dikejar oleh Noval.


"Balik gak lo bangke"

__ADS_1


**Next**🐝


__ADS_2