KAKI ( Raka dan Yuki)

KAKI ( Raka dan Yuki)
22. Melamarmu


__ADS_3

Siang ini sesuai dengan janji Raka waktu itu, tepatnya beberapa bulan yang lalu bahwa setelah dia lulus dia akan menikahi Yuki yang berstatus sebagai pacarnya.


Dan dengan prosedur semestinya, disinilah Raka beserta keluarganya yang terdiri dari mama, papa, adek, nenek, kakek, om, tante dan juga sepupunya dan tak mau ketinggalan juga kedua sahabatnya yaitu Noval dan Gio, dirumah Yuki. Guna untuk melamar Yuki sebagai calon istri Raka.


"Ka, serius lo mau ngelamar Yuki?" Bisik Gio yang berada disampingnya.


"Menurut lo kalau gue gak serius ngapain gue dan semua keluarga gue disini? Tawuran?" Bisik Raka menjawab pertanyaan gak bermutu dari temannya itu.


Noval yang mendengar percakapan kedua temannya itu mentoyor kepala Gio dari belakang yang membuat pemilik kepala menoleh menatap manyun kepada Noval "kalau gak ada pertanyaan yang bermutu mending diem" bisik Noval dengan sinis dan membuat mereka bertiga ribut kecil ditengah acara sakral seperti sekarang.


Siapa bilang orang yang sudah lulus kuliah dan sudah punya pekerjaan itu dewasa. Nyatanya diantara ketiganya tidak ada yang bisa dibilang dewasa, buktinya sekarang ini mereka tidak bisa bersikap segimana orang dewasa pada umumnya, kalem dan cool.


Sementara Hadi yang melihat keributan dari ketiga pemuda itu menatap mereka satu persatu dengan serius "kalem" ucap Hadi tanpa suara yang membuat ketiga anak itu langsung diem duduk dengan tenang tanpa berani bersuara lagi, terutam si biang ribut Gio. Dia sudah duduk dengan tenang.


Arka sendiri yang melihat ketiga abangnya dimarahi seperti itu menutup mulut nya rapat menahan tawa, jangan sampai tawanya pecah disituasi sakral seperti ini.


Tak butuh waktu lama, keluarga dari Yuki yang tidak terlalu ramai sudah kumpul semua di ruang kelurga yang besar itu. Dan tak butuh berlama-lama juga bagi Hadi sebagai kepala keluarga dan juga papa dari Raka menyampaikan tujuan mereka semua datang kerumah Yuki.


"Terima kasih untuk kelurga besar dari nak Yuki sudah mau menerima baik kelurga kami datang kesini" ucap Hadi santai dengan wibawanya membuka pembicaraan "saya sebagai orang tua anak kami yang bernama Raka" tunjuk Hadi pada yang tepat duduk bersebelahan dengannya "ingin menyampaikan niat baik kami sekeluarga yaitu ingin menjadikan nak Yuki sebagai istri untuk Raka dan menantu untuk kami" lanjutnya.


Semua yang didalam ruangan masih diam tenang menunggu kelanjutan ucapan dari Hadi selaku orang tua Raka.


"Lebih afdholnya lagi saya persilahkan anak saya menyampaikan langsung keinginannya didepan keluarga semua" ucap Hadi kembali mempersilahkan anaknya untuk mengutarakan niat baiknya.


Diluar Raka tampak santai menghadapi orang ramai seperti itu. Tapi aslinya didalam dia sudah merasa ingin pergi ketoilet sangking gugupnya. Walaupun semalaman dia sudah belajar dengan papanya bagaimana caranya agar tidak gugup dan lancar dalam berbicara, tapi tetap saja di hari H nya dia merasa sangat grogi dan grogi seperti ini.


Apa lagi sebelumnya dia belum pernah bertemu bahkan ngobrol dengan mamanya Yuki, baik via telfon ataupun langsung. Jadi kebayangkan gimana gugupnya Raka sekarang ini.


Dengan berusaha keras Raka menghilangkan rasa groginya dengan melafalkan beberapa mantara seperti 'demi masa depan yang cerah bersama bucin' 'harus terlihat cool depan adek, biar gak malu punya Abang seperti gue' ucapnya kuat dalam hati menyemangati diri sendiri.


Raka menarik nafas dalam sebelum memulai kalimatnya, tak lupa senyum merkah yang dapat meluluhkan hati semua orang yang melihatnya. Tapi tidak tau apakah senyum manis itu dapat meluluhkan hati mama dan keluarga Yuki.


Yuki yang melihat ketegangan dari raut wajah pacarnya itu hanya bisa tersenyum geli, masalahnya jarang sekali atau bahkan tidak pernah ia melihat Raka bisa segugup ini.


"Saya Raka Yudhistira," ucapnya berhenti sejenak menarik nafas kembali "disini didepan om dan tante dan keluarga semua, saya ingin meminta izin untuk melamar Yuki sebagai istri dan menantu dikeluarga saya" lanjutnya yang sedikit mulai terlihat santai.


"Gue gak nyangka Raka bisa se-gentle itu Val" bisik Gio kagum dengan keberanian Raka.


Noval hanya melirik malas temannya itu "iya lah, dia kan gak kayak lo. Lo apaan, ngajak adik orang keluar aja sembunyi-sembunyi" sinis Noval yang membuat Gio nyengir merasa malu karena ketahuan kemarin-kemarin membawa Bee adiknya Noval keluar tanpa izin.


"Ya sorry dong bro, sama sahabat sendiri masih kaku aja" bujuk Gio menyenggol lengan Noval yang ditatap sinis oleh Noval dan kembali menoleh pada Raka yang sedang disidang oleh mamanya Yuki.


"Raka ya?" Tanya mamanya Yuki dengan tampang gak bersahabat yang dianggukin oleh Raka antusias.


Santai, sidang depan dosen yang lebih parah aja bisa di lewati. Masa kayak ginian gak bisa. Batin Raka.


"Udah berapa lama pacaran sama Yuki?"


"Alhamdulillah hampir setahun tante" jawab Raka santai dan pasti.


Mama Yuki menyerngitkan keningnya "hampir setahun? Cukup cepet kamu ngelamarnya. Apa yang membuat Kamu yakin dengan anak saya?" Tanyanya lagi.


Yuki yang mendengar pertanyaan dari mamanya cukup terkejut, pasalnya dia tidak tau jika mamanya akan bertanya setajam dan seketus ini pada Raka.


Sementara keluarga lain tampak santai dan biasa saja menikmati sesi pertanyaan ini.


Yuki menyenggol lengan mamanya "mama apa-apaan sih nanyanya kayak gitu" bisiknya pelan sedikit kesal, semalam waktu briefing gak ada pertanyaan-pertanyaan menjatuhkan seperti ini.


Mamanya Yuki menoleh sebentar "Kamu diam aja, ini urusan mama" jawab mamanya Yuki yang terlihat galak.


Baik lah, tak mau meluapkan emosi dan kekesalannya didepan keluarga semua, dan juga Karena sudah pernah janji sama Raka kalau dia harus sedikit lemah lembut dan sopan dengan mamanya, dia urungkan beradu argument dengan mamanya.


"Jadi apa alasan kamu yakin dengan anak saya?" Ulang mamanya Yuki kembali.


Raka tampak membasahi bibirnya sekilas menghilangkan rasa gugupnya agar bisa berfikir dengan baik "setahun emang waktu yang sebentar tante, tapi dalam waktu segitu saya sudah tau bagaimana dan gimananya sifat anak tante buruk dan baiknya, begitu juga Yuki terhadap saya" ucapnya tenang dan penuh keyakinan, "dan saya sakin karena hati saya memilih Yuki tante, saya gak bisa menjelaskan bagaimananya. Tapi yang jelas jika bersamanya membuat saya nyaman menjadi diri saya sendiri" lanjutnya sedikit malu-malu, tampak dari cuping telinganya yang memerah.


Seisi ruangan tersenyum mendengar pernyataan dari Raka, termasuk mama papa dan om tantenya.


"Anak papa gentle banget kan Yang" bisiknya bangga menyikut sang istri yang di jawab dengan anggukan dan senyum merkahnya.

__ADS_1


"Anak mama emang the best" ucap Nana tak mau kalah.


"Abang makan apa dek? Bisa seberani itu?" Tanya Gio kepada Arka yang berdekatan dengannya kali ini Lebih pelan agar tidak kedengaran oleh Noval.


Cukup sekali dia ditoyor kepalanya hari ini, gak pakai tambah.


"Yah makan sama kayak kita Kayo, tapi liat dong bibitnya siapa dulu" jawab Arka songong melirik papanya yang diikuti oleh Gio.


"Hedeeeuh, like father like son" ucap Gio pasrah.


Noval yang mendengar sedikit percakapan dua anak itu jadi ikut tersenyum geli.


Sementara Dea yang berada disebelah Yuki histeris terkagum-kagum mendengar jawaban Raka "gila Ki, itu Kak Raka gentle banget. **** gue mau satu ih" bisiknya ngiri pada Yuki.


"Tu ada satu, Gio. mau lo?" Jawab Yuki santai menunjuk Gio dengan dagunya yang lagi sibuk berbisik-bisik dengan Arka.


Dea berdecak "mending Dean kemana-mana kalau dibanding Gio mah".


"Yaudah makanya syukurin apa yang dipunya"


"Iya-iya, semenjak sama Kak Raka bisa banget lo ngejawab" sinis Dea yang membuat Yuki tertawa.


Mendengar jawaban dari Raka membuat mamanya Yuki tersenyum tipis, antara senyum sinis atau emang pelit senyum.


"Jawaban kamu lumayan" ucapnya santai, "satu pertanyaan lagi, punya apa kamu bisa menghidupi anak saya? Kamu sendiri tau anak saya masih kuliah, butuh biaya yang banyak. Belum lagi Kehidupan dia yang serba berlebih dengan semua kebutuhannya terpenuhi" Lanjutnya kembali.


Mendengar kalimar terakhir mamanya Yuki membuat Raka menatap Yuki sekilas lalu tersenyum. Sebegitu jauhnya hubungan ibu dan anak ini, sampai kebiasaan anaknya sendiri beliau tidak tau. Yuki bukan typical orang yang senang hidup glamor, Yuki bukan orang yang suka menunjukkan kekayaannya. Yuki adalah cewek sederhana yang mampu memikat dan menyita hidup Raka untuk memerhatiinnya.


Raka coba tersenyum kembali, satu pertanyaan ini akan mengakhiri segalanya.


"Saya gak punya apa-apa tante. Saya hidup masih dengan aset dan fasilitas orang tua saya. Saya baru lulus beberapa bulan lalu, dan sekarang saya bekerja hanya sebagai karyawan bawahan biasa diperusahaan swasta yang gajinya lumayan bisa buat menghidupi anak tante" jawabnya santai dan tak lupa dengan senyumnya yang dari tadi masih setia berada dibibirnya.


Ya Raka merupakan karyawan bawahan di perusahan swasta. Tapi siapa sangka perusahaan itu adalah milik papanya yang suatu saat nanti akan diwarisi kepadanya.


Siapa bilang anak boss kalau kerja langsung memiliki kedudukan penting diperusahan miliknya. Mungkin kalau orang lain bakalan seperti itu, tapi karena Raka lahir sebagai anak Hadi, Raka harus merasakan gimana namanya hidup dari nol. Dengan cara Raka memulai pekerjaan pertamanya sebagai karyawan biasa. Begitu juga dengan kedua temannya Yang mengikutinnya diperusahaan Yang sama, tetapi beda Divisi.


"Tapi kalau masalah tempat tinggal, tante gak usah khawatir. Saya punya satu unit apartment kecil yang bisa jadi tempat tinggal kami nantinya".


Mendengar jawaban anaknya yang kali ini membuat hadi menahan tawanya. Siapa bilang apartment itu kecil, itu merupakan apartment yang bertype Triplex apartment, dimana tiap unit apartment memiliki tiga lantai yang teletak di District SCBD.


Apartment ini merupakan salah satu project dari property papanya Raka. Raka membelinya dari uang tabungannya yang dikumpulinya dari hadiah kejuaraan renang yang diikutinya selama ini, dan juga karena dapat potongan setengah harga dari papanya. Sehingga terbelilah , satu unit apartment high class itu.


Awalnya Raka mendapati apartment itu secara cuma-cuma sebagai salah satu hadiah dapi papanya karena Raka bisa lulus kuliah dengan waktu yang sudah ditentukan. Tapi karena Raka dari kecil sudah diajari tidak boleh menerima segalanya dengan cuma-cuma dan juga harga dirinya yang sebagai anak pertama yang terlalu tinggi, dia akhirnya membelinya dengan setengah harga dengan uangnya sendiri.


"Oiya tante, saya ingin membenarkan kalimat tante yang terakhir tadi" ucapnya yang membuat Mamanya Yuki menaikkan alisnya sebelah, "menurut saya selama mengenal anak tante, dia bukan typical cewek yang suka hidup dengan menunjukkan kekayaannya. Lebih tepatnya dia cewek yang sederhana dalam segala kepemilikannya, salah satu hal yang membuat saya tertarik padanya" lanjutnya menyudahi ucapannya.


Ya Allah speechless banget, batin Yuki mendengar penjelasan dari Raka. Dia tidak menyangka pacarnya itu, ralat calon suaminya jika mamanya menerima, lebih tau dirinya ketimbang mamanya sendiri.


Begitu juga dengan yang lainnya yang mengenal Raka tampak tertegun mendengar semua jawaban Raka yang menurut mereka diluar prediksi.


Raka yang memiliki segalanya tidak memamerkan apa yang dimilikinya didepan keluarga Yuki. Bahkan tampak jelas, apa yang diucapkan Raka dari tadi seperti menjelaskan bahwa dia anak dari keluarga yang biasa-biasa saja.


Beneran gue terharu bang, batinnya kembali menahan haru dihatinya.


"Sepertinya kamu lebih tau anak saya ketimbang saya sebagai ibunya" ucap wanita itu, "baik lah Raka tanpa berlama-lama, sesuai dengan jawab yang kamu beri atas pertanyaan saya, saya sekeluarga menerima lamaran kamu" ucapnya tegas.


"Tante sebagai orang tua tunggal Yuki, menerima dan merestui hubungan Kamu" lanjutnya kini melembut, berbeda seperti diawal tadi yang tegas seperti ingin memakan dirinya.


Seisi ruangan semuanya mengucapkan puji syukur kepada tuhan atas diterimanya lamaran Raka hari ini.


"Tapi satu syarat dari tante, apapun masalah kalian didepan nanti, jangan pernah nyerah dan buat ngelepas satu sama lain. Tante gak mau apa yang tante rasakan dan alami bakalan terjadi dengan anak tante satu-satunya" ucapnya menahan haru, tampak jelas dimatanya yang sudah berkaca-kaca menahan tangis.


"Insh Allah tante, saya akan menepati janji saya" jawab Raka pasti membuat mamanya Yuki tersenyum mendengarnya.


Raka mendekati mamanya Yuki dan semua keluarga Yuki duduk bersimpuh dibawah meminta doa restu dan juga ucapan terima kasih sudah mengizinkan anaknya sipinang olehnya.


"Demi apapun jaga Yuki ya nak, jangan pernah tinggalkan dia apapun itu alasannya. Tante titip Yuki, maaf udah buat kamu repot beberapa bulan terakhir ini dan seterusnya" ucap mamanya Yuki pelan yang hanya didengar oleh Raka.


"Insha Allah tante" hanya itu yang bisa Raka jawab, dia tidak ingin mengumbar janji yang tidak dapat ditepatinya, tapi sepenuh hati dia akan berusaha menerapi janji itu.

__ADS_1


Begitu juga dengan Yuki melakukan hal yang sama duduk bersimpuh meminta doa restu dan ucapan terima kasih sudah melahirkan dan mendidik Raka menjadi anak dan calon imam yang diridhoi Allah.


"Papa mama sama adek titip Abang ya Ki" ucap Hadi lembut mengusap pucuk kepala calon menantunya itu, "Kalau ada apa-apa jangan lupa cerita, Kiki taukan sama siapa Kiki bisa cerita?" Tanyanya kembali yang dianggukin oleh Yuki dan juga senyum manisnya.


"Jangan sungkan-sungkan kalau mau cerita. Kalau Abang jahat jewer aja kupingnya" ucap Nana yang membuat semua yang hadir tertawa mendengarnya begitu juga dengan mama Yuki.


Setelah Yuki sudah bersimpuh didepan semua keluarga Raka yang tertua, sekarang giliran Yuki bersimpuh didepan Arka dan juga kedua teman Raka yang sudah menjadi keluarga Yudhistira itu.


"Adek seneng Kaki jadi keluarga beneran sama kita. Ntar kalau udah nikah Kaki tinggal dirumah aja, biar rame. Kasian mama gak ada temennya kalau Abang adek sama papa lagi ngumpul" ucapnya dengan manja yang membuat Yuki mencubit pipi gembul itu sangking gemeshnya.


"Iya, adek tenang aja, ntar Kaki buat tim sama mama buat ngelawan kalian" ucapnya dengan tertawa lalu menggeser duduknya mendekat kearah Gio dan Noval.


"Kalau lo udah jadi istri Raka, please Ki ini gue minta dengan sangat, lo jangan bermusuhan lagi dengan gue, cape gue tau gak. Lama-lama harga diri gue sebagai most wanted dikampus dulu hilang gara-gara lo" curhat Gio panjang lebar yang membuat Yuki menatapnya dengan sinis.


"Muka lo ngeselin Gi, bawaannya pengen ngehujat mulu" jawab Yuki santai membuat Raka ingin tertawa lepas mendengarnya dan juga melihat tampang Gio yang sudah bersungut-sungut seperti itu.


Terakhir Yuki mendekat ke Noval dan tak lupa dengan senyumnya "baik-baik ya, jadi istri yang nurut apa kata suami ntar" pesan Noval mengacak rambut Yuki.


"Siap Kak, terima kasih sudah mendukung gue selama ini" balas Yuki.


"Kapan sih Ki lo bersikap manis kayak gitu sama gue" iri Gio melihat keakraban Yuki dengan Noval.


"Dalam mimpi" balas Yuki sinis membuat Arka yang tepat disebelah Gio terkikik geli mendengarnya.


Setelah acara sungkem-sungkeman, semua yang hadir dipersilahkan menyantapi makanan yang sudah disediakan oleh pimilik rumah.


Tinggallah sekarang diruang besar tersebut mama papà Raka dan juga mamanya Yuki yang tampak sedang bercengkrama santai.


"Selamat ya Ki, bentar lagi lo bakalan jadi istri orang. Gue yang udah lama pacaran aja belum di ajak nikah. Lah elu, ngiri gue sumpah. Tapi it's okay, gue seneng kok liat lo bahagia gini" ucap Dea memeluk sahabatnya itu yang bentar lagi akan menjadi istri orang.


"Hehe makasih Dee, semua ini juga berkat lo yang selalu support gue sampai saat ini. Gue doain semogah lo cepet nyusul, gue yakin Kak Dean bakalan ngelamar lo secepatnya" balas Yuki menenangkan sahabatnya itu.


"Aamiin" balas Dea yang tampak semangat.


Sementara tempt Raka dan kedua temannya itu yang sekarang duduk di pojok ruangan di kursi panjang yang berbahan kayu jati sedang membahas hubungan mamanya Yuki dengan papanya Raka.


"Gue denger sendiri Ka, kalau ayah bunda itu udah kenal sebelumnya dengan mamanya Yuki. Karena dulunya salah satu hotel keluarga Yuki yang design itu anggotanya dari kantor ayah" jelas Gio.


Kedua sahabatnya itu tampak terkejut mendengar kebenaran itu, pasalnya mereka bertiga tidak menyangka seperti itu.


"Pantes ayah santai aja ngelihat lo di sidang kayak tadi" ucap Gio.


"Bukan masalah itu, ayah terihat santai ya karena dia percaya sama Rakalah" ucap Noval membenarkan praduga Gio yang salah, yang di jawab anggukan dari Raka.


"Salah mulu" ucap Gio cemberut yang tak dipeduliin oleh kedua temannya.


"Gue kesana bentar" pamit Raka menunjuk kearah Yuki yang bediri tak jauh dari mereka.


"Hai" sapa Raka dengan senyum manisnya.


Yuki hanya membalas sapaan Raka dengan senyumnya, ia masih terlihat salting karena kelakuan Raka didepan mamanya tadi.


"Gimana, keren gak tadi?" Tanyanya menggoda gadis didepannya ini.


"Hm boleh lah buat di banggakan didepan keluarga" jawab Yuki santai.


Raka tertawa dan mengusap lembut kepala calon istrinya ini.


"Makasih ya bang, udah seberani itu didepan keluarga aku" ucap Yuki bangga.


"Gak apa-apa, walau di awal tadi sedikit gugup. Tapi Alhamdulillah lancar. Makasih juga udah nerima lamaran aku" jawabnya lembut.


"Pengen peluk tapi rame" lirih Yuki cemberut.


Raka tertawa "Ganjen yah pacar aku sekarang" Ucapnya ditengah tawanya mencubit hidung bangir Yuki, "sabar ya, ntar kalau udah sah lebih dari peluk juga dapet" goda Raka yang membuat tangan Yuki langsung melayang di perut Raka, tak lupa dengan pipinya yang sudah memerah.


"Mesum ih"


**Next**🐝

__ADS_1


__ADS_2