
Siang ini Raka dan kedua sahabatnya, Gio dan Noval ngumpul di sudut kantin kampus dengan laptop yang berada didepan mereka masing-masing.
Terlihat diantara mereka masing-masing sedang fokus dengan apa yang dikerjakan. Raka yang sedang mengetik di laptop nya, Noval yang membaca ulang skripsinya, dan Gio yang mengerutkan kening membaja tulisan Dopingnya.
"Ya Allah ni dosen nulis apa sih" rutuk Gio prustasi melempar print outnya keatas meja dan menumpuhkan kepalanya diatas tangan yang sudah terlipat meja dengan merengek-rengek tidak jelas.
Raka melirik Noval bingung meminta jawaban dengan kelakuan temannya itu, Noval tidak mau ambil pusing hanya menjawab dengan gidikan bahu, tidak tau.
"Kenapa Gi?" Tanya Raka akhirnya penasaran dengan tatapan prihatin
"Ini Doping gak tau dah nulis apaan, gue rasa dulu cita-cita doi jadi dokter tapi gak kesampean deh" jawab Gio mendongakkan kepalanya dengan bibir menekuk kebawah
"Haha yakali ah jadi dokter" timpal Raka menertawakan pemikiran temannya itu. Bukannya dimana-mana emang tulisan dosen itu sebelas dua belas dengan dokter. Dengar-dengar alasan seperti itu, biar dosennya di cariin mulu sama mahasiswa atau mahasiswinya, berasa penting banget gak si.
"Emang seneng ya Ka ngetawain temen" sinis Gio melirik Raka sekilas
Noval menoleh sekilas ke Gio "Yah tinggal seneng doang apa susahnya sih" jawab Noval santai dengan tampang datarnya membuat Gio makin kesel mendengarnya
"Kenapa sih Val lo gak pernah bela gue?" Amuk Gio, Noval hanya memandang Gio malas "Lo tu emang gak pernah yah sayang sama gue" tunjuknya kepada Noval, yang membuat Noval menaikkan bibirnya sebelah "Lo tau gak, yang lo lakuin itu jahat !" Lanjutnya drama menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Raka dan Noval yang melihat dan mendengar apa yang dilakukan Gio kompak mengeluarkan lidahnya ingin muntah.
"Jijik ****" ucap Noval, melempar Gio dengan printout yang ditangannya.
"Salah teroooooos" ucap Gio memanyunkan bibirnya sok imut, tapi yah emang imut sih.
"Semangat Gi ! katanya mau lulus bareng tahun ini. Gimana sih" timpal Raka menyemangati temen seperjuangannya itu.
"Semangat Gue udah habis Ka, gue butuh moodboster" ucap Gio lemah, tanpa semangat sedikitpun melihat laporannya tersebut, dia benar-benar butuh seseorang untuk menyemangatinya dan itu bukan Raka atau Noval. Kembali menempelkan sebelah pipinya diatas meja Yang beralaskan dengan printout yang di lempar Noval tadi.
"Ni orang disemangati juga percuma Ka" tunjuk Noval di kening Gio, "Semangatnya bentaran doang, udah itu lupa lagi. Kayak lo gak tau aja" lanjutnya mengingatkan kembali dengan kelakuan aneh temannya itu.
"Kalau Bee yang semangati gue gak gitu kok" balasnya sok memelas, agar temannya satu itu mengasihanya.
Noval yang mendengar langsung menarik printout yang digunakan Gio tadi dengan keras, membuat Gio meringis sakit kebentur meja "tidur lo kelamaan, bangun gih" jawabnya pedas.
Raka yang melihat itu menepuk-nepuk kuat bahu Gio "Perlu gue ambilin air biar bangun?" Sambungnya
"Emang bangke lo semua" protesnya tak terima
Tak menghiraukan ucapan Gio, Raka dan Noval kembali menyibukkan diri ke laptop mereka masing-masing, meninggalkan Gio yang merengek-rengek tidak jelas.
Dreet drettt
"Assalammualaikum, dengan Raka anak terganteng di Yudhistira's, ada yang bisa dibantu?"
"..."
"Oh baik lah kalau begitu, bentar lagi saya akan kabulkan permintaan Saudari"
"..."
"Iyah ma iyah, becanda ih. Sayang mama juga. Waalaikumsalam" ucap Raka memutuskan sambungan telfon dari Mamanya.
Gio yang dari tadi sudah gatal ingin bertanya, langsung bertanya setelah Raka memutuskan sambungan telfon tersebut "Kenapa?" Tanyanya menompang dagu dengan kedua tangannya
"Jemput adek, mama gak bisa jemput" jawabnya membereskan buku-buku dan laporan yang berserakan di meja tersebut
"Gue ikut dong" sahut Gio antusias, juga ikut membereskan barang-barangnya
"Val, ikut?" Tanya Raka
"Ikut jugalah, mumet otak gue liat skripsi mulu" balas Noval tak bersemangat
"Yuklah" ajak Raka kepada teman-temannya
ππππ
"Lah lu bawa mobil?" Tanya Gio pada Raka. Mereka kini sudah berada di area parkir kampusnya yang penuh dengan berbagai macam merek kendaraan dari sepeda, sepeda motor dan juga mobil.
Raka menganggukkan kepalanya menjawab "Motor lo berdua tinggal aja, kita naik mobil. Repot lah misah gitu" Ucapnya.
"Gimana Val?" Tanya Gio meminta pendapat
"Ok deh" jawab Noval singkat
"Tapi Cek dulu, udah di kunci bener gak. Gue tunggu di mobil" sarannya pada kedua pemuda tersebut, dijawab dengan anggukan.
Gio dan Noval berjalan menuju area parkir motor untuk mengambil motor mereka sementara Raka menunggu kedua temannya itu di parkiran mobil Yang tidak jauh dari parkiran motor.
"Loh Ki mau balik?" Tanya Noval ramah kepada adik tingkatnya.
"Iyah ni, udah gak ada kelas lagi Kak" jawab Yuki tak kalah ramah serta senyum manisnya.
"Cepet amat baliknya, bencong aja masih tidur" celetuk Gio santai
Yuki melirik Gio sinis "TERUS LO MAU BANDING-BANDINGIN GUE SAMA BENCONG?" Tanyanya kesal, jelas dia gak terima dengan ucapan Gio. Yang membuat Gio shock reflek mundur mendadak. Gio kaget guys.
Gak tau deh Gio pernah punya salah apa sama Yuki sampai Yuki begitu kesal kalau ketemu Gio, tak pernah akur.
"Gak gitu juga kali, elaaaah ngegas mulu" jawab Gio tak mau kalah. Noval yang melihat keributan itu menutup mulutnya rapat, tak mau ikut campur, cukup jadi mendengar dan penikmat dengan pertengkaran kecil itu
__ADS_1
"Yah lo nya ngeselin ****" jawab Yuki tak santai menaikkan dagunya menantang
"Bodo, yang penting gue ngangenin week" balas Gio memeletkan lidahnya tak mau kalah
Pengen jadi motor aja deh, batin Noval yang masih setia menjadi penikmat dari keributan itu.
"Yeeeu najis" jawab Yuki pura-pura ingin muntah
Gio yang melihat itu menggelus dadanya, ngadepin cewek yang modelan Yuki begitu "Lo ikut kita gak? Sama Raka juga" Tanya Gio sedikit mulai santai
"Kemana?!" Tanya Yuki masih sinis
"Jemput adik ipar" jawab Gio kesal, udah di lembutin masih aja ngegas.
"Ha? Siapa? Lo punya pacar?" Tanya Yuki kaget tak percaya.
Noval menarik nafasnya dalam lalu menghembusnya kuat, lelah hati liat Yuki dan Gio yang gak pernah akur "Arka Ki, adiknya Raka" jelas Noval akhirnya berusaha lembut
"Oh Arka, kirain tu orang punya pacar" liriknya pada Gio "gak deh kak. Gue segan, lo lo aja deh" lanjutnya kembali kepada Noval
"Lah ngapa? Sekalian cari makan ntar. Udah ikut aja deh, hitung-hitung sekalian kencan" ucap Gio sedikit memaksa, Noval menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Gio
Yuki masih memikirkan mau ikut atau tidak, Noval lebih dulu berucap "Udah ikut aja yuk, motornya ditinggal aja, ntar sore kita jemput. Raka bawa mobil tu disana" tunjuk Gio kearah parkiran mobil Yang bersebelahan dengan parkiran motor dimana mobil Raka terparkir dengan aman.
"Tapi bener ni gak apa-apa gue ikut?" Tanyanya ragu-ragu sedikit tidak enak
"Gak apa-apa, lama ah keburu si adek di culik om-om ntar" jawab Gio asal dan langsung dapat toyoran dikepalanya dari Noval membuat Yuki senyum mengejek pada Gio
"Ucapan itu doa ****, sama aja lo doain si adek di culik"
"Bercanda elaaah, lo mah semua di seriusin. Pacar tu di seriusin, bukan gue" balas Gio dengan tampang tanpa dosanya
"Ini jadi gak sih? Berantem mulu" omel Yuki tak tau diri, padahal dari tadi yang berantem siapa? Monyet?
Gio ingin menjawab kembali ucapan Yuki tadi, tapi belum sempat dia menjawab tangannya langsung di tarik oleh Noval menuju motornya.
Setelahnya mereka bertiga berjalan bersamaan menuju parkiran mobil dimana mobil Raka terparkir, dengan Raka berdiri santai diluar mobil yang sedang memainkan ponsel ditangannya
"Ka? Gue nemu cewek lo ni diparkiran " ucap Gio, membuat Raka mengalihkan pandangannya kearah cewek yang ada disamping Noval.
Noval yang berada dibelakang Gio langsung mentoyor kepala Gio dari belakang "nemu gigi lo"
"Salah mulu gue ya Allah" rengek Gio memajukan bibir bawahnya "Gue ngambek!" Lanjutnya langsung masuk kedalam mobil tepatnya di kursi penumpang yang dibelakang.
Raka dan Yuki cukup liat-liatan lalu sama-sama menggelengkan kepala.
"Gue gak kenal" ucap Noval kepada dua orang yang juga melihat kelakuan Gio tadi. Lalu menyusuli Gio masuk ke mobil.
Raka meraih tangan Yuki menyadarkan cewek tersebut dari apa yang di lihat tadi "Beneran mau ikut?" Tanyanya memiringkan kepalanya lalu menautkan jari-jarinya pada jari tangan Yuki.
Perlu di catat, sifat jutek Yuki di hadapan Raka itu hanya bentuk peralihan agar Yuki tidak terlalu kelihatan grogi atau salting.
Tapi kalau jutek terhadap Gio itu adalah bentuk kekesalan dia, dengan sifat buaya cowok itu.
Raka galeng-geleng liat pacarnya itu yang selalu ngegas gak bisa kalem. Tapi disitu lah kenapa Raka tertarik dengan ceweknya itu, selalu membangun adrenalin Raka yang di buat kesal bersamaan dengan kegemesan Raka terhadap cewek bertubuh kecil dengan pipinya cukup tembem itu.
"Untung sayang" sahut Raka pelan mengelus pucuk kepala Yuki, pipi Yuki bersumuh memerah mendengar ucapan Raka tadi. Masalahnya ini pertama kalinya Raka mengatakan kalimat tersebut, Walau tidak secara langsung, tapi cukup membuat jantung Yuki deg-deg ser.
Raka menarik tangan Yuki menuju pintu mobil di kursi penumpang yang ada didepan, lalu membukakan pintu tersebut dan mendorong tubuh Yuki kedalam, dengan tangan Raka memegang bagian atas pintu agar kepala Yuki tidak kepentok lagi mengusap pelan pucuk kepala Yuki.
Hal kecil tapi cukup membuat Yuki blushing kembali.
Gio dan Noval yang menyaksikan adegan tersebut saling pandang, mereka seperti lagi melihat adegan romantis yang ada di drama Korea yang sering mereka tonton bersama Bee secara live.
"Kalau Bee lihat pasti langsung teriak heboh" bisik Gio pada Noval, seketika lupa dengan ucapannya sebelumnya 'ngambek'. Dan diangguki oleh Noval membenarkan
"Aaaa aku mau jugaaa" teriaknya mengikuti gaya bicara Bee.
ππππ
Sepanjang perjalanan dari kampus menuju sekolahan Arka, sampai sekarang sudah berada di mall. Yuki cuma mampu diam tak banyak bicara. Dia masih malu mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
Bisa-bisanya dia lupa sedang berada dimana, dan menikmati perlakuan Raka yang manis padanya. Membuat Yuki sangat ingin mencekek leher Gio yang dari tadi selalu mengungkit-ungkit kejadian itu, seperti saat ini mereka lagi makan di McDonald
"Ki, gimana? Ambyar gak liat perlakuan manis Raka?" Godanya melirik Yuki menaik turunkan alisnya.
Yuki ingin mengumpat tapi inget ada Raka yang selalu melarangnya bicara kasar dan ada Arka yang masih dibawah umur dan lagi dia belum sepenuhnya dekat dengan Arka
Yuki mempelototi Gio, meletakkan tangannya didepan leher lalu menariknya seperti ingin memotong. Raka yang melihat itu senyum samar.
Bukannya takut, Gio malah ngakak melihatnya. Dia dari tadi sudah menahan tawanya, mengingat Yuki yang tidak melawan godaannya seperti biasa, Gio tau Yuki mau cari muka didepan Arka,
Licik sekali yah Yuki.
"Ka? Gio tu, ketawain gue" rengek Yuki sok imut dengan memegang lengan Raka yang duduk disebelahnya. Membuat Gio mencibir melihatnya
"Biarin aja, anggap aja orang gila" jawab Raka menenangkan Yuki dengan merapikan anak rambut yang menutupi mata
Yuki yang merasa di bela memeletkanΒ lidahnya mengejeki Gio dengan wajah sombongnya
Arka yang melihat itu menatap miris pada Gio "Cari pacar gih Kayo" ucapnya santai, meminum McFlurry nya
__ADS_1
"Lah kok Kayo?" Tanyanya dengan makanan yang berada dimulutnya
"Yah masa Masval?" Liriknya pada Noval "Masval kan punya pacar. Kayokan nggak" ucapnya tenang kepada Noval, menaikkan sebelah alisnya
"Amnesia dia dek" sahut Noval sibuk dengan ponselnya
Gio berdecak Mendengar sahutan Noval "ck ah gak usah ikut-ikutan lo" ucap Gio menyikut temannya itu "tu emang si abang punya pacar?" Pancing Gio menantang Arka
"Lah liat aja sendiri, bawa gandengan" tunjuknya dengan dagu pada Yuki. Membuat duo sejoli itu senyum prihatin pada Gio, yang kalah telak dari Arka yang anak SMP
Mendengar ucapan Arka membuat Noval mengetawai temennya satu itu "Udah deh Gi, lo ikutin aja itu sarannya si adek. Cari pacar gih, biar gak ngenes mulu"
"Gue udah cari Val, tinggal abangnya aja belum nyetujuin gue" jawabnya tenang, Noval yang tau maksud ucapan Gio menatapnya tajam, Dan dibalas cengiran disertai jari membentuk huruf V oleh Gio
"Adek kalau jadi Masval juga gak bakal mau adik kesayangannya sama Kayo" balasnya sinis. Membuat Gio memajukan bibirnya, sementara Raka, Yuki dan Noval yang mendengar menahan tawanya.
"Kok gitu sih dek, gak temen ni kita. Gak jadi lah SnapBacknya" ucapnya pura-pura ngambek
Mendengar ancaman dari Gio membuat Arka berubah pikiran "eh nggak nggak, becanda kok Kayo, ih jangan gitu atuhlaaah" ucapnya mengedip-ngedipkan matanya "adek selalu di tim Kayo kok, selalu dukung Kayo deket sama KaBee hehe" rayunya membujuk Gio agar tidak membatalkan janjinya.
"Padahal tadi Masval mau ngajak adek liat-liat skateboard, kali aja ada yang cocok" balas Noval pura-pura sedih, memakan burgernya
"Aaa kok jadi gini sih" rengek Arka menggigit sedotan minumannya, bisa hilang kesempatan dia memiliki barang-barang yang didapati dengan percuma.
"Kayo" rengeknya pada Gio dan dijawab gelengan sibuk dengan makanannya
Arka memajukan bibir bawahnya dan kembali merengek pada Noval "Masval" ucapnya memain mainkan matanya, Dan dijawab kembali dengan gelengan oleh Noval
Arka langsung memandang abangnya yang duduk didepannya dengan pandangan berbinar "abang?" Panggil Arka dengan manja
"Abang gak pernah janjiin apa-apa yah dek" jawab Raka lirik Arka sekilas, lalu memainkan kembali ponselnya, mengerti tujuan adeknya itu.
Arka yang mendengar mendengus sedih, memajukan bibir bawahnya
"Heran ini si adek niru siapa sih? Perasaan Raka kalau pengen sesuatu pasti usaha dulu" celetuk Gio mengusap kepala Arka gemesh yang kebetulan berada disisi kirinya sementara dikanan ada Noval
"Lo gak liat itu si adek ngapain? Ngerayu lo sama Noval, yah dia lagi usaha pinter" geram Raka, gitu aja gak tau. Katanya Raja nyepik, main halus gitu aja masa gak paham.
"kebanyakan makan manakan bergizi gini ni" timpal Noval mentoyor kepala Gio.
Arka yang diomingin cuma memain-mainkan bibirnya, usahanya sia-sia. Kesempatannya untuk mendapati dua barang tersebut lenyap gitu aja.
Sebel, batin Arka
"Adek mau apa?" Tanya Yuki yang melihat kelakuan lucu Arka.
"Gak kok, gak mau apa-apa Kaki" jawab Arka memaksakan senyumnya. Padahal aslinya dia ingin memberi tau keinginannya, tapi dia cukup gengsi depan pacar abangnya itu.
"Bener gak mau apa-apa? Ntar Kaki cariin deh" bujuk Yuki dengan senyum cerianya. Membuat Raka dan kedua temannya hanya menyaksikan saja
"Hehe, gak kok tadi cuma becanda aja" balas Arka dengan senyumnya
"Rezeky jangan di tolak dek" timpal Gio mendengar jawaban Arka
Arka melirik Gio kesel "Apa sih? Orang gak temen juga. Jangan bicara sama adek!" Jawabnya jutek buang muka
"Dih ngambek" goda Gio mencolek dagu Arka Yang langsung ditepis oleh pemiliknya
"Udah tau ngambek, masih juga di goda" sahut Yuki melempar Gio dengan kentang goreng yang ada ditangannya
"Eh" tegur Raka "Itu makanan, gak boleh dibuang-buang." Yuki langsung memasang wajah cemberutnya dengan bibir yang menekuk kebawah
"Mamam tu" ejek Gio melihat Yuki ngambek
"Apa sih? Jangan bicara sama gue! Sebel!" ucap Yuki tajam, meniru kalimat Arka. Membuat Arka mengigit bibirnya menahan tawa.
"Tanggung jawab lo Gi, dua orang lo buat ngambek" ucap Noval menyudahi makannya
"Lah kok gue?" balas Gio tak terima, Yang langsung dapat plototan dari Yuki dan Arka
Gio menarik nafas "Iya-iya Gue. Ntar gue beliin cokelat deh" bujuk Gio gak ikhlas
"Gak mau" jawab Yuki dan Arka kompak
"Lah kompakan, kenapa?"
"Gak suka" jawab mereka bersamaan kembali
Raka, Gio dan Noval yang mendengarnya cukup melongo seperti kambing ompong
"Adek gak suka cokelat?" Tanya Yuki antusias yang dijawab gelengan oleh Arka "ih samaan" teriaknya heboh "Kenapa?" Lanjutnya kembali
"Pahit, enek Kaki" jawab Arka seperti ingin muntah membayangkan cokelat.
"Ih samaan, ya Allah bisa samaan gitu yah" balas Yuki heboh, membuat Arka ketawa melihat kelakuan pacar abangnya. "Yeeaaay ada temennya" teriak Yuki heboh, menggoyang-goyangkan tangannya
"Biasa aja kali" sambung Gio tidak seneng.
"Ka? Temen lo iket gih, ngerusuh mulu" balas Yuki kesal dengan kelakuan Gio
Raka menghentikan mainnya di ponsel, lalu menatap Yuki lekat "lo aja sini diiket" ucap Raka menarik tangan Yuki, lalu digenggam "dah diem, biar aman" lanjutnya kembali memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Ciyeeee" goda Gio dan Arka kompak.
**Next**π