
Sesuai dengan perintah Raka, selama tangannya digips, Yuki ditugaskan untuk mengantar dan menjemput Raka ke kampus. Bahkan sesekali Raka meminta Yuki mengantar kemana dia mau di luar kampus.
Tentu itu membuat hati Yuki kesel bukan main dibuatnya, apa lagi Yuki bukan typical cewek yang tidak memiliki kesibukan. Yuki adalah seorang mahasiswi, yang mempunyai pekerjaan sampingan yaitu sebagai pelayan part time di salah satu cafe. Yuki membagi waktu dari pagi sampai siang untuk ke kampus, sementara sore sampai malam jam 10.00 di habiskan untuk bekerja di cafe.
Bukan tidak ada alasan seoarang Yuki yang terlahir dari keluarga kaya tapi mau bekerja, dia hanya ingin mencari kesibukan dan agar tidak merasakan kesepian yang berlarut dirumahnya.
Yukiki
Gue udah di depan ! 3 menit loh gak turun, gue tinggal !!
Yah begitulah isi pesan yang di kirim Yuki ke pada Raka setiap harinya selama seminggu ini.
Raka yang membaca isi dan nama pengirim hanya cuek-cuek saja, bukannya mempercepat kegiatannya, dia malah meperlambat kegiatan makannya.
Dia udah hafal dengan ancaman yang di lakukan Yuki, dan itu semua hanya omongan saja. Contohnya seperti kemarin Raka telat 15 menit, Yuki tetap setia menunggu. Walau tidak semulus kedengarannya, Yuki memarahi Raka satu harian full dan jangan lupa dengan wajah Yuki yang tidak bersahabat tersebut.
Bukannya Raka takut dengan omelan dan omongan kasar yang di ucapkan Yuki, Raka malah gemesh sendiri, menurutnya Yuki memiliki sifat yang berbeda. Diluar keliatan sangar, tetapi didalamnya terdapat malikat yang tersebunyi.
Yah itu, walaupun dia ngomel, tapi dia tidak pernah menghindar dari tugas tanggung jawabnya.
"Abang? Makannya buruan, itu temennya udah nungguin gitu dari tadi di depan, bukannya buruan malah senyam-senyum" ucap Nana menyadarkan lamunan anak lelakinya itu
"Hehe, biarin aja Ma. Lagian ini hari terakhir juga dia jemput abang, gak apa-apa dikerjain dikit" jawab Raka masih dengan santai memasukkan Nasi goreng kedalam mulutnya
"Yaudah terserah abang aja, pusing mama liat abang, kalau suka bilang. Jangan dikerjin mulu anaknya" sahut Nana asal membuat Raka kesedak dengan makanan yang ada di mulutnya.
"Duh makannya pelan-pelan dong bang, ih gimana si. Udah gede juga" omel Nana sibuk mengelus punggung anaknya
"Lagian mama ngomong suka ngasal deh, sejak kapan abang suka dia" sewot Raka
"Yah mana mama tau. Udah buruan sana, papa sama adek udah berangkat sejam yang lalu. Abang masih juga dirumah" usir Nana "ini juga bekalnya jangan lupa kasih, kasian tiap kamu ajak sarapan bareng gak pernah mau" Nana memberi kotak nasi berwarna hijau tersebut kepada anaknya
"Iyah iyah ini juga mau pergi ma. Jahat banget anaknya di usir gitu" sinis Raka tapi masih memeluk mamanya untuk pamitan.
"Assalammualaikum ma" ucap Raka mencium kedua pipi mamanya.
****
"Lama banget kampret, gue bilang 3 menitkan? Lo tau waktu gak?" Semprot Yuki setelah melihat keberadaan Raka yang mendekatinya
"Hmmm pagi-pagi mulutnya manis banget si, kaya madu yang di jual online" goda Raka, tidak mengubris omelan Yuki. Raka tau betul, apa yang terjadi kalau dia meladenin kekesalan Yuki. Yuki bakalan lebih kesal lagi.
"Tumben bawa motor lagi?" Tanya Raka yang sudah siap digoncengannya plus dengan helmnya
"Lo lupa semalam bilang apa?" Sewot Yuki "gue besok ada bimbingan pagi, jadi lo pakai motor aja biar gak telat" sambungnya dengan menirukan ucapan Raka kemarin dengan nada yang mengejek.
"Yah kirain biar bisa dipeluk untuk terakhir kali" jawab Raka asal dan mendapat tatapan horror dari Yuki
"Lo kira, Lo semenarik itu" ketus Yuki menjalankan motornya meninggalkan halaman rumah Raka.
****
Sesampainya Raka dan Yuki dikampus dengan keadaan selamat, walau sepanjang perjalanan Yuki tidak henti-hentinya melontarkan kata-kata kasarnya kepada Raka.
Sementara Raka yang menerima omelan menganggap angin lalu saja, karena ini bukan pertama kalinya baginya mendengar Yuki marah selama mereka kenal.
__ADS_1
Bahkan bisa dibilang setiap hari Yuki menghabiskan waktunya untuk memarahi Raka. Dari Hal yang emang kesalahan Raka, sampai yang bukan kesalahan Raka.
Intinya dimanapun ada Raka pasti Yuki akan mengeluarkan makiannya.
"Lama banget Ka? Kita udah nungguin ni dari tadi" ucap Gio pada Raka yang sudah turun dari motor milik Yuki
Tiba-tiba Noval mensikut perut Gio tanpa bersalah "lama gigi Lo. Lo aja baru dateng bangke" sewot Noval
"Ih bang Noval mulutnya kasar yah" goda Gio mencolek dagu Noval genit
Sementara Raka dan Yuki yang melihat keributan yang di buat oleh dua anak laki-laki itu menatap dengan tatapan tak dapat di artikan, flat gitu aja. Mereka sudah malas melihat pemandangan seperti itu.
Raka dan Yuki kompak geleng-geleng kepala
"Berisik banget sih lo " semprot Yuki kepada Gio yang masih sibuk menggoda Noval
"Udah cuekin aja" jawab Raka yang sibuk dengan ponsel yang berada ditangannya "Yuk kantin" sambung Raka menarik tangan Yuki
"Woi pegang-pegang, kesempatan banget sih bro" tepis Gio memukul tangan Raka yang menarik tangan Yuki
"Val? Temen lo ni" adu Raka pada Noval Yang tidak mengerti apa-apa
"Ogah, sejak kapan dia jadi temen gue" jawab Noval, membuat Gio memegang dadanya drama sakit hati mendengar ucapan Noval
"Sedih hati ini dengernya" drama Gio
Yuki masih diam di tempat mendengar keributan yang di buat oleh 3 lelaki dewasa. Yuki sendiri gak habis pikir masih ada juga orang dewasa yang bercanda seperti anak SMA seperti sekarang ini
"Ngapain lo ngajak gue kekantin? Lo lupa mau jumpa pembimbing?" Tanya Yuki dengan tatapan membunuhnya? Setelah melihat drama yang luar biasa tadi
"Gak jadi" cengir Raka dengan tampang tidak bersalahnya.
"Iyah, Pak Reza lagi ada urusan" jawab Noval
"Nah tu di jawab Noval" sambung Raka.
Gak heran kenapa Noval tau, kebetulan Noval dan Raka mempunyai Doping yang sama.
"kenapa lo gak bilang dari tadi bambaaaang???" Kesel Yuki menghentak-hentakkan kakinya.
Tau gitu gak perlu dia berangkat buru-buru dari rumah, udah gitu pakai acara nungguin si kambing yang kelamaan, sekarang malah gak jadi bimbingan.
Aturan bisa tidur sampai siang, malah sia-sia.
"Yah kan lo baru nanya " Jawab Raka santai yang tak mendapat respon apa-apa dari Yuki selain tatapan membunuhnya.
"Udah udah, marah-marah mulu kan aku gak syukaaaa" semproot Gio melihat pertengkaran antara Raka dan Yuki.
Pemandangan yang sudah biasa selama seminggu ini
"Ni bekal dari mama, dimakan gih, pasti lo belum sarapan kan?" Mengalihkan pertengkaran mulut tersebut
"Untuk kita mana Ka? Bunda pilih kasih ni" rengek Gio
"Mama gue udah bosen kasih makan lo mulu, udah enek katanya" celetuk Raka
__ADS_1
Tentu saja itu bohongan, mana mungkin mamanya mengatakan hal seperti. Mamanya merupakan wanita yang terlalu sayang sama anak orang. Apapun yang diberikan Mamanya kepada dia, pasti sahabatnya juga dapat.
Selalu seperti itu, Mamanya juga menganggap kedua sahabatnya ini seperti anaknya sendiri. Makanya Noval dan Gio di ajari memanggil Mamanya dengan panggilan Bunda, selain Raka yang tidak mau berbagi sebutan mama buat temennya yang tidak tau diri, apa lagi Gio yang urat malunya sudah tidak ada.
"Mamam tu" timpal Noval senang mendengar ucapan Raka
Bagi Raka dan Noval, membuat Gio kesal merupakan kesenangan tersendiri untuk mereka. Tapi emang dasar anaknya aja yang batu, gak pernah jerah.
"Gue gak enak ah, dapat bekal mulu dari nyokap lo" ucap Yuki menerima kotak hijau tersebut
"Kenapa mesti gak enak? Bunda tu emang gitu, suka kirim-kirim makanan. Dulu kita juga sering dapat kiriman makanan" saut Noval mendekati Yuki
"Yah kan kalau kak Noval udah lama kenal, lah aku kan baru. Lagian aku juga gak akrab gitu sama ni orang" tunjuk Yuki ke arah Raka. Sementara Raka cuma bisa mengerutkan keningnya mencerna kata-kata Yuki barusan.
"Yaudah kalau gak mau mending untuk gue aja Ki, udah lama juga gak makan masakan bunda" tawar Gio mencoba merebut kotak tersebut dari tangan Yuki.
"Enak aja" tepis Noval mencoba menjauhkan Gio dari Yuki "bunda kasih itu bukan buat lo" Tunjuk Noval
"Tuh dengerin apa kata Noval" jawab Raka pada Yuki
"Lo ngapain masih disini?" Tanya Noval melihat Gio yang susah duduk santai di kantin
"Mau makanlah, menurut lo ngapain orang kekantin? Berenang?" Balasnya
"Bukannya semalam lo bilang siang ini mau ketemu dengan Doping lo Gi?" Tanya Raka
"Hehe, udah gue cancel" jawabnya dengan polos
"Cancel-cancel mulu, kita sibuk ngejar Doping, lo sibuk ngecancel. Kapan bisa lulusnya si Gi?" Omel Raka. Dia suka geram dengan temannya satu ini, hidupnya terlalu santai.
"Gue sama Raka udah BAB 4 Gi, lama lo kita tinggal" sambung Noval
"Elah, lo berdua santai aja di goncengan. Gue jamin, kita bakalan lulus semetester ini" Jawab Gio santai menarik sendok yang ada ditangan Yuki dan memasukkan kedalam mulutnya.
"Yah intinya lo kerjain tu skripsi. Awas aja ntar kalau nambah semester sampai delapandan seterusnya, gue tendang lo ke sungai Amazon tempat teman-teman lo" ancam Raka, membuat Yuki sedikit tersenyum mendengar ancaman Raka tadi.
Raka merebut kembali sendok yang ada ditangan Gio dan menyendokkan nasi goreng tersebut kemulutnya.
"*****, Lo berdua apa-apaan si" Tanya Yuki sengit melihat dua orang yang mengambil sarapannya. pertama Gio sekarang Raka batinnya
"Mulutnya" ucap Raka memperingati. Seminggu ini dia selalu memperingati Yuki untuk menjaga omongannya, setidaknya kalau di depan dia.
"Sorry" Jawab Yuki malas
"Minta di cium tu kayanya Ka" kompor Gio,
Yuki langsung berdiri dan mendaratkan tonjokannya yang lumayan kuat di bahu Gio membuat Gio sedikit meringis memegang bahunya
"Mamam tu" kompak Raka dan Noval
"Ka? Gue cabut duluan ya, udah janji sama Pak Bram buat nolongin adik tingkat" Pamit Noval beranjak dari duduknya
"Gue deluan Ki" pamitnya Yuki yang cuma anggukin kepalanya
Sebelum pergi Noval melirik Gio sekilas "Lo betah-betah yah deket mereka Ki, terutama ni si kutu kupret" sambung Noval menunjuk Gio dengan melempar gumpalan tissue bekas yang mengenai wajah Gio, membuat Yuki ketawa melihatnya
__ADS_1
"Dih bukannya pamit sama gue, malah ngatain tu anak" cibir Gio yang sibuk dengan bekal milik Yuki kembali, dia pasrah bekal yang awalnya untuknya sekarang beralih kepemilikan.
Next 🐝