KALIYA ( HAUNTED DOLLS )

KALIYA ( HAUNTED DOLLS )
Bab 13


__ADS_3

Saat malam tiba, Andara tengah bersama Sandrina di kamar. Sandrina duduk depan meja rias menghadap cermin, saat ini Andara sedang merapikan rambut panjang Sandrina yang tadi sempat di kepang dua.


Dengan hati-hati Andara menyisir rambut sepunggung Sandrina. Sesekali ia tersenyum ke arah cermin saat mendengar tawa renyah Sandrina yang ia pikir sedang tertawa padanya.


Tapi lama kelamaan Andara sadar jika Sandrina sedang tidak tertawa padanya melainkan pada sesuatu yang berada di belakang Andara.


Kerap kali mata Sandrina melirik ke arah belakang tubuh Andara, lewat pantulan cermin Andara memperhatikan gerak bola mata Sandrina.


Seakan ada yang tengah mengintip, mengajak nya bermain ci luk ba pada Sandrina. Seseorang yang mungkin bersembunyi di balik punggung Andara. Hingga akhirnya Andara merasakan sesuatu bergerak menyentuh punggung belakang nya. Gesekan itu membuat kaki dan lutut Andara gemetaran, dengan susah payah Andara menelan saliva, merasakan setiap gesekan menyentuh punggung nya.


Pandangan Andara fokus ke depan cermin, memperhatikan dengan seksama ada siapa sebenarnya di belakang nya?


Keringat dingin mulai bercucuran dari pelipis menjalar ke leher Andara. Ketegangan dan rasa takut yang akhir-akhir ini ia rasakan kini muncul kembali, terlebih kali ini melihat kejanggalan pada diri Sandrina. Tertawa sendiri, itu yang sedang Sandrina lakukan saat ini.


Perlahan Andara memutar leher, berniat menoleh ke belakang.


Sret !


Netra nya tak menangkap siapapun di belakang, lalu apa yang barusan menyentuh dan bergesekan dengan punggung nya?

__ADS_1


Glek !


Andara kembali memandang kedepan, seketika ia di kejutkan saat melihat pantulan cermin. Ada sosok anak kecil berdiri tepat di samping kiri belakang Andara. Sosok yang tak asing baginya dan ini kesekian kali Andara melihatnya.


Anak kecil dengan pita mengikat kepalanya, dress hitam selutut dan rambut yang menutupi wajah nya. Sosok yang sama dengan yang pernah di lihat Andara beberapa waktu lalu. Tak sengaja Andara sampai menjatuhkan sisir yang semula di genggam nya, saat netra nya menangkap sosok mengerikan yang berwujud anak-anak.


Apakah Sandrina sedang tertawa pada anak itu? Lalu siapa sebenarnya sosok anak kecil itu? Apa mungkin sosok ini yang di maksud Deon? Sosok makhluk astral yang mengikuti nya dari kampung halaman Malvino.


Sekejap saja Andara mengerjapkan mata, sosok anak kecil itu menghilang dari pantulan cermin. Dan Sandrina pun berhenti tertawa.


Andara berusaha bersikap sewajarnya di hadapan Sandrina seakan tak ada apapun yang di lihat olehnya tadi. Walau berbagai pertanyaan memenuhi benak Andara, dan rasa takut pun seakan sulit untuk di enyahkan.


Sandrina di samping nya masih membuka mata, dongeng pengantar tidur yang di bacakan Andara tak berfungsi seperti biasanya. Malah Andara sendiri yang tertidur pulas seakan tersihir oleh dongeng yang di bacanya.


Perlahan Sandrina turun dari atas tempat tidur, mengikuti langkah Kaliya sosok teman baru bagi Sandrina.


Sandrina berjalan keluar kamar. Alam bawah sadar anak itu berada dalam pengaruh Kaliya.


Ia berjalan melewati ruangan-ruangan dengan cahaya lampu temaram, sesekali lampu ruangan yang di lewatinya mengerjap mati dan kemudian menyala kembali.

__ADS_1


Saat yang bersamaan Mbok Darmi sedang berada di salah satu ruangan, ia hendak mengecek setiap pintu rumah khawatir ada yang belum terkunci.


Mbok Darmi mengerutkan kening saat melihat cahaya lampu yang terkadang mati dengan sendirinya dan kemudian menyala kembali. Sekilas ia melihat seseorang berjalan di salah satu ruangan, segera Mbok Darmi mendekat ke arah ruangan tersebut.


Seketika Mbok Darmi memicingkan mata.


" Non Sandrina? " Mbok Darmi menyahut.


" Bu,, Bu Andara,, ! " teriak Mbok Darmi saat meyakini jika ia tak salah lihat.


Mendengar teriakan dari luar, sontak Andara pun bangun. Betapa terkejutnya Andara saat tak mendapati Sandrina di samping nya. Segera ia bangun dan keluar kamar, mencari-cari sumber suara Mbok Darmi yang baru saja membangunkan tidurnya.


" Sandrina? " Andara bergegas menghampiri Sandrina yang mematung di salah satu ruangan, tak jauh dari sana Mbok Darmi berdiri dengan wajah panik.


Saat Andara mendekat, Sandrina langsung terkulai lemas. Ia pingsan dan hampir saja jatuh ke lantai jika Andara tak segera menangkap tubuh mungil nya.


Mbok Darmi pun tergopoh-gopoh berjalan mendekat ke arah mereka berdua.


Andara makin heran melihat kejanggalan yang terus saja terjadi pada Sandrina. Tak biasanya Sandrina mengalami sleepwalking seperti sekarang ini. Dengan cemas ia menggendong dan membawa Sandrina kembali ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2