KALIYA ( HAUNTED DOLLS )

KALIYA ( HAUNTED DOLLS )
Bab 20


__ADS_3

Andara baru saja pulang dari kantor. Mengurus surat pengunduran dirinya. Saat ini Malvino tidak masuk kerja, karena dia di beri libur setelah pulang dari luar kota. Jadi Malvino bisa menjaga Sandrina saat Andara mengurus resign nya di perusahaan tempat Andara bekerja.


" Gimana udah beres? " tanya Malvino yang saat ini duduk di ruang televisi bersama Sandrina yang terbaring di pangkuannya sambil menonton acara kesukaan Sandrina.


" Udah Pap, " jawab Andara langsung duduk di sofa singel yang empuk. Melepas penat sepulang dari kantor.


" Ada yang mau aku tunjukkan, " kata Andara dengan wajah serius.


" Apa? " tanya Malvino heran.


Andara melirik ke arah Sandrina yang masih khusuk menonton serial anak-anak.


Mengerti dengan bahasa tubuh Andara. Malvino meraih bantal sofa dan meminta Sandrina yang semula bersandar di paha nya, agar berpindah ke bantal tersebut.


" Papi sama Mami mau ke ruang kerja. Sandrina tunggi di sini sebentar ya, " ucap Malvino dengan mengelus rambut lurus sedikit bergelombang milik Sandrina.


" Iya Pap, " jawabnya tanpa menoleh masih asyik menonton.


Andara berjalan lebih dulu ke ruang kerja di ikuti Malvino di belakangnya.


Andara menunjukan surat kabar yang berada di internet kepada Malvino.


" Maksudnya apa ini? " Malvino mengernyitkan dahi.


" Aku rasa semua ini ada kaitannya dengan Kaliya. Arwah yang selama ini mengganggu putri kita. Lihat ! Kejadian ini terjadi di Bogor, dan teror yang menimpa kita pun terjadi saat kita pulang dari kota itu. " Andara menjelaskan.

__ADS_1


" Lalu apa yang bisa kita lakukan? " tanya Malvino.


" Kita harus cari lagi bukti-bukti pembunuhan yang merenggut nyawa Kaliya karena aku rasa pelakunya bukanlah ibu Kaliya melainkan orang lain. '' Andara menerbangkan lamunannya. Mengingat tragedi yang di lihatnya semalam. Saat dia memasuki alam bawah sadar.


" Kenapa bisa seyakin itu? Bukankah di sini sudah sangat jelas jika Kaliya di bunuh ibunya. Dan bahkan sudah di amankan oleh kepolisian. " Malvino merasa heran dengan tebakan Andara.


Andara pun menceritakan kejadian semalam saat Kaliya menyampaikan sesuatu pada nya melalui bayangan masa lalu Kaliya yang terekam dan di putar dalam benak Andara.


" Jika memang Ibu Kaliya menjadi tersangka, itu berarti dia masih hidup. Kita harus cari informasi darinya, kita harus temui ibu Kaliya, " ucap Andara.


" Kemana kita cari dia, kejadiannya sudah lama sekali. Kalaupun dia pernah di penjara kemungkinan sekarang sudah bebas, " kata Malvino.


" Kita temui saja polisi setempat. Aku yakin mereka menyimpan data wanita itu. Dari sana kita bisa dapatkan informasi, " ucap Andara.


" Mam, gak semudah itu kita bisa mendapatkan datanya apalagi dari pihak kepolisian yang pasti akan menjaga privasi seseorang. Bagaimana jika mereka bertanya kenapa kita meminta data wanita itu, kita bukan sanak saudaranya, " kata Malvino.


***


Malam itu Andara bermimpi. Dalam mimpinya ia mendatangi sebuah rumah kosong di sebuah desa.


Kembali Andara menyaksikan kejadian pembunuhan Kaliya di rumah tersebut. Dua orang pria terlibat perselisihan. Namun entah kenapa Andara tak bisa melihat dengan jelas siapa kedua pria itu. Dan juga wanita yang berada di sana, yang di duga adalah Ibu dari Kaliya.


Keringat bercucuran saat menyaksikan tragisnya pembunuhan dua orang sekaligus. Pertama Kaliya berhasil di tusuk oleh pria tersebut. Setelah Kaliya tewas pria itu pun tak segan-segan membunuh Purwa dengan memukulnya habis-habisan menggunakan benda tumpul. Pada saat Purwa marah besar karena anaknya di tusuk oleh pria tadi. Sayangnya Purwa tak cukup punya keterampilan bela diri hingga dengan mudah nya ia terbunuh di tangan pria sadis itu.


Andara membuka mata, langsung terduduk di atas ranjang. Dia terbangun dari mimpi yang sangat mengerikan baginya. Harus menyaksikan pembunuhan orang-orang yang dia saja tak mengenalinya. Andara memijat pusing keningnya. Kepalanya benar-benar pusing di hadapkan dengan masalah pelik ini. Ia harus memecahkan sebuah teka-teki kasus pembunuhan Kaliya sedang dirinya saja tak tau siapa Kaliya dan juga keluarganya.

__ADS_1


Tapi Andara harus mengungkap semua demi memenuhi janji nya pada Kaliya. Agar Kaliya tak lagi mengganggu Sandrina putrinya.


Tenggorokan Andara terasa kering. Andara turun dari ranjang berjalan keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur.


Keadaan begitu sunyi, semua orang sudah terlelap dalam tidur masing-masing. Dengan langkah gontai Andara berjalan menuju dapur.


Saat Andara mengisi gelas dengan air putih, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berjalan ke arahnya.


Derap langkah yang terdengar mengerikan, seakan kakinya terseret di lantai. Dengan tangan gemetaran, Andara menoleh ke arah kiri dimana sumber suara tertangkap oleh rungunya.


Seketika Andara melebarkan mata melihat siapa yang kini berjalan mendekat.


" Kaliya,, " ucap Andara lirih.


Arwah gadis kecil itu makin mendekat. Andara harus menahan rasa takutnya, ia harus memberanikan diri untuk berhadapan dengan arwah Kaliya.


Kaliya menghentikan langkah, berdiri sekitar tiga meter di depan Andara. Kini Kaliya mendongakan wajahnya yang pucat. Boneka miliknya berada tepat di perut, tertancap belati yang menembus hingga ke perut anak kecil itu. Sekarang Andara tau kenapa bagian perut boneka itu tidak utuh, karena memang sama-sama tertusuk oleh belati. Kemungkinan saat pembunuhan terjadi, boneka itu di jadikan perisai. Sayangnya belati itu tembus hingga melukai perut Kaliya. Yang akhirnya tewas, dan darahpun mengalir ke dalam boneka milik Kaliya, membawa serta sukma ke dalamnya.


" Aku akan membantu mu mengungkap kasus pembunuhan itu, tapi aku mohon jangan ganggu lagi Sandrina. Katakan kemana aku harus pergi? " tanya Andara dengan suara gemetaran.


" Aku akan menunjukan jalannya, " jawab Kaliya dengan suara lirih mengerikan.


" Ba-baiklah. Besok aku akan pergi, " kata Andara tanpa pertimbangan.


Kaliya menyeringai, kemudian ia lenyap begitu saja dari hadapan Andara.

__ADS_1


Andara menghela napas yang sempat tertahan beberapa saat. Dia benar-benar harus terbiasa melihat sosok Kaliya yang menyeramkan. Kemungkinan ia akan sering berinteraksi dengan sosok terebut. Andara harus berhasil mengusir ketakutannya.


__ADS_2