KALIYA ( HAUNTED DOLLS )

KALIYA ( HAUNTED DOLLS )
Bab 32


__ADS_3

Siang itu di sebuah desa seorang anak kecil tampak sedang asyik memainkan boneka.


Kedua orang tua anak itu tampak memperhatikan anak mereka yang kini duduk di depan teras, sedang mereka berada di dalam rumah panggung yang terbuat dari papan.


" Bapak punya uang dari mana bisa belikan Nadia boneka? " tanya Laila ibu Nadia.


" Sebenarnya boneka itu bapak temukan tergeletak di jalan saat ada kecelakaan , mungkin pemiliknya korban kecelakaan itu, " jawab Burhan, Bapak Nadia .


" Apa? Jadi itu punya orang? Kok bapak main ambil-ambil aja, gimana kalau yang punya nyariin? " Laila terkejut.

__ADS_1


" Gak bakal bu, mereka orang kaya. Bisa beli yang baru, lagian boneka itu tergeletak di pinggir jalan. Bapak gak ngambil di mobil mereka. Mungkin saat warga menolong korban, boneka itu jatuh, " ucap Burhan.


Laila menghela napas panjang, suaminya memang tak salah-salah amat apalagi hanya sebuah boneka bukan barang yang berharga.


Tanpa sepengetahuan mereka dalam tubuh boneka itu ada ruh Sandrina yang terjebak di dalamnya. Sandrina tak bisa keluar dari sana karena ulah Kaliya. Mereka berganti posisi, Kaliya sengaja membelenggu ruh Sandrina dalam boneka, sementara Kaliya sendiri kini berdiam pada raga Sandrina. Untuk apa? Tentu tujuan utamanya adalah ingin balas dendam pada Anwar, dan selain itu Kaliya ingin merasakan kasih sayang sebuah keluarga yang utuh. Hal yang baru sebentar ia rasakan saat masih hidup di dunia. Hanya sebentar.


Setelah itu ia terpenjara dalam kegelapan setelah Anwar menghancurkan semua kehidupan keluarganya. Membunuh Ayahnya dan juga dirinya. Lalu kenapa Kaliya memilih Sandrina tidak yang lain? Karena Sandrina begitu banyak kesamaan dengan dirinya. Menyukai boneka dengan berlebihan, seakan akan boneka itu adalah belahan jiwanya. Maka dari itu, Sandrina sangat cocok untuk mengganti posisi Kaliya yang bertahun-tahun terpenjara dalam tubuh boneka kesayangannya.


Untuk itu Kaliya selalu menteror keluarga Sandrina, bahkan berulang kali hampir melayangkan nyawa Sandrina. Namun selalu gagal, hingga suatu hari Andara menawarkan sesuatu padanya.

__ADS_1


Membujuknya untuk menghentikan semua aksi ekstrimnya terhadap Sandrina. Dengan menawarkan sebuah pertolongan untuk mengungkap kasus pembunuhannya. Kaliya pun setuju, namun ada rencana lain di balik semua itu. Kaliya membuat seolah-olah dirinya sudah tak lagi menteror keluarga itu, padahal sebenarnya Kaliya lah yang menghuni raga Sandrina. Dan ruh Sandrina sengaja di kurung dalam boneka kesayangannya.


Setidaknya Andara dan Malvino tak akan curiga pada Kaliya. Lain cerita jika mengikuti rencana awal, Sandrina di celaka kan hingga tewas dan tubuh anak itu di huni olehnya, mungkin akan tampak janggal jika tiba-tiba mayat Sandrina hidup kembali.


Tapi sekarang Sandrina berada dalam keadaan koma, dimana ruh aslinya sedang tersesat . Momen itu Kaliya gunakan untuk menarik sukma Sandrina dan menggantikan posisinya. Sedang Kaliya sendiri masuk ke dalam raga Sandrina, tak akan ada kejanggalan. Semua rapi sesuai rencananya.


Kaliya bisa hidup kembali layaknya manusia, hidup bahagia di tengah keluarga yang begitu menyayanginya. Sedang Sandrina tersiksa terkurung dalam tubuh sebuah boneka. Seringkali Sandrina menangis, namun ia tak bisa menunjukkan pada Nadia si pemilik baru boneka tersebut. Andai bisa Sandrina lakukan mungkin ia akan meminta tolong pada Nadia. Sayangnya sukma Sandrina bukan roh jahat, bahkan dia belum di takdirkan untuk mati. Sandrina masih bisa hidup dan kembali pada raga kasarnya, namun semua itu butuh waktu. Harus ada seseorang yang mengetahui keberadaannya di dalam boneka. Tapi siapa? Sedang kini boneka itu berada jauh dari Andara juga Malvino.


Bahkan kedua orang tuanya tampak tak menyadari semuanya. Mereka pikir semua aman, boneka Kaliya sudah tak ada lagi bersama mereka. Kemungkinan Kaliya tak akan menteror kehidupan mereka kembali.

__ADS_1


Saat ini Andara maupun Malvino fokus dengan kesembuhan Sandrina yang menurut mereka terganggu syaraf kepalanya hingga berubah drastis sikap dan prilakunya. Padahal senyatanya arwah Kaliya lah penyebabnya.


__ADS_2