Kamar Kosong

Kamar Kosong
Pulang.


__ADS_3

Nenek Gani dan datuk Darhan menunggu kepulangan cucu mereka yang bernama Irem,


"Lama sekali anak itu,?"


"Mungkin masih diperjalanan"...ujar nek Gani,menjawab pertanyaan suami nya itu.


"Tapi sebentar lagi akan turun hujan"


"Sudah lah,kita tunggu saja dia pulang,lagi pula tidak terlalu mendung jadi kau jangan terlalu khawatir" tukas nek Gani.


Kedua lansia itu masih setia menunggu kepulangan cucu mereka tersebut,tidak lama kemudian dari kejauhan terlihat Irem datang dengan menenteng payung ditangan kanan nya, ransel dipunggung nya serta kantong plastik ditangan kiri nya,mungkin itu oleh-oleh untuk kakek dan nenek nya tersebut.


Gadis tersebut baru saja pulang dari kota,berhubung libur sekolah Irem pulang ke'kampung halaman nya,tidak lupa ia membeli sayuran dan cemilan untuk kakek dan nenek nya itu.

__ADS_1


"Dari mana saja kau,? Kenapa baru pulang disaat cuaca seperti ini,? Apa kau tidak takut?" ujar datuk Darhan memarahi Irem


"Maaf kan Irem kek,tadi dijalan Irem sempat bertemu dengan teman-teman Irem,oleh karena itu pulang nya sedikit terlambat,kata nya tadi mereka akan berlibur ke curung dalam waktu dekat ini"


"Mmm baguslah kalau begitu,jadi kita bisa mendapat kan uang dari sewaan kamar" ujar nenek nya menimpali.


"Iya nek, irem sudah menawarkan kepada mereka dan mereka mau" sahut nya


"Sudah lah jangan banyak bicara cepat masuk,! lalu ganti pakaiyan mu,setelah itu kau makan" ujar kakek nya sedikit kasar saat memberi perintah tersebut.


"Kenapa kau mesti memarahi nya!?,jika dia pulang ke asrama nya lantas tidak kembali lagi bagaimana?"ujar nek Gani menegur suami nya.


"Aku sudah tidak peduli,asalkan kamar kita ada penyewa nya,dan kita bisa mendapat kan uang dari bisnis ini" sahut datuk Darhan

__ADS_1


"Egois,dari dulu kau tidak berubah,kau masih saja menumbalkan orang-orang tidak bersalah demi mendapat kan harta dan umur panjang,maaf kan aku,tapi aku sudah muak dengan semua ini,aku ingin istirahat lalu meninggal dengan tenang" ujar nek Gani memarahi suami nya itu.


"Kau jangan banyak omong,sudah lah masuk ke kamar sana! banyak bicara kau'!beruntung kau masih hidup sampai detik ini,semua itu karena berkat usaha ku" sahut nya.


"Terserah pada mu,namun jangan sampai Irem mengetahui jalan sesat mu ini,jika dia tau dia akan marah lalu meninggal kan kita,jika Irem pergi lantas siapa yang akan mengurus segala nya?".


"Kau benar juga,ah sudah lah mari kita masuk,jangan lupa tutup semua jendela,namun jangan kau tutup jendela kamar yang paling pojok itu, biarkan saja terbuka.


"Baik lah,kali ini aku masih sabar menghadapi tingkah laku mu ini" sahut nek Gani,kemudian wanita tua itu menutup semua jendela rumah tersebut,kemudian ia masuk kedalam kamar kosong yang paling pojok itu,lantas membuka jendela tersebut sesuai dengan perintah suami nya tadi.


Bulu kuduk nek Gani merinding saat memasuki kamar itu,namun ia memaksakan diri karena sudah terbiasa dengan nuansa seperti itu,tetapi cucu nya Irem belum mengetahui hal tersebut.


Selama ini datuk Darhan memelihara dedemit demi mencapai kesuksesan dan umur panjang,namun ada timbal balik dari semua yang ia dapat kan itu,setiap malam suro dedemit itu akan meminta tumbal nya,jika tidak terpenuhi maka ia akan mengamuk oleh sebab itu kamar tersebut digembok,berbeda dengan kamar lain nya yang dibiarkan terbuka.

__ADS_1


Namun malam itu datuk Darhan sengaja membiarkan jendela kamar pojok tersebut terbuka,beliau melakukan hal tersebut karena ada alasan tertentu.


"Darah..!cepat berikan darah pada ku! Kalian sudah terlambat mempersembahkan tumbal untuk ku, aku akan membunuh cucu kalian,!"ujar dedemit itu kepada nek Gani,lantas menyerang wanita tua itu dengan cakar tajam nya, seketika wanita tua itu ketakutan,lantas bergegas keluar lalu menutup pintu kamar itu kembali.


__ADS_2