Kamar Kosong

Kamar Kosong
Ada apa dengan Irem,?.


__ADS_3

"Kenapa ribut-ribut,?kalian berisik sekali,! Kalau tidak ada niat untuk menyewa kamar ini setidak nya jangan mengatai rumah orang,!


"Eh Ir,maaf kan kami'kami tidak bermaksud untuk membahas hal itu,maaf kan kami" ujar Heri.


"Iya Ir,kami tidak bermasud kok,maaf kan aku ya... habis nya tadi aku terpegang tangan sih disana pas aku mencari senter ini" ujar Agis.


"Aku tidak suka dengan tingkah kalian,khusus nya gadis itu! Ujar Irem menunjuk ke arah Dewi.


"Maaf Ir,memang nya kenapa kau tidak menyukai Dewi,selama ini kau sama kita-kita baik-baik aja"sahut Agis.


"Aku kurang menyukai nya dia agak sombong,tapi tidak masalah nanti juga ia akan mendapat karma dari sipat sombong nya itu" ujar Irem kemudian gadis itu berlalu pergi meninggal kan mereka.

__ADS_1


"Ih,ada apa sih dengan Irem,?masa iya datang- datang langsung marah begitu,aduh bikin pusing saja mana lampu nya belum nyala lagi" keluh Agis.


"Tak..tak..tak..terdengar se'seorang menghampiri mereka sambil membawa senter,se'sekali orang tersebut berlari menyusuri lorong menuju kamar dimana mereka menginap.


"Siapa yang datang Gis,?coba kau lihat diluar.! ujar Meri.Kemudian Agis menyorot orang yang datang itu dengan senter nya.


"Duh..aduh silau ah,tolong jangan arah kan senter nya ke mata ku,! ujar suara itu,ternyata adalah Irem ia baru datang dari belakang rumah lalu menemui teman-teman nya tersebut.


"Hai... semua' maaf ya lampu nya mati,bahan bakar nya habis, ini aku baru kembali memeriksa genset nya,maaf sekali karena hal ini mungkin mengganggu tidur kalian" ujar Irem.


"Maaf,maksud mu apa Gis,? Aku baru saja sampai kemari,kan sudah kubilang aku baru kembali melihat genset nya ternyata habis bahan bakar" ujar Irem.

__ADS_1


"Tadi kau barusan dari sini,lantas kau memarahi kami semua katamu kami sangat mengganggu waktu istirahat mu" ujar Jacky


Irem terlihat bingung pasal nya ia tidak merasa menemui atau pun memarahi teman-teman nya itu,bulu kuduk nya merinding seketika,ia pun bergegas pergi meninggal kan Heri,Meri,Agis,Jacky dan Dewi yang masih pingan itu,Irem pergi begitu saja sehingga membuat mereka semakin bingung ada apa dengan gadis tersebut.


"Irem kok aneh banget sih,? udah jelas-jelas dia datang memarahi kita tadi kan,?tukas Agis.


"Iya, jangan-jangan yang pertama tadi itu bukan Irem,atau bisa jadi yang kedua itu bukan Irem namun mahluk lain yang menyerupai diri nya iiih aku jadi semakin takut nih,semoga cepat pagi aku sangat takut" ujar Agis yang memang sangat lah penakut.


"Agis...diam,! jaga bicara mu,ingat kita diwilayah orang" ujar Meri mengingatkan Agis.


"Iya,maaf kan aku,namun aku benaran takut Mer,eh..kalian jangan balik kekamar yah, tidur disini aja sekalian nemanin kita-kita"celoteh Agis.

__ADS_1


"Baik,kami akan tetap disini sampai pagi tiba,besok kita tanya kan lagi pada Irem tentang semua kejadian ini,"sahut Heri.


Akhir nya ke lima muda-mudi itu tidur disatu kamar dengan pintu yang terbuka karena pintu tersebut sudah tidak bisa ditutup lagi egsel nya terlepas akibat dobrakan keras dari Heri dan Jacky.


__ADS_2