
Brak..braak...braaakkk.....
"Siapa pun tolong aku hikss...hikss,aku sangat takut, ada sesuatu disini dia menyakiti ku,aku sangat lapar dan haus,siapa pun tolong keluarkan aku dari sini......!!!"ujar Dewi dengan suara serak,gadis itu menangis ketakutan, karena diganggu oleh dedemit penunggu kamar kosong tersebut.
Namun dedemit itu tidak bisa membunuh nya karena gadis itu mempunyai peninding dari leluhur nya terdahulu,selama beberapa malam ia terkurung disana dedemit itu selalu mencoba untuk menyerang nya,namun tidak berhasil,gadis itu hanya mendapat cakaran dari cakar tajam dedemit tersebut.
......................
"Kurang ajar kau Darhan,! berani nya kau mengolok-olok ku dengan memberikan tumbal yang tidak bisa aku sentuh, sekarang juga aku memerlukan darah perawan karena energi ku sudah terkuras habis,seperti nya darah cucu mu itu sangat bagus,aku mencium darah nya begitu wangi dan lezat,aku sudah tidak sabar untuk menikmati darah itu" ujar dedemit tersebut.
"Ampun nyai,jangan sakiti cucuku,aku janji akan mencarikan darah gadis perawan untuk mu nanti malam,namun aku mohon jangan sakiti cucu ku" sahut datok Darhan memohon agar dedemit itu tidak menyakiti cucu nya.
__ADS_1
"Aku sudah muak bersabar,keluarkan anak itu dari sini,! Kehadiran nya membuat energiku terkuras habis".teriak nya marah.
"Baik nyai,aku akan mengeluarkan nya dari sana sekarang juga" sahut Darhan,kemudian pria tua itu keluar dari kamar nya lalu bergegas kelantai dua disana ia pergi ke kamar yang paling pojok tersebut,lantas membuka pintu nya.
Dewi yang tertidur mendengar ada se'seorang yang datang ke arah kamar itu,ia pun berteriak meminta tolong,ia mencoba membuka pintu tersebut ternyata diri nya berhasil,Dewi pun langsung keluar dari sana.
Dewi berlari menyusuri lorong tersebut menuju tangga kemudian ia turun lantas berteriak memanggil teman-teman nya,namun tidak ada sahutan bahkan ia tidak menemukan mereka disana.
Irem sangat terkejut ketika melihat Dewi dengan kondisi yang sangat mengenas kan itu,ia pun bertanya apa yang telah terjadi kepada teman nya tersebut,tetapi Dewi tidak bisa bersuara.
"Dewi....kau kenapa Wi,?kenapa keadaan mu seperti ini,?dimana teman-teman yang lain nya,?ujar Irem panik,ia mengira jika Dewi berhasil selamat dari binatang buas sementara yang lain nya tidak,gadis itu sangat panik lalu berteriak memanggil kakek dan nenek nya.
__ADS_1
"Nenek,......dimana kakek,?"
"Ada apa nak,? Kenapa kau tergesa-gesa dan ketakutan seperti ini,?"nek Gani mencoba untuk menenang kan sang cucu.
"Teman ku nek....mereka diserang binatang buas,salah satu dari mereka berhasil menyelamat kan diri sementara yang lain nya tidak kembali, aku takut sekali nek,"ujar Irem,gadis itu menangis ketakutan.
"Ayo, antarkan nenek menemui teman mu itu,!" sahut nek Gani.Kemudian Irem membawa nenek nya menemui Dewi yang saat itu tengah berbaring dikursi panjang ruang tamu rumah tersebut,
saat nek Gani melihat kondisi Dewi,orang tua itu sangat syok namun dalam hati nya ia bersyukur karena gadis tersebut masih selamat dari serangan dedemit itu,ia sangat yakin insiden yang menimpa teman-teman nya Irem adalah perbuatan sang suami.
Sementara itu, Meri dan teman-teman nya sudah menemukan jalan keluar dari hutan tersebut,ternyata semalaman mereka berkemah tepat dibelakang rumah nya Irem aneh nya malam itu mereka tidak melihat rumah tersebut,seolah dihalangi oleh sesuatu,sehingga tidak terlihat.
__ADS_1