
"Kita harus segera pergi dari sini,!"
"Loh,memang nya kenapa Her,? kita kan belum pergi kecurung, gak asyik dong kalau pulang sekarang,ada masalah apa sih tiba-tiba ngajak pulang,? Jacky pun bertanya kepada rekan nya itu.
"Pokok nya kita pulang hari ini,udah cepat kemasi barang kalian,! jangan banyak tanya buruan,!
"Iya-iya bentar,santai kenapa Her,? Udah kek dikejar setan aja lo,!.
"Aku lihat penampakan dirumah ini,memang gak nyelakain namun kayak nya mereka sedang memberi kode agar kita keluar dari rumah ini"tukas pemuda itu.
"Apa yang dikatakan oleh Heri ada benar nya juga,aku rasa rumah ini menyimpan misteri tersembunyi deh" sahut Agis,gadis itu juga membenarkan kalau dia lah orang pertama yang melihat penampakan dirumah tersebut khusus nya ditoilet tamu itu.
"Ya sudah,nih udah beres semua ayo kita pulang,sebelum itu kita harus pamit kepada Irem dan keluarga nya terlebih dahulu" sahut Jacky.
"Eh,jangan,! Irem tidak ada dirumah.
"Dari mana kau tau jika Irem tidak ada dirumah,? Orang ketemu saja kita tidak dengan tuh anak,"
"Dari setan yang aku liat tadi,dia bilang Irem tidak ada dirumah saat ini.
"Lo,gak tanya Irem nya pergi kemana,?
__ADS_1
"Aduh Jack...kau nih oon atau bloon sih,? Masa ia aku bertanya Irem nya kemana,udah keburu takut aku mah," sahut Heri.
"Oon dan bloon sama aja,si Jacky mah belum ngerasain di samperin dedemit" sahut Agis.
"Setan nya cewek atau cowok,?tukas Meri bertanya dengan serius.
"Cewek Mer,! sahut Heri.
" Oh, kalau yang aku lihat kemarin itu cowok,mereka pada nongkrong dikamar ini" ujar Meri.
"Ih, udah lah jangan bahas yang begituan disini, labih baik kita turun sekarang,! tukas Jacky,pemuda itu mulai merasakan aura tidak enak disekitar kamar tersebut
Akhir nya mereka ber'empat turun dari lantai dua rumah itu,selama melewati lorong kamar tersebut mereka seperti mendengar teriakan minta tolong serta isakan tangis yang tiada henti,Jacky,Meri dan Agis sempat berhenti ingin melihat siapa orang yang meminta tolong tersebut,namun Heri melarang mereka.
Saat mereka sampai dilantai dasar rumah itu,mereka dikaget kan dengan kehadiran Irem yang datang tiba-tiba,gadis itu sudah berdiri didepan tangga,gadis itu pun bertanya kepada mereka,
"Hei, mau kemana kalian,?kenapa buru-buru sekali,?"
"Maaf Ir,seperti nya kami tidak bisa lama menginap dirumah mu,karena aku barusan mendapat kabar jika nenek ku meninggal dunia" sahut Heri berbohong,padahal nenek nya sudah lama meninggal dunia.
Gadis itu tersenyum aneh menanggapi alasan Heri tersebut,gelagat nya sangat mencurigakan,kemudian ia bertanya lagi,
__ADS_1
"Memang nya kalian tau arah jalan pulang dari sini,? Yakin tidak akan tersesat,sudah yakin tidak ada yang ketinggalan,?ujar nya.
"Maksudmu apa Ir,? Kita tidak paham dengan perkataan mu,kalau masalah jalan pulang ya hafal dong," sahut mereka.
"Yakin,? ujar gadis itu tertawa.
Tingkah aneh Irem itu semakin membuat mereka takut,akhir nya Heri memberanikan diri berbicara untuk segera undur diri dari hadapan teman nya itu,
"Ir,kami harus pulang sekarang ,terima kasih banyak sudah menjamu kami selama beberapa hari ini, lain kali kami akan kesini lagi jika ada waktu" ujar Heri.
Kemudian ke empat muda-mudi tersebut keluar dari dalam rumah tua itu,mereka menyusuri jalanan yang pertama kali mereka tempuh saat pergi waktu itu.
Mereka berjalan sudah cukup jauh,namun mereka tidak menemukan mobil mereka yang terparkir dihalaman rumah warga tempo hari.
"Apa mobil ku hilang ya,? atau kita yang salah jalan,? tanya Heri kepada teman-teman nya.
"Gak mungkinlah mobil mu hilang,secara tempat ini ramai penduduk nya kalau ada maling pasti lah mereka melihat nya" sahut Jacky.
Deng...perasaan Meri tidak nyaman saat ia baru sadar ternyata Dewi tidak ada bersama mereka,gadis itu pun berteriak memberi tau teman-teman nya bahwa Dewi tertinggal dirumah itu.
Seketika kepanikan menyelimuti mereka saat itu,mereka pun sepakat akan kembali kerumah tersebut saat itu juga.
__ADS_1
"Kita harus kembali sekarang menjemput Dewi,aku takut terjadi hal yang buruk pada nya mengingat ucapan Irem tadi begitu sangat aneh" ujar Meri panik.
Akhir nya mereka berbalik arah,ke'empat nya berharap mereka segera sampai dirumah tersebut.