Kamar Kosong

Kamar Kosong
Nek Gani.


__ADS_3

Benaran kau Gis,? Jangan bikin takut lah Gis...uh anak ini ada-ada saja" ujar jacky.


"Her gimana nih pintu orang,? Kita harus kasi tau Irem masalah pintu ini takut nya nanti terjadi salah paham,! tukas pemuda bernama Jacky tersebut.


"Ok,kalian disini saja,aku akan keluar membeli sarapan, siapa tau di kampung ini ada yang berjualan bubur atau pecal,sekalian akan memberitau Irem tentang pintu ini" sahut Heri.


"Jadi kami kau tinggal disini,? gak-gak, aku gak mau disini,mendingan kami nunggu dibawah saja tempat kemarin kita makan itu" sahut Agis.


"Baik lah,tapi kan si Dewi lagi sakit,apa tidak masalah terkena angin pagi,?nanti tambah parah loh," ujar pemuda itu .


"Kau tenang saja, aku akan bawain dia selimut asal kita tidak disini" ujar Agis.


"Kau ini kenapa sih Gis,? dari semalam loh kau tuh aneh banget,ditanya kenapa,ada apa, gak mau jawab kek orang bisu saja " ujar Meri.


"kau ga liat apa yang aku liat sih,maka nya kau bisa ngomong kek gitu ke aku,nanti kau liat sendiri apa yang aku liat semoga kau bertemu dengan nya" sahut Agis sinis.


"Ih...kau mendoakan aku bertemu dengan tuh dedemit,? gilak kali kau Gis doa mu itu sadis banget,"ujar Meri ketus.

__ADS_1


"Kalian ini yah,ga Dewi ga kau Gis selalu saja cari gara-gara sama Meri,tukas Jacky.


"Mmm bukan seperti itu,habis nya si Meri pertanyaan nya bikin kesal saja,usah tau orang takut, lah dia nya malah bertanya terus"


"Aku khawatir sama kau Gis, aku bingung aja dari subuh tadi kau aneh,trus bilang nya liat rambut berdarah segala lagi, kita semua parno jadi nya"tukas Meri.


"Iya,-iya...maafin aku Mer kalau aku salah,aku benaran takut Mer,sumpah demi Allah deh aku gak boong makanya sekarang kita kebawah aja yuk,!"


"Ya sudah ayok kita turun,Her,Jack bantu Dewi turun kebawah,aku akan bawa selimut dan obat untuk Dewi,kita sarapan dibawah saja nanti"


Kemudian ke lima remaja itu turun kelantai bawah,"Hati-hati, awas pelan-pelan turun nya" ujar Meri.


Tidak lama kemudian, tiba-tiba Irem dan nenek nya datang,mereka awal nya akan naik kelantai atas namun saat melihat mereka dibawah akhir nya Irem dan nenek nya mengurungkan niat nya lantas menghampiri mereka.


"Anak-anak..kalian sudah bangun,?"sapa nek Gani.


"Eh nenek selamat pagi nek,"ujar mereka berarengan.

__ADS_1


"Selamat pagi,perkenal kan nenek adalah nenek nya Irem,panggil nenek dengan sebutan nek Gani,oh iya teman nya kenapa nak,?"


" Dia demam nek,panas nya tinggi,itu lah rencana nya mau beli sarapan, disini dimana ada warga yang jual bubur nek,?


"Mmm tidak perlu beli,nenek sudah masak untuk kalian semua"sahut nek Gani.


"Aduh nek,jadi merepotkan nenek" sahut Meri.


"Tidak apa nak,karena baru kali ini lagi nenek kedatangan tamu" sahut nek Gani.


"Tunggu disini ya,nenek sediakan dulu,"ujar nenek tua itu.


"Eh Ir,maaf aku mau bicara sebentar" ujar Heri mencegah Irem yang akan masuk menyusul nenek nya.


"Ada apa Her,? Ujar nya bertanya.


"Gini Ir,tadi malam pas kejadian itu aku dan Jacky mendobrak pintu kamar tersebut,jadi sekarang egsel nya lepas,apa kau punya palu dan paku serta egsel baru,?biar aku perbaiki, rusak nya tidak parah kok hanya egsel nya saja yang lepas" ujar Heri.

__ADS_1


"Oh,tidak masalah kok,kau tenang saja nanti aku suruh kakek ku yang benarin pintu nya kalian sarapan saja dulu"sahut Irem lantas gadis itu pun masuk membantu sang nenek menyiapkan sarapan untuk teman-teman nya tersebut.


__ADS_2